Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
113


__ADS_3

Luna berpaling dan menatap Alex yang duduk disampingnya.


Puk


"Tenang saja Kak, selama ada Luna semua akan beres, biar aku yang menghadapi pria bodoh itu!" Ucap Luna dengan seringai di wajahnya, dia menepuk bahu Alex seraya menguatkan pria itu.


"Terimakasih Luna," ucap Alex sambil tersenyum tipis.


"Baiklah, tapi kita pulang beberapa hari lagi ya kak, aku ingin melihat sampai segila mana si bodoh itu," celetuk Luna sambil mengangkat kakinya dan membuka kaki palsunya yang sedikit terasa tidak nyaman.


Alex menggelengkan kepalanya, dia bingung dengan gadis di depannya itu, katanya rindu dan khawatir tapi masih tetap bersikukuh membuat suaminya sendiri kelimpungan.


Klekk


Luna melepaskan kaki palsunya, Alex sudah tau kalau kaki Luna buntung, hanya saja dia tidak terbiasa melihat Luna membuka kaki palsunya dan meletakkan benda itu disana begitu saja.


Para pengawal yang baru tau kalau kaki Luna buntung membelalakkan mata mereka saat hari pertama melihat Luna membuka kakinya dan pastinya mereka mendapatkan Omelan gadis cerewet itu.


"Apa itu sakit?" Tanya Alex pada Luna sambil menunjuk ujung tungkai kakinya yang buntung.


"Dulu sakit, sekarang sudah jarang sakitnya, " jawab Luna seraya memijit kakinya yang terasa sedikit kebas.


"Ngomong ngomong dimana Tiara kau sembunyikan kak? Aku khawatir dia akan melakukan hal jahat saat tak ada kau yang mengawasinya," ucap Luna.


"Dia tidak akan seberani itu Luna, wanita j4lang itu tidak akan berani melakukan niat jahat pada Gama atau siapapun, semua rahasianya ada di tanganku, dan dia tidak akan pernah kembali ke Indonesia," ucap Alex dengan santai.


"Tapi kau tidak merusaknya kan?" Tanya Luna.


"Ck...kau pikir pria apa akau yang mau bekas paman Gama yang menjijikkan itu? Aku punya selera yang tinggi nona," balas Alex.


"Jiahhh, hmmm kalau begitu mau tidak ku kenalkan pada sahabatku, dia cantik loh, baik lagi," ucap Luna seraya menaikkan satu alisnya.


"Hey nona, apa kau mau jadi Mak comblang datang ke tempat ini?" Ucap Alex.


"Hahahahah, canda doang kak, toh dia juga sepertinya sudah jatuh hati dengan seseorang, aku benar-benar ingin mengerjai mereka," kikik Luna.


Alex menggelengkan kepalanya,"kau ini apa kah menyenangkan melihat orang lain menderita?" Ledek Alex.


"Aku bukan mau membawa penderitaan Kaka, aku hanya ingin membawa kebahagiaan melalui sedikit penderitaan hahahahah," Luna tertawa terbahak-bahak.


"Kau sudah tidak waras Luna," celetuk Alex sambil tersenyum.


Kehadiran Luna di apartemen Alex sontak membuat suasana di apartemen yang terbilang mewah itu menjadi heboh dan ramai apalagi dengan celetukan Luna yang mengoceh tentang berbagai hal.


...****************...

__ADS_1


Di Markas Gama, tampak Aiden tengah menatap dengan serius komputer yang berjejer rapi di hadapannya.


Lain halnya dengan Ken yang sedang duduk diam menatap ketiga wanita di dalam sel tahanan itu.


"Sial, aku tidak bisa melacak pengirim pesan itu!" Kesal Aiden, sejak kemarin saat pesan misterius itu masuk, Aiden, Ken bersama kedua asisten Gama mencari tahu siapa pengirim pesan rahasia itu.


Namun mereka sama sekali tak bisa melacak posisi pengirim pesan rahasia itu.


"Mark apa kau tidak bisa menemukannya? Jangan-jangan Luna bersama si pengirim pesan itu!" Ucap Alex.


"Belum bisa tuan, mereka menutup akses dan menghilangkan jejak mereka dengan sangat mudah, saya sangat kesulitan!" Jawab Mark yang juga sudah pusing tujuh keliling melacak pengirim pesan rahasia itu.


Biasa Mark bisa memecahkan sesulit apa pun permasalahan yang berhubungan dengan peretasan namun kali ini semuanya buntu, dia sama sekali tak bisa melacak pengirim pesan itu.


"Bahkan sinyal ponsel nyonya Luna terkunci dan tidak bisa di lacak tuan," ucap Mark sambil mengusap kasar wajahnya.


"Siapa kira-kira yang bisa melakukan ini semua ?" Ucap Rendy.


