Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
Rumah Sakit


__ADS_3

Aiden dan Mikha kini berada di rumah sakit, akibat luka tusuk yang dialami Aiden, mereka harus bermalam di rumah sakit sampai Aiden merasa cukup baik, sebab akibat luka tusuk yang lebar dan cukup dalam itu Aiden sampai demam tinggi.


Mikha sangat panik saat ini, dia terus berada di samping suaminya yang masih tidur akibat efek obat.


Beberapa saat lalu dia sudah menghubungi rumah besar Park tentang kejadian yang mereka alami, dia menjelaskan dengan detail semua kejadian di kampus tadi.


Mikha tampak duduk merenung di samping brankar Aiden, dia mengingat bagaimana Aiden melindungi dan mendukungnya untuk bisa membalaskan semua sakit hatinya selama ini.


Tanpa terasa air mata Mikha menetes, dia menggenggam tangan Aiden sambil menangis sedih.


"Maaf karena aku kau harus terluka seperti ini, maafkan aku, cepatlah bangun, jangan membuatku khawatir," lirih Mikha.


"Kau membalaskan semua sakit hatiku, dan memberikan semangat bagiku, kalau begini siapa yang akan menyemangati ku lagi? bangunlah kumohon hiks hiks hiks," Mikha menangis tersedu-sedu di samping Aiden, dia benar-benar sedih dengan keadaan suaminya saat ini.


"Pfftttthhh hahahhahaha, aku benar-benar ingin tertawa hahahah, wah enak juga begini, bisa modusin Mikha, jarang jarang dia mau megang tanganku, biasanya aku sendiri yang selalu berinisiatif hahahhahaha," Batin Aiden.


Ternyata Aiden cuma pura pura sakit, hadeh Den kau memang selalu berbuat hal yang luar biasa aneh!


"Jangan sakit kumohon, aku khawatir," ucap Mikha lagi, jujur saja perasaannya mulai tumbuh karena Aiden memperlakukan dirinya dengan begitu baik, siapa yang tidak akan jatuh hati dengan sifat jenaka Aiden yang walau mengesalkan tetapi tetap ngangenin kalau kata anak jaman sekarang.


"Dia menangis lagi, kasihan juga sih, tapi aku pengen kami lebih dekat heheheh, kan gak enak tidur satu kamar gak bisa saling peluk, wohohh Aiden otakmu luar biasa hahahaha," Aiden bermonolog dengan dirinya sendiri, untung dia jago akting jika tidak dia pasti sudah tak bisa menahan tawanya sedari tadi.


Kejadian saat Aiden dibawa ke rumah sakit,


Aiden dan Mikha di bawa oleh pengawal yang mengemudikan mobil Aiden menuju rumah sakit dimana dokter George di tempatkan, rumah sakit yang sama dengan tempat nenek Rose di rawat.


Tampak wajah Aiden pucat karena dia mulai kehilangan banyak darah, sebab luka tusuk itu tidak main main dalamnya, selain itu lebih tepat kalau dikatakan lengan Aiden sobek akibat pisau tajam yang di lemparkan oleh Bianca.


Bianca dan teman temannya sendiri sudah diurus oleh pengawal dan asisten Aiden, mereka akan menjalani proses hukum dan hari itu juga keluarga mereka semua hancur berantakan.


sebenarnya saat di depan kelas Mikha tadi, Aiden sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk menjatuhkan Bianca dan temannya, tepat pada saat Aiden mendengar teriakan Bianca dia langsung mengirim semua file itu ke pihak berwajib dan media pers tentunya.


Kembali ke rumah sakit, Aiden kini di tangani oleh dokter George, Mikha sendiri menunggu di ruang tunggu dengan wajah panik dan takut bahkan ketakutannya setelah kejadian tadi masih membekas dalam pikirannya.


Di dalam ruangan pemeriksaan, Aiden berbicara pada Dokter George.


"Dok katakan padanya kalau aku harus menginap, katakan saja kalau lukanya cukup dalam agar dia menurut, kalau boleh sedikit menambahkan bumbu drama juga gak apa aapa dok, tolong ya!" pinta Aiden yang sedang diperiksa oleh Dokter George.


"Buat apa tuan? nanti nona Mikha semakin panik," ucap Dokternya George.


"Ini untuk kedekatan hubungan kami dok, kumohon ya, please ya dok pleaseee!!!" mohon Aiden sambil mengedipkan matanya agar Dokter George menuruti keinginannya.


"Tuan tanpa saya tambahi pun, kondisi tuan memang sudah lemah, suhu tubuh tuan cukup tinggi, kalau memang tuan ingin saya menambahkan sedikit bumbu drama, akan saya lakukan," ucap Dokter George yang membuat Aiden tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Baik terimakasih dok,dan mohon berikan aku obat ini sangat sakit arhhhhh... shhhhhh... sial sekali aku harus tertusuk seperti ini aarhhhhh!!!"Aiden merintih saat dia mengingat kembali lukanya itu.


"Ck.. ck..ck.. kalau membicarakan nona Mikha, tuan sama sekali tak merasa sakit, sekarang baru kesakitan," ledek Dokter George.


Setelah memeriksa Aiden dan memberikan obat, Dokter George keluar dari dalam ruangan dan menjelaskan pada Mikha seperti yang dikatakan Aiden tadi.


