Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
128


__ADS_3

(Awas ada bagian hareudangnya, bagi yang tidak nyaman silahkan di skip)


..."Aku milikmu dan kamu milikku sekarang dan sampai selamanya,"...


...-Luna Christina-...


..."Aku mencintaimu, Terimakasih Sayang"...


...-Gamaliel Park-...


...****************...


Hari berganti menjadi malam, Luna dan Gama sudah kembali ke kediaman mereka setelah mengantarkan Aiden, Bima dan Alex, yang menggunakan pesawat pribadi milik Gama untuk terbang ke Belanda.


Perusahaan Aiden dan Bima diurus oleh Asisten mereka masing-masing selam mereka disana. Ken dijaga oleh pengawal di rumah sakit, Mark meminta agar dia yang menjaga Ken di rumah sakit sebab ia tau tuan dan nyonya yang sangat dihormatinya pasti lelah.


"Kalian sudah tiba kak, bagaimana keadaan kak Ken?" Tanya Anna yang menyambut kedatangan pasangan itu, mereka tadi juga di beritahu mengenai kondisi Ken dan Aiden yang sedang berduka.


"Baik baik saja, kak Ken akan menjalani perawatan," ucap Luna sembari memeluk Adiknya.


"Kamu bagaimana hari ini?" Tanya Gama yang malah ikut nimbrung memeluk dua gadis kesayangannya itu.


"Anna seperti biasa lancar, aman sentosa hehehe," jawab Anna.


"Kak Ferdi dan Kak Andin dimana?" Tanya Luna.


"Ahhh mereka sedang mengerjakan proyek besar mereka kak, mereka di ruang kerja," jawab Anna yang dibalas anggukan oleh Luna.


"Kalian sudah makan malam?" Tanya Luna lagi seraya melepaskan pelukannya begitu juga dengan Gama.


"Sudah, kalau kalian?" Tanya Anna.


"Sudah juga kok," jawab Gama .


"Kalau begitu kami ke kamar dulu ya Na, kakak mau bersih bersih dulu, badan ini rasanya gerah!" Ucap Gama lagi.


"Oke kak, ehh tapi kak Luna sini bentar deh," ucap Anna sambil menarik lengan Luna.


"Ada apa?" Tanya Luna yang ditarik meninggalkan Gama sendirian disana.


"Kak apa kakak udah ngisi, aku cemburu sama temenku, aku pengen banget pamerin kalau aku juga punya keponakan kecil yang gemesin," bisik Anna.


"Astaga Na, kamu ini kok mikirin itu melulu sih?" Bisik Luna kaget.


"Hehehh, Anna suka anak kecil, apalagi kak Gama, dia senang banget sama anak kecil," ucap Anna seraya melirik Gama yang menatap mereka bingung.


"Arhhh kamu ini, sudah sana itu urusan orang dewasa bukan urusan kamu, sana gih tidur!" Usir Luna yang wajahnya sudah merona.


"Ck... pokoknya jangan lama lama ya kak, eheheheh" ucap Anna meninggalkan mereka.


Luna menghampiri suaminya yang memasang wajah penasaran dan bingung.


"Ada apa? Kenapa wajahmu memerah," tanya Gama.


"Ah...eh...ummm nggak kenapa-kenapa kok cuma kepanasan aja, ini aku gerah banget pengen cepat mandi," ucap Luna yang berjalan terlebih dahulu menuju kamar mereka.


Jantungnya berdegup kencang saat di dekat suaminya, seketika ia ingat dengan ucapan Anna dan sudah seharusnya dia memenuhi hal itu.


"Sayang ada apa?" Tanya Gama khawatir, dia mengejar istrinya ke dalam kamar lalu mengunci kamar mereka seperti biasa.


"Ummm? Nggak ada apa-apa, kamu mandi duluan gih biar aku siapin pakaian kamu," ucap Luna sambil mendorong suaminya ke dalam kamar mandi.


Dengan wajah bingung Gama masuk ke dalam kamar mandi dan melakukan aktivitas mandinya.


