Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
133


__ADS_3

Ken menatap Rose yang mengejar nenek menuju taman bunga, Rose tampak sangat tegar, dia menemani si nenek yang bertingkah seperti bocah 7 tahun yang sedang berlarian di taman bunga.


"Bisa Bisanya dia tertawa setulus itu dengan mata sedihnya itu," gumam Ken.


Pluk


"Lihat apa kak!" Ucap Luna sambil menepuk pundak Ken dari belakang. Ken menoleh dan melihat Luna yang baru tiba.


"Ahh itu," ucap Ken menunjuk Rose dan si nenek yang sedang bersenda gurau di taman padahal baru saja dia dipukul dan di dorong.


"Kenapa kak?" Tanya Luna pura pura tidak tau.


"Aku heran dengan gadis itu," ucap Ken.


"Heran kenapa kak?" Tanya Luna.


"Dia tadi ditampar, terus di dorong sama neneknya tapi dia bisa sesabar itu menjaga neneknya dia bodoh atau gimana sih?" Celetuk Ken.


"Ihsss kakak ini apa apaan sih, itu bukan bodoh namanya kak," ucap Luna.


"Lalu apa namanya kalau bukan bodoh? Masa iya dia bisa sesabar itu? Itu manusia atau bukan? Bisa Bisanya dia tersenyum setelah di tampar dan di dorong seperti itu," ucap Ken lagi.


Luna tersenyum tipis, dia menatap Ken dengan tatapan senang.


"Heheheheh, sepertinya misi ini akan lebih mudah dari pada dua manusia tengil itu," batin Luna dengan seringai licik di wajahnya.


"Mungkin ada alasan dia tetap sabar kak, ketika kita mengasihi seseorang dengan segenap hati kita maka semua kekurangan dan kelebihannya akan kita terima," jelas Luna.


"Seperti kakak itu, mungkin dia merasa berterima kasih atau berhutang pada si nenek, dan dia mengasihi nenek itu makanya dalam keadaan apa pun dia akan tetap menerima tanpa mengeluh," ujar Luna lagi sambil menatap kakaknya.


"Hmmm kamu benar, dan salah satu manusia berhati malaikat itu ada di samping ku yaitu kamu adekku yang cantik," ucap Ken sambil mengelus kepala adiknya.


"Hemmm, tapi baru kali ini aku melihat kakak bicara pada wanita, kakak suka ya sama kakak itu hmmm?" Goda Luna sambil menaikkan alisnya.


Ken terdiam, dia juga baru sadar kalau ini pertama kalinya baginya dekat dengan seorang wanita selain Luna dan Andin lebih tepatnya berpegangan tangan, mengobrol dan tersenyum seperti yang dilakukannya tadi.


"Ahh kau benar Na, kok bisa ya?" Ucap Ken sambil menggaruk tengkuknya.


"Mungkin kakak falling in love at the first sight hahahhahaha," goda Luna.


"Kau ini ya sudah pintar menggoda kakak sendiri, dasar nakal!" Ucap Ken sambil mencubit gemas hidung Luna.


"Jangan di cubit kak Ken, nanti Gama marah hidung istrinya berkurang," celetuk Luna sambil menggosok hidungnya.


"Hahahah, kamu ini ada ada aja Luna!" Tawa Ken sambil mengacak acak rambut Luna,dia gemas dengan tingkah Luna yang selalu membuatnya tertawa.


"Emmm....gimana kak,apa kakak jatuh cinta sama kakak itu? Sepertinya kalian cocok," goda Luna lagi kembali ke topik sebelumnya.


"Ck...Kamu ini, emmm kakak gak mungkin jatuh cinta secepat itu sayang, kamu ini ada ada saja," balas Ken.


"Jiah kakak gimana sih, Luna yakin kakak pasti jatuh cinta sama kakak cantik itu, " ujar Luna.


Ken menggelengkan kepalanya sambil tersenyum," terserah kamu deh, kamu ini ada ada aja," ucap Ken.

__ADS_1


Luna tersenyum tipis dengan seringai di wajahnya,dia akan mencari tahu tentang perempuan itu, jika memang cocok untuk kakaknya dia akan berjuang menyatukan mereka, memang Mak comblang profesional!


Sementara itu di gedung baru untuk toko aksesoris yang akan ditempati oleh Luna dan teman-temannya tampak Andin terus mengerucutkan bibirnya kesal.


Beberapa saat lalu dia menelepon Luna karena membiarkan dirinya memeriksa gedung bersama Mark sedangkan Ferdi pergi membeli bahan untuk pembuatan aksesoris bersama pengawal.


Andin duduk di sebuah kursi di ruangan yang cukup luas itu, dia sedang berada dilantai 6 lantai paling atas gedung itu sambil menatap ke arah jendela kaca.


"Ck....Luna ada ada aja ahkk, kenapa aku di biarkan sendirian sih," gerutu Andin sambil memutar mutar ponselnya dia atas meja.


Tap


Tap


Tap


Langkah kaki seseorang membuyarkan lamunan Andin, dia melihat pria yang sangat dihindarinya masuk ke ruangan itu. Segera Andin bangkit berdiri, dia berjalan keluar tanpa melihat Mark.


Namun Mark menahan tangan gadis itu dan menatapnya dengan tatapan tajam.


"Kenapa kau menghindariku!" Ucap Mark dengan tatapan dinginnya. Andin tidak menjawab, dia hanya berusaha melepaskan tangannya dari pria yang di sebutnya sebagai pria kaku itu.


