
Seseorang memegang tangan Sarah yang terangkat dan hendak memukul si kembar dan.....
Brukk
Sarah kembali dihempaskan ke lantai dengan cara yang sangat kasar. Sarah menoleh dia melihat seseorang dengan masker dan kacamata hitam , seorang perempuan misterius yang menatapnya melalui kacamatanya.
"Siapa kau? Kenapa kau ikut ikutan hah!!" Pekik Sarah yang amarahnya mulai membuncah.
Gadis itu menurunkan kacamatanya sampai hidung, dia adalah Celine, dia melihat Sarah dengan tatapan sinis.
"Kita bertemu lagi Pelakor!" Ucap Celine dengan nada yang benar benar dingin dan datar.
"Ante celinnnn" teriak si kembar sambil menghampiri Celine dan memeluk kaki jenjang gadis es balok itu.
"Hai tampan," sapa Celine ramah berbeda dengan saat dia berbicara dengan Sarah.
Aiden, Bima dan Luna memperhatikan gadis itu, gadis yang tatapan matanya begitu dingin.
"Dia persis seperti kak Ken, Kak Mark, dan Kak Bima, kulkas lima pintu !" Batin Luna.
Sarah bangkit berdiri, dia mengusap tangan dan kakinya sambil merengek.
"Bima kau lihat kan wanita ini, dia mendorongku, hiks hiks hiks, dia dia adalah mantan pria berengsek itu, pria itu selalu mengejar ngejar dia, hiks hiks hiks,"rengek Sarah dengan air mata buaya nya.
"Bukan urusanku," ucap Bima datar tanpa menoleh, matanya hanya tertuju pada si kembar yang asik nangkring di kaki Celine.
"Kenapa si kembar nempel terus dengan perempuan itu, mereka tak biasanya mudah dekat dengan orang lain," gumam Bima.
"Ck... Ahhkk... Sial, kau!! Tunggu pembalasanku!!" Ucap Sarah sambil menunjuk Celine dengan tatapan tajam.
"Sayang apa telinga kalian tidak sakit mendengar ocehan nenek itu?" Ucap Celine sambil berjongkok dan memeluk si Kembar.
"Atit Ante, sualanya terlalu keyass" celetuk Christo sambil menutup telinganya dan memasang wajah sedih begitu juga dengan Christan.
Celine membuka maskernya, dia menatap Sarah dengan sinis,"kau dengar kan, syuh pergi sana!" Ucap Celine.
"Sial4n kau Celiiiinn!!!" Pekik Sarah sambil mengepalkan kedua tangannya lalu pergi dari sana dengan menghentakkan kakinya.
"Hahahha, ante jelek udah pelgi yeeeee ante Celin hebat!" Seru si kembar.
"Kalian yang hebat, dasar jahil," ucap Celin sambil mencolek hidung si kembar.
Beberapa saat kemudian dia menyadari tatapan ketiga orang dewasa di depannya, dengan cepat dia berdiri.
__ADS_1
"Maaf atas kelancangan saya," ucap Celine sambil membungkuk hormat.
"Mama, kenalin ini ante Celine, " ucap Christan sambil memegang tangan Luna.
"Kenal darimana sayang?" Tanya Luna lembut membuat Celine terperangah saat mendengar ucapan Luna yang begitu hangat.
"Wah... Baru kali ini aku menemukan wanita selembut dia, hanya mendengar suaranya saja membuat hati ini hangat," batin Celine.
"Oh... Itu tadi kita Cali tali teyus ketemu ante Celin dan kita dikasih tali untuk nenek jelek itu," jelas Christo.
"Hmmm jadi anak anak Mama pergi diam diam tanpa permisi?" Ucap Luna sambil menatap kedua putranya, dia berjongkok di depan mereka.
"Solly Mom," cicit keduanya sambil menunduk dan memainkan jari jari mereka dengan wajah kecewa.
"Dengarkan Mama, apa pun keadaannya jangan sampai kalian pergi tanpa sepengetahuan Mama dan uncle, kalau ada apa apa dengan kalian, Mama nggak bisa hidup sayang, kalian hidup Mama kalau kalian hilang Mama gak bisa hidup lagi," jelas Luna memberi pengertian pada kedua putranya.
Baby C menatap Luna dengan mata berkaca-kaca, "solly Mom nggak diulangi lagi, jangan sedih yaa" ucap keduanya sambil mengusap wajah Luna.
"He..em ya udah lain kali permisi ya sayang," ucap Luna yang dianggukkan oleh Si kembar.
"Halo nona, saya Luna Mamanya di kembar, maaf telah merepotkan Anda," ucap Luna sambil tersenyum manis.
