Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
184 (Aiden Resmi Sold Out)


__ADS_3

Mikha menatap siapa yang masuk ke dalam ruang mempelai wanita, dia menatap sosok laki laki tampan yang datang menghampiri dengan senyuman manis di wajah pria itu.


"Ada apa tuan Ferdi?" tanya Mikha.


Ferdi terdiam saat melihat perempuan yang adalah kakaknya sendiri begitu segan pada dirinya.


"Jangan panggil tuan, panggil Ferdi ya kak,"pinta Ferdi sambil berdiri di depan Mikha.


"Tapi kan,"


"Nggak ada tapi tapian kak Mikha," ucap Ferdi.


"Baiklah, Fer," jawabnya sambil tersenyum lembut.


"Wah kakak cantik sekali, " puji Ferdi sambil melihat penampilan cantik Mikha yang dirias dengan make up tipis begitu menyempurnakan penampilannya dengan gaun putih cerah itu.


"Terimakasih Ferdi," ucapnya.


"Kenapa kakak menangis tadi?" tanya Ferdi.


"ahh nggak cuma kelilipan kok," jawabnya berbohong.


"Kelilipan Gimana, udah jelas kok kalau kakak menangis, sini ku bersihkan," ucap Ferdi sambil mengambil tissue.


Ferdi mengusap air mata Mikha dengan lembut.


"Boleh Ferdi peluk kakak sebentar?" tanya Ferdi yang benar benar tak bisa menahan gemuruh di hatinya saat melihat kakak kandungnya yang baru diketahuinya beberapa hari lalu ternyata bernasib sama dengan dirinya.


Mikha mengangguk, Dengan erat Ferdi memeluk Mikha, ingin pria itu menangis, namun belum saatnya memberitahukan kebenaran tentang gadis itu karena acara pernikahan akan segera berlangsung.


"Semoga bahagia ya kak, Ferdi yakin kak Aiden akan membahagiakan kak Mikha, jangan bersedih semua akan baik baik saja," ucap Ferdi dengan suara lirih menahan tangisnya.


"Kenapa kalian baik sekali padaku?" tanya Mikha dengan polosnya sambil menatap wajah Ferdi yang sudah melepas pelukannya.


"Karena kakak juga orang baik," jawab Ferdi sambil tersenyum.


"Kak acaranya akan segera dimulai, pengantin wanita segera menuju altar," panggil Anna.


"Sudah dimulai?"ucap Ferdi dan Anna mengangguk sambil tersenyum manis.


"Ayo kak," ajak Ferdi.


"Baiklah," jawab Mikha pelan, tampak raut kesedihan di mata gadis itu.


"kak Mikha kenapa?" tanya Anna saat menyadari perubahan ekspresi gadis cantik itu.


"Emmm.. nggak..Ng..nggak apa-apa kok," lirih gadis itu.


"Jujur kak, kakak kenapa?" tanya Ferdi khawatir.


"Iya kakak kenapa? apa ada yang salah?" tanya Anna.


"Emm... aku hanya sedih, tak ada keluarga yang mendampingi ku berjalan menuju altar, pengantin lain pasti didampingi oleh, ayah, atau saudara laki laki mereka sedangkan aku..." lirih Mikha.


"Sudahlah, ayo itu bukan masalah besar!" ucap Ferdi langsung mengambil tangan Mikha dan menempatkannya di lengan pria itu.


Ferdi Mikha dan Anna keluar dari ruang pengantin dan berjalan menuju ruang pemberkatan.


Kini mereka berdiri di jalur menuju Altar, Mikha melepaskan tangannya dari lengan Ferdi, tampak gadis itu benar-benar sedih namun berusaha disembunyikan di balik wajah lembutnya itu.


Mikha melangkahkan kaki menatap altar depan.


"Kak," panggil Ferdi,dan Mikha menoleh.


Ferdi melangkah ke depan bersamaan dengan masuknya tiga jagoan kecil anak Rendy, dan dokter George yang sudah memakai stelan tuksedo yang membuat mereka benar-benar tampan dan menggemaskan.


Tiga jagoan kecil itu berdiri dengan rapi di depan mempelai perempuan dengan keranjang bunga di tangan mereka.

__ADS_1


Rose, Andin dan Anna berdiri di belakang mereka, ketiganya sangat cantik dengan gaun pesta mereka.


"Ayo kak," ucap Ferdi sambil memberikan lengannya, dia berdiri di sebelah kanan Mikha.


Mikha terkejut bukan main, dia pikir dia akan berjalan sendirian menuju altar dimana janji suci akan diucapkan.


Mata gadis itu berkaca-kaca, dia tak mampu berkata apa apa, dia sangat bahagia hari ini.


Mikha menggandeng tangan Ferdi.


Tan.. tatadamm... tantataram.. ..


Alunan musik dari permainan piano seorang Bima mengiringi iring iringan mempelai perempuan.


Mereka berjalan dengan pelan menuju Altar. Aiden menatap mempelainya dengan jantung hang berdegup kencang, jantungnya berdetak tak karuan kala melihat perubahan total pada gadis yang sebentar lagi menjadi istrinya.


Deg... deg.. deg


"Cantik sekali," batin Aiden sambil menatap calon pengantinnya.


Mikha menatap ke depan, dia melihat Aiden tampak gugup dan juga menatapnya sambil terlihat beberapa kali mendesah.


"Dia tampan," batin Mikha.


Alunan musik mengiringi langkah mempelai wanita bersama iring iringan yang mendampinginya.


Nyonya Maureer menatap Aiden yang tampak terdiam alias speechless melihat kecantikan pengantinnya.


"Apa aku mimpi?" pikir Aiden.


