Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
Lamaran


__ADS_3

Andin menatap kesal sekaligus takut ke arah kerumunan pria berbaju hitam yang tampak mulai mendekat itu, namun dengan sigap anak buah yang berjaga langsung mengkawal Andin dan berdiri berbaris di depan Andin.


Meski mereka kalah jumlah, tetapi siapa yang tau kehebatan pengawal terbaik milik tiga pria tampan yang bisa tiba tiba saja menjadi seorang psycopat belum lagi kekasih gadis itu yang sama mengerikannya dengan tuannya sendiri.


"Jika kalian tidak mau melepaskan nona itu secara baik baik maka dengan sangat menyesal kami akan menghancurkan gedung ini saat ini juga!!" Ucap pria botak itu sambil mengangkat tangan tinggi ke atas memberi kode bahwa pasukan siap menyerang.


Andin bukannya takut, gadis itu malah hampir tertawa terbahak-bahak melihat lubang di ketiak pakaian si pria botak yang membiarkan bulu bulu di balik kain itu mengintip intip keluar.


Ketiak bajunya robek, hampir saja Andin tertawa karena itu.Namun sebisanya dia tahan tawanya disaat yang tidak tepat seperti ini.


"Pfftttthhh..hahahha" gadis itu terkekeh di belakang para pengawal.


"Serang! " Teriak si pria botak.


Mendengar kata kata itu, Andin langsung tersadar kalau dirinya sedang dilanda bahaya saat ini, belum lagi dia khawatir kalau orang orang itu sampai menyakiti orang lain di dalam gedung itu.


"Ya Tuhan, sebenarnya ada apa ini, tolong akuu!" Ucap Andin panik saat melihat anak buah yang menjaga gedung itu berusaha melindungi dirinya dari serangan pria berpakaian hitam itu.


Bughh...


Brakk..


Plakk.


Krekk


Perkelahian pun tak terelakkan, dengan cepat Andin meminta pegawai yang memanggilnya tadi untuk menyuruh semua orang tetap di tempatnya agar tidak bahaya.


"Tapi anda bagaimana nona? "Tanya pria itu panik.


"Sudah cepat beritahu yang lain! "Ucap Andin ikut panik.


"Ceeepatt" teriak Andin.


Pria itu berlari terbirit-birit ke dalam gedung, sementara itu saat Andin berusaha melarikan diri, seorang pria berbaju hitam berhasil menangkap tangan nya dan menahan Andin.


"Lepaskan aku, apa mau kalian,siapa kalian sebenarnya aku tidak ada hubungannya dengan bos kalian itu!!!!" Gadis itu berteriak meronta ronta saat di pegang oleh pria asing itu.


"Lepaskan aku!!!" Teriak Andin lagi dengan mata berkaca-kaca,dia benar-benar ketakutan saat ini, belum lagi ingatan akan traumanya saat hampir dilecehkan dulu kembali terbayang membuat gadis itu seketika itu lemah.


"Ahhh... Haahhhh.... Leepasss..hah.. hah," Andin mulai panik saat dia mengingat kejadian itu.


Gadis itu terus meronta ronta meminta dilepaskan oleh pria asing itu.


"Ikut kami!!" Ucapnya sambil menarik tangan Andin dengan kasar.


"Tidak!" Tolak Andin dengan mata menganak sungai, "apa mau kalian hah!! " Gertak gadis itu.


Plakkk


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi gadis itu membuat traumanya benar benar kumat, seketika Andin terbujur kaku, Matanya membulat, jantungnya berdegup kencang, rasanya benar benar sesak.


Nafas gadis itu tercekat, lehernya bagai dicekik dia tak bisa mengatakan apa apa saat ini yang ada hanya ketakutan ketika mengingat bagaimana Zea dan Jaka menghajar dirinya setiap hari, bukan hanya hinaan yang diterima tetapi kekerasan fisik kerap diterima gadis malang itu.

