Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
78


__ADS_3

...( Hai semua, part sebelumnya udah author ganti ya, soalnya agak berbelit, silahkan di baca ulang, author buatnya sambil ngantuk, anggap aja spoiler yang gak bakalan di rilis heheheh maaf atas kegabutan authorπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…)...


...****************...


Hari berganti menjadi pagi menandakan bahwa penduduk bumi sudah kembali ke aktivitasnya semula. Di kediaman keluarga Park tampak penghuni rumah itu mulai bangun, lain halnya dengan tiga pria tampan yang masih terlelap dalam tidur mereka karena pulang larut malam .


Begitu juga pemandangan di kamar Luna dan Gama tampaknya nyonya Park itu enggan membuka matanya padahal suaminya sudah bangun dari jam lima pagi dan sekarang sudah jam tujuh pagi.


Gama menatap istrinya dengan lembut, ia memainkan jarinya di pipi mulus gadis yang meringkuk dalam pelukannya itu.


"Cantik sekali gadisku ini, wajahnya sangat cantik meskipun dalam keadaan tidur," gumam Gama sambil mengusap gemas pipi Luna.


Merasa ada yang memegang wajahnya, Luna menyerngitkan keningnya, ia membuka matanya karena ada yang mengganggu tidurnya yang tenang.


"Erghhh...hoaammm, kau sudah bangun, eh sejak kapan aku disini? Apa kak Ken yang membawaku kesini?" Racau Luna yang masih memeluk Gama.


"Ken yang membawamu, kalian pulang sangat larut kemana aja hmmm?" Tanya Gama sambil mencubit gemas hidung istrinya.


"Heheheh, semalam jalan-jalan bentar jangan marah ya," ucap Luna sambil menatap mata suaminya dengan kedua bola mata yang berkedip kedip dengan indah.


"Siapa yang marah sayang, gak apa apa kok tapi jangan terlalu larut gak baik buat kesehatan," ucap Gama sambil mengelus wajah Luna.


"Heheh, terimakasih sa..sayang," balas Luna malu-malu, ia menyembunyikan wajahnya di dada suaminya, ia belum terbiasa dengan dengn panggilan itu.


"Wah ada yang mulai berani menggodaku ya, mulai hari ini jangan mengganti panggilanmu, aku menyukainya," ucap Gama.


"Baiklah sayang heheh," kekeh Luna sambil menggerakkan wajahnya seperti mengendus di dada bidang suaminya.


"Sayang kalau kau terus melakukan itu, sesuatu yang di bawah akan bangun dari tidurnya, ahh...iya kita belum pernah melakukan itu iya kan," ucap Gama dengan tatapan jahil.


"Melakukan apa? Sesuatu yang di bawah? Apa itu? Apa di bawah kita ada seseorang sedang tidur?" Tanya Luna dengan polosnya, ia mengangkat wajahnya dan menatap suaminya, wajahnya memang benar benar tidak tau maksud suaminya.


Gam menepuk jidatnya, niatnya menggoda istrinya justru berakhir tragis karena istrinya tidak mengerti.


"Ck...kau polos sekali, apa kau tidak mau menjalankan kewajibanmu sebagai seorang istri? "Ucap Gama langsung pada intinya.


"Kewajiban? " Ucap Luna sambil berpikir dengan apa yang dimaksud oleh suaminya.


Seketika wajahnya berubah pucat dan gugup saat ia mengerti apa maksud suaminya, mereka memang tidak pernah melakukan hal itu. Luna menatap Gama dengan gugup.


"A..apa kau mau memintanya Se.. sekarang, ta...tapi...a..aku..emm.." Luna kelabakan sendiri.


"Pfhhtt...hahahah, tenang saja sayang aku tidak akan melakukan apa apa padamu, kau terlalu takut, lagi pula aku tidak mau memaksamu biar saja mengalir dengan normal, lagian kau tau kan kondisiku," ucap Gama sambil memegang wajah istrinya dengan kedua tangannya.


