
tuk...
tak...
tuk..
tak...
Sreeettt.... brukk.. brakkk...
Clara di bawa ke markas rahasia milik Bima, wanita itu dilemparkan ke dalam ruangan itu begitu saja oleh para pengawal yang diperintahkan Bima untuk menyeret Clara.
Sedangkan Bima dan Mark langsung melesat menuju salah satu perusahaan Niel dimana Niel sekarang sedang duduk santai sambil menunggu hasil pekerjaan Clara.
Bima menggenggam erat dokumen yang diserahkan Aiden tadi saat dia kembali ke ruangan Bima yang ternyata tujuannya adalah mengambil dokumen palsu itu.
"Berani sekali bajingan itu bermain api denganku!!" geram Bima.
"Tenang lah Tuan,"ucap Mark.
"Ck.. Mark aku bukan tuanmu!" ketus Bima.
"Panggil namaku bodoh, kau ini sangat kaku, aku ragu kalau Andin bisa bertahan lama dengan pria kolot seperti dirimu!" ketus Bima.
"Loh kok jadi bawa bawa ke Andin, saya.. ekhm aku hanya bersikap sewajarnya saja," kilah Mark.
Bima tersenyum tipis," kau sangat mencintai Andin ya Mark," ucap Bima tiba tiba pada Mark yang sedang mengemudikan mobil.
Mark menatap Bima sekilas lalu kembali fokus ke Jalanan.
"Andin wanita pertama yang membuatku gila Bim, dia wanita pertama.yang membuatku bisa jatuh cinta," ucap Mark sambil tersenyum.
"Apa dia juga yang membuat mu merubah pendapat mu tentang wanita?" tanya Bima.
"Bukan Andin , Nona Muda yang mengubah pola pikirku Bim, dia yang mengubah tanggapanku terhadap wanita, jika mengingat kejadian waktu itu, aku benar-benar di hajar dan diomeli oleh Luna!" ucap Mark.
"Hahahah, ya itu kebiasaan si cantik itu, tapi ucapan Luna selalu benar, dia memakai logika dan perasannya dengan baik," ucap Bima.
"Ya kau benar, jujur saja jika bukan karena Luna aku mungkin tidak akan bertemu wanita secantik Andin, dia yang mempersatukan kami," ucap Mark.
"Kau beruntung mendapatkan sahabat Luna Mark, sedangkan aku... huffft sudahlah, nasibku sangat menyedihkan!" ucap Bima.
"Sabar Bro, aku yakin Luna tak akan tinggal diam melihatmu terpuruk begini, semua akan ada waktunya, sekarang kita hancurkan dulu para bajingan itu!!" ucap Mark dengan sorot mata tajam menatap ke arah jalanan.
"Hmmm kau benar, jodoh sudah ada yang atur, terlebih dahulu harus kuhancurkan para bajingan yang berusaha menjatuhkan diriku!" ucap Bima.
Mereka melaju menuju cabang perusahaan Niel. Dengan aura kemarahan kedua pria itu berkunjung ke kantor Niel.
Sesampainya disana mereka masuk ke dalam gedung itu, kedatangan mereka sontak menjadi pusat perhatian karena dua orang terkenal yang wara Wiri di layar televisi kini masuk ke perusahaan saingan mereka.
Bima dan Mark masuk ke dalam ruangan itu diikuti oleh beberapa orang berjas hitam sambil memegang berkas berkas di tangan mereka.
drap..
drap..
drap..
langkah kaki mereka terdengar berirama, sorot wajah yang tegas dan dingin yang tak pernah mereka tunjukkan pada sahabat rasa keluarga mereka kini ditunjukkan pada setiap orang yang melihat mereka.
"Ada apa ini? kenapa dua orang penting dari perusahaan perusahaan besar itu datang ke sini?" bisik para karyawan.
Kedatangan mereka menjadi pergunjingan di kalangan karyawan.
"Buka pintunya!" titah Bima saat tiba di ruangan Presdir.
__ADS_1
"Ma..maaf tuan Presdir sedang di ruang rapat," ucap sekretaris yang berjaga di depan ruang Presdir.
"ahh baguslah, ini akan semakin menarik!" ucap Bima.
"Bawa aku kesana!" titah Bima.
"Maaf tuan, tapi itu rapat petinggi perusahaan, tidak boleh diganggu!" tolak sekretaris itu dengan hormat.
"Menurutlah nona, sebelum karirmu tamat!!" ancam Mark dengan tatapan mematikan membuat sekretaris wanita itu k
bergetar ketakutan.
"Ba.. baik tuan," ucapnya.
"Ikut saya," ucap nya dengan suara bergetar.
Mereka tiba di ruang rapat dimana Niel sedang memimpin rapat tahunan dengan para petinggi perusahaan.
brakk..
Pintu dibuka dengan cara yang sangat kasar sehingga membuat penghuni ruangan itu berlonjak kaget untuk tidak sampai serangan jantung.
Sua mata menoleh ke arah pintu masuk, ada yang membuka pintu tetapi sosoknya belum terlihat, siapakah gerangan itu?
tap... tap... tap...
