Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
166


__ADS_3

Tiga hari lamanya setelah Luna dan timnya menyelidiki pergerakan Niel dan Clara.


Mereka sudah mengamankan keluarga Bima tanpa sepengetahuan pria yang sedang dimabuk cinta itu, Alex dan Aiden sampai harus terbang ke Belanda untuk mengurus masalah tersebut.


Nyonya Maureer sendiri kembali ke Belanda bersama Aiden dan Alex untuk menemani keluarga Bima di rumah besar keluarga Maureer.


Di ruangan klasik bergaya Eropa dengan tatanan barang yang rapi dan apik, seorang pria tampan dengan rambut blondenya duduk bersandar di kursi kebesarannya sambil menatap layar ponselnya dengan senyuman sumringah di wajahnya.


Dia merogoh kantongnya dan mengeluarkan kotak merah kecil berisi permata yang indah.


"Aku akan mengajaknya menikah hari ini, kami pasti akan hidup dengan bahagia, aku yakin itu," ucap pria yang tak lain adalah Bima.


Tok... Tok.... Tok....


Ceklek...


Setelah Pintu di buka masuk seorang wanita yang langsung membuat wajah Bima benar benar bahagia, dia berdiri sambil menyambut gadis yang tak lain adalah Clara si ulet keket yang datang dengan penampilan sederhananya dengan setumpuk dokumen di tangannya.


"Selamat pagi sayang, kenapa lama sekali datangnya, aku sudah merindukanmu," sambut Bima sambil berjalan mendekati Clara.


Clara meletakkan dokumen di atas meja kerja Bima lalu berjalan sambil merentangkan tangannya seperti gadis polos yang lugu dan tidak tau apa-apa.


"Aku juga merindukanmu," balas Clara sambil tersenyum manis sekali dan memeluk Bima, namun seketika wajahnya berubah saat lolos dari pandangan Bima.


"Cihh... Aku hanya merindukan uang dan kehancuranmu bodoh!!" Batin Clara dengan seringai jahat di wajahnya.


"Apa kau sudah sarapan?" Tanya Bima lembut, sebenarnya Bima adalah orang yang sangat lembut pada wanita.


Hanya saja jika sudah jatuh cinta dia akan jadi bodoh, dia tidak akan menaruh curiga apa pun pada pasangannya apalagi kalau dia orang seperti Clara yang pintar bermain kata.


"Sudah, bagaimana denganmu?" Tanya Clara dengan penuh perhatian sambil menatap Bima.


"Tentu sudah, " jawab Bima sambil tersenyum, ingin rasanya dia mengecup bibir ranum kekasihnya itu, namun dia selalu menahan hasratnya, sebab dia ingin agar Ciuman pertamanya di berikan pada istrinya.


Salut dengan Bima tapi kesal dengan kebodohannya dan ya cinta butanya yang akan mendatangkan bala bagi dirinya sendiri.


"Ahh sayang, bisa tidak kau menandatangani berkas-berkas di meja itu," ucap Clara dengan senyum manisnya yang membuat hati seorang Bima meleleh.


"Ahhh, tentu saja sayang, berkas apa ini?" Tanya Bima yang sudah berdiri di depan menja kerjanya sambil membuka berkas itu.


"Berkas kerjasama dengan perusahaan lain, aku sudah mengeceknya, sebelumnya juga kau sudah menyelesaikannya sekarang tanda tangani saja, semuanya akan beres," ucap Clara.


"Beres setelah kau mengalihkan seluruh aset dan sahammu padaku," lanjut Clara dalam hatinya.


"Hmmm baiklah, kau yang terbaik sayang," ucap Bima sambil mengangkat pulpennya.


Bima membuka tutup pulpennya, dan hendak menandatangani surat itu tiba-tiba.....


Brakkkk......


Brukkkk.....


Arghhhh


"Biiiimaaaaaaaa......" Teriak Aiden yang berlari ngos-ngosan sambil membuka pintu ruangan Bima dengan kasar bahkan dia sampai terjerembab karena terpleset di lantai hingga melukai keningnya yang tersedot ke sudut Meja.


"Argghh....shhhhhhh," Aiden meringis kesakitan.


Clara dan Bima terkejut dengan kedatangan Aiden, apalagi sebentar lagi Bima akan mengalihkan seluruh asetnya tanpa sepengetahuan Clara.

__ADS_1


"Sayang tandatangani dulu itu," ucap Clara memaksa.


"Sebentar!" Ucap Bima dengan wajah datar, dia menyimpan pulpennya ke dalam kantong jasnya lalu berlari menghampiri Aiden.


Bagi Bima pekerjaan bisa ditunda, tetapi keselamatan sahabatnya lebih penting meski dia keras kepala dan sulit mendengarkan pendapat sahabat-sahabatnya.


"Ck... Sial padahal sedikit lagi," gerutu Clara di dalam hatinya sambil menatap Aiden dan Bima.


"Ada apa den? Kenapa kau sampai berlari dan terluka Seperti ini?"ucap Bima khawatir sambil membantu Aiden bangkit berdiri.


"Luna Bim,Luna... Arghhn... Shhhh," Aiden merintih kesakitan.


"Ada apa dengan Luna!??" Tanya Bima panik.


"Luna dalam bahaya, baby kembar.....!!" Ucap Aiden.