Mark dan Rendy memikirkan siapa kemungkinan orang yang bisa melakukan hal seperti ini. Hanya segelintir orang yang mereka kenal bisa melakukan hal seperti itu namun mereka pasti tidak ada hubungan atau masalah apa pun dengan Gama.


"Alex!" Ucap mereka berdua serentak saat mengingat siapa ahli IT terdahulu di J.B grup.


Sontak Aiden menatap mereka dengan mata terbelalak.


"Alex? Apa mungkin?" Ucap Aiden.


Rendy mengecek CCTV yang sudah mereka sadap. Mark dan Rendy melihat layar itu, disana mereka melihat Alex dan Tiara yang sedang melakukan aktivitas seperti biasa dan tak ada yang mencurigakan.


"Ck....kalian mengada ada saja, pikirku pun buat apa Alex ke Indonesia, dia sama saja menggali kuburnya sendiri!" Celetuk Aiden lalu kembali menatap layar komputernya.


Rendy dan Mark saling menatap, ada sesuatu yang janggal menurut mereka. Dengan segera kedua asisten itu mengecek ulang rekaman CCTV sebelumnya dan.....


Brakkkk


"Eh...copot ehh kampret lah arhhhh, kenapa kau main pukul pukul meja Mark!!" Kesal Aiden yang terkejut mendengar gebarkan meja yang dilakukan oleh Mark.


"Tuan, sistem keamanan kita disadap, Alex tidak berada di Finlandia, dia menipu kita!" Ucap Mark dengan nada marah.


Brukk


Aiden berdiri dan mendorong kursinya dengan kasar.


"Jangan asal bicara Mark, bagaimana bisa kalian kecolongan hal seperti ini, jika Luna kenapa-kenapa ini akan menjadi kesalahanmu!!" Ucap Aiden dengan kilatan amarah di matanya.


"Kami juga baru sadar tuan, ternyata semua rekaman yang terhubung ke komputer ini adalah beberapa rekaman yang sama yang sudah di siapkan oleh Alex untuk mengelabui kita," ucap Mark.

__ADS_1


"Sebaiknya kita cepat bergerak jika tidak ingin nyonya muda kenapa-kenapa," ucap Rendy yang langsung melacak keberadaan Alex.


Aiden mengeraskan rahangnya, di matanya tampak kilatan amarah.


"Awas saja jika Luna sampai kenapa-kenapa, aku yang akan menguburkanmu Alex!" Geram Aiden.


"Tuan, Alex memalsukan identitasnya dan kini dia berada di Indonesia, berikut catatan keberangkatannya yang terakhir, dan semua rute perjalanannya!" Ucap Rendy yang sudah bergerak cepat dan menemukan data-data mengenai Alex.


"Lalu? Apa ada interaksi dengan Luna?" Tanya Aiden.


"Dari rekaman CCTV ini terlihat beberapa kali Alex mengikuti nona Luna, dia sudah bolak balik Indonesia Finlandia beberapa kali," ujar Rendy.


"Sial, kenapa tak ada satu anak buah pun yang menyadari keberadaan pria itu!" Gerutu Aiden.


Tentu saja tidak ada yang melaporkan keberadaan Alex, karena rata-rata pengawal yang menjaga mereka adalah anak buah suruhan Alex yang sudah terlatih, jadi tentu saja mereka mudah dikelabui.


"Cepat lacak keberadaan bajingan itu!" Titah Aiden.


Aiden pergi keluar ruangan itu dan menemui Ken di dalam ruangan tahanan.


"Ken," panggil Aiden.


Ken yang sedang duduk sambil memutar mutar sebilah belati di tangannya menoleh pada suara itu.


"Ada apa?" Tanya Ken.


"Ada kemungkinan Luna bersama Alex saat ini," ucap Aiden.


Sraakk...Tak


"Apaaaa.....??" Teriak Ken yang spontan berdiri dan melemparkan belatinya hingga tertancap di sebuah lukisan dalam ruangan itu.


"Arhhhhh, kenapa bisa sampai kecolongan begini, apa saja kerjaan pengawal pengawal itu!!" Kesal Ken.


"Alex? Apa pria itu disini?" Batin Melly.


"Alex? apa dia yang membawa gadis itu? hahahah, biarlah biar gadis itu mati di tangan Alex, jika aku tidak bisa memiliki Gama maka perempuan itu juga tidak bisa," batin Laura.


"Sebenarnya siapa Luna ini? kenapa sampai Ken juga sangat cemas karena kehilangan gadis itu?" batin Gisel Mamanya Laura yang sama j4langnya dengan gadis itu.



.


.

__ADS_1


.


jangan lupa like, vote dan komen 😊😊😊😉


__ADS_2