Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
34


__ADS_3

Meja makan yang jarang digunakan oleh Luna akhirnya dipakai lagi hari ini. Gama, Luna, Aiden, Ken dan Bima makan bersama.


"Wah aromanya sedap sekali!" ucap Luna saat mencium aroma masakan Ken dan Bima yang memang sangat menggugah selera.


"Tentu saja harum, silahkan dinikmati!" ucap Bima.


"Terimakasih kak!" ucap Luna tersenyum sambil menatap keempat pria tampan di ruangan itu.


Ken, Aiden dan Bima yang baru pertama kali melihat senyuman semanis itu terperangah, sebelumnya Luna memang tersenyum pada mereka namun kali ini senyuman cantiknya lebih jelas.


"Wah dia sangat cantik ternyata, pantas saja Gama secepat itu jatuh cinta dengannya," batin Aiden.


Luna mengambil nasi dan lauk untuk suaminya, "Kau mau yang mana Gam?" tanya Luna.


"Aku suka ikan goreng buatan Ken dan sambal terasi buatan Bima, kau cobalah rasanya sangat enak," ucap Gama.


"Ah..baiklah," ucap Luna.


Ken, Aiden dan Bima menyaksikan hal itu, mereka bertiga bersyukur sahabat baiknya akhirnya membuka hati pada wanita meskipun Gama dan Luna belum sadar dengan perasaan mereka masing-masing.


"Astaga aku jadi iri, apa aku akan menikmati hal seperti ini nanti?" celetuk Aiden.


"Apa kau tidak mempunyai kekasih kak Aiden?" tanya Luna yang dibalas gelengan kepala oleh Aiden.


"Jangan percaya Lun, dia itu playboy cap buaya!" ucap Ken.


Luna terkikik saat mendengar ucapan Ken, sedangkan Aiden malah menatap kesal ke arah Ken.


"Kau bukankah kau berencana menikahi si Nina, lalu Ani kau kemana kan? lalu suster cantik di rumah sakit milik Ken? lalu bartender di kafe Gama? lalu siapa lagi namanya," ucap Bima sambil berpikir.


"Ah....Jeni asistenmu, bukankah kau mendekatinya juga? banyak sekali gadis yang kau PHP kan!" ketus Bima yang malah mendaftar semua nama mantan kekasih Aiden.


"Sssttt....kenapa kau membongkar rahasia terbesar seorang Aiden!" kesal Aiden.


"Lagipula bukan aku yang mendekati mereka, mereka yang tertarik denganku, aku hanya meladeni saja," ucap Aiden.


"Secara aku ini pria tertampan dan dunia, iya kan Lun?" ucap Aiden sambil menaikkan satu alisnya.


"Hahahaha, ternyata kakak pemain hati wanita ya, apa pria di sampingku ini juga begitu?" ucap Luna melirik Gama yang asik mengunyah makanannya.


Merasa diperhatikan, Gama menatap ke arah Luna masih dengan mulutnya yang penuh dengan nasi dan lauk.


"Kalau Gama jangan khawatir Luna, aku bisa menjamin dia masih perjaka, hahahha," ucap Aiden.


Pletak


Satu pukulan dari tangan Ken mendarat di kepala Aiden.


"Sakit dodol!" kesal Aiden sambil mengelus kepalanya.


"Luna, Walaupun sifat kami begini kami bukan orang yang suka bermain wanita. Kalau suamimu itu malah terlalu kaku dengan wanita sampai-sampai dia dikhianati!" ucap Ken dengan tatapan meledek pada Gama.


"Kau benar Ken, Gama yang paling kikuk di antara kami semua, kau beruntung mendapatkannya," ucap Bima.


"Sudah lanjutkan saja makannya, kalian terus saja membicarakan omong kosong!" ketus Gama.


"Ck....lihatkan dia sangat datar, aku heran bagaimana Luna akan bertahan denganmu jika kau sekaku itu!" ejek Aiden.

__ADS_1


Luna hanya tersenyum mendengar ucapan mereka, dia merasa bersyukur karena menikah dengan pria baik-baik walaupun tidak didasari oleh cinta dari keduanya.


Gama menyadari senyuman Luna, ia juga tersenyum sambil terus mengunyah makanannya.


"Luna, apa kau tau pekerjaan suamimu?" tanya Bima tiba-tiba.


Aiden dan Ken langsung menatap ke arah Luna, sedang Gama? dia cuek saja toh ia sudah tau jawaban gadis itu.


"Tau, dia kan kerja di sebuah perusahaan, kenapa memangnya?" tanya Luna.


"Emm...kerja bagaimana?" tanya Bima.


"Yahh... karyawan kantor, iya kan? lalu kalian juga pasti satu kerjaan dengannya, bukankah begitu?" ucap Luna.


"Pffthh.....hahahhaha.....hahahhaha, Gama apa kau sudah memberitahukan identitasmu padanya?" tanya Aiden pada Gama, sedangkan Luna malah jadi bingung dengan maksud mereka.


"Sudah, dan coba kalian tebak!" ucap Gama.


"Hahahhah, jadi dia tidak percaya," kekeh Bima.


"Padahal dia sudah melihat bagaimana Gama mengamuk di mall kemarin," ucap Bima.