__ADS_1


Karena geram dengan sikap gadis itu, pria tadi menarik rambut panjang Andin dengan kasar sehingga membuatnya meringis kesakitan.


"Awhh.. aaahhhh... Lepaskan akuuu!!" Teriak Andin sekuat kuatnya.


Para pengawal masih melumpuhkan lawan mereka agar tidak memasuki gedung toko aksesoris.


"Lepaskan nona kami!!" Teriak penjaga yang ditugaskan untuk menjaga Andin dan yang lain.


"Diam kau, aku hanya ingin membawa gadis sialan ini!! " Ucap pria itu sambil menarik Andin dengan kasar.


"Serang dia!" Titah pria itu, akhirnya mereka dikecohkan dengan serangan dari anak buah orang misterius yang berani bermain main dengan Keluarga besar Park, lebih khususnya dengan kekasih Mark.


dengan segenap kekuatannya, Andin menggigit lengan pria itu agar melepaskan rambut dan tubuhnya.


"Arhhhh" teriak pria itu meringis kesakitan.


"Dasar wanita jal4ng!!!! " Teriak pria itu sambil menghempaskan tubuh Andin ke atas jalan hingga membuatnya terluka.


"Mati saja kau jal4ng sial4nn!!!! " Teriak pengawal itu sambil mengeluarkan pistolnya dan mengarahkan pada Andin yang sedang terjatuh dengan kakinya yang sudah terkilir.


"Aaannndiiinnn !!" Teriak seseorang dari jauh.


Brukk


Dor


Seseorang dari arah yang lain menendang kepala dan inti pria botak itu hingga membuatnya terjerembab jatuh ke atas jalanan yang kasar.


Namun naas, sebuah timah panas bersarang di lengan seseorang yang sedang melindungi kekasihnya dari tembakan pistol dan pastinya sangat menyakitkan.


Tepat saat kedatangannya, seluruh anak buah orang asing itu berhasil di bekuk oleh pasukan khusus yang dikirim kan Bima ke area itu.


"Sayang!" Panggil Ken yang panik dan khawatir apalagi saat melihat Rose dengan beraninya melayang dan menendang pria botak dengan perut buncit itu.


"Arhhhh..." Pria itu meringis kesakitan saat Rose dengan lihai menginjak kakinya dan mematahkan tulang lengannya, jangan lupa bagian vital yang selalu membuat kaum pria tak berkutik jika benda itu sudah diserang.


Glekk


Mereka semua termasuk para pengawal menelan kasar ludah mereka, tangan mereka secara spontan menutupi area vital mereka saat melihat Rose tanpa rasa takut menendang bagian itu.


"Urus mereka yang tersisa Letnan Ji!" Titah Ken pada salah satu bawahannya. Anak buah Ken, Bima dan Gama bukan orang sembarangan, oleh karena itu saat pria pria misterius itu menyerang mereka, pasukan itu bisa tetap tenang, namun masalahnya mereka main keroyok yang menyebabkan mereka harus meladeni pria pria itu.


"Mark, hiks hiks hiks.. hei Mark bangun.. ja..jangan pingsan, bangun!" Panggil Andin yang kini duduk di atas jalan sambil memeluk Mark yang terletak di atas jalan dengan darah segar yang mengalir dengan deras dari lengan kirinya.


"Mark," mereka semua panik, namun Bima dan Ken melihat kode dari tangan Mark seolah mengatakan jangan mendekati mereka dan beri mereka ruang dan waktu.


"Ken, kak Bima bagaimana dengan Mark, apa kita tidak melakukan sesuatu? Lengannya itu cukup parah," Ucap Rose yang juga khawatir dengan kondisi Mark.


Ken menggenggam tangan calon istrinya sambil tersenyum lalu merangkul gadis itu.


"Beri mereka ruang Oze, sepertinya Mark akan memberitahukan sesuatu, mungkin ini kabar bahagia juga untuk kita semua," bisik Ken.


