
Pemberkatan pernikahan telah selesai diadakan, kini mereka beranjak menuju gedung tepat resepsi kecil kecilan dilaksanakan, meski tak banyak undangan bahkan media pun tak ada melihat betapa terkenalnya Aiden dan sahabat-sahabatnya mereka tetap mengadakan resepsi untuk menikmati hari bahagia itu.
Mikha dan Aiden mengganti pakaian mereka dengan pakaian pesta, mereka berdua terlihat serasi. Begitu juga dengan yang lainnya, Saat tiba di gedung tempat acara, mata Mikha terbelalak saat melihat semua anak panti asuhan sudah ada di acara pesta pernikahannya dengan Aiden.
Mikha menatap Aiden dengan mata berkaca-kaca, Aiden tersenyum dia menggenggam tangan istrinya dengan lembut.
"Ba.. bagaimana bisa?" ucap Mikha.
"Wanita itu yang mengatur ini semua, dia begitu memperhatikan mu," ucap Aiden sambil menunjuk Luna yang sedang melahap berbagai hidangan di acara itu, sungguh ibu hamil itu tak berhenti makan.
"Luna?" ucap Mikha.
Aiden mengangguk, Mikha sungguh terharu dia sudah berpikir bahwa tak ada anak panti yang datang ke acara pernikahannya tetapi Luna sudah membereskan semua hal itu.
"Apa kau suka?" tanya Aiden.
"Suka," jawab Mikha tersenyum manis, pernikahan yang dia pikir akan menjadi pernikahan paling menyedihkan justru menjadi pernikahan paling indah yang dia rasakan.
"Terimakasih banyak" ucap Mikha dengan mata berkaca-kaca pada pria yang kini sudah sah menjadi suaminya hanya karena kecelakaan satu malam.
Aiden tersenyum, dia menepuk lembut kepala Mikha, mereka berdua duduk di kursi pengantin sambil menikmati acara demi acara yang dipersiapakan secara dadakan oleh semua sahabat sahabat Aiden.
Bahkan Aiden sendiri pun tak menyangka kalau acara kecil yang dia pikir akan berakhir dengan sangat sederhana justru berjalan dengan sangat menyenangkan.
"Kak Mikhaaaaaa!!" teriak anak anak panti yang masih kecil, mereka berlarian menghampiri Mikha yang duduk di samping Aiden.
Mikha berdiri dengan senyuman lembut di wajahnya sambil merentangkan kedua tangannya menyambut anak anak panti yang masih kecil itu.
"Jangan lari lari sayang," ucap Mikha sambil berjongkok di depan mereka.
"Kakak tadi pagi kemana? kenapa gak bangunin Caca?" tanya seorang anak perempuan berusia sekitar 12 tahun dia salah satu anak yang paling lama disana selain Mikha dan dua teman laki laki seusianya yang sudah sejak lama tinggal di panti asuhan itu, dan mereka bertiga bekerjasama untuk memenuhi kebutuhan anak anak panti.
"Kakak ke tempat kakak itu," ucap Mikha sambil menunjuk Aiden yang sedang menggendong beberapa anak kecil yang mendekatinya dengan wajah penasaran.
"Ngapain?" tanya Gadis kecil itu.
"Emmm... kakak itu suami kak Mikha sekarang," ucap Mikha yang di balas dengan anggukan oleh Caca.
"Una Mikha... Una kenapa Ndak di umah tadi jok hiks hiks, Una kenapa pelgi dai umah!!" rengek seorang balita yang di gendong oleh teman Mikha yang sudah seperti saudara.
"Heheheh kangen sama bunda ya," ucap Mikha sambil mengambil Gio kecil dari pangkuan temannya.
"Selamat ya Ka, semoga kamu bahagia, kami cuma bisa mendoakan yang terbaik buat kamu, sekarang Panti pasti bakal sepi karna gak ada kamu," ucap pria itu.
"Terimakasih Jefri, maaf ya seharusnya aku masih bantu panti," ucap Mikha, tampak kesedihan di mata wanita itu.
Aiden menghampiri mereka, " Kamu masih bisa bantu panti Mikha," ucap Aiden sambil menggendong Seorang anak perempuan berusia sekitar lima tahun.
Mikha menoleh ke arah Aiden, pria itu tersenyum.
"Saya Aiden," sapa pria itu pada teman Mikha.
__ADS_1
"Ah... saya Jefri tuan," ucapnya sambil menunduk hormat.
"Kamu ngga perlu khawatir tentang panti, kan sudah kubilang kalau perusahaan akan menjadi sponsor panti, biar maslaah itu aku yang urus jangan khawatir ya," ucap Aiden.
"Terimakasih banyak, " ucap Mikha merasa tak enak.
"Tes... Tes.. ekhhmmm... Aaa.. halo semuanya!!" sapa seseorang dari atas panggung.
Para tamu undangan menoleh ke arah panggung, disana tampak berdiri seorang wanita cantik dengan perut buncitnya di temani Ferdi dan Andin serta Gama siapa lagi kalau bukan si nona cerewet Luna.
"Emmm.... ada sesuatu yang mau Luna sampaikan dan ini adalah hal penting bahkan sangat penting terutama bagi kak Mikha," ucap Luna.
Mereka semua memperhatikan ibu hamil yang terlihat sangat cantik dan mempesona itu.
"Ada apa ini?" tanya Mikha pada Aiden.
