
Luna dan yang lainnya saing menatap, mereka
juga tak bisa berbuat apa apa kalau topik bahasannya adalah tentang anak.
“Yang sabar kak, kak Vanya pasti sedang merasa terpuruk, yang bisa kita lakukan saat ini adalah mendukungnya agar tidak
terlarut dalam kesedihan,” ucap Mikha memberikan dukungan pada Alex.
“ Hmmm. Ya hanya itu yang bisa kita lakukan,”
ucap Alex.
Saat mereka tengah asik berbincang, Celine dan Bima turun ke bawah, namun ada sesuatu yang aneh dengan mereka, wajah keduanya
tampak memerah apalagi Celine dan Bima memiliki kulit yang putih sehingga jika
sedang memerah langsung terlihat dengan
jelas.
“kak Celine, Kak Bima kalian makan dulu gih,
kami tadi udah makan malam,” ucap Luna yang mengalihkan perhatian mereka sementara Gama dan Si kembar menutup semua informasi di dalam komputer mereka agar tidak terlihat oleh Bima dan juga Celine.
Sebenarnya yang ingin mereka tutupi adalah informasi tentang Jerry dan Sarah.
“iya na, kami ke ruang makan dulu ya,” Ucap Bima.
“ Ehhh tunggu dulu,’ panggil Aiden yang mulai
dengan tingkah jenakanya.
“Papi,” ucap Aurel dan Mikha bersamaan sambil menatap Aiden, sebab mereka berdua hapal betul dengan Aiden yang pasti akan
menjahili orang lain, padahal sudah bapak bapak tapi hobinya masih saja sama,
“once hehehe,” bisik pria itu sambil terkekeh
lalu kembali menatap wajah Bima dan Celine yang tampak seperti sedang gugup dan
masih saja memerah.
“Kalian habis ciuman yaaaaa,” ucap Aiden sambil menunjuk Celine dan Bima secara bergantian, membuat pasangan pengantin baru
yang terikat pernikahan kontrak itu terbelalak saat mendengar ucapan Aiden, belum lagi tatapan yang lain juga begitu serius menatap mereka membuat Celine dan Bima semakin gugup dan malah terdiam.
“Cieeeee.... jadi betul ya hahahahhahaa, sabar
Bim, entar lagi bisa malam pertama sama Celine hahahahahahaa,” Aiden tertawa
terbahak-bahak.
Pletakkkk
Mikha dan Alex yang duduk di dekat Aiden
memukul kepala bapak satu anak itu yang mulutnya kadang kadang benar benar
susah di rem.
"Sayang kalau mulutnya gak ditutup entar gak aku kasih jatah," bisik Mikha yang sontak membuat Aiden menutup mulutnya.
“ Sudah sana kak makan aja dulu, jangan
pedulikan kak Aiden,” ucap Luna meskipun di dalam hatinya dia benar benar senang jika hal itu terjadi yang berarti harapannya bisa terkabul kalau Bima dan Celine bisa bersama untuk selamanya.
“I..iya kami ke dapur dulu, “ ucap Bima tergagap
sedangkan Celine malah menunduk karena malu sekaligus gugup, Celine bahkan
dibuat heran bagaimana Aiden bisa tau.
“Sayang kamu seneng banget kayaknya denger
itu,” bisik Gama.
“Senang aja kalau mereka semakin dekat, Luna
justru pengennya mereka itu bersama sayang heheh, makanya sampai semua kamar di
rumah ini kita akal akalin kalau lagi rusak biar mereka makin dekat hehehe,”
__ADS_1
kekeh wanita itu.
“hussh kamu ini ya, jahilnya masih tetap aja
sama,” ucap Gama sambil mencolek hidung istrinya.
Celine terus mengikuti Bima menuju raung
makan, disana sudah disediakan makan untuk mereka berdua oleh pelayan.
“ekhmm... duduklah, kita makan setelah itu
bergabung dengan yang lain,” ucap Bima berusaha mencairkan suasana yang canggung
diantara mereka berdua.
“Baik,” jawab Celine.
Beberapa saat yang lalu, Celine tengah
menyusun pakaiannya di dalam ruang pakaian yang menurutnya sangat besar dan
lengkap bahkan disana tersedia berbagai pakaian pria dan wanita berbagai mereka
yang tampaknya masih baru dan belum pernah di pakai.
Tentu semua pakaian itu, Luna yang siapkan
bersama Mikha agar Bima dan Celine nyaman di sana.
Celine begitu serius menyusun pakaiannya, Bima yang baru selesai mandi dan hanya memakai handuk yang dia lilitkan ke
pinggangnya masuk ke ruang ganti itu tanpa menyadari kalau Celine tengah asik
menyusun barang barangnya disana.
Bima masuk ke daam ruangan itu tapat saat
Celine berjalan menuju pintu keluar.
