Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
74


__ADS_3

Gama dan Bima beranjak menuju sofa dimana ketiga orang itu duduk.


Tuan Jae Sung, Melly dan Laura berdiri menyambut Luna.


"Ck... kalau bukan karena hartanya aku tidak akan Sudi mennggoda pria cacat itu!" celetuk Laura hatinya meski wajahnya menampilkan senyum yang dibuat semanis mungkin.


"Apa kabar Gama, paman merindukanmu!" ucap tuan Jae Sung sambil beranjak mendekati Gama.


"Berhenti disana, aku tidak suka disentuh orang asing!" ucap Gama sambil mengangkat tangannya.


Tuan Jae Sung mencoba untuk tetap tersenyum meski ia sangat membenci situasi ini.


"Ahhh aku bukan orang asing Gama, kau bisa saja bercandanya hahahaha," ucap Tuan Jae Sung sambil tertawa.


"Ada urusan apa kalian kesini?" tanya Gama dengan wajah datarnya, Bima meletakkan laptop di meja yang ada di depan Gama lalu duduk di sofa tepat di samping Gama sambil menatap mereka dengan tatapan menyeramkan.


"Kenapa auranya begitu menyeramkan? lalu pria itu siapa kenapa melihat kami seperti itu?" batin Melly.


Ketiga orang itu duduk di sofa berhadapan dengan Gama dan Bima.


"Apakah salah kalau seorang paman mengunjungi keponakannya? lagi pula sudah lama kita tidak bertemu, apa kau tidak ingin berbincang dengan pamanmu ini? " ucap Tuan Jae Sung panjang lebar.


"Benar nak Gama, kita sudah lama tidak bertemu, kebetulan Laura ponakan Bibi bekerja disini jadi sekalian deh kita mengunjungi kamu!" ucap Melly sambil berpura-pura tersenyum.


"Lalu?" ucap Gama masih mempertahankan wajah datarnya meski sesuatu membuat dia dan Bima tak bisa menahan diri.


"Kami hanya ingin bertemu denganmu dan ya seperti yang kau ketahui Tiara sudah menghianatimu, kau butuh penggantinya sebagai alat membalas perbuatannya," ucap Melly dengan percaya diri, dia sangat yakin kalau Gama masih mencintai Tiara.


"Ck.. langsung saja pada intinya!!" ucap Gama.


"Aku menyukaimu Gama! sejak aku bekerja disini aku menyukaimu, aku akan mendampingi mu dan membantu membalaskan dendam mu pada Tiara dan Alex, aku mengenal mereka aku tau keberadaan mereka dimana!" ucap Laura dengan lantang dan penuh percaya diri.


"Pffftthhh.....hahahahahahah," Bima tertawa terbahak-bahak, ia memegang perutnya sambil tertawa dengan keras, bahkan tawanya memenuhi seluruh ruangan itu.


"Ekhmm..." Gama hanya bisa berdeham sambil menaruh tangannya menutupi mulutnya, dan menyembunyikan senyum di wajahnya.


Sebenarnya mereka tertawa karena melihat Tingkah Luna dan Aiden yang menari seperti ubur-ubur, terkadang Aiden menunjukkan lubang hidungnya ke arah kamera sampai-sampai layar laptop mereka diisi dengan lubang hidung Aiden.


Belum lagi Luna yang membersihkan giginya di depan kamera dan bahkan sampai berjoget tak jelas disana hanya untuk menggoda kedua pria tampan itu.


"Hahahahahah, hahahhahah," Bima terus tertawa, bahkan ia sampai memukul mukul sofa saking lucunya.


Laura, Tuan Jae Sung dan Melly seketika itu juga bingung, sebenarnya apa yang terjadi dengan kedua pria itu pikir mereka.


"Ekhmm...Bim," ucap Gama mencoba menetralkan perasaannya meski sangat sulit apalagi dengan tingkah si gadis cerewet dan manusia absurd yang jika bergabung membuat suasana begitu kocak.

__ADS_1


"Hahahhaha, lucu sekali mereka hahahah, apa aku tidak salah dengar Gama? suka? ahahahah, " tawa Bima memulai aktingnya sambil memperbaiki cara duduknya, padahal yang ditertawakan pria itu adalah Luna dan Aiden dengan tingkah absurd mereka.


"Dasar penjilat!" tukas Bima yang langsung mengubah raut wajahnya menjadi begitu menyeramkan.


"Apa kalian hanya mau menyampaikan omong kosong itu kesini?" ucap Gama dengan wajah kesal.


"Ayolah Gama, kau butuh pendamping, lagipula perusahaan besar ini butuh bantuan tangan tangan handal seperti kami, jika kau menikah dengan Laura paman akan membantu perusahaanmu menjadi lebih jaya!" tawar tuan Jae Sung.


"Ck...ck...ck... bagaimana apa kau menyetujuinya? mereka memintaku untuk menikahi karyawanku sendiri," ucap Gama sambil menatap laptopnya.


Tuan Jae Sung, Laura dan Melly menyerngitkan keningnya.


"Ck...aku tidak setuju, dia terlalu bodoh, dan suara pamanmu itu jelek sekali, suruh dia mengganti rokoknya!" jawab Luna dari seberang sana.


"Lalu suara melengking tadi apa dia Bibimu? astaga suara itu seperti Mak Lampir, hampir pecah telingaku mendengar nya!" celetuk Luna.