Bima dan Mark melangkah dengan tegas memasuki ruangan rapat tersebut, mata Niel terbelalak kaget melihat wajah Bima masuk ke ruang rapatnya.
"Bima, apa yang kau lakukan disini hah!??"teriak Niel ketakutan.
"ck... aku kesini hanya untuk mengambil kembali hak ku!!" ucap Bima dengan seringai licik di wajahnya.
"Hak?hak apa maksud mu, kau sedang mengganggu rapat kami, keluar sana!" teriak Niel.
"Seharusnya kau yang keluar bodoh, perusahaan ini bukan milikmu lagi," ucap Bima sambil tersenyum tipis.
"Hentikan omong kosongmu dan keluar dari sini!!!" teriak Niel marah.
"Ck.. ck... ck.. dengarkan semuanya, kalian tentu tau kan kalau pemegang saham yang berkumpul disini hanya 45% bukan? bahkan saham si bodoh ini hanya 30 %," ucap Bima sambil menatap mereka semua.
"Apa ada yang tau siapa pemegang saham 55% lainnya?" tanya Bima.
Mereka semua menggelengkan kepalanya.
Bima tersenyum, dia melirik enam pria berpakaian hitam di belakangnya.
"Mereka yang mewakili 55% saham di perusahaan ini," ucap Bima.
"Apa yang mau kau lakukan Bimaa!!!" teriak Niel kesal, dia tau pemilik 55% saham di perusahaan nya hanya saja itu bukan Bima, itu semua atas nama orang lain.
"Jelaskan!" ucap Bima pada salah stau pria ber jas hitam itu.
Pria itu menjelaskan bahwasanya 55% saham itu adalah milik Bima yang diwakilkan oleh beberapa orang kepercayaan Bima. Dengan demikian maka secara otomatis Bima berkuasa atas perusahaan milik Niel.
Mendengar penjelasan itu Niel bak tertimpa batu yang sangat besar, dalam sekejap, perusahaannya beralih ke tangan rival bisnis yang akan di hancurkannya.
Brakkk
"Ini tidak mungkin!!!!" teriak Niel marah,
prangg..
brukk..
"Tidak mungkin perusahaan ku beralih padamu!!!" teriak Niel marah. dia menghancurkan semua brang yang berada di dekatnya
__ADS_1
Bima berjalan mendekati Niel.
Grepp
bughhh
Dipukulnya pria itu dengan satu pukulan keras membuat Niel terhuyung ke belakang dan terjatuh hingga kepalanya membentur dinding.
"Inilah alasanku bermain dalam diam, apa kau tidak tau siapa aku ? jangan coba-coba menghancurkanku dengan menggunakan seorang wanita, dasar bajingan!!" bentak Bima dengan penuh kemarahan.
"cuih... oh jadi kau sudah tau, kurasa kalah begitu, Keluarga mu sudah tidak ada lagi di dunia ini sekarang, hahahah aku mungkin tak berhasil merebut perusahaan mu, tapi aku berhasil merenggut kebahagiaanmu!!" ucap Niel dengan penuh percaya diri.
Deghh
Mendengar kata keluarga, Bima langsung ketakutan, dia takut terjadi sesuatu dengan orangtua, Kakaknya kakak iparnya dan keponakannya.
"Bajingan sialan kau, apa yang kau lakukan pada mereka!!!" teriak Bima, dia kembali menarik kerah Niel.
bughh...
bughh...
bugh....
Bima menghajar Niel dengan sekuat tenaga, Niel membalas pukulan Bima, dia juga hebat dalam hal bertarung.
Terjadilah perkelahian diantara dua pria itu, membuat orang-orang ketakutan, para pemegang saham digiring keluar dari ruangan itu kini tinggal, Mark ,Niel dan Bima bersama beberapa pengawal dalam ruangan itu.
Mark merotasikan kedua bola matanya melihat aksi Bima.
"Ck... kau terlalu pandai berakting Bima, kau tau keluargamu sudah aman, kau jadikan mereka alasan untuk memukuli si bangs4t ini," gumam Mark
"Kalau begini aku tidak akan punya tempat setidaknya menambahkan satu pukulan, erghh kau menghabisi nya Bim," gerutu Mark.
"haahh.. haahh... haahhh..." Bima terengah-engah setelah bertempur dengan Niel. Niel tergeletak tak berdaya di lantai.
Mereka sama-sama terluka namun Bima menang telak.
"Cuih...Kau pikir kau bisa mengancam ku? lihat apa yang akan kulakukan pada perusahaanmu bodoh!" ketus Bima.
"Bim kau benar-benar tidak bisa ditebak," ucap Mark.
Drrrt...drrtt... drrtt....
Ponsel Bima berbunyi.
"Halo," jawab Bima.
"...."
"Sialan!!!" umpat Bima sambil mencengkram ponselnya.
Brakk,
dia menghancurkan ponselnya ke atas lantai hingga berkeping-keping.
.
.
.
.
like, vote dan komen 😉😉😉😊
__ADS_1
Ada apa bang Bim???