Prukk...
sambil menutup matanya dan berteriak, “Ahhhhhhhhh........ ke.. kemana bajumu? Kenapa tidak pakai bajuuuu” teriak Celine sambil menutup matanya karena terkejut
melihat tubuh bagian atas Bima yang tampak benar benar atletis dan pastinya
menjadi idaman kaum wanita.
“Eh... aduh maaf maaf, pakaian yang kubawa
tadi basah terjatuh ke dalam bath tube, aduhh maaf Cel aku gak lihat kamu di
dalam,” ucap Bima merasa tak enak.
Cepat cepat Bima mengambil pakaiannya,”
matanya gak usah di tutup gitu kali Cel,” ucap Bima yang tengah melihat
pakaiannya di dalam lemari.
“Ihhhhh kamu gak pakai baju Bimaaa, aku keluar deh kmu pakai baju dulu,” ucap celine sambil berjalan keluar dengan menutup
matanya namun dia malah salah jalan dan tersandung kakinya sendiri hingga....
Brukkkk
Celine terjatuh ke depan dimana Bima sedang
berdiri dengan menatap dirinya yang masih menutup matanya.
Keduanya pun terjatuh ke lantai dengan posisi bibir merek saing menempel, Bima berada di
atas lantai dan celine di atas tubuh Bima. Pandangan mata keduanya bertemu,
Celine dapat merasakan sesuatu yang mengganjal di bawah sana membuat dia
terbelalak kaget begitu juga dengan Bima yang terkejut dengan kejadian tiba tiba ini.
Dengan cepat Celine bangkit berdiri, namun dia
melihat sesuatu yang tidak seharusnya dia lihat walaupun sudah sah menjadi Istri Bima.
__ADS_1
Handuk Bima lepas dan terpampanglah tubuh bagian bawah Bima. Celine
benar benar gugup tak karuan, wajah nya merona, apalagi Bima, dia juga merakan
hal yang sama, diabenar benar malu saat ini.
“emm... ekhmm, maaf,” ucap Bima sambil menarik handuk dan menutupi tubuhnya, dia berusaha tetap cool meskipun wajahnya
mengatakan kalau dia sedang malu dan juga gugup persis seperti yang dirasakan
oleh Celine.
“A..aku juga minta maaf... a...aku yang salah,
aku mandi dulu... ekhmmm,” ucap Celine yang masih berusaha menetralkan perasaannya saat ini, gugup bercampur malu dia rasakan apalagi saat bibir mereka bersentuhan membuat jantung Celine benar benar berdegup kencang.
“Ohh... Celineeee kenapa kau bodoh dan ceroboh sekali sih arhhhhh.... ciuman pertamaku...” gerutu Celine sambil mengacak acak rambutnya menuju kamar mandi, wajahnya benar benar merona saat ini.
Bima menarik nafas panjang, hampir saja
sesuatu di bawah sana dibangkitkan dari tidurnya sebab Celine banyak bergerak
di atas tubuhnya tadi. Pria yang kini sudah berstatus sebagai suami dalam
pernikahan kontak itu memegang bibirnya sambil senyum senyum sendiri.
“Jadi itu rasanya berciuman, manis sekali,
bibirnya sangat lembut,” gumam Bima, wajahnya bahkan sangat memerah saat ini,
dia tersipu hanya karena kejadian tidak disengaja tadi.
“Tunggu apa aku menikmatinya? Aghhhkkk gila
kau Bima,” gerutu pria itu sambul mengacak acak rambutnya.
Kembali ke masa sekarang, di meja makan tampak mereka berdua sangat canggung terlebih Celine yang menyebabkan kekacauan besar itu terjadi karena tidak hati hati saat berjalan tadi.
“Ekhmm... maaf atas kejadian tai, aku tida
bermaksud,” cicit Celine yang merasa tidak enak dengan Bima.
“Iya tak apa, bukan masalah besar, hanya saja
aku sudah kehilangan ciuman pertamaku,” ucap Bima.
“uhuk... uhuk...” Celine terbatuk saat
mendengar Bahwa itu adalah ciuman pertama seorang Bima, sejujurnya dia tak
menyangka kalau Bima ternyata belum pernah berciuman sama sekali persis seperti
dirinya.
“Minum dulu,” ucap Bima yang dianggukkan oleh Celine.
“Apa aku tak salah dengar? Bagaimana mungkin....” Celine terdiam.
“Itu mungkin Celine selama kau adalah orang
yang punya prinsip, yahh tak apalah yang penting ciuman pertamaku jatuh pada
orang yang tepat,” ucap Bima dengan sedikit bergumam.
“apa kau bilang?” tanya Celine.
“Tak ada, sudah lanjutkan makanmu,” ucap Bima.
“Aku tak akan melepaskan mu Celine,” batin
Bima.
“Ahhh kenapa aku jadi berharap kalau pernikahan ini tidak akan berakhir?” batin celine sambil melirik Bima.
.
.
.
Langan lupa like, vote dan komen 😊😉
__ADS_1