"Jawab aku!" Ucap Mark dengan sedikit membentak.


"Awas, saya mohon lepaskan saya tuan," pinta Andin.


Mark masih belum meluruskan permasalahan mereka yang sudah hampir sebulan itu. Andin merasa sakit hati karena merasa dianggap bukan perempuan baik-baik.


"Kenapa kau menghindariku Andin?" Tanya Mark sambil mencengkram tangan Andin agar gadis itu tidak melarikan diri.


Namun tiba-tiba Ferdi mengingat tugas yang diberikan Luna supaya dia mencari bahan aksesoris ke toko langganan mereka dengan tujuan membiarkan Andin dan Mark berdua saja di gedung itu.


Andin meronta-ronta ingin menarik tangannya, karena geram, Mark menarik tangan gadis itu dan membawanya ke arah dinding, Mark mengurung gadis itu dalam Kungkungannya.


Andin bersandar di dinding sedangkan Mark berdiri di depannya dengan tatapan marah dan geram, Mark masih menggenggam tangan Andin membuat gadis itu meringis kesakitan.


"Jangan menghindari ku Andin, bukankah sudah ku katakan kalau aku adalah kekasihmu sejak hari itu? Kenapa kau menghindariku?" Tanya Mark kesal.


Andin terus diam,dia tidak berani menatap Mark, jujur saja dia gugup bercampur takut saat melihat pria itu mengunci tubuhnya apalagi dengan posisi mereka saat ini sangat berdekatan.


"Shhh....sakit," ringis Andin.


Mark menyadari perbuatannya, dia melonggarkan genggamannya pada tangan Andin agar gadis itu tidak kesakitan.


"Lepaskan aku!" Ucap Andin sambil menunduk, dia benar-benar akan menangis saat ini, traumanya dengan laki-laki dan situasi seperti ini membuatnya melemah.


"Kumohon....lepaskan aku," ucap Andin ketakutan, bahunya bergetar, tangan dan tubuhnya berkeringat, jantungnya berdegup kencang saat traumanya kembali.


Andin mengalami trauma setelah beberapa kali di jual oleh kedua orangtuanya, dia hanya bisa dekat dengan orang-orang tertentu. Bahkan berdiri di dekat pengawal saja dia bisa tiba-tiba ketakutan.


Apalagi dengan situasi saat ini mengingatkan dirinya dengan pria pria yang berusaha merenggut kesuciannya beberapa waktu lalu.


Mark melihat Andin menangis, dia merasa bersalah. Selama beberapa Minggu ini, pikiran Mark selalu di penuhi dengan Andin, apalagi saat melihat gadis itu tertawa pada Luna dan yang lainnya namun bersikap sangat dingin kepadanya.

__ADS_1


Jika cinta pada pandangan pertama itu memang ada, maka Mark telah merasakan hal itu saat dirinya pertama kali melihat Andin di toko buah saat di Bali, hanya saja egonya lebih tinggi dan berkuasa atas dirinya.


Bukannya melepaskan tangannya, Mark menarik Andin ke dalam pelukannya, sepertinya pria ini mulai bisa mengatasi kebenciannya terhadap wanita setelah mendapat wejangan panjang kali lebar dari seorang Luna.


Dia mulai membuka hatinya meski tau resiko yang akan dia alami entah sama dengan ayahnya atau tidak.


Dia hanya bisa berserah pada Tuhan agar wanita yang disukainya tidak meninggalkan dirinya seperti ibunya yang meninggalkan dia dan Ayahnya.


Mark memeluk Andin dengan erat, ini pertama kalinya pria kaku itu meruntuhkan gunung esnya dan malah memeluk seorang wanita, ini kedua kalinya bagi Mark bisa sedekat itu dengan wanita selain Luna yang adalah istri tuannya.


"Maaf," kata kata itu yang keluar jelas dari mulut seorang Mark.


"Maaf membuatmu ketakutan, maaf atas semua perkataanmu padamu, maafkan aku Andin, maaf menyakiti hatimu, maaf karena membuatmu menangis, " ucap Mark dengan tulus, perasaannya tumbuh setiap hari, dia mencoba untuk menghindar namun rasa itu tak akan bisa hilang dari hatinya.


"Hiks hiks hiks.....arhhh....kau jahat hiks hiks hiks," Andin menangis tersedu-sedu dalam pelukan Mark, dia memukuli dada pria itu.


Mark tidak peduli, yang penting dia harus menyampaikan maafnya saat ini dan memperbaiki hubungan yang rusak dengan Andin.


"Maaf Andin, " ucapnya lagi.


.


.


Abang Mark



Andin



.


.


.


Author : utututu, Mark ternyata udah fall in love with Andin hahahahha,acieee akan segera berlayar gahahahhah.


plakk


Aiden : AKU KAPAN THOOOORRRR???!!!!!


Author: aishhhh Aidennn sakit, kenapa kepala author di getuk sih, entar gak ku kasih jodoh tau rasa kamu!!


Aiden : bilang aja Author gak rela karakternya punya pasangan sendirinya gak ada pasangan, cemburu bilang thorr!!"


Author : ck...diem den!


Bima : jangan lupa like, vote dan komentarnya ya reader


Author : eh Bima, entar author kasih jodoh deh

__ADS_1


🤗🤗


__ADS_2