Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
Luna Mengungkapkan Kebenaran


__ADS_3

Mereka menatap kesal ke arah Luna, ingin marah tapi sayang.


"Hehehe iya iya sekarang serius nih," ucap Luna sambil membuka file rekaman yang sebenarnya.


Tap


Luna memutar rekaman panggilan telepon yang dilakukan nyonya Beti dengan seorang pria yang tak lain adalah Suaminya sendiri.


"*Halo Pa, ini Mama udah di rumah sakit, sesuai dengan apa yang Papa bilang," ucap nyonya Beti.


"Bagus Ma, sekarang Mama naik ke tangga darurat lantai dua, ibumu itu selalu lewat dari sana setiap pagi untuk pemeriksaan rutin, pengawalnya tidak akan memperhatikan nenek tua itu!" ucap Pak Niko suaminya.


"Baik Pa, ini Mama lagi naik ke lantai dua, tapi apa kita harus melakukan ini? dia kan masih Ibuku," ucap Nyonya Beti.


"Ohh ayolah Ma, apa Mama meragu sekarang? kita harus melakukan ini supaya mendapatkan uang asuransi kematian Ibumu, hanya dnegan cara itu kita bisa punya uang, kau tau kan saudara laki lakimu sudah merampas semua uang asuransi untuk pengobatan nenek tua itu, kita juga harus mendapatkan bagian!" jelasnya.


"Ck... iya kau benar, tapi apa polisi tidak akan tau? Mama gak mau dipenjara lagi," ucap Nyonya Beti sedikit risau.


"Nggak bakal ada yang tau kalau mama Main bersih seperti yang Papa sampaikan sebelumnya," jelas Niko.


"Mama bawa pentungan polisi itu kan? bawa sarung tangan juga kan?" tanya Niko.


"Iya bawa semuanya Pa," jawab nyonya Beti.


"Hmmm bagus, Papa tunggu Mama di bawah, Lia lagi beli sarapan pagi buat kita, Mama cepat jangan sampai ada yang tau, " ucap Niko.


"Oh oke Pa tapi ponselnya jangan dimatiin dulu, Mama butuh bantuan ini, " ucapnya.


"Iya iya," jawab Tuan Niko.


Tak beberapa lama tiba-tiba Nyonya Beti berbicara lagi.


"Pa sepertinya nenek tua itu akan segera lewat, apa yang harus kulakukan?" tanya Beti.


"Mama bawa boneka beruang itu kan?"


"Bawa!" ucapnya.


"Nah sekarang keluarkan dan panggil si nenek tua itu ke dalam ruangan tangga darurat tetapi peringatkan dia untuk diam, kalau kamu menunjukkan boneka nenek tua itu akan menurut, kau tau kan dia tidak waras saat ini," jelas Niko.


"Baik Pa," ucap Nyonya Beti.


Tak ada suara lagi, yang terdengar hanya suara barang barang yang sepertinya dikeluarkan dari dalam tas dan suara suara tak jelas lainnya.


"Kemari, ini untukmu!!" bisik Nyonya Beti seperti sedang memanggil seseorang.


"Sssttt jangan ribut, jangan ribut," bisiknya lagi seperti sedang memanggil seseorang.


Klak.....


Ceklek...


Terdengar suara pintu ditutup dan langkah kaki seseorang terdengar jelas memasuki ruangan itu.


"Boneka..... boneka... hahahahah boneka cantik mulikku!!" ucap nenek Rose yang berpikir dirinya adalah anak berusia tujuh tahun.

__ADS_1


"Ibu apa kau tak mengenalku? apa kau mau boneka ini?" ucap nyonya Beti.


"Mau mau, berikan padaku!!!" ucap nenek.


"Sssttt akan kuberikan," ucap Nyonya Beti.


"Pa apa harus kulakukan sekarang?" tanya Beti pada Niko yang masih mendengar di seberang telepon.


"Lakukan dengan cepat, sebelum pengawalnya menyadari kalau nenek tua itu hilang, setelah itu kau keluar dari lantai tiga rumah sakit agar tidak di curigai!" jelas Niko.


"Baik," ucapnya.


"akau mau boneka ini kan Bu? tapi maaf aku akan memberikan kejutan yang lebih indah buatmu, maafkan aku Bu aku harus melakukann ini, aku butuh uang dan anakmu sudah mengambil semua nya, aku akan menjual Rose juga nanti, maafkan aku," ucapnya.


"Berikan bonekanya!" ucap Nenek mulai marah.


Brakkkk


Prakkk


brukkk


Klatkk... takk... takk


"arggg... Be..beti.. a..apa yang kau lakukan nak?" ucap nenek Rose dengan suara berat saat kepalanya di hantam dengan pentungan kayu.


"Maaf Bu, aku harus melakukan ini,"


Brakkk..


Gadis itu menangis histeris, suara menyedihkan sang nenek terngiang di kepalanya.


"Nenek.. hiks hiks hiks... aaahhhhhh jahat mereka jahat nenekku!!!" teriak Rose sambil mencengkram kepalanya sendiri, air matanya berjatuhan.


Luna segera menghentikan rekaman itu, akhirnya mereka tau dengan jelas apa yang terjadi pada nenek Rose. Dan inilah alasan Luna meminta mereka untuk mencari tahu tentang kematian nenek Rose yang sangat mencurigakan, bahkan ditubuhnya bersih tak ada bekas tangan nyonya Beti yang ternyata sudah merencanakan semuanya dengan matang.


