Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
150


__ADS_3

..."Berkat yang tak ternilai,"...


...****************...


Luna keluar dari ruangan meninggalkan mereka yang menatap Luna dengan seribu pertanyaan di kepala mereka.


Ceklek....


Tiba-tiba pintu di buka, Luna menyembulkan kepalanya dari balik pintu sambil menatap mereka semua yang masih mematung dengan segala kelakuan Luna yang tiba tiba saja menjadi aneh.


"Ehh kak Rose temani Luna," ucap Luna yang kembali lagi.


Akhirnya Luna dan Rose keluar dari ruangan itu .


"Ada apa dengan istrimu?" Tanya Ken pada Gama.


"Entah, aku juga bingung....huwekkk...huwekkk," tiba-tiba Gama mual-mual saat duduk di samping Ken.


Gama langsung berlari ke kamar mandi, Alex Ken dan Mark saling menatap bingung.


"Ada apa denganmu Gam?" Tanya Ken yang berdiri di ambang pintu.


"Kau bau ken, parfum apa yang kau pakai? Huweekkk...menjauh sana, kau bau sekali!" Ucap Gama yang malah mengeluarkan seluruh isi perutnya di closet.


"Parfum yang kau berikan beberapa hari lalu," jawab Ken.


"Erghhh....padahal tadi tidak bau kenapa sekarang baunya sangat menyengat," gerutu Gama.


"Bisa kau ganti pakaianmu? Aku takut muntah lagi nanti," ucap Gama.


"Arhhh kau aneh," ucap Ken.


Sementara itu di lorong rumah sakit, Luna dan Rose berjalan menuju ruangan Dokter, hanya saja Luna tidak berjalan menuju ruangan dokter George.


"Na ini kan obgyn, mau ngapain?" Tanya Rose bingung apalagi melihat wajah Luna yang gugup.


"Kak, aku sangat gugup kurasa aku hamil tapi aku takut tidak sesuai ekspektasi ku," ucap Luna sambil menggenggam tangan Rose, terasa tangannya berkeringat saking gugupnya.


Rose tersenyum dia akhirnya paham dengan kegugupan gadis itu.


"Tenang saja, kalau begitu ayo kita pastikan," ucap Rose menenangkan Luna sambil mengelus punggungnya dengan lembut, Luna mengangguk lalu mendatangi ruangan dokter kandungan setelah melakukan registrasi.


Karena pasien sedikit Luna langsung mendapatkan pemeriksaan tanpa menunggu antri.


"Silahkan duduk, ada yang bisa saya bantu nona?" Tanya Dokter perempuan dengan kacamata bulat besar serta rambut hitam legam yang disanggul rapi ke belakang itu, saat Luna dan Rose masuk ke dalam ruangan dokter.


Luna pun menjelaskan keanehan pada dirinya, setelah itu dokter melakukan serangkaian pemeriksaan dan juga melakukan tes urin.


Luna di biarkan berbaring di atas brankar, dokter mulai mengoleskan gel di perut Luna dan melakukan USG.


"Selamat nona, Anda sedang mengandung," ucap Dokternya tersebut sambil tersenyum lembut.


Luna terdiam, dia menatap tidak percaya pada Dokter dan Rose secara bergantian. Air matanya tumpah begitu saja, dia menangis haru saat tau ada makhluk kecil di dalam perutnya.


"Ahh...nona, anda mengandung anak kembar selamat sekali lagi, awalnya saya pikir hanya sat, ternyata ada dua janin, bentuknya memang agak samar bisa saya pastikan kalau nyonya hamil anak kembar dan mereka sangat sehat!" Ucap sang dokter saat melihat lebih jelas lagi layar yang menunjukkan isi rahim Luna.

__ADS_1


Luna dan Rose saling bertatapan, Luna begitu bahagia saat ini, dia benar-benar senang bukan hanya satu tapi Tuhan menitipkan dua makhluk kecil di dalam rahimnya.


Air mata Luna tumpah begitu saja, dia sangat terharu mendengar berita ini, pantas saja dia merasakan tubuhnya terasa berbeda di beberapa bagian, selera makannya juga bertambah berkali lipat dan hidungnya juga sensitif dengan berbagai macam bau.


"Berapa usia mereka dok?" Tanya Luna.


"Usianya sekitar 35 hari nyonya," jawab dokter itu sambil tersenyum.


"Boleh saya minta fotonya dok?" Tanya Luna.


"Tentu boleh nyonya," ucap Dokter tersebut.


Luna mengakhiri pemeriksaan nya dan menerima beberapa resep vitamin ibu hamil yang membantu mengurangi mual di awal kehamilan.


Dokter menyarankan agar Luna tidak bekerja terlalu berat, tidak boleh stress dan makan makanan sehat pastinya.


Luna mendengarkan semua saran dokter dengan serius, dia begitu bahagia saat mendengar kalau dirinya positif hamil anak kembar.


"Terimakasih atas bantuannya dok," ucap Luna setelah selesai melakukan pemeriksaan. Luna dan Rose keluar dari ruangan dokter lalu duduk di kursi tunggu.


Luna mengelus perutnya yang masih rata namun sudah ada dua malaikat kecil di dalam sana sedang bertumbuh kembang.


"Sehat sehat ya anak Mama, sebentar lagi kita ketemu sama Papa kalian, Papa pasti senang sekali," ucap Luna sambil mengelus perutnya dan menatap foto USG bayi kembarnya yang masih tampak seperti biji di foto itu.


" hiks hiks hiks, kak Rose ...Luna hamil, Luna jadi Mama," ucap Luna menangis haru sambil menatap Rose yang duduk di sampingnya.


