Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
195 serba serbi 2


__ADS_3

Gama dan Luna terlihat menikmati semua hiburan yang ada di pasar malam itu, apalagi Luna dia tampak sangat antusias dengan kegiatan mereka malam ini.


"Sayang jangan lari lari, kamu jatuh nanti," ucap Gama memperingati Luna.


"Heheh iya iya, aku senang banget soalnya," kekeh Luna sambil tersenyum manis, dia sekarang memakai bando kelinci berwarna biru tua sedangkan Gama memakai bando telinga kucing membuat pria tampan itu tampak menggemaskan.


"Sini pegang tanganku," ucap Gama.


Luna menyambut tangan suaminya, dia berjalan sambil menikmati susu pisang cokelatnya yang di beli mereka dari stan penjual makanan tadi.


"Senang?" tanya Gama.


"He.. em.. senang banget hehehe," jawab Luna dengan senyum sumringah, mereka berdua berjalan dengan pengawasan ketat dari para pengawal terkhususnya untuk Luna.


"Sayang itu kak Alex!" ucap Luna dengan senyum ceria saat melihat Alex sedang berjalan di depan mereka sambil memeluk sebuah boneka kelinci yang sangat besar dan berjalan bersama seorang wanita.


"Wah Alex kayaknya dapat jodoh Na heheheh," ucap Gama.


"Bener, mana cantik lagi ," kikik Luna.


"Sayang bisa minta tolong pegang ini sebentar?" tanya Luna pada Suaminya Sabil menunjuk susu pisang cokelatnya.


"Boleh dong," ucap Gama.


Luna mengeluarkan ponselnya dan menyalakan fitur kamera dan....


Cekrek... Cekrek


Luna mengambil foto sepasang anak manusia yang tampak serasi itu.


"Wah cocok!" celetuk Luna sambil tersenyum baghagia.


"Kak Aleeex!!" panggil Luna sambil melambaikan tangannya yang dibalas dengan lambaian tangan dari Alex.


"Vanya kita kesana yuk," ucap Alex menunjuk Tempat Gama dan Luna.


"Ahh boleh boleh," ucap Vanya sambil tersenyum manis.


Mereka berdua berjalan menuju tempat Luna dan Gama berhenti.


"Sayang duduk dulu disini," ajak Gama sambil menunjuk kursi panjang di sekitar tempat itu.


"Ahhh.. eghh... akhirnya bisa duduk heheh," kekeh Luna sambil menggoyang goyangkan kakinya yang terlihat membengkak.


"Apa kakimu sakit?" tanya Gama.


"Sedikit," ucap Luna.


Gama langsung duduk di depan kaki Luna dan memijit kaki istrinya dengan lembut.


"Sayang ngapain disitu? dilihat orang gak enak, berasa aku istri durhaka jadinya hahhaha," kekeh Luna.


"Apa sih sayang, durhaka dari mananya coba, udah jangan bawel, diam aja biar aku pijitin," ucap Gama sambil tersenyum manis.


"Terimakasih," ucap Luna sambil tersenyum.


"Loh kenapa cantik?" tanya Alex yang baru sampai di tempat mereka.


"Kenapa Gam?" tanya Alex pada Gama dan Luna.


"Kakinya bengkak lagi Lex, kebanyakan jalan," ucap Gama.


"Itu bukan kebanyakan jalan dodol, ya emang begitu bakal bengkak bengkak, makanya rajin dipijit," ketus Alex.


"Ck.. iya iya suhu!" balas Gama tak kalah ketus nya.


"Na ini buat kamu," ucap Alex sambil memberikan boneka kelinci yang sama besarnya dengan Luna apalagi di bagian perutnya sama besar dengan perut Luna.


"Pfftttthhh hahhahahah kak aku punya saingan hahahaha," kekeh Luna saat melihat kelinci dengan perut besar dan telinga panjang itu.

__ADS_1


"Hahaha benar Na," kekeh Alex.


"Ohh jadi untuk wanita itu? apa mungkin dia istrinya? arhhh kenapa aku jadi bertanya tanya begini sih dasar Vanya!!!" batin Vanya sambil menepuk jidatnya sendiri.


"Apa kau suka?" tanya Alex sambil duduk di samping Luna.


"Jangan duduk disitu dodol, itu tempat dudukku!!" ketus Gama.


" Suka suka saya Bambang!" ketus Alex sambil memainkan rambut Luna yang digerai.


"kamu suka kan na?" tanya Alex lagi.


"Suka banget, makasih kak Alex, makin sayang deh!" celetuk Luna sambil tersenyum manis di hadapan Alex, dia memeluk bonekanya dengan gemas.


Alex menepuk pucuk kepala Luna dengan gemas, pilihannya tepat, adiknya itu menyukainya.


"Eh siapa kak?" tanya Luna sambil melirik Dokter Vanya yang sedari tadi berdiri dalam diam dan menyaksikan mereka.


"Oh iya ya ampun sampai lupa!" celetuk Alex sambil menepuk kepala sendiri.


"Dasar pikun!" ledek Gama yang sudah selesai dnegan kaki istrinya dan duduk di sisi Luna yang lain.


"Masih mau minum sayang?" tanya Gama.


"Masih," Cicit Luna.


Gama mengambil tisu dari dalam tas selempang yang dibawanya dan membersihkan tangannya lalu memberikan minuman Luna.


"Kenalkan ini Dokter Vanya dokter yang mengurus operasi nenek Rose," jelas Alex.


"Oh benarkah? salam kenal dok," sapa Luna dan Gama.