Dia menatap sahabat-sahabatnya, dia benar-benar tak menyangka kalau dia yang akan menyusul Gama menikah padahal sudah ada Mark dan Ken yang punya pasangan.


Matanya berkaca-kaca melihat mempelai perempuan yang begitu cantik. Aiden bukan tipe pemilih namun Tuhan memilihkan perempuan cantik dengan senyum yang indah sebagai pengantinnya untuk menemani dirinya hingga akhir hayatnya.


Tanpa dia sadari air matanya menetes, dia juga memiliki ketakutan sendiri akan kah keluarga barunya berakhir bahagia dan tidak berantakan seperti Papa dan Mama kandungnya, tentu pertanyaan ini muncul dalam benaknya.


Luna menggenggam tangan suaminya, dia juga ikut menangis saat melihat Aiden meneteskan air matanya.


"Kenapa sayang," bisik Gama sambil mengusap air mata istrinya.


"Aku hanya ikut menangis saja saat melihat kak Ai menangis entah kenapa aku malah ikut sedih hiks hiks hiks," jawab Luna.


Gama tergelak mendengar jawaban polos istrinya bahkan yang lain juga tersenyum tipis mendengar jawaban konyol Luna.


Ferdi membawa Mikha dan menyerahkan tangan Mikha pada Aiden.


"Kak, Kau pasti tau melakukan yang terbaik untuk hidup kalian ke depannya, aku hanya bisa mendoakan kalian, selanjutnya bagaimana kalian menjalaninya, dan..." Ferdi berhenti sebentar.


"Jangan ulangi kejadian di masa lalu orangtuamu kak, Kakak tau pasti bagaimana sakitnya bukan? " ucap Ferdi dengan sorot mata tegas dan sedikit mengancam.


"Aku paham adik ipar," balas Aiden sambil tersenyum.


"Berbahagialah kak," ucap Ferdi pada Mikha.


Acara pun dilanjutkan, janji suci pernikahan pun di ucapkan, pertukaran cincin sebagai simbol pernikahan mereka pun telah dilakukan.


Aiden mengecup kening pengantin perempuannya dengan lembut, tampak Mikha sangat gugup, jantungnya berdegup kencang tak karuan.


Pandangan mata mereka bertemu, Aiden menggenggam tangan Mikha yang kini telah dah menjadi istrinya.


"Kau akan menjadi satu-satunya wanita dalam hidupku Mikha, mari kita jalani pernikahan ini dengan bahagia," ucap Aiden.


"Aku tau kita belum saling mencintai, aku tau kita menikah karena jebakan orang orang jahat itu, aku tau ini sangat mendadak, dan aku tau bahwa kau juga pasti berat dengan keadaan ini, tapi..."


"Satu yang ku pinta seberat apa pun keadaan kita nanti, jangan pernah berpaling dariku, aku memiliki masa lalu yang buruk tentang keluarga dan aku tidak ingin mengikuti jejak orangtuaku, aku akan melindungimu," ucap Aiden.


Mikha meneteskan air matanya mendengar ucapan Aiden, ya pria yang baru dikenalnya itu benar benar memperlakukan dirinya dengan baik, bahkan seluruh keluarga dan sahabatnya menganggap Mikha sebagai bagian dari mereka.

__ADS_1


"Terimakasih sudah mau menerima diriku, aku berjanji akan selalu di sampingmu, aku juga punya masa lalu yang buruk dengan keluarga dan aku tidak mau hal itu terjadi pada diriku kelak," ucap Mikha sambil menangis haru.


Aiden tersenyum, dia langsung menyambar bibir mungil Mikha, ini adalah ciuman pertama mereka dalam keadaan sadar sepenuhnya. Kecupan yang manis sebagai awal dari manisnya kehidupan Aiden dan Mikha yang telah melalui banyak hal di masa lalu.


"Wohooo Aiden Sold Outt!!!!" teriak Aiden setelah mencium pengantin Wanitanya.


"Pffftthhh hahahhahaha hahahhahah," mereka semua tertawa bahagia mendengar teriak kebahagiaan dari mulut Aiden.


prokk....


Prokk...


Prokk....


Suara tepuk tangan menggelegar di dalam ruangan gereja itu, Para tamu undangan terharu saat melihat kedua mempelai benar benar bahagia.


"Mereka sangat cocok," ucap Rose sambil mengusap air matanya, Ken menggenggam tangan Rose sambil tersenyum.


"Kita juga sangat cocok," balas Ken yang membuat Rose tersipu malu.


"Apa kau tidak mau seperti mereka Andin?" tanya Mark.


"Tentu aku mau, tapi seseorang disana terlalu sibuk dengan urusannya sampai tah begitulah, aku jadi tidak berminat," jawab Andin cuek.


Mark menggaruk tengkuknya saat mendengar ucapan Andin.


Kini saatnya acara melempar bunga.


Aiden dan Mikha berdiri di depan altar dan bersama sama melemparkan bunga tersebut ke arah para tamu dan....


Plukkk


Bunga jatuh tepat di tangan Alex dan Bima yang sama sama menangkap bunga itu.


"Tiiiiidaaakkkk!!!" teriak mereka berdua spontan membuang bunga itu.


"Hahahhahahahahahhahaa, " mereka semua tertawa saat melihat reaksi dua manusia tampan tapi belum laku itu.


"Najiiisssssss!!" pekik Bima dan Alex .


Hadehh kasihan hahahhahahahaha


.


.


.


.


Like, vote dan komen 😊😊😉😊😉


Cie sold out nieee 🤣


Readers yok kondangan yok ke acara nikahan Aiden hahhahahaha



Pengantinnya Aiden wow cuantik banget, menang banyak Lo Den!!



ini si babang Ferdi nemanin kakaknya



ini Anna si cantik manis,

__ADS_1



__ADS_2