"Hmm? Dalam kondisi begini? " Tanya Rose sambil menatap mereka berdua dengan tatapan bingung.

__ADS_1


"Iya Rose, jangan khawatir, Mark tidak selemah itu," Tambah Bima, Rose yang seorang mantan perawat mana bisa tenang melihat seseorang terluka seperti itu, tapi dia akan melihat dulu apa yang akan terjadi.


"Kamu baik baik saja? Ini kenapa luka sayang? Apa mereka menyakitimu? Pasti sakit," ucap Mark sambil menyentuh wajah Andin yang terlihat lecet akibat tamparan keras di wajah gadis itu.


"Itu bukan apa apa, sekarang kamu yang dalam bahaya, lengan kamu itu, hiks hiks hiks "Andin menangis melihat lengan Mark yang banyak mengeluarkan darah.


"Ini bukan apa apa sayang, kenapa kau menangis, jangan sedih " Ucap Mark.


"Bagaimana aku tidak sedih, pria yang kusayangi tertembak karena melindungi ku, kau ini ceroboh sekali," gerutu Andin.


Mark tersenyum," Andin sayang, ada yang ingin kusampaikan," ucap Mark.


"Apa? Jangan aneh aneh, kau seperti akan mengucapkan salam perpisahan, jangan membuatku panik hiks hiks hiks, " Gadis itu kembali menangis sambil memeluk kekasihnya.


"Hmmm , ternyata kekasihku sangat mencintaiku ya," ucap Mark dengan lembut.


"Ada apa Mark? Jangan buat aku takut," ucap Andin lagi.


Mark tersenyum, dengan tangan kanannya dia merogoh sesuatu dari kantong celananya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil berisi cincin permata yang sangat indah.


Andin malah bingung dengan apa yang terjadi, Ken, Bima dan Rose tersenyum melihat apa yang akan dilakukan Mark.


"Sayang aku sangat mencintaimu kau telah banyak mengubah diriku, membuka pikiranku tentang dunia, memberi warna pada hidupku," ucap Mark.


"Aku tak mau kehilangan dirimu, maukah kamu jadi pendamping hidupku, menjadi ratuku, menjadi prioritas utama ku sampai akhir hayat ku? Will you marry me my love?" Tanya Mark sambil menatap Andin yang terpaku saat mendengar kata kata.


Air mata Andin lolos begitu saja saat mendengar ucapan kekasihnya, dia benar benar tidak menyangka akan mendapatkan lamaran dari kekasihnya melihat betapa sibuknya Mark selama ini.


"A.. apa kau yakin menjadikanku istrimu? Apa kau yakin kau bisa membagi waktu denganku? Apa kau yakin akan menjadikan aku sebagai prioritas bukan pekerjaan mu?" Pertanyaan itu lolos begitu saja dari bibir mungil gadis itu.


Mark tersenyum, "Aku sangat yakin sayang", jawabnya dengan tegas.


"Hiks hiks hiks, aku mau, aku mau"ucap Andin sambil mengangguk, air matanya kembali lolos dari pelupuk matanya.


"Terimakasih sayang, aku benar-benar mencintai mu, " Ucap Mark sambil memasangkan cincin itu di jari manis Mark.


"Aku juga mencintaimu," balas Andin.


"Tapi kau benar benar memanfaatkan semua waktu, bagaimana bisa kau melamar dalam keadaan kacau begini, dasar pria kaku!" Celetuk Andin yang malah mengundang gelak tawa diantara mereka semua.


"Pfftttthhh hahahhahaha, Mark kau tidak romantis hahhaha" ejek Bima.


"Biar saja, yang penting gak jomblo! " Balas Mark yang sudah tidak sekaku itu lagi.


Mereka semua terbelalak saat mendengar Mark membalas ledekan Bima.


Bima mengerucutkan bibirnya, dia kesal karena Mark benar benar berubah sekarang.


"Hahahahah makanya cari jodoh Bim!" Kekeh Ken.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 😉😉😉


__ADS_2