"Oze," panggil Ken, dia langsung memeluk Ros eyang menangis histeris, di dekapnya Ken dengan erat.


"Husshhhh.... sudah jangan menangis lagi, mereka akan mendapatkan pembalasan yang setimpal dengan apa yang telah mereka lakukan!" ucap Ken mengeraskan rahangnya.


Mereka semua syok mendengar rekaman panggilan telepon yang dilakukan oleh Nyonya Beti Ibu kandung Rose sendiri yang bahkan tega membunuh neneknya.


"Nenek.. hiks hiks hiks, nenek," tangis Rose.


"Betapa kejamnya mereka, bukan hanya nenek yang menjadi sasaran mereka bahkan kak Rose pun jadi sasaran mereka!" ucap Ferdi yang ikut mendengarkan rekaman suara itu.


"Aku tak menyangka kenapa selalu saja ada orang jahat di dunia ini? apa saat melakukan itu dia tidak mengingat jasa Ibunya yang membesarkan dirinya?" ucap Andin tak habis pikir.


"Sudah tenanglah dahulu, kita akan membereskan masalah ini, mereka akan mendapatkan hukuman yang setimpal," ucap Mark.


"Ada lagi yang ingin ku sampaikan," ucap Luna setelah memberitahukan kabar menggemparkan itu.


Mereka semua menatap ke arah Luna.


"Yang menjebak kak Aiden waktu itu adalah seseorang yang sangat kau kenal kak Mark dia adalah saudara tirimu Jefri Orlando!" ucap Luna.

__ADS_1


Deghh....


Mereka semua terkejut mendengar apa yang dikatakan Luna, apalagi Mark yang disinggung tentang saudara tiri yang bahkan tak dianggapnya sebagai saudara.


"Aku tak punya saudara Luna," ucap Mark dengan nada datar dan dingin, dia mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangannya saat mendengar nama itu disebutkan.


Andin bisa melihat raut kemarahan di wajah kekasihnya. Dengan lembut Andin menepuk punggung pria itu agar amarahnya mereda, benar saja apa yang dilakukan Andin mampu meredam emosi seorang Mark.


"Lalu bagaimana dengan Kak Mikha?" tanya Ferdi.


"Kak Mikha di jebak oleh rekan kerjanya sendiri dan direncanakan untuk di jual sebagai wanita malam," jelas Luna yang sontak membuat mereka semua terkejut dengan kenyataan itu.


"Apaaaaa!!!!"pekik Ferdi, tampak pria itu benar benar marah saat mende penjelasan Luna.


"Kak Fer," panggil Anna.


Ferdi melunak, dia menurunkan emosinya dan berusaha menetralkan pikirannya.


"Sialan, mengapa banyak sekali orang jahat di dunia ini!" ketus Ferdi.


"Sudahlah Fer, kita bersyukur kalau kakakmu sekarang selamat dan bergabung dengan kita, dan malah bertemu dengan pria aneh itu," ucap Alex yang langsung mendapat tatapan tajam dari Aiden.


"Sekarang kita sudah tau kebenarannya, berikutnya adalah rencana untuk menghancurkan mereka semua, kebetulan tahanan di markas J.B grup belum di eksekusi," ucap Gama dengan seringai licik di wajahnya.


"Ya, suamiku benar, ini saatnya kita mengeksekusi mereka semua, pembalasan harus dilakukan, aku sudah tidak sabar ingin melihat reaksi pak tua yang kau sembunyikan itu kak Ken saat melihat istri dan anak tercintanya meraung Raung dengan menyedihkan!" ucap Luna.


Mereka semua terbelalak dengan apa yang dikatakan Luna. Ken, Gama, Bima, dan Aiden terkejut mendengar ucapan Luna tentang Pak tua yang selama ini di sembunyikan oleh Ken.


"Ba.. bagaimana kau bisa tau na?" tanya Ken.


"Aku bukan orang bodoh kak Ken, aku sudah terlalu banyak tau tentang kehidupan ini, untuk hal seperti itu? heh.. that just a piece of cake for me," ucap Luna dengan seringai di wajahnya.


Glekk...


Mereka semua menelan kasar Saliva mereka saat melihat Luna begitu menyeramkan.


Namun Gama menatap sendu ke arah Luna, entah apa yang dipikirkan pria itu, yang pasti Gama sepertinya tau sesuatu.


"Jangan berpura-pura kuat sayang," ucap Gama dalam hatinya, dia menggenggam tangan istrinya dengan erat.


.


.


.


jangan lupa like, vote dan komen 😉😉😊


udah cukup belom crazy upnya hahaah


Jangan jadi pembaca gaib tanpa jejak ya , luv you all 😉😉


btw baca karya author yang lain ya


# Oh My Dev-iil ( ini cerita fantasi, ada nuansa horornya, sihir dan makhluk astral, bagi yang penasaran silahkan klik profil Author)

__ADS_1


#Istri Cantik Suami Bucin (Ini kisah sepupunya Luna dan Ken, dalam cerita ini masih melibatkan jagoan kita Luna dan Abang kocak Aiden, gak kalah seru)


__ADS_2