Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
Dua kisah


__ADS_3

Mobil Gama tiba di rumah milik Aiden, mereka semua keluar dengan diam. Si kembar di gendong oleh Gama, sedangkan Luna dibiarkan sendirian, Gama tidak menggubris Luna, perasaannya benar benar kesal saat ini.


Dia melenggang masuk ke dalam rumah lalu menurunkan si kembar, mereka di sambut oleh Mikha dan yang lainnya. Luna hanya bisa diam, dia mengekori suaminya dari belakang, mereka yang melihat wajah Gama benar benar dingin tidak berani bertanya, apalagi saat melihat Luna menangis.


“Na ada apa? “ tanya Andin sahabatnya yang menghampiri Luna.


Luna menatap Andin dia menghamburkan pelukannya pada wanita itu. “ hiks hiks hiks Andin, bagaimana ini, aku benar benar membuat Gama kecewa, dia marah padaku,” tangis Luna.


Gama mendenagr itu semua, dia hanya diam dan memasang wajah kesal dan marah, pria itu keluar dari rumah dengan membawa kunci mobilnya tanpa bicara apa pun pada Luna.


“Kak mau kemana?” panggil Andin.


“Mau cari angin, rumah ini terlalu sesak,” jawab Gama dengan nada ketus.


“Ahhh anak anak ikut Papa, cepat, kita pergi,” ucap Gama memanggil kedua putranya.


“Tapi Mama...” ucap mereka berdua.


“Apa kalian juga mau buat Papa kecewa? Apa tak ada satu pun yang mempercayaiku lagi?” ucap Gama yang sengaja menyindir Luna.


“Pergilah nak,” ucap Luna yang masih menangis.


Si kembar akhirnya menurut pada Papanya, mereka berjalan rela tidak rela meninggalkan Mama mereka yang menangis disana. Sesekali bahkan keduanya melirik ke arah Luna.


Gama membawa serta si kembar lalu pergi entah kemana.


Setelah kepergian mereka, Luna duduk di atas lantai dia terisak, dadanya terasa sesak , dia menangis sambil menepuk nepuk dadanya. Kesedihan karena kesalahannya sendiri yang tidak membicarakan semuanya pada suaminya terlebih dahulu.


Mereka semua merasa Iba pada Luna, Andin mengajak wanita itu untuk duduk di ruang keluarga supaya setidaknya Luna bisa tenang.

__ADS_1


Luna terus saja menangis, Mikha dan Andin mengusap punggung wanita itu. “Sebenarnya ada apa dengan kalian? Tadi pagi masih baik baik saja, kenapa sekarang kalian malah bertengkar? Ada apa? Sepertinya Gama sangat marah padamu,” tanya Rose.


“Hiks... hiks.... hiksss.... ini semua kesalahanku. Aku yang membuat dia kecewa padaku, aku menyakiti hatinya, aku yang salah “ tangis Luna yang jelas tau apa kesalahannya pada suaminya. Tindakannya yang terlalu terburu buru justru membuat Gama merasa sakit hati.


Luna menjelaskan semuanya dnegan berderai air mata, dia benar benar menyesali perbuatannya. Mereka yang mendengar itu juga sebenarnya ingin mengomeli wanita itu tapi Luna sudah dimarahi habis habisan oleh suaminya, sehingga mereka tak tega melihat luna semakin menangis.


Lain halnya dengan Rose si ibu hamil itu , dia menatap kesal ke arah Luna,”Pantas saja dia marah padamu, kau membuatnya seperti tidak berharga Luna sayang, kau juga harus mendiskusikan segala sesuatu pada suamimu, tentu saja dia kecewa, sekarang kau hanya bisa menangis kan? Biasanya kau bijak, tapi kenapa kali ini kau tidak seperti itu?”ucap Rose.


“Sudahlah kak Rose, setidaknya Luna tau apa kesalahannya, jangan memarahinya lagi, kasihan dia,” ucap Celine.


“Huuffftt...... Luna, kau bisa mengambil keputusan jika memang itu benar benar di perlukan dan kalian dalam situasi gawat darurat, tapi kau malah mengundang musuh untuk mengancam nyawamu dan anakmu, Gama itu sangat mencintaimu, dia bisa gila kalau seandainya terjadi apa apa dengan kalian berdua tadi,” ucap Rose.