"Ahh saya Celine, bukan masalah nyonya, saya senang membantu anak anak menggemaskan ini," ucap Celine tersenyum ramah.
"Nona apa hubunganmu dengan j4l4ngg itu?" Tanya Bima yang tak segan segan menghina Sarah di d pan orang lain.
"Aku tak punya hubungan apa pun dengan pelakor itu!" Ucap Celine datar, tatapan matanya kembali dingin.
"Sudah sudah, tak enak didengar orang, jangan membicarakan sampah," tambah Luna.
"Ma, j4l4ngg itu apa? Pelakol itu apa?" Tanya si kembar yang membuat Bima dan Celine menyadari kesalahan mereka.
"Eh... I.. itu," Luna terdiam.
"Apa Mom?" Tanya keduanya penasaran.
"Itu sejenis sampah, gak usah di bahas ya, itu urusan orang dewasa," ucap Celine membantu menjelaskan pada si kembar.
"Oohhh... Jadi nenek tadi sampah ya, oke deh," ucap keduanya membuat mereka semua tepuk jidat dengan analisis kedua bocah itu.
"Kalau begitu saya permisi nyonya, tuan tuan," ucap Celine sopan, sebab dia tau siapa mereka, orang orang penting di dunia bisnis, hanya Sarah saja yang bodoh memilih lawan, memang penampilan Luna begitu berbeda ketika dia di make up, tetapi Sarah memang terlalu bodoh hingga tidak mengenali pemilik galeri aksesoris ternama di Indonesia "The Lunar" istri dari Presdir J.B grup.
"Sampai jumpa lagi tampan!" Ucap Celine melambaikan tangan pada si kembar.
__ADS_1
"Bye bye Ante Celine!" Ucap Keduanya membalas lambaian tangan Celine sambil tersenyum manis berbeda dengan cara mereka menatap Sarah yang mereka sebut sebagai nenek.
Celine pergi meninggalkan mereka, Bima tampak memikirkan sesuatu, dia menatap gadis yang sudah beranjak pergi meninggalkan mereka.
"Apa itu dia? Tapi dia tidak sedingin itu dulu," gumam Bima.
"Kau mengenalnya?" Tanya Aiden yang membuat Luna dan si kembar menatap Bima.
"Ya aku tau siapa dia, dia pernah menyelamatkanku saat kita di kejar kejar preman dan aku dituduh mencuri Uang karena ulahmu waktu itu," ucap Bima sambil menatap Aiden mengingat masa lalu mereka.
"Ohh kejadian waktu itu hahahahahahah, aku ingat kau sampai dikejar kejar preman karena wajah dan tubuhmu dipenuhi lumpur hahahaha" Aiden tertawa mengingat masa lalu mereka.
"Dan aku sangat ingat bagaimana saat itu kau mendorongku ke genangan lumpur membuat penampilanku berantakan, saat itu kita masih kuliah dan kau benar benar tengil!!" Ketus Bima.
"Heii aku juga kena hukuman dari kalian kan, kalian membuatku berkeliling dengan wajah seperti badut!" Ucap Aiden.
"Jadi apa nona tadi tidak mengenal kakak?" Tanya Luna.
"Sepertinya tidak Na, waktu itu wajahku benar benar dipenuhi lumpur akibat ulah si kunyuk ini, persis seperti pemulung sampai sampai aku dikira pencuri dan dikejar kejar preman," jelas Bima.
"Beruntung waktu itu dia menarik tanganku dan membawaku bersembunyi di dalam mobil mereka, dia gadis yang baik dan ramah waktu hanya saja sekarang tatapan matanya begitu dingin," ucap Bima.
"Sama persis denganmu kak, kakak juga sangat dingin pada orang lain," ucap Luna.
"Eh... Yah emang gitu heheheh" kekeh Bima sambil menggaruk lehernya.
"Ya sudah cari makan yuk, lapar nih," ucap Aiden.
"Ayooooo" seru si kembar.
Sementara itu dari kejauhan Sarah mengintip Bima dan yang lainnya sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Sialan kau Celine, kau mempermalukan aku di depan Bima, dan kau Bima aku akan pastikan kau kembali menjadi milikku, mana bisa aku menyia-nyiakan tambang emas seperti dirimu, dan untukmu wanita kurang ajar aku akan memberi perhitungan padamu dan anak anakmu," ucap Sarah.
"Sepertinya aku harus mencari tahu tentang Mereka lebih dalam lagi" ucap Sarah.
.
.
.
Like, vote dan komen 😉😉😉
__ADS_1