Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
S2 B&C ( Private Room)


__ADS_3

Mereka semua kini berada dalam ruangan private milik Celine, ruangan serba hitam dengan penataan barang yang unik dan klasik.


Gama dan Alex baru saja tiba di tempat itu setelah mengganti pakaian dan mobil mereka untuk mengecoh orang mencurigakan. Mereka membawa beberapa laptop untuk membantu penyelidikan mereka.


"Semoga kalian nyaman dengan ruangan ini, kalau begitu saya permisi tuan tuan, dan nyonya Nyonya," ucap Celine undur diri dari ruangan itu setelah memastikan pesanan mereka dihidangkan di dalam ruangan itu.


"Terima kasih," ucap mereka sopan, meskipun mereka memiliki jabatan maupun kekayaan yang melimpah tidak membuat mereka menjadi sosok yang sombong dan tidak menghargai orang lain.


"Ante jangan pelgiii!!!" Teriak si kembar dan baby Aurel.


Mereka menoleh ke arah ketiga anak kecil itu.


" Sayang Tante Celine nyaau kerja jangan diganggu ya, " ucap Bima, "Maaf nona silahkan lanjutkan pekerjaan Anda," ucap Bima tak enak.


"Huaaaaaaa..... Nggak mau, ante Celine harus disini huaaaaaa," ketiga bayi itu menangis sambil berteriak membuat ruangan penuh dengan suara tangisan mereka.


"Sayang jangan begitu, tantenya mau kerja," ucap Luna mengingatkan ketiga bocah itu.


Mendengar Luna melarang mereka membuat ketiganya menunduk sedih dan tak berani melawan lagi, Luna dan yang lainnya jadi tidak tega melihat wajah sedih ketiga bocah itu.


"Nona mohon bantuannya,bisakah anda tetap disini?" Tanya Bima yang tidak suka jika ketiga bayi itu menangis sedih.


"Jika kalian mengijinkan saya busa membantu, saya pikir Anda semua sedang melakukan pertemuan penting, saya rasa tidak seharusnya saya disini," ucap Celine yang langsung paham dengan situasi mereka.


"Bukan masalah selama Anda bisa menjaga rahasia, anggap saja Anda tidak pernah mendengar apa pun dari kami," ucap Gama.


"Baiklah saya akan duduk disini bersama mereka," ucap Celine mengambil tempat duduk di salah satu sofa di dalam ruangan itu.


"Tante Celinenya gak jadi pergi sayang, jangan nangis lagi ya," ucap Bima sambil mengusap pipi baby Aurel.


Ketiga Baby itu langsung berubah menjadi ceria setelah mendengar perkataan Daddy Bima mereka, dengan cepat ketiganya menghampiri Celine, Aurel duduk di pangkuan Celine dan si kembar duduk di masing masing sisi Celine.


"Kenapa tadi nangis sayang, jangan sedih lagi ya, Tante disini kok," ucap Celine sambil mengusap wajah ketiga bocah itu.


"Heheh kita nggak mau Ante pelgi, dicini aja sama kita," ucap Christan.


"Iya iya," ucap Celine.


Sementara itu, Bima dan yang lainnya memulai penyelidikan mereka tentang kejadian aneh di rumah besar kelurga Park.


"Apa kalian punya seseorang yang patut untuk di curigai?" Tanya Bima sambil menatap layar laptop yang sudah mereka aktifkan.


"Aku curiga dengan pelayan baru itu, dan ini.." Luna menyerahkan ponsel Christan yang menangkap gambar seorang pelayan yang mengawasi mereka dari balik pintu.

__ADS_1


"Dia? Dia kan pelayan baru ya?" Tanya Aiden.


"Ya Dia pelayan baru yang dibawa Bi Eni, baru dua Minggu ini dia bekerja di rumah besar, dan sejauh ini pekerjaannya baik baik saja, tak ada yang mencurigakan," jelas Gama.


"Apa Bi Eni juga ada hubungannya dengan hal ini!" Ucap Bima menaruh curiga pada wanita yang sudah lama bekerja di keluarga Park itu.


"Kita tidak tau, kapan pun pengkhianatan bisa terjadi tidak memandang siapa orangnya," ucap Mikha yang dibalas anggukan setuju oleh mereka.


"Tapi sepertinya bukan hanya dia yang mengawasi kita, Christo menemukan pelayan ini juga mengintip kita dari sisi lain, gelagatnya yang paling mencurigakan, apa mungkin mereka bekerja sama?" Ucap Luna sambil menunjukkan seorang pelayan laki laki yang tampak mondar mandir kesana kemari dan sesekali melirik mereka.


"Coba kita cari tau tentang keduanya, aku tidak yakin kalau Sarah sampai berani membayar orang untuk masuk ke kediaman kita," ucap Bima sambil mengeraskan rahangnya.


Mendengar nama Sarah, membuat Celine terkejut sekaligus penasaran, namun dia mencoba untuk tetap diam dan menahan rasa penasarannya.