Luna duduk di pinggir kasur, dia memegang dadanya yang terasa berdegup kencang.

__ADS_1


"Huhhffhhh.... kenapa aku jadi gelisah begini sih, padahal kan wajar wajar saja kalau kami melakukan itu," gumam Luna.


"Dia juga sudah menahan dirinya selama ini, dia bahkan selalu memperlakukan ku dengan baik, dia tidak memaksa dan tidak menyakitiku, " ucapnya lagi.


"Baiklah, jika dia menginginkannya maka aku siap," ucap Luna meyakinkan dirinya.


Luna beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil pakaian tidur untuk dirinya dan suaminya.


Beberapa menit kemudian, Gama sudah selesai mandi, dia keluar dengan hanya berbalut handuk di bagian bawah tubuhnya sehingga mengekspos otot otot perut dan tubuh bagian atasnya yang kekar dan tegap.


Luna sedang membersihkan make upnya seketika terkejut saat melihat Gama keluar hanya dengan handuk yang melilit di tubuhnya.


"Astaga kenapa kau tidak pakai baju!!" Ucap Luna gugup.


"Kan bajuku di luar sayang,kenapa hmmm?apa kau malu?" Tanya Gama sambil mendekati Luna.


Luna reflek berdiri, dia meletakkan pembersih wajahnya di atas meja dan dengan cepat dia menyambar pakaiannya lalu berlari ke dalam kamar mandi.


Jantungnya berdegup kencang saat melihat pemandangan itu.


"Heheheh menggemaskan sekali kau sayangku," batin Gama saat melihat istrinya lari terbirit-birit ke dalam kamar mandi dengan wajah memerah.


Di dalam kamar mandi Luna bersandar pada pintu, dia memegang dadanya yang berdegup kencang.


Puk puk puk


Luna memukul kedua pipinya dengan tangannya.


"Arhhh sadar Luna, sadar, aduh...kenapa aku jadi gugup begini sih," batin Luna.


Luna melakukan ritual mandi nya selama 30 menit. Selesai mandi dia keluar dengan pakaian lengkap sambil menggosok rambutnya yang basah.


Gama yang sedang memainkan ponselnya melihat kedatangan Luna. Dia tersenyum melihat wajah polos istrinya, segera ia bangkit lalu menyalakan hari dryer.


"Mau ngapain?" Tanya Luna.


Gama menyalakan alat tersebut dan mengembangkan rambut Luna sambil mengacak acaknya agar cepat kering.


"Istriku cantik banget sih," ucap Gama sambil menatap Luna di kaca.


"Heheh iya dong, Luna gitu loh," jawabnya sambil terkekeh.


Beberapa menit Gama mengeringkan rambut Luna, dan akhirnya rambut panjang berwarna biru itu kering dengan sempurna. Gama mengoleskan serum rambut seperti biasa Luna lakukan dan menyisirnya dengan lembut.


"Kamu kok bisa hapal sih?" Tanya Luna yang memperhatikan suaminya melakukan semua perawatan itu dengan lembut.


Gama tersenyum dia memutar tubuh Luna hingga kini mereka dalam posisi berhadapan.


"Tentu saja aku hapal sayang, kau istriku jadi aku hapal semua hal tentangmu," ucap Gama sambil menatap dalam netra istrinya.


" Terimakasih sayang," ucap Luna sambil mengecup bibir Gama.


Cup


Satu kecupan lembut dari istrinya membuat Gama terdiam, sangat jarang istrinya melakukan hal seperti ini namun dia menyukainya.


Gama meletakkan sisir yang ada di tangannya, dia menatap dalam mata Luna. Perlahan dia mendekat, semakin dekat hingga bibir mereka saling bersentuhan.


Gama mengecup bibir itu berkali-kali sambil menatap mata Luna dengan dalam.


Luna dan Gama tersenyum di sela sela kecupan itu. Kecupan itu perlahan berubah menjadi ciuman panjang. Gama menarik tengkuk Luna memperdalam ciuman mereka.