"Dengar saja, emmm Kania sama kakak kakaknya dulu ya, paman mau bawa bunda Mikhanya dulu sebentar, Gio juga ya, Jef tolong pegang mereka sebentar," ucap Aiden pada mereka.
"Ah baik tuan," ucap Jefri langsung mengambil Alih Kania dan Gio.
Aiden menggenggam tangan Mikha dan menarik gadis itu ke dekat panggung.
"Ada apa tuan?" tanya Mikha bingung.
"Ada kejutan," ucap Aiden dengan senyum terbaiknya.
Mikha menurut saja dan mengikuti perintah suaminya.
"Kak Mikha, apa kakak tau siapa orangtua kandung kakak?" tanya Luna.
Aiden merangkul bahu Mikha untuk menguatkan gadis itu.
"Emmm... ada sesuatu yang akan Luna sampaikan, dan ini terkait dengan keluarga kakak, kakak punya seorang adik laki-laki, dia juga mengalami nasib yang sama dengan kakak," ucap Luna.
Mereka semua mendengarkan dengan seksama.
Mikha cukup terkejut dengan apa yang disampaikan Luna, tak terbayang olehnya kalau dia punya seorang adik laki-laki.
"A.. apa itu benar?" tanya Mikha dengan mata berkaca-kaca.
"Benar kak, dan dia ada di tempat ini," ucap Luna.
Mikha terbelalak, dia menutup mulutnya tak percaya, dia melihat kesana kemari siapa kiranya sosok pria yang merupakan adiknya itu.
"Dimana dia Na, siapa dia... beritahu aku!" ucap Mikha mulai menangis, Aiden mengusap lengan gadis itu agar dia kuat, mereka tau kalau Mikha menyimpan luka di hatinya apalagi dengan kebenaran kalau dirinya dibuang oleh orangtua kandungnya sendiri, gadis itu hanya berusaha agar tetap kuat di depan orang lain tetapi sesungguhnya dia hancur di dalam.
"Apa kakak mau bertemu dengannya?" tanya Luna.
"Tentu aku mau, aku akan sangat bahagia jika tau sejak dulu aku punya seorang adik, akan sangat menyenangkan punya seorang adik punya saudara kandung yang bahkan tak pernah terpikirkan oleh ku," ucap Mikha dengan deraian air mata.
"Kurasa dia sudah mendengarnya, sekarang giliranmu menunjukkan dirimu," ucap Luna.
__ADS_1
Semua terdiam menunggu siapa kiranya sosok adik Mikha, yang paling penasaran adalah anak anak panti, Bunda Grace, dan tamu undangan lainnya.
Ferdi menunduk, dia berusaha menahan agar tangisnya tak tumpah, namun apa daya sekuat apa pun dia menahan dirinya tangisannya tetap pecah.
"Pergilah kak, dia sudah menunggu kakak," bisik Anna sambil menepuk punggung Ferdi dengan lembut.
Pria itu langsung berlari dan turun dari panggung, dia berlari ke arah Mikha dan langsung menghamburkan pelukannya pada kakak perempuannya.
Mikha terbelalak, ia tak percaya dengan sosok yang yang menghampirinya adalah pria yang mengantarkan nya menuju Altar.
Mikha menangis begitu juga dengan Ferdi, dia menangis sambil memeluk Kakaknya yang cantik itu.
"Kak, maaf tidak langsung memberitahukan mu," ucap Ferdi.
Mikha membalas pelukan Ferdi dia juga menangis ia tak menyangka bahwa pria itu adalah adiknya dan adiknya juga yang mengantarkan nya menuju altar.
"Hiks hiks hiks... ternyata kau adikku arhhh dasar adik nakal kenapa gak kasih tau arhhh hiks hiks hiks, kakak gak nyala punya adik setampan kamu arhhh kau ini...." omel Mikha sambil menangis tersedu-sedu.
"Hahahahah," mereka tertawa mendengar celetukan gadis itu.
"Ahhh akhirnya aku punya keluarga kandung hahhaha," kekeh Ferdi sambil melepaskan pelukannya dan mengusap air mata kakaknya.
Mereka semua menangis sambil tertawa dengan pertemuan bahagia ini, Bunda Grace juga turut senang akhirnya Mikha tau siapa keluarga kandungnya.
"Wait... arhhhh... Lunaaa!!" pekik Aiden membuat semuanya menatap ke arah pria itu.
"Astaga ada apa kak?" tanya Luna yang terkejut karena di panggil tiba-tiba.
"Aku tidak akan ragu jika mereka ini saudara kandung, " celetuk Aiden sambil berkancah pinggang menatap Mikha dan Ferdi.
Para sahabatnya langsung mendekati Aiden dan menatap pria itu.
"Kenapa begitu?" tanya Aiden.
"Dulu mereka sama sama Gembul humphh... gemuk !" celetuk Aiden.
"Pffftthhh hahahhahaha, kau ada ada saja hahahhahahahah," mereka semua tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan pria itu.
Drrttt.... drrttt... drrtttt
Ponsel Ken berbunyi,
"Sebentar ku jawab dulu ini," ucap Ken yang dianggukkan oleh mereka semua.
Ken pergi ke sudut ruangan, tampak pria itu tengah berbicara dengan seseorang, dan wajahnya mengatakan bahwa ada hak buruk yang sedang terjadi.
Luna menatap kakaknya, dia tau pasti ada yang tidak beres begitu juga dengan sahabat-sahabatnya mereka tau ada yang sedang tidak beres.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😉😉😉