Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
S2 B&C (first kiss)


__ADS_3

Luna dan yang lainnya saing menatap, mereka


juga tak bisa berbuat apa apa kalau topik bahasannya adalah tentang anak.


“Yang sabar kak, kak Vanya pasti sedang merasa terpuruk, yang bisa kita lakukan saat ini adalah mendukungnya agar tidak


terlarut dalam kesedihan,” ucap Mikha memberikan dukungan pada Alex.


“ Hmmm. Ya hanya itu yang bisa kita lakukan,”


ucap Alex.


Saat mereka tengah asik berbincang, Celine dan Bima turun ke bawah, namun ada sesuatu yang aneh dengan mereka, wajah keduanya


tampak memerah apalagi Celine dan Bima memiliki kulit yang putih sehingga jika


sedang memerah  langsung terlihat dengan


jelas.


“kak Celine, Kak Bima kalian makan dulu gih,


kami tadi udah makan malam,” ucap Luna yang mengalihkan perhatian mereka sementara Gama dan Si kembar menutup semua informasi di dalam komputer mereka agar tidak terlihat oleh Bima dan juga Celine.


Sebenarnya yang ingin mereka tutupi adalah informasi tentang Jerry dan Sarah.


“iya na, kami ke ruang makan dulu ya,” Ucap Bima.


“ Ehhh tunggu dulu,’ panggil Aiden yang mulai


dengan tingkah jenakanya.


“Papi,” ucap Aurel dan Mikha bersamaan sambil menatap Aiden, sebab mereka berdua hapal betul dengan Aiden yang pasti akan


menjahili orang lain, padahal sudah bapak bapak tapi hobinya masih saja sama,


“once hehehe,” bisik pria itu sambil terkekeh


lalu kembali menatap wajah Bima dan Celine yang tampak seperti sedang gugup dan


masih saja memerah.


“Kalian habis ciuman yaaaaa,” ucap Aiden sambil menunjuk Celine dan Bima secara bergantian, membuat pasangan pengantin baru


yang terikat pernikahan kontrak itu terbelalak saat mendengar ucapan Aiden, belum lagi tatapan yang lain juga begitu serius menatap mereka membuat Celine dan Bima semakin gugup dan malah terdiam.


“Cieeeee.... jadi betul ya hahahahhahaa, sabar


Bim, entar lagi bisa malam pertama sama Celine hahahahahahaa,” Aiden tertawa


terbahak-bahak.


Pletakkkk


Mikha dan Alex yang duduk di dekat Aiden


memukul kepala bapak satu anak itu yang mulutnya kadang kadang benar benar


susah di rem.


"Sayang kalau mulutnya gak ditutup entar gak aku kasih jatah," bisik Mikha yang sontak membuat Aiden menutup mulutnya.


“ Sudah sana kak makan aja dulu, jangan


pedulikan kak Aiden,” ucap Luna meskipun di dalam hatinya dia benar benar senang  jika hal itu terjadi yang berarti harapannya bisa terkabul kalau Bima dan Celine bisa bersama untuk selamanya.


“I..iya kami ke dapur dulu, “ ucap Bima tergagap


sedangkan Celine malah menunduk karena malu sekaligus gugup, Celine bahkan


dibuat heran bagaimana Aiden bisa tau.


“Sayang kamu seneng banget kayaknya denger


itu,” bisik Gama.


“Senang aja kalau mereka semakin dekat, Luna


justru pengennya mereka itu bersama sayang heheh, makanya sampai semua kamar di


rumah ini kita akal akalin kalau lagi rusak biar mereka makin dekat hehehe,”

__ADS_1


kekeh wanita itu.


“hussh kamu ini ya, jahilnya masih tetap aja


sama,” ucap Gama sambil mencolek hidung istrinya.


Celine terus mengikuti Bima menuju raung


makan, disana sudah disediakan makan untuk mereka berdua oleh pelayan.


“ekhmm... duduklah, kita makan setelah itu


bergabung dengan yang lain,” ucap Bima berusaha mencairkan suasana yang canggung


diantara mereka berdua.


“Baik,” jawab Celine.


Beberapa saat yang lalu, Celine tengah


menyusun pakaiannya di dalam ruang pakaian yang menurutnya sangat besar dan


lengkap bahkan disana tersedia berbagai pakaian pria dan wanita berbagai mereka


yang tampaknya masih baru dan belum pernah di pakai.


Tentu semua pakaian itu, Luna yang siapkan


bersama Mikha agar Bima dan Celine nyaman di sana.


Celine begitu serius menyusun pakaiannya, Bima yang baru selesai mandi dan hanya memakai handuk yang dia lilitkan ke


pinggangnya masuk ke ruang ganti itu tanpa menyadari kalau Celine tengah asik


menyusun barang barangnya disana.


Bima masuk ke daam ruangan itu tapat saat


Celine berjalan menuju pintu keluar.


