Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
Hukuman beres


__ADS_3

Niko ayah Rose, Pak Subroto, dan Harry di bawa ke depan Mark , Alex dan Bima.


Mereka bertiga diikat dengan tangan ke atas sehingga mereka tampak menggantung. Pak Subroto dan Niko sudah bergetar ketakutan melihat ekspresi Mengerikan di mata Mark, Alex dan Bima.


Sedangkan Harry, dia hanya melamun dan tampak seperti seseorang yang kehilangan arah, dia benar-benar tampak kebingungan sepertinya pria itu mengalami gangguan kejiwaan akibat insiden ini.


Selama beberapa bulan tak nampak, Keluarga mereka diberitahu bahwa Pak Subroto dan Harry melakukan tindakan kekerasan seksual bahkan keluarga nya dimintai keterangan tentang perilaku mereka selama di rumah.


Dan betapa mengejutkannya, ternyata anak perempuan dari keluar Subroto, kakak kandung Harry sendiri menjadi korban kebrutalan ayahnya yang tega menyetubuhi anaknya sendiri.


Ternyata kejahatannya ini disimpan rapat bahkan sampai saat anaknya meninggal dunia karena keguguran anak hasil pelecehan yang dilakukan oleh Pak Subroto.


Harry sendiri menuruni sifat ayahnya, bahkan keluarga nya sudah tidak peduli dengan predator se** itu.


"Lepaskan aku apa yang kau lakukan!!!" teriak Pak Subroto marah.


"Ck... jangan banyak omong pria tua, anakmu dengan beraninya mencoba menyentuh kulit adikku, maka kau harus mempertanggungjawabkan apa yang telah kau perbuat!!" ucap Mark sambil menatap tajam kedua mata Pak Subroto membuat pria itu benar benar ketakutan.


"Kalian bertiga akan menanggung akibat dari perbuatan kalian sendiri!!" ucap Alex dengan tegas.


"Pengawal!!" panggil Bima.


"Lakukan hukuman mereka, kebiri mereka supaya seumur hidupnya mereka tak bisa melecehkan dan merugikan orang lain, dan untuk pria muda itu kirim dia ke pedalaman agar dia belajar bagaimana hidup dengan benar ," Titah Bima.


Mereka pun melakukan apa yang di perintahkan oleh Bima. Dengan segala peralatan yang telah dibawa mereka mengebiri alat vital ketiga pria itu tanpa bius sama sekali.


"Arrhhhh tidak tidak lepaskan aku, aku salah kuakui aku salah pada Rose tolong jangan lakukan itu kumohon!!!" teriak Niko histeris saat pakaian bawahnya sudah di buka dan menunjukkan alat vitalnya yang siap dikebiri.


"Papa, tidak, apa yang kalian lakukan pada suamiku !!!" teriak Beti menangis begitu juga dengan Lia.


"Permintaan maafmu tidak lagi diterima, nenek sudah meninggal, apa permintaan maafmu bisa menghidupkan kembali nenek Rose!!" teriak Alex dengan raut wajah yang benar benar marah.


"Lakukan sekarang!!" teriak Mark dengan penuh penekanan.


Klakk...


Creettt


Sraaatttt


Alat vital mereka di potong, membuat mereka berteriak kesakitan, darah mengalir kemana mana, tubuh mereka lemas tak berdaya.


"Seret yang lebih muda, berikan perawatan dan kirim dia ke Afrika segera, kedua pria tua itu juga segera berikan perawatan dan langsung jebloskan ke penjara!" titah Mark yang dianggukkan oleh anak buahnya.


"Tidak Papa, papa ku mau kalian bawa kemana!!!" teriak Lia menangis ketakutan.

__ADS_1


"Ck... ck... ck... sekarang tinggal tiga wanita ini, sebaiknya kita apakan mereka? haruskah kita goreng?" ucap Alex sambil duduk berjongkok menatap mereka dengan tatapan menyeringai.


"A... apa mau kalian, ke..kenapa kalian menangkap kami, kenapa kalian melakukan ini pada kami padahal ini semua kesalahan gadis bodoh itu!!!" teriak Lia.


"Lepaskan kami, lepaskan kami dari sini!!!" teriak mereka sambil menangis ketakutan.


"Cuih.... lepas katamu? tak akan pernah!" ucap Bima.


"Pengawal lakukan tugas kalian!!!" ucap Bima.


Tiba tiba masuk sekitar sepuluh orang pria yang hanya memakai celana dengan cambuk di tangan mereka bahkan mereka bertiga memakai topeng, mereka menatap ketiganya dengan tatapan lapar.


"Lakukan, ini hadiah untuk kalian, tapi ingat cukup permalukan mereka, setelah itu kirim mereka jauh dari negeri ini kalau perlu biarkan mereka hidup dalam lingkaran kemiskinan agar mereka tau apa yang namanya hidup," ucap Mark.