Rose tersenyum, dia mengelus punggung Luna dan menggenggam tangan Luna dengan hanagt seperti seorang Ibu yang menyayangi putrinya, seperti seorang kakak perempuan yang menjaga adiknya.


"Selamat ya Luna, sehat sehat sampai lahiran, " ucap Rose sambil memeluk Luna.


"Sudah jangan menangis, ayo kita temui yang lain," ucap Rose sambil mengusap air mata Luna dengan tissue.


"Kak tolong jangan beritahu mereka tentang kehamilan Luna ya, Luna mau kasih kejutan, besok ulang tahun suami Luna, Biar ini jadi hadiah untuk suami Luna," ucap Luna sambil tersenyum.


Rose mengangguk setuju," Baiklah kakak tidak akan memberitahukan siapa pun, tapi kamu harus berhati-hati karena di trimester pertama ini sangat rentan jangan sampai kalian kenapa-kenapa, kalau ada yang mau kamu persiapkan bilang saja sama kakak biar kakak bantu," ucap Rose yang memang paham dengan hal hal seperti itu.


Wajar saja dia kan mantan perawat.


Luna tersenyum, dia bersyukur bertemu dengan gadis sebaik dan selembut Rose, tidak salah pilih dia ingin menjodohkan Rose dengan Kakaknya yang dingin dan kaku beda tipis dengan Mark.


"Terimakasih banyak kak, aku tidak salah memilih," ucap Luna.


"Memilih apa?" Tanya Rose.


"Mendekat kesini kak," ucap Luna sambil menggoyang tangannya.


Rose mendekati Luna, Luna membisikkan sesuatu di telinga Rose.


"Aku tidak salah memilih kakak Ipar," bisik Luna yang membuat Rose terbelalak.


"Kakak ipar? Siapa Na? Apa kakakmu akan menikah?" Tanya Rose dengan polosnya.


"Pfthhh hahahahahah, kakak ini pura pura bodoh ya, " ledek Luna.


"Maksudnya gimana sih na?" Ucap Rose yang memang bingung.

__ADS_1


"Aku tau kakak suka dengan kak Kenzo, iya kan? Aku bisa melihat ketertarikan itu pada diri kakak," bisik Luna lagi, kali ini Rose benar benar terkejut bagaimana bisa gadis ini mengetahui hal seperti itu.


"Ehh...a..apa apaan sih kamu Luna, ga..gak mungkinlah kakak berani suka sama tuan Ken, secara kakak cuma orang rendahan, nggak mungkin Na," sanggah Rose walaupun sebenarnya dia memang suka tapi rasa sukanya langsung dia pendam melihat status mereka yang berbeda jauh bagai langit dan bumi.


Luna menatap kesal ke arah Rose,


"ck...kakak primitif sekali, kakak hidup di jaman apa sih masih mikirin kasta, erhghh...udah ah Luna kesal, kalau kakak sekali lagi Luna dengar bicarain soal status, Luna bakal benar-benar marah sama kakak!" Ketus Luna dengan mata berapi-api.


Glekk


Rose menelan Salivanya sendiri, ternyata benar kata mereka kalau Luna ini benar-benar tidak bisa dibtebak, sebentar dia adalah gadis imut yang penurut namun di sisi lain dia adalah perempuan bar bar dengan mulut cerewet sepedas cabe rawit.


"I...iya nggak lagi,janji!" Ucap Rose yang terkena serangan mental break down oleh Luna.


Luna tersenyum lalu kembali merangkul lengan Rose.


"Heheh baiklah kak, ayo kita ke ruangan kak Ken," ucap Luna dengan mood yang seketika itu langsung berubah.


Rose tersenyum melihat tingkah Luna, gadis ini benar-benar sebuah keajaiban dunia.


"Emmm..Na kakak mau pamit sama nenek dulu boleh gak?" Tanya Rose.


"Ohh iya, boleh kok kak, sekaligus aja sama yang lain biar pamitan sama nenek," ucap Luna.


"Baiklah" jawab Rose.


Luna dan Rose kembali ke kamar Ken dengan wajah biasa biasa saja tanpa menunjukkan sesuatu yang lain.


"Kalian kemana saja? Kenapa lama sekali?" Tanya Alex.


"Cuma konsultasi aja sama dokter, terus tadi Luna ke toilet sebentar," ucap Luna berbohong.


"Ohh, ya sudah ayo pulang," ajak Gama ingin merangkul istrinya, namun tiba-tiba Luna menghindar dan malah menggandeng Rose dan Ken di kedua sisinya.


Gama terkejut bukan main, baru kali ini Luna begitu cuek pada dirinya.


"Ada apa na?" Tanya Gama namun tak dihiraukan oleh Luna.


"Kita pamit sama nenek dulu ya kak, kak Rose nanti pasti kangen sama nenek," ucap Luna.


"Ahh...benar kita harus pamit pada nenek,," ucap Ken seraya melirik Rose.


"Hihihihi mereka ini seperti anak ABG saja, masih malu malu kucing, ujung ujungnya malah malu maluin hahhaha," kikik Luna di dalam hati.


"Maafkan aku sayang, tapi aku ingin menjahilimu sedikit saja heheheh" batin Luna saat melirik wajah suaminya yang murung dan suram.


"Apa aku ada salah sayang?" tanya Gama namun masih tak di jawab oleh Luna.


Alex , Mark dan Ken saling melirik, mereka cukup bingung dengan situasi ini.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komen 😊😊😊😉😉😊


__ADS_2