"Vanya kenalkan ini adikku Luna dan si kolot itu suaminya," ucap Alex sambil melemparkan tatapan mengejek ke arah Gama.


"Cih... tukang ribut!" ketus Gama.


"Halo salam kenal saya Vanya," sapa gadis itu sambil tersenyum manis.


"Iya kak, ngomong ngomong lagi ngapain berdua? lagi kencan ya kak Lex gak jomblo lagi nih hahahhaha," goda Luna.


"Ck.. apa sih Na, kita gak sedekat itu dek, cuma sebatas kenalan aja kok," ucap Alex santai.


"Ahhh aku sepertinya tak punya harapan," batin Vanya menunduk lesu.


"Oh, awalnya dari kenalan Iya kan sayang," ucap Gama sambil tersenyum jahil yang di balas tatapan kesal oleh Alex.


"Hahah kamu benar sayang," kekeh Luna.


"Sudah lah kalian mau kemana lagi nih?" tanya Alex.


"Kita pulang yuk Kak, udah ngantuk, sayang aku mau pulang ngantuukk hoooaammmm," ucap Luna sambil mengucek matanya.


"Baiklah nyonya Park," jawab mereka berdua serentak.


"Mark dan Andin dimana?" tanya Alex.


"Biarkan saja mereka berkencan, sepertinya dua manusia itu butuh liburan!" ucap Gama.


"Iya kamu benar sayang," ucap Luna mengangguk setuju.


"Ya sudah ayo!" ajak Alex.


"Oh iya, nona Vanya gimana?" tanya Alex.


"Ahh aku akan pulang sendiri, nanti telepon teman dulu," ucap Vanya sambil tersenyum.


"Baiklah kalau begitu, sampai bertemu lagi," ucap Alex.


"Yok dek!" ucap Alex sambil menggenggam tangan Luna di sisi kiri dan Gama di sisi Kanan.

__ADS_1


"Sampai jumpa lagi kak Vanya," ucap Luna pada Vanya sebelum mereka benar-benar pergi.


"Dah hati hati ya," ucap Vanya yang dianggukkan oleh mereka.


Mereka bertiga telah pergi dengan Gama di kiri sambil memegang minuman Luna dan Alex di kanan memeluk boneka kelinci Luna sambil bercanda ria dengan ibu hamil itu.


"Wah sepertinya mereka benar benar menyayangi wanita itu, beruntung sekali dia, arhhh kenapa aku jadi memikirkan ucapan Alex tadi ya, huffft dasar kamu Vanya jangan aneh aneh deh," gerutu Vanya pada dirinya sendiri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari terus berlalu sudah empat hari sejak nenek Rose dimakamkan dan tantangan dari Luna masih saja belum bisa mereka selesaikan, setiap kali menemukan petunjuk, mereka selau menghadapi jalan buntu.


Hari ini mereka semua sibuk dengan urusan mereka masing-masing, pekerjaan dari kantor menuntut mereka untuk bekerja ekstra.


Gama tidak di rumah hari ini sebab dia ada rapat dengan klien perusahaan mereka yang memang harus dihadiri oleh Gama sendiri sehingga mau tidak mau dia harus meninggalkan istrinya di rumah.


Luna duduk sendirian di dalam ruang santai. Di depannya tersedia laptop dan di tangannya ada ponsel.


jangan lupakan snack wajib yang harus ada di sekitar ibu hamil itu.


Luna sedang dengan serius menonton sebuah video yang entah di dapatkannya dari mana tetapi itu adalah video rekaman kejadian dimana nenek Rose mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya.


"Krosss... krosss.. nyamm.. nyamm," mulut Ibu muda itu terus mengunyah dan mengunyah sesekali tampak dia mengomeli objek yang dilihatnya dalam video itu.


"Arhhh dapat kalian dasar orang-orang munafik!" ketus Luna.


puk.. puk


"Bagus sayang, kalian hebat kita berhasil menemukan mereka!" ucap Luna sambil mengelus perut buncitnya dan tersenyum dengan sempurna.


Dugghh.. duggg


Janinnya merespon ucapan Mama mereka membuat Luna tersenyum puas.


"Arhhhh kalau begini kita tinggal, makan makan hahahhahahah," kekeh Luna.


Di dalam kantor masing-masing kakak Luna, mereka hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Luna yang semakin hari semakin absurd menurut mereka.


Ya, masing-masing kakak Luna menghubungkan kamera CCTV di rumah itu ke ponsel mereka masing-masing agar bisa mengawasi kegiatan Luna selama mereka keluar.


Luna sangat berharga bagi mereka, sehingga mereka selalu memperhatikan segala sesuatu tentang Luna.


"Sepertinya Luna mulai setress karna di rumah terus!" celetuk Aiden yang sedang mengawasi adiknya dari kamera CCTV yang terhubung ke ponselnya.


"Ada apa?" tanya Mikha penasaran.


"Adik iparmu semakin gila Mikha hahahahha," kekeh Aiden. Mereka berdua sedang berada di dalam mobil, baru tiba di kampus Mikha.


"Kau ini adik sendiri dikatai gila," ucap Mikha.


"Heheheh, kami memang seperti itu," ucap Aiden.


"Ya sudah ayo turun!" ajak Aiden.


"Emmm tapi aku takut," ucap Mikha.


"Tenang kan ada aku," ucap Aiden sambil tersenyum.


"Baiklah," cicit Mikha.


"Saatnya balas dendam hahhahahah," batin Aiden dengan senyum jahatnya.


.


.


.


like, vote dan komen 😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2