Ketiga pria tampan itu keluar dari ruangan itu sambil menutup pintu dan mematikan semua kamera yang terhubung dengan ruangan itu.


Di dalam ruangan itu, ke sepuluh pria itu menatap Lia, Beti dan Melly dengan tatapan lapar serta seringai menyeramkan di wajah mereka.


Pintu sel mereka di buka dan mulailah penyiksaan terhadap tiga wanita jadi jadian yang gila harta itu.


Pakaian mereka di buka dengan paksa sehingga mengekspos tubuh mereka, tubuh mereka di cambuk dan dipermainkan layaknya mainan untuk memuaskan kebutuhan jasmani seluruh pria itu.


Sungguh hukuman yang sangat mengerikan dan setimpal dengan semua kejahatan mereka selama ini.


Pria yang menjebak Mikha waktu itu sudah dihabisi dan jejaknya hilang entah kemana. Mungkin saja dia sudah meninggal, atau mungkin cacat atau dijual mereka lah yang tau.


Kemarahan pria pria tampan itu membawa petaka bagi siapa pun yang berani berbuat macam macam macam pada mereka.


" Apa kita tidak akan di hukum jika seperti ini?" celetuk Alex.


"Entahlah, tapi aku bukan seorang yang taat dengan Tuhan dan Dia tau dengan jelas apa yang terjadi pada kita," ucap Mark.


"Hmmm..... tapi apa yang akan kau lakukan pada anak Ibumu itu?" tanya Bima sambil menepuk bahu Mark.


"Akan kuhancurkan seluruh perusahaannya, tinggal menunggu waktu aku sudah melancarkan serangan pertamaku," ucap Mark sambil tersenyum menyeringai.


"Kau menyeramkan," ucap Alex.


"Kalian juga sama gilanya, apalagi Gama dan Ken!" ucap Mark yang malah dibalas gelak tawa oleh mereka berdua.


"Hahahahah kau benar, apalagi Luna, dia yang paling menyeramkan hhahhaha," Alex tertarik terbahak-bahak.


"Ngomong ngomong soal Luna, kira kira bagaimana perasaannya sekarang?" ucap Alex.


" Dia pasti sedih, bagaimana kalau kita hibur dia malam ini?" tanya Bima.

__ADS_1


"Itu ide bagus, kurasa kita bisa memenuhi keinginannya agar cosplay jadi badut, hahahah," ucap Mark.


"Kau benar!" ucap Mereka berdua dengan senyum sumringah.


"Ngomong ngomong dimana yang lain?" tanya Bima.


"Sepertinya mereka sudah kembali, apalagi Gama dia tak mungkin membiarkan si cerewet itu sedih sendirian," ucap Alex.


"Kalau begitu ayo kita siapkan acaranya," ucap Mark yang di balas anggukan oleh mereka berdua.


Di kediaman rumah besar Park tampak seorang pria baru tiba di rumah itu, dengan langkah tergesa-gesa dia masuk ke dalam rumahnya sendiri.


Dia adalah Gama yang benar benar khawatir dengan kondisi istrinya saat ini,mungkin sedikit berlebihan di mata orang lain, tetapi Gama selalu memprioritaskan istrinya sebagai nomor satu dari segala kepentingannya.


"Fer mana istriku?" tanya Gama pada Ferdi yang sedang lewat sambil membawa beberapa barang toko mereka untuk dimasukkan ke ruang kerja di rumah itu.


"Luna di kamar kalian kak, dia tadi sepertinya sedang istirahat," jawab Ferdi.


"Baiklah, hati hati membawanya jangan sampai ada manik manik yang jatuh, nanti bisa melukai orang lain," ucap Gama yang dibalas anggukan kepala oleh Ferdi.


"Kenapa aku jadi merasa seperti sedang berbicara dengan Luna? hmmm aneh!' batin Ferdi melanjutkan pekerjaannya.


Gama berjalan menuju kamarnya, dia membuka pintu dengan perlahan siapa tau Luna tengah terlelap.


Matanya langsung tertuju pada Ibu hamil yang sedang berbaring dengan gelisah di atas tempat tidur.


"Sayang," panggil Gama segera menghampiri istrinya yang tampak tidur dengan gelisah.


"Sa.. sayang," lirih Luna sambil duduk dengan mata berkaca-kaca.


"Ada apa hmmm?" ucapnya sambil mengusap kening Luna yang tampak berkeringat sepertinya dia menahan sakit tampak dari wajahnya.


"Kaki ku sakit, egh... kenapa sakit sekali hiks hiks hiks ,sakit," tangis Luna.


Sepertinya bukan kakinya yang sakit, tetapi hatinya yang sedang sakit.


.


.


.


.


like, vote dan komen 😉😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2