"Maksudnya gimana sih kak?" tanya Luna masih bingung.


"Sudahlah tak usah di bahas, nanti kau juga akan tau," ucap Gama sambil menyendokkan satu sendok makanan ke mulut Luna dan dia tidak menolak, Gama tersenyum tipis.


"Bagaimana kaki mu Gama? kau ingin terus seperti itu, Luna butuh suami normal," ucap Ken sambil menatap Gama dengan serius.


"Kami sudah setuju melakukan terapi," ucap Gama.


Ken menatap Gama, pria itu mengangguk.


"Baguslah, ku harap kau cepat pulih Gam!" ucap Ken.


"Terimakasih," balas Gama.


Mereka menikmati sarapan pagi mereka diiringi dengan percakapan santai dan tawa kecil apalagi dengan mulut ember Aiden yang selalu ceplas ceplos membuat suasana semakin menyenangkan.


"Seperti inikah keluarga? kalau Yuna pulang pasti akan semakin lengkap, menyenangkan sekali," batin Luna yang sesekali menanggapi ocehan Aiden.


"Dia tertawa lagi, baguslah kalau dia merasa nyaman dengan kami," batin Ken saat melihat Luna tersenyum dan tertawa dengan mereka.


Setelah selesai sarapan pagi, mereka berkumpul di ruang santai, sedangkan Luna sedang menyiapkan barang jualannya. Hari ini dia berniat jualan karena sudah beberapa hari ia tutup, pasti pelanggannya mencari keberadaan gadis itu.


"Apa kau akan bekerja Lun?" tanya Ken yang sedang melihat-lihat aksesoris yang terpajang rapi di dinding rumah Luna.


"Iya kak, sudah beberapa hari aku tidak buka, pelanggan ku akan kecewa nanti," ujar Luna, tangannya sibuk memasukkan aksesoris ke dalam tas yang biasa ia bawa untuk berjualan.


"Aku ikut ya Luna, kemarin aku tidak jadi ikut karena sakit," ucap Gama.


"Apa kau yakin? kenapa tidak di rumah saja bersama mereka?" tanya Luna.


"Mereka membosankan, lagian merek akaan pulang hari ini," ucap Gama.


"Siapa bilang kami akan pulang?" ucap Aiden, Bima dan Ken bersamaan.


"Lalu?" ucap Gama menyergitkan kening mereka.

__ADS_1


"Kami akan disini sampai kau benar-benar pulih dan kembali ke perusahaan!" ucap Bima.


"Apa kalian tidak bekerja kak?" tanya Luna heran.


"Kami sedang cuti Luna, lagipula tak akan ada yang marah jika kami tidak datang ke kantor," ucap Ken.


"Ahhh, kalian sama ya dengan Gama," ucap Luna.


"Polos sekali gadis ini, dia benar-benar tidak tau siapa kami," ucap Ken dalam hatinya.


"Kalian merepotkan saja, lalu dimana kalian akan tinggal?" ketus Gama.


"Disini bersama kalian," ucap Aiden.


"Ck...bukan hanya kami yang tinggal disini, Luna juga punya adik," ucap Gama.


"Apa kalian yakin mau tinggal disini juga kak? kamar yang kalian pakai kemarin milik adikku, satu kamar tersisa itu pun milik mendiang kakek nenek, apa kalian akan nyaman disini?" ucap Luna yang merasa tidak yakin.


"Bukan masalah, kalian tidak usah mengkhawatirkan itu, serahkan saja pada kami!" ucap Bima.


"Terserah kalian saja," ketus Gama.


"Baiklah kak, tak apa kalian tinggal sementara disini sampai Gama sembuh," ucap Luna.


"Apa kau yakin Luna? apa warga tidak akan curiga denganmu lagi?" ucap Gama sedikit khawatir mengingat kejadian sebelumnya.


" Tak masalah Gam, kita bisa melapor pada Kepala Desa nanti," ucap Luna menenangkan Gama.


"Hmmm baiklah," ucap Gama.


"Kalau begitu kami ikut jualan ya! sekalian nanti membeli keperluan kami selama disini!" ucap Aiden dengan penuh semangat.


"Kalian yakin?" tanya Luna.


"Tentu saja!" ucap mereka sambil menunjukkan jempol masing-masing.


Gama merotasikan kedua bola matanya melihat tingkah ketiga sahabat konyolnya itu.


"Mark pasti akan terkena serangan jantung saat melihat empat pria terkaya jualan di pasar," batin Gama.


"Baiklah ayo berangkat," ucap Luna yang sudah selesai menyiapkan barang jualannya.


"Kenapa tidak dibawa semua Lun?" tanya Aiden.


"Terlalu banyak kak, nanti tidak habis," ucap Luna.


"Bawa saja semuanya, kita akan menjualnya sampai habis hari ini," ucap Bima yang mulai memasukkan semua aksesoris ke dalam tas jualan.


"Terserah kalian saja, cepatlah atau kita akan kehilangan lapak," ucap Luna terburu-buru.


.


.


.


Author mau ingatin, jangan lupa kasih like, vote dan komentarnya ya supaya author semakin semangat 🤭🤭🤭😉

__ADS_1


__ADS_2