“Sekarang tenang kan dirimu, jika Gama pulang nanti, minta maaf padanya dan jangan ulangi kesalahan yang sama na, dia marah karena sayang padamu bukan membencimu, dan wajar kalau dia kecewa, paham kan?” tambah Rose memberi pengertian pada Luna.


Luna mengangguk pelan, dia mengusap air matanya yangmasih saja mengalir, benar apa kata kakak iparnya, Gama marah karena dia khawati dan rasa sayangnya pada Luna dan si kembar, jika sampai terjadi apa apa toh juga mereka yang rugi.


Luna berjalan dengan lunglai ke dalam kamarnya, dia merasa benar benar buruk, dia merasa kalau dirinya terlalu egois sehingga menyakiti hati suaminya.


“Kalian pulanglah terlebih dahulu, mereka pasti mencari kalian, Gama mungkin tidak di rumah saat ini, kalian tau kan kalau dia sudah kecewa seperti apa?” ucap Bima.


“Baiklah, kami pergi dulu, nanti akan kami bawakan baju ganti untuk kalian,” ucap Aiden yang di balas anggukan kepal oleh Bima.


“Terimakasih semuanya,” ucap Celine sambil menatap mereka.


“Kau keluarga kami Celine, jadi jangan merasa canggung lagi dengan kami,” ucap Mark yang dianggukkan oleh Celine.


“Semoga kau cepat sembuh, “ ucap Aiden.


Mereka pun berpamitan dan pergi pulang ke rumah Aiden.

__ADS_1


Di dalam ruang perawatan, Bima terus menatap istrinya, dia mengelus pipi Celine dengan lembut sedang tangannya yang lain menggenggam tangan Celine.


“Terimakasih sudah bertahan sayang,” ucap Bima dengan tatapan haru, Celine membalas tatapan pria yang telah membuatnya jatuh cinta itu.


“Apakah perkataanmu kalau kau mencintaiku itu benar?” pertanyaan itu keluar dari mulut Celine. Bima menatapnya sambil tersenyum dan mengangguk.


“Ya aku mencintaimu,kau telah berhasil membuatku jatuh cinta sejak kita menikah,” ucap Bima sambil mengecup punggung tangan istrinya. Celine menatap Bima dengan penuh haru,”Tapi kenapa kau tidak bilang?” tanya Celine.


“Aku ingin membuatmu jatuh cinta padaku, dan asal kau tau aku selalu takut dengan surat kontrak yang kau berikan padaku waktu itu, makanya aku nggak ikuti rencana awal kita, tapi tau taunya malah terjadi kejadian seperti ini, aku benar benar khawatir,” ucap Bima jujur.


“Jujur aku benar benar mencintaimu, aku tak bisa melepaskan mu begitu saja,” ucap Bima dengan mata berkaca kaca.


Celine menatap suaminya, dia mengusap lebut wajah tampan pria gondrong itu,” Aku juga mencintaimu suamiku, aku benar benar takut tidak bisa melihatmu lagi, aku.... aku takut kau akan meninggalkanku, aku takut Jerry menyentuhku aku benar benar takut,” ucap Celine sambil menangis mengingat kejadian mengerikan tadi yang hampir merenggut kesuciannya.


Bima memeluk Celine dengan erat, dia juga sama khawatirnya, entah apa yang akan dia lakukan jika hal itu sudah terjadi pada Celine. Kisah cinta Bima selalu saja tragis, tapi kali ini dia ingin memastikana kalau kisahnya dengan Celine akan berakhir bahagia.


Cup....


Satu kecupan lembut mendarat di kening Celine,” jangan menangis, mulai sekarang akau akan menjagamu, dan surat kontrak itu berubah menjadi kontrak pernikahan seumur hidup, tak akan ada yang memisahkan kita kecuali kematian,”ucap Bima .


“Terimakasih, teirmakasih banyak, terimakasih hiks hiks hiks,” Celine memeluk erat suaminya dengan air mata kebahagiaan.


“Kalau begitu kita akan menikah sekali lagi sayang, aku akan mengabari keluarga di Swiss dan menjemput Ibu mertua dan adikmu ke Jakarta, aku ingin semua orang tau kalau Celine adalah Nyonya Bima Satria,” ucap Bima yang di balas anggukan dan air mata bahagia oleh Celine.


Jika ada yang mengatakan cinta sejati itu tidak ada, maka kau salah satu orang dengan nasib percintaan yang berujung tragis, seperti author, ups jadi curhat hahahahh.


.


.

__ADS_1


.


Like, Vote dan komen


__ADS_2