"Baik akan segera diselidiki,," ucap Luna dan Alex yang langsung mengutak Atik laptop mereka mencoba meretas dan menemukan semua petunjuk tentang orang orang itu.


Tak... Tak.. takk


Terdengar jari mereka begitu lincah menari nari di atas papan ketik.


"Bima, coba tanyakan sekretaris mu apakah Sarah mengunjungi dia di kantor mu?"ucap Bima.


"Tak perlu ditanyakan, dia pasti melakukan hal nekat itu, tapi aku tak habis pikir dia sampai mencari informasi tentang kita semua," ucap Bima.


"Dia minta kembali bersamaku," ucap Bima yang membuat Alex dan Gama cukup terkejut.


"Dia memang tidak tau diri, setelah pergi meninggalkanmu dan menikah dengan temanmu yang bajingan itu, dia datang lagi dan meminta balikan denganmu, " ucap Aiden kesal.


"Jangan sampai masalah ini membahayakan anak anak, untuk sementara kita pindah saja ke rumah Aiden," ucap Gama.


"Ya kau benar, rumah besar Park tidak aman, sementara ini kita tinggal di rumahku saja itu akan lebih baik, dan tak perlu membawa pelayan, mereka semua patut dicurigai!" Ucap Aiden.


"Sarah dasar wanita murahan beraninya kau bermain main denganku, bagaiman cara menghancurkan wanita sialan itu," geram Bima.


"Kak dia sudah bercerai dengan Jerry seminggu yang lalu, dan dia mengirimkan mata mata untuk mengawasi kita dan khususnya kak Bima, belum tau apa motifnya tapi dia sepertinya merencanakan sesuatu yang besar," ucap Luna.


"Dia meminta nomor ponselmu langsung dari sekretaris mu, dengan mengatakan kalau dia adalah teman baikmu serta alasan lain yang membuat sekretaris mu memberikan nomor ponsel mu pada nya," jelas Alex.


"Lalu bagaimana dengan pelayan perempuan itu? Apa kalian menemukan sesuatu yang mencurigakan?" Tanya Bima.


"Pelayan perempuan itu aku tidak tau apa motifnya, tetapi pelayan laki laki itu sudah pasti suruhan Sarah!" Ucap Luna.


Mereka semua saling menatap, berani sekali orang ini bermain main dengan keluarga Park pikir mereka.

__ADS_1


"Sial, nekat sekali wanita itu!" Geram Bima.


"Lalu apa yang akan kau lakukan? " Tanya Gama, "Aku tak mau anak anak celaka karena mantan kekasihmu itu, dan lagi ada dua penyusup di rumah besar Park dan keduanya di bawa oleh Bi Eni, ini sungguh mencurigakan," ucap Gama.


"Aku akan mengurus j4l4ng sial4n itu, berani sekali dia meminta kembali bersama ku bahkan sampai menguntit kita seperti ini!!!" Ucap Bima dengan sorot mata tajam dan dingin, dia benar benar marah saat ini.


Tiba-tiba ponsel Celine berbunyi menghentikan ketegangan di dalam ruangan itu.


"Maaf lanjutkan, akan saya angkat dulu, kalian disini sebentar," ucap Celine namun ketiga bayi itu tidak mau lepas.


"Bicara disini saja nona, mereka tak akan mau melepaskan anda," ucap Aiden.


"Baik," jawab Celine.


Celine mengangkat panggilan itu, tampaknya panggilan dari bawahannya di cafe itu.


"Halo Bu Bos, di depan ada pria yang memaksa ingin bertemu dengan Ibu, dia mengatakan kalau dia kekasih Ibu, apa kami ijinkan dia masuk? Dia memaksa masuk dan membuat keributan" ucap Adit.


"Jangan biarkan dia masuk, kalau perlu usir saja aku tidak tau siapa itu," ucap Celine kesal.


"Celine ini Aku Jerry kekasih mu, biarkan aku masuk, jika tidak aku akan menghancurkan Cafe ini!!" Teriak Jerry dari panggilan itu.


"Sialan kau Jerry!!!" Kesal Celine dengan wajah benar benar marah, wajahnya memerah karena mendengar nama pria bajingan itu.


"Jerry?" Mereka begumam, secepat mungkin Luna mencari info tentang Celine yang tengah menerima panggilan itu, tak sampai satu menit dua mendapat semua informasi tentang Celine.


"Kak dia mantan tunangan pria yang menikah dnegan Sarah," ucap Luna yang membuat mereka semua terkejut.


Celine bangkit berdiri dan mendudukkan Aurel diantara si kembar dia harus menangani masalah ini.


"Sayang, Tante keluar sebentar, ada tikus yang harus disingkirkan nanti pelanggan Tante gak nyaman," ucap Celine.


"Baiklah, tapi cepat datang ya Ante," ucap mereka bertiga yang dibalas anggukan kepala oleh Celine.


"Tuan tuan, nyonya nyonya saya permisi, ada urusan sebentar," ucapnya yang dibalas anggukan kepala oleh mereka.


Celine pergi keluar, mata Bima terus menatap gadis itu.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😉😊


__ADS_2