"Kalau aku melakukannya dengan kondisi seperti ini pasti rasanya tidak nikmat," bisik Gama dengan kata-kata vulgarnya yang entah dia pelajari dari mana.


"Emm..aku juga ingin merasakannya dengan puas apalagi bagian ini," tamabah Gama sambil menyentuh balon udara milik Luna dengan pelan.


Luna membelalakkan matanya, ia sangat terkejut dengan tingkah suaminya itu, jantungnya berdegup tak karuan, baru kali ini ada orang yang menyentuh aset berharganya itu. Untung saja itu suaminya, jika tidak, bisa saja Gama sudah dicincang dan di sebarkan di kolam buaya.


"Astaga dasar otak mesum, ihkkk...mimpi apa aku bertemu dengan otak mesum seperti mu hahhhh dasar Om om kurang umur!" Celetuk Luna dengan wajah kesal sekaligu malu.


Gadis itu langsung bangkit berdiri dengan wajah merona karena di goda habis habisan oleh suaminya. Kali ini dia kalah telak dengan Gama.

__ADS_1


Lain halnya dengan Gama ia tertawa terbahak-bahak melihat wajah malu bercampur gugup istrinya itu. Dia juga sebenarnya sangat gugup, hanya saja mungkin karena sudah terbiasa dengan Luna dia bisa melakukan hal itu.


Gama menatap tangannya sambil tersenyum .


"Aku sudah menjadi pria aneh sepertinya hahahahah, astaga kau kenapa bisa senakal itu?" Ucap Gama pada tangannya sendiri.


Sementara itu di kamar mandi Luna mengipasi wajahnya yang memerah karena di goda oleh Gama, ia memegang dadanya yang berdegup kencang.


"Hufftt kenapa dia berubah jadi om om mesum sih, aduh aku malu sekali, dia menyentuhnya tadi arghhhh...Gama awas kau nanti," gerutu Luna.


"Tenang hufftt haaah, dasar pria mesum, tapi...memang haknya dia sih, tapi aku belum siap arghhhh, kau membuatku resah Gama!" Kesal Luna.


Tiba-tiba terdengar suara Gama dari luar kamar mandi.


"Sayang kenapa kau lama sekali? Apa kau sedang mempersiapkan dirimu ?" Teriak Gama.


"Arhhhh...Gaaaa....Maaaa dasar Om om mesum!!" Teriak Luna kesal.


"Astaga sepertinya ada korslet di otaknya, pria mesum ihkk dasar mesum!!" Gerutu Luna.


Di luar kamar Gama tertawa terbahak-bahak, ia sangat puas bisa menggoda istrinya itu.


Luna membersihkan dirinya, setelah itu ia keluar kamar tanpa berbicara apa pun pada suaminya. Ia meninggalkan Gama di atas tempat tidur dengan wajah kesal.


"Sayang kau tidak mau membantuku? " Panggil Gama saat melihat Luna berjalan menuju pintu kamar.


"Pakai pakaianmu sendiri dasar mesum!" Tukas Luna.


Blam!!


Pintu ditutup dengan keras, Gama terdiam lalu tiba-tiba ia kembali tertawa.


"Hahahah, dasar gadis polos, kau mudah sekali di goda, hufhttt, sebaiknya aku bersiap-siap sebentar lagi jam keberangkatanku!" Ucap Gama mulai menggeser tubuhnya menuju kursi rodanya.


Di dapur tampak Anna menatap kakak iparnya dengan heran, Anna sedang duduk di meja makan menunggu para kakak yang belum juga turun padahal makanan sudah di hidangkan di atas meja.


Hari ini hari libur nasional oleh karena itu Anna tidak ke sekolah. Di seberang Anna ada Ferdi yang juga sudah bangun sejak tadi pagi dan melakukan olahraga pagi seperti biasa ia lakukan.


"Loh kak kok wajahnya muram gitu?ada apa? kak Gama dimana? ini rambut kakak juga gak disisir, apa kakak gak keramas?" cecar Anna dengan banyak pertanyaan saat melihat kakak iparnya berjalan dengan lesu padahal ini masih pagi hari.