Luna membalas permainan suaminya, dia melingkarkan tangannya di leher panjang suaminya dan menutup kedua matanya menikmati permainan yang diberikan Gama padanya.


Dirasa tak ada penolakan, Gama mengangkat tubuh Luna dengan posisi Luna seperti anak koala yang bergantung di pohon.

__ADS_1


Mereka terus melakukan ciuman itu, hingga terdengar suara decapan memenuhi ruangan kamar itu.


Dengan lembut Gama membawa Luna menuju tempat tidur, dia membaringkan tubuh gadis itu tanpa melepaskan ciumannya.


Kini Luna berada di bawah kungkungan pria itu, mereka sesaat menikmati ciuman panjang itu.


Perlahan ciuman itu semakin menuntut, Gama turun ke leher jenjang sang istri, memberikan kecupan dan tanda kepemilikan di sana yang sontak membuat Luna merasakan sesuatu di dalam dirinya semakin membuncah, hasrat yang perlahan bangkit dan membuat jantung keduanya berdegup kencang.


Tangan Gama mulai aktif, satu tangannya menelusup ke piyama gadis itu dan mengelus perutnya dengan lembut membuat Luna sedikit terkejut.


Gama tersadar dia menghentikan aktivitasnya dia benar-benar terbawa suasana, tapi dia tidak akan melakukannya jika itu hanya akan membuat Luna ketakutan.


"Maafkan aku, aku kelepasan lagi maaf," ucap Gama saat menyadari istrinya sedikit takut.


Luna menatap mata suaminya dia menangkupkan kedua tangannya di wajah Gama.


"Tak apa lakukanlah, aku milikmu dan kau milikku," ucap Luna sambil tersenyum lembut.


Mendengar ucapan Luna Gama merasa sangat bahagia karena mendapat izin untuk memiliki Luna seutuhnya.


Entah sejak kapan kini mereka berdua sudah sama-sama polos.


Perlahan Gama menarik tangan Luna yang menutupi wajahnya.


"Lihat aku sayang," bisik Gama di telinga Luna.


"Aku malu,"cicit Luna.


"Kau menggemaskan," ucapnya lagi.


Gama melancarkan aksinya, dia memimpin permainan, tangannya bermain dengan bebas di tubuh Luna. Gama mengecup Luna, dan melanjutkan permainannya.


"Ini akan sedikit sakit," bisik Gama .


Dia melakukan penyatuan mereka dengan lembut, namun karena ini pertama kalinya bagi Luna, Gama benar-benar harus berusaha keras untuk menembus dinding pertahanan itu.


"Emphh...arhhh, sa..sakit," lirih Luna sambil mengeluarkan air matanya.


Luna meringis saat merasakan sesuatu masuk ke dalam intinya yang tak pernah disentuh siapa pun.


"Tahan sebentar," ucap Gama yang masih berusaha.


Dan ya akhirnya mereka mencapai puncaknya.


Mereka melakukannya hingga beberapa jam, Gama benar-benar melakukan hal itu dengan lembut hingga membuat Luna yang awalnya kesakitan menikmati permainan mereka.


Hingga mencapai puncaknya Gama menyemburkan benihnya dengan harapan akan tumbuh dan berkembang Luna atau Gama junior di dalam rahim itu.


Gama memeluk istrinya dengan erat, dia mengangkat tubuh Luna, membawanya ke kamar mandi untuk membersihkan sisa permainan panas mereka.


Setelah itu mereka terlelap dengan saling memeluk .


Akhirnya malam itu Luna menjadi milik Gama seutuhnya.


"Terimakasih sayang, aku mencintaimu," ucap Gama sembari mengecup kening Luna dengan penuh cinta.




.


.


.

__ADS_1


Ada yang panas tapi bukan Api, eh jangan lupakan jempolnya ya, vote juga, komentar dan hadiahnya kalau boleh banyak banyak hehehe 😉😉😉


__ADS_2