"Kalian dengar kan? dia tidak setuju, jadi silakan keluar!" ucap Gama dengan tegas.


"Rendy,. antar mereka keluar ruangan ini!" titah Gama.


"Baik tuan!" jawab Rendy.


"Silahkan tuan, nyonya, nona!" ucap Rendy.


"Gama coba putar laptopnya,aku ingin melihat wajah pamanmu itu, suaranya hampir membuat gedung ini hancur!" tukas Luna.


Bima sedari tadi menahan tawanya, ia berusaha untuk tidak tertawa.


Gama mengarahkan laptopnya ke arah Tuan Jae Sung. Mereka bertiga menatap layar laptop yang hitam itu, sepertinya Luna sengaja menutupi wajahnya.


"Ck...ck...ck...tuan kancing celanamu apa kau tidak malu? awas nanti terbang loh!!" celetuk Luna dari seberang sana.


Wajah tuan Jae Sung berubah merah, ia membalikkan badannya lalu memeriksa kancing celananya, ternyata baik-baik saja, sial sekali dia hari ini dipermalukan oleh orang misterius di balik layar laptop itu.


"*pffthh...hahahaha, dek jangan terlalu blak blakan lihat wajahnya sudah malu hhahaha," terdengar suara Aiden yang tertawa terbahak-bahak.


"Ck....aku hanya membantunya kak, mungkin sejak tadi sesuatu di bawahnya itu sudah mengintip hahahahah," tambah Luna sambil tertawa terbahak-bahak di seberang sana.


"Ahh dan nona itu, Gam berikan dia bonus bulanan sepertinya gaji nya saat ini tidak cukup untuk membeli pakaian yang lebih longgar sampai-sampai dia memakai dalamaaan ke kantor hahahahah,"


"Lalu, apa dia bibimu? astaga nyonya banyak sekali kerutan di wajah anda, kau ini bagaimana Gama kau tidak memberikan uang pada Bibimu? ck...ck...ck, kuharap dia melakukan perawatan, ah dan ada uban di kepalanya hahahah," Luna dan Aiden tertawa terbahak-bahak di balik layar itu.


Hari ini rasanya mereka begitu puas menjahili para penjahat itu.


Melly langsung mengambil kaca dari tasnya dan memeriksa wajah dan rambutnya, ia menjadi malu karena diejek seperti itu.

__ADS_1


Lain halnya dengan Laura, dia hanya bisa diam dan tercengang dengan semua ejekan itu.


"Ck...tolonglah kalian lebih serius, mereka butuh jawaban kalian," ucap Bima padahal ia sebenarnya sudah tidak bisa menahan tawanya.


"*Hahaha bukankah sudah jelas kak, dia bisa menikahi Gama itupun kalau Gama mau pada nona seksehh itu hahhaa, sudahlah aku akhiri panggilannya, perutku sakit, kami terlalu banyak tertawa, bye,"


Tutt*


Panggilan diakhiri secara sepihak oleh Luna. Tuan Jae Sung,Melly dan Laura terdiam. Mereka semua dihina habis habisan hari ini, siapa gerangan gadis yang berani merendahkan mereka itu.


"Sudah jelas kan?silahkan keluar!!" bentak Gama sehingga membuat mereka tersentak.


"Ck...kalau begitu kami permisi dulu Gama, Paman akan berkunjung lagi, toh juga perusahaan ini milik keluarga Park jadi paman berhak datang kesini," ujar Tuan Jae Sung sambil bangkit berdiri dan merapikan jasnya diikuti oleh Laura dan Melly.


"Terserah Paman saja," tukas Gama.


"Dan untukmu Laura serahkan semua laporan manajemen pemasaran selama setahun ini, dan aku ingin semua datanya ada di mejaku besok siang pukul 12.05, jika kurang atau lebih maka aku akan menambahkan tugasmu,"ucap Gama.


"Buktikan seberapa suka dirimu padaku, maka mungkin aku akan mempertimbangkan tawaran kalian," ucap Gama sambil tersenyum menyeringai.


"Mempertimbangkan untuk memasukkan kalian ke penjara atau menjadi budak di pedalaman Amazon!!" lanjut Gama dalam hatinya.


"Ba..baik Gam.."


"Bersikap profesional lah!" tegas Gama.


"Ba..baik tuan," ucap Laura bergetar ketakutan.


Mereka bertiga keluar dari ruangan itu seperti orang bodoh, awalnya mereka berpikir bisa memegang kendali situasi apalagi dengan melibatkan nama Tiara, namun malah mereka yang merasa dipermainkan.


Bahkan samapi diejek oleh orang misterius.


"Kenapa aku jadi merasa ada sesuatu yang buruk akan datang?" gumam Melly.


"Siapa wanita di balik layar itu, setahuku Gama tidak pernah dekat dengan siapa pun selain dengan teman-teman dan asistennya itu," gumam Tuan Jae Sung.


"Aku akan menyusun semua laporan itu, agar tuan Gama melirik padaku, sepertinya aku punya kesempatan dalam situasi ini, hmmm sebentar lagi kau akan menjadi nyonya Park Laura hahahh," batin Laura.


.


.


.


Like, vote dan komen 😊😉😉

__ADS_1


__ADS_2