Deghh


Mendengar Luna dan calon ponakannya dalam bahaya membuat Bima bagai terkena serangan jantung.


"Dimana mereka sekarang?" Tanya Bima.


"Di apartemen Alex, terpaksa Luna disana karena dia sangat lemah, dia mencari kita tadi, aku baru dari kantor dan Gama menghubungi ku tadi, ayo cepat!!!" Ucap Aiden.


"Kenapa dia di apartemen Alex?" Tanya Bima.


"Arhhh panjang ceritanya, cepatlah, apa kau masih ada urusan?" Tanya Aiden kesal.


"Tidak,baiklah ayo kita berangkat!" Ucap Bima.


"Tapi Clara ikut, aku akan memperkenalkan dia pada mereka," ucap Bima.


"Astaga disaat seperti ini? Ck... sudah cepatlah, hey gadis lambe, cepat kau ikut dengan Kami!" Sergah Aiden dengan wajah masam.


"Baiklah tuan," jawab Clara dengan sopan danmpenuh hormat, tapi di mata Aiden itu semuanya hanya topeng.


"Cih...dasar wanita ular, pengen ku cakar cakar wajahmu grhhhhhh mampus kau ketemu Luna!!!" Batin Aiden dalam hati.


Bima, Aiden dan Clara beranjak dari ruangan Bima. Aiden memasang wajah khawatir dan panik, melihat Aiden bersikap seperti itu, Bima juga ikut ikutan panik, takut kalau terjadi apa apa dengan Luna dan anak anaknya.


Saat tiba di basement, Aiden tiba tiba menepuk jidatnya.


"Astaga Bima, ponselku jatuh di ruanganmu, kalian pergilah duluan aku mengambilnya dulu, aku akan menghubungi Ken dan yang lainnya," ucap Aiden.


"Baiklah!" Ucap Bima.


Aiden berlari masuk ke dalam lift namun di wajahnya bukan lagi kekhawatiran tetapi seringai menyeramkan.


"Habis kau!" Batin Aiden yang sudah berada dalam Lift.


"Kita mau bertemu siapa?" Tanya Clara di samping Bima yang menyetir mobilnya.


"Kita ketemu adikku," ucap Bima.


"Adik? Bukankah kau anak terakhir?" Tanya Clara bingung.


"Ahh dia ini adik yang spesial, " ucap Bima.


"Hmmm baiklah," balas Clara tidak tertarik.

__ADS_1


Mereka melaju menuju apartemen Alex di kawasan elit di daerah Jakarta.


Dengan kecepatan sedang Bima melaju beruntung jalanan tidak macet sehingga mereka tiba lebih cepat.


"Ayo, aku akan memperkenalkan mu pada mereka," ucap Bima sambil membuka pintu di sebelah Clara.


Mereka berjalan masuk ke area apartemen mewah yang hanya bisa di gunakan oleh orang-orang kaya di dunia.


"Wah mewah sekali tempat ini, sepertinya teman si Bodoh ini lebih kaya dari dirinya," batin Clara sambil menatap Bima dengan sinis.


Berjalan beberapa saat, mereka tiba di apartemen Alex yang terbilang cukup besar dan mewah dengan segala fasilitas lengkap di dalamnya.


Tokk..


Tok...


Tok...


Bima mengetuk pintu, seseorang berjalan mendekat dan membukakan pintu did epan mereka.


"Kau sudah datang kak Bim?" Ucap Andin dengan wajah lesu.


"Kenapa kau lesu seperti itu?" Tanya Bima khawatir.


"Luna.... Haaahh lihatlah dia kak," ucap Andin sedih.


"Ada apa dengan Luna??" Ucap Bima yang langsung menerobos masuk dan meninggalkan Clara di dekat Andin.


Bima masuk ke dalam apartemen yang luas itu dan menemui Gama dan yang lainnya yang sedang duduk di atas sofa dengan wajah lemas.


"Mana Luna!??" Tanya Bima.


Gama menunjuk kamar dengan pintu berwarna biru dengan wajah sedih dan lesu. Dengan segera Bima beranjak menuju kamar itu.


Sementara itu wajah Andin langsung berubah 180° derajat menatap Clara dengan wajah sinis dan menyeramkan.


"A..ada apa ? Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Clara gugup, sebenarnya kalau tidak bersama Bima dia mungkin sudha mencaci maki Andin.


"Ede.. epe, kenepe menetepku seperte ete... Nyenyenyenye, wleeek cih, munafik, cepat masuk kau, tanganku pegal memegang pintu ini," ucap Andin dengan suara ketus dan nada meledek.


Clara terkejut mendengar ledekan sarkas dari gadis di depannya itu.


"Kenapa dia berubah seperti ini? Ada apa ini? Aku merinding dengan hawa di ruangan ini,"batin Clara sambil mengusap tengkuknya.


"Hahahhaha, selamat datang di goa singa hai ular beludak!!" Gumam Andin sambil menatap Clara dengan sinis.


"Ya Tuhan, ternyata kekasih ku sama menyeramkan nya dengan Luna!!" Batin Mark.


"Anak didikan Luna memang yang terbaik," batin Alex.


"Jangan sampai Rose juga berubah seram seperti Andin!" Batin Ken sambil melirik Rose.


"Kena mental dia hahahhah," kekeh Ferdi.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen 😉😉😊😊😉


Reader kita apakan nih si Clara????


__ADS_2