Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
132


__ADS_3


Seorang gadis cantik dengan wajah oval, rambut coklat panjang dan tampak sangat sederhana namun cantik dan elegan walau berbalut pakaian sederhana, tengah berlari menghampiri seorang nenek yang berdiri di depan Ken.


"Neeeneeekkk!!!" Panggil gadis itu dengan setengah berteriak.


Ken menatap ke arah sumber suara, dia tertegun untuk beberapa saat, apalagi saat mata mereka bertemu pandang, entah mengapa dia merasakan degup jantungnya berbeda kali ini.


"Aneh, sepertinya penyakitku bukan cuma satu!" Gerutu Ken sambil mengalihkan pandangannya ke arah si nenek karena mata gadis itu benar benar menarik dirinya untuk terus memandangnya.


"Gea sini nak, ibu ketemu pria baik hati dia mau menerima mawar Ibu," panggil si nenek dengan senyum sumringah.


"Nenek ini Rose, ini Oze bukan Mama, nenek kenapa kesini hmm?" Ucap gadis itu seraya menghampiri mereka.


"Ah tuan maafkan nenek saya," ucap gadis bernama Rose itu, Ken menanggapinya dengan senyum tipis sambil mengangguk.


"Nek ayo, nenek harus ke dalam," ucap Rose seraya menggandeng tangan neneknya.


"Nggak mau! Gea kamu nggak boleh gitu, ini suami kamu,ibu gak mau ke dalam, Ibu mau disini sama suami kamu!" Ucap si nenek yang langsung duduk di samping Ken membuat pria itu sedikit terkejut dengan ucapan si nenek, apalagi gadis itu dia benar-benar merasa tidak enak pada Ken.


"Nenek, ini Oze bukan Mama, ayolah kita masuk," lirih gadis itu sambil memegang tangan neneknya.


"Nggak mau, suami kamu pulang kenapa kamu pergi dih, gak baik begitu nak," racau nenek itu.


"Nek ayolah please," pinta gadis itu.


Ken bisa melihat raut kesedihan yang sangat dalam di mata gadis itu. Bahkan tangannya sampai bergetar namun dia kepalkan sekuat mungkin.


"Nggak mau Gea!"


Plakk


"Kamu ini ya nggak dengar ucapan Ibu pantas saja kamu hamil di luar nikah!!" Bentak si nenek tepat setelah dia berdiri dan menampar wajah Rose dengan kuat, bahkan sampai meninggalkan bekas kemerahan di wajah gadis itu.


Ken begitu terkejut saat melihat kejadian itu.


"Nek, please ayo masuk," ucap Rose lembut, padahal hatinya sudah benar-benar sakit saat melihat neneknya seperti itu.


"Gadis ini bodoh atau terlalu baik atau bagaimana? Sudah di tampar begitu dia masih bisa berbicara lembut," pikir Ken.


"Maaf tuan, saya akan membawa nenek saya, maaf sudah mengganggu Anda," ucap Rose sambil menarik tangan si nenek.


"Nggak mau!!" Teriak nenek marah, dia mendorong Rose hingga terjerembab ke tanah.


Brukkk


"Awhhh...shhhh, nenek!" Ringis Rose yang langsung berdiri sambil mengusap tangan dan pinggangnya yang terasa sakit.

__ADS_1


"Nona, biarkan saja dulu nenek Anda disini tunggu sampai beliau tenang, saya tidak masalah," ucap Ken yang di dalam hatinya tiba tiba muncul rasa iba pada gadis itu.


"Maafkan nenek saya tuan," ucap Gadis itu merasa tidak enak.


"Tak apa, duduklah dahulu, boleh saya tau ada apa dengan nenek Anda nona?" Tanya Ken.


"Ahh...nenek mengidap penyakit Alzheimer, beliau jika kumat maka selalu seperti ini, maaf sudah mengganggu Anda tuan," ucapnya sambil menatap si nenek yang duduk di samping Ken sambil memandangi wajah pria itu dengan senyum berbinar-binar.


"Hmmm baiklah tak masalah," ucap Ken.


"Hei anak muda siapa nama kamu nak?" Tanya si nenek tiba-tiba.


"Saya Kenzo nek, panggil saja Ken," jawab Ken lembut.


"Wahh tampan seperti namanya, nak nenek punya cucu......emmm dimana dia?" Ucap si nenek melihat kesana kemari padahal jelas-jelas cucunya ada di sampingnya.


"Oze kau disini Cu, kenapa gak bilang-bilang sih," ucap si nenek saat melihat Rose duduk di sampingnya, Rose hanya tersenyum tipis menanggapi neneknya.


"Nak Ken, ini cucu nenek namanya Rose, cantik kan?" Ucap Si nenek memperkenalkan Rose pada Kenzo.


"Nenek," ucap Rose merasa tidak enak.


"Iya nek,cantik," ucap Ken lembut, Ken memang kejam tapi dia tak pernah bersikap kasar pada orang tua dan perempuan jika mereka tidak punya kelakuan bejat tentunya.