Mendengar Dokter George mengatakan bahwa tangan Aiden berkemungkinan di amputasi membuat Mikha panik dan menangis ketakutan,saat itulah dia langsung menghubungi rumah besar Park.


Kembali ke masa sekarang,Mikha masih setia mendampingi Aiden.


"Bagaimana ini? dokter mengatakan kalau tanganmu bisa saja di amputasi, kumohon bangunlah!" lirih Mikha saat mengingat ucapan Dokter George tadi.


"Wah Dokter George sekalinya bertindak langsung ke amputasi ya, pantas Mikha sekhawatir ini,"batin Aiden yang hanya berpura-pura tidur.


Ceklek...


Pintu rumah sakit dibuka, tampak Gama, Luna bersama Ken dan Rose masuk ke dalam ruang perawatan Aiden, yang lain belum bisa datang karena ada urusan masing-masing.


"Kak Mikha!" panggil Luna pelan.


Mikha menoleh, dia segera menghampiri Luna dan memeluk ibu hamil itu.


"Luna hiks hiks hiks, bagaimana ini Aiden dia belum sadar juga, " tangis Mikha sambil memeluk Luna.


Luna membalas pelukan Mikha dan menepuk punggung gadis itu.


Lain halnya dengan Ken dan Gama mereka berjalan mendekati Aiden.


"Ck... ck... ck... istrimu sendiri kau kibuli dasar otak udang!" umpat Gama dalam hati.


"Sepertinya enak kalau dikerjai," bisik Ken ke telinga Gama yang membuat pria itu tersenyum licik.


"Hahahah, kau benar Ken," balas Gama.


"Ya Tuhan aku merasakan hawa buruk, apa yang akan terjadi pada ku, mau ngapain sih dua manusia kolot ini berdiri disana arghhhh sialan!!!!!" teriak Aiden dalam hatinya.


Kedatangan Luna dan yang lainnya membuat Aiden was was apalagi ada Gama dan Ken yang sekalinya kumat pasti akan parah jahil ya seperti saat ini.


"Mikha, apa yang dikatakan Dokter George mengenai lengan Aiden?" tanya Gama.


"Dokter mengatakan kalau tangannya bisa saja di amputasi, lukanya sangat dalam bahkan sampai memotong saraf saraf tangannya, tubuhnya juga panas tadi," ucap Mikha dengan suara bergetar, tampak gadis itu benar-benar khawatir.


Hal ini membuat Luna dan Rose merasa kasihan pada Mikha yang masih tampak raut ketakutan di wajahnya apalagi setelah kejadian besar tadi.

__ADS_1


"Sudah kak, kakak harus tenang," ucap Luna.


"Huffft kau benar Mikha, sepertinya tangan Aiden ini benar benar akan diamputasi, lihatlah aku menekan lukanya tetapi dia tidak bereaksi!" ucap Gama yabg dengan jahil nya menekan luka di lengan Aiden.


"Mampus kau, arhhhh sialan kau Gaaammma!!!" geram Aiden yang masih berusaha mempertahankan aktingnya walaupun lengannya sangat sakit karena di tekan oleh Gama.


"Hiks hiks hiks, bagaimana ini? arhhh ini semua salahku, seharusnya aku tidak membalas Bianca, aku membuat Aiden terluka, hiks hiks hiks bagaimana ini!!" Mikha menangis histeris saat melihat suaminya bahkan tidak bergerak sedikit pun saat Gama menekan lukanya dengan cukup kuat.


Rose dan Luna merasa kasihan, namun entah kenapa Luna malah menikmati hal itu, dia sangat menantikan reaksi Aiden yang dijahili oleh suaminya.


"Ya tangannya mungkin akan diamputasi kalau Aiden tidak bangun saat ini, hufftt Aiden tidak akan punya lengan kiri lagi," ucap Ken sambil tersenyum tipis.


"Eghh... " tiba tiba Aiden melenguh membuat Gama dan Ken tersenyum tipis.


"Hahahah rasakan kau, makanya jangan terlalu banyak akting hahhaha," bisik Ken ke telinga Aiden yang mulai membuka matanya.


"Awas kalian nanti, pasti akan ku balas grrrhhh dasar otak dodol!!" bisik Aiden marah.


"Hahaha coba saja," balas Gama yang ikut berbisik.


Aiden bangun dan membuka matanya, "Erhhh... awhhh... " dia pura pura meringis kesakitan.


"Mikha..." panggil Aiden dengan suara berat.


Mendengar Aiden bangun, Mikha langsung bangkit berdiri dan berlari menghamburkan pelukannya pada Aiden.


Grepp


Mikha memeluk Aiden dari samping, dia benar-benar khawatir dengan suaminya itu.


"Kau.. kau sudah bangun hiks hiks hiks, kau akhirnya bangun, kau tau tidak kalau aku sangat khawatir, arhhh kenapa lama sekali bangunnya hiks hiks hiks," tangis gadis itu tersedu-sedu.


Aiden terbelalak kaget, dia tak menyangka akan mendapatkan pelukan gratis setelah tangannya di genggam oleh istrinya.


"Kak Mikha sepertinya mulai ada rasa nih hahhah," kekeh Luna .


Aiden membalas pelukan istrinya, dia menepuk-nepuk punggung Mikha berusaha menenangkan gadis itu.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😉😉😉


Ade Ade Bae lu Den, istri sendiri dijahili, nangis kan?


__ADS_2