"Hufftt...kakakmu ternyata sangat mesum, dia sepertinya sudah gila, aku akan membawanya ke dokter jiwa, pagi-pagi sudah membuatku kesal saja hufthhh!" gerutu Luna sambil duduk di samping Anna.


"Ada apa Luna? nggak kayak biasanya, apa kalian ada masalah?" tanya Ferdi.


"Ahh...nggak kok Fer cuma kesal aja, eh ngomong-ngomong kenapa Anna gak pakai baju sekolah?" tanya Luna.


"Kamu gak boleh bolos loh An,biar kakakmu nanti kami yang antar ke bandara, kamu sekolah aja," ucap Luna.


"Astaga Kak, sekarang libur nasional, buat apa Anna ke sekolah mau belajar sama penunggu sekolah? kak Luna kayaknya ketularan aneh deh," ledek Anna.


"Loh libur ya heheh, ya maaf kakak gak ingat," kekeh Luna.


"By the way, Ferdi makin keren ya kan An, liat deh lemaknya udah hilang pelan-pelan, sekarang wajahnya kok jadi imut-imut begitu ya hahaah," ucap Luna saat menyadari perubahan bentuk tubuh Ferdi.

__ADS_1


"Ck...jangan meledekku Luna, bilang aja kalau jelek!" tukas Ferdi.


"Nggak loh kak Fer, emang makin keren kok, wah sepertinya ini dampak bergaul dengn tiga manusia tampan itu ya, jadi ketularan tampan juga hahahah," celetuk Anna.


"Yee...Ferdi mah udah tampan dari dulu ya kan Fer, cuma kelebihan lemak doang, heheh" tambah Luna.


"Apa bener udah kurang? kayaknya aku ngerasa sama aja deh," ucap Ferdi.


"Bener kok udah kurang," ujar Luna dan dianggukkan oleh Anna.


"Wah gak sia sia di latih sama mereka," ucap Ferdi.


"Semangat Ferdi!" ucap Luna.


"Wah sepertinya kalian bersemangat sekali pagi ini," ucap Ken yang baru turun dari lantai dua, pria itu sudah rapi dengan pakaian formalnya, wangi parfumnya juga menyeruak kemana-mana.


"Pagi Kak Ken," sapa Luna dan Anna sambil tersenyum.


"Pagi gadis gadis manis, wow Fer ternyata latihanmu sudah terlihat ya, mantap!" ucap Ken saat melihat Ferdi.


"Ini juga berkat bantuan kalian, makasih banyak," jawab Ferdi.


"Santai aja bro, ini masih awal kita masih punya banyak sesi latihan," ucap Bima yang merangkul Ferdi dari belakang.


"Good morning epri badehhh!!" teriak seseorang dari tangga, siapa lagi kalau bukan Aiden yang super kocak.


"Wow you look so handsome kak Aiden!" seru Luna sambil mengangkat kedua jempolnya.


"Tentu saja, aku manusia tertampan di dunia ini, kulit eksotis tis tis, seksehhh ummah,"balas Aiden sambil berjalan ala ala model internasional dengan berbagai gaya.


"Dasar narsis!" teriak mereka semua.


Sreeet...brak


Aiden tergelincir karena terlalu banyak gaya saat berjalan, bokongnya menghantam lantai dengan keras.


"Pfhhtt hahahah hahahahahah," mereka semua tertawa terbahak-bahak melihat Aiden terjatuh.


"Makanya jangan kebanyakan gaya, kena karma kan hahah" ledek Bima.


"Awhhh...bantuin woi, tulang pan...tat..ku bengkok ini arhhhh sakit euiiii," teriak Aiden meringis kesakitan.


.


.


.


.


like, vote dan komen πŸ˜ŠπŸ˜‰πŸ˜‰


Dasar Aiden,eh Gama ditinggal hahahah.

__ADS_1


__ADS_2