Prukk...


sambil menutup matanya dan berteriak, “Ahhhhhhhhh........ ke.. kemana bajumu? Kenapa tidak pakai bajuuuu” teriak Celine sambil menutup matanya karena terkejut


melihat tubuh bagian atas Bima yang tampak benar benar atletis dan pastinya


menjadi idaman kaum wanita.


“Eh... aduh maaf maaf, pakaian yang kubawa


tadi basah terjatuh ke dalam bath tube, aduhh maaf Cel aku gak lihat kamu di


dalam,” ucap Bima merasa tak enak.


Cepat cepat Bima mengambil pakaiannya,”


matanya gak usah di tutup gitu kali Cel,” ucap Bima yang tengah melihat


pakaiannya di dalam lemari.


“Ihhhhh kamu gak pakai baju Bimaaa, aku keluar deh kmu pakai baju dulu,” ucap celine sambil berjalan keluar dengan menutup


matanya namun dia malah salah jalan dan tersandung kakinya sendiri hingga....


Brukkkk


Celine terjatuh ke depan dimana Bima sedang


berdiri dengan menatap dirinya yang masih menutup matanya.


Keduanya pun terjatuh ke lantai dengan posisi bibir merek saing menempel, Bima berada di


atas lantai dan celine di atas tubuh Bima. Pandangan mata keduanya bertemu,


Celine dapat merasakan sesuatu yang mengganjal di bawah sana membuat dia


terbelalak kaget begitu juga dengan Bima yang terkejut dengan kejadian tiba tiba ini.


Dengan cepat Celine bangkit berdiri, namun dia


melihat sesuatu yang tidak seharusnya dia lihat walaupun sudah sah menjadi Istri Bima.

__ADS_1


Handuk Bima lepas dan terpampanglah tubuh bagian bawah Bima. Celine


benar benar gugup tak karuan, wajah nya merona, apalagi Bima, dia juga merakan


hal yang sama, diabenar benar malu saat ini.


“emm... ekhmm, maaf,” ucap Bima sambil menarik handuk dan menutupi tubuhnya, dia berusaha tetap cool meskipun wajahnya


mengatakan kalau dia sedang malu dan juga gugup persis seperti yang dirasakan


oleh Celine.


“A..aku juga minta maaf... a...aku yang salah,


aku mandi dulu... ekhmmm,” ucap Celine yang masih berusaha menetralkan perasaannya saat ini, gugup bercampur malu dia rasakan apalagi saat bibir mereka bersentuhan membuat jantung Celine benar benar berdegup kencang.


“Ohh... Celineeee kenapa kau bodoh dan ceroboh sekali sih arhhhhh.... ciuman pertamaku...” gerutu Celine sambil mengacak acak rambutnya menuju kamar mandi, wajahnya benar benar merona saat ini.


Bima menarik nafas panjang, hampir saja


sesuatu di bawah sana dibangkitkan dari tidurnya sebab Celine banyak bergerak


di atas tubuhnya tadi. Pria yang kini sudah berstatus sebagai suami dalam


pernikahan kontak itu memegang bibirnya sambil senyum senyum sendiri.


“Jadi itu rasanya berciuman, manis sekali,


bibirnya sangat lembut,” gumam Bima, wajahnya bahkan sangat memerah saat ini,


dia tersipu hanya karena kejadian tidak disengaja tadi.


“Tunggu apa aku menikmatinya? Aghhhkkk gila


kau Bima,” gerutu pria itu sambul mengacak acak rambutnya.


Kembali ke masa sekarang, di meja makan tampak mereka berdua sangat canggung terlebih Celine yang menyebabkan kekacauan besar itu terjadi karena tidak hati hati saat berjalan tadi.


“Ekhmm... maaf atas kejadian tai, aku tida


bermaksud,” cicit Celine yang merasa tidak enak dengan Bima.


“Iya tak apa, bukan masalah besar, hanya saja


aku sudah kehilangan ciuman pertamaku,” ucap Bima.


“uhuk... uhuk...” Celine terbatuk saat


mendengar Bahwa itu adalah ciuman pertama seorang Bima, sejujurnya dia tak


menyangka kalau Bima ternyata belum pernah berciuman sama sekali persis seperti


dirinya.


“Minum dulu,” ucap Bima yang dianggukkan oleh Celine.


“Apa aku tak salah dengar? Bagaimana mungkin....” Celine terdiam.


“Itu mungkin Celine selama kau adalah orang


yang punya prinsip, yahh tak apalah yang penting ciuman pertamaku jatuh pada


orang yang tepat,” ucap Bima dengan sedikit bergumam.


“apa kau bilang?” tanya Celine.


“Tak ada, sudah lanjutkan makanmu,” ucap Bima.


“Aku tak akan melepaskan mu Celine,” batin


Bima.


“Ahhh kenapa aku jadi berharap kalau pernikahan ini tidak akan berakhir?” batin celine sambil melirik Bima.


.


.


.


Langan lupa like, vote dan komen 😊😉

__ADS_1


__ADS_2