Rose terdiam, baru kali ini ada yang mau menemani mereka berbincang seperti ini.


Si Nenek mengambil tangan Ken dan tangan Rose.


Cepat-cepat Rose ingin menarik tangannya namun Ken tiba-tiba menahan tangan itu sambil menatap Rose dan melirik si nenek dengan menggelengkan kepalanya yang berarti jangan melepas tangan mereka.


Rose paham dan menurut saja meski jantungnya berdegup kencang, belum pernah dia merasa gugup seperti ini.


"Terimakasih nek," ucap Ken yang memang pintar mengamankan situasi.


"Oze itu gadis baik, tapi kasihan dia dibuang orangtuanya," ujar si nenek mulai menangis.


"Nenek jangan cerita yang nggak nggak," tegur Rose saat si nenek mulai menceritakan kehidupan Rose yang menyedihkan.


"Oze?" Ucap Ken.


"Ahh itu nama panggilan saya tuan," jelas Rose, tangan mereka masih di pegang oleh si nenek seperti posisi sebelumnya.


Ken mengangguk paham.


"Rose cucu nenek sudah cukup menderita, kamu harus bahagia ya Oze sayang, maaf nenek selalu membuat kamu kesulitan," ucap si nenek sambil menatap Rose dengan mata berkaca-kaca.


"Nenek jangan bicara seperti itu,Oze nggak apa-apa kok, Oze senang kok begini, karena nenek juga dulu dengan sabar merawat Oze," ucap Rose sambil mengelus wajah neneknya dengan penuh haru.

__ADS_1


Ken memperhatikan mereka dengan seksama, tanpa sadar dia masih menggenggam tangan gadis itu.


"Nak Ken, tolong jaga cucu nenek ya, nenek akan pergi jauh, nenek titip cucu nenek pada Kenzo," ucap si nenek sambil menatap Ken yang memperhatikan mereka.


Ken dan Rose sama sama terkejut dengan ucapan si nenek seolah olah dia akan segera pergi meninggalkan dunia ini.


"Nek jangan bicara seperti itu, nenek harus sehat, Oze masih butuh nenek!" Ucap Rose dengan mata berkaca-kaca, tak terasa air matanya malah tumpah begitu saja.


"Waktu nenek tinggal sedikit sayang, nenek harus menitipkan kamu pada orang yang tepat, dan Ken adalah orangnya!" Ucap si nenek.


"Berjanjilah akan menjaga cucu nenek, jangan tinggalkan dia,dia sudah cukup sakit selama ini, dia gadis baik, jangan biarkan mereka menyiksa Oze ya nak," ucap nenek lagi pada Kenzo.


"Apa kamu bisa berjanji?" Tanya Nenek penuh harap.


Ken mengangguk pelan sambil tersenyum lembut, baru kali ini dia tersenyum selembut itu pada orang lain yang baru ditemuinya.


"Saya janji nek," ucap Kenzo, biarlah dia mengatakan hal itu yang penting situasi aman pikirnya.


Nenek tersenyum manis, dia menatap Rose dan Kenzo tiba-tiba dia melepaskan tangannya dan bangkit berdiri.


"Nenek," ucap Rose yang paham kalau si nenek kumat lagi.


"Wah ada kupu-kupu!" Teriak si nenek senang, dia berlari mengejar kupu-kupu di taman itu seperti anak berusia 7 tahun.


"Nenek," panggil Rose yang langsung berdiri hendak mengejar si nenek.


"Tuan maaf atas perlakuan nenek saya, perkataannya jangan di ambil hati, dan terimakasih sudah mau menemani nenek berbicara, saya memohon maaf sekali lagi," ucap Rose sambil menunduk.


"Tidak masalah nona," jawab Ken.


"Kalau begitu saya permisi tuan, semoga anda cepat sembuh!" Ucap Rose pamit yang dianggukkan oleh Ken.


Tanpa mereka sadari Luna menatap mereka dari balik pohon sambil senyum senyum sendiri untung gak ada yang lihat, bisa bisa dia di panggil kuntilanak penunggu rumah sakit lagi cekikikan di balik pohon.


"Wah sepertinya ini adalah jodoh wasiat nenek heheh, aku akan membantu permintaanmu terkabul nenek," gumam Luna yang dari tadi sudah mengambil foto foto mereka.


Saat Luna melihat kakaknya dan gadis itu berinteraksi dia sangat yakin kalau muncul pasangan baru yang akan punya akhir bahagia.


"Misi ku bertambah, Andin dan Mark, Kak Ken dan Kak Rose !" Ucap Luna menyeringai, sedari tadi dia mendengar percakapan mereka karena dia berdiri di balik pohon yang dekat dengan tempat duduk itu.


"Selanjutnya tinggal mencari gadis yang tepat untuk kak Aiden, kak Bima dan kak Alex!" Seru Luna yang tiba tiba berubah menjadi agen pencarian jodoh, ada ada saja kelakuan gadis ini!.



.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😉😉😊😉😉


__ADS_2