Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
Perusahaan


__ADS_3

Semua orang telah bersiap siap melakukan pekerjaan mereka masing-masing. Rose, Andin, dan Ferdi bersiap menuju gedung toko aksesoris milik Luna yang untuk sementara waktu dikelola oleh mereka bertiga mengingat kondisi Luna.


Memang Luna tak lagi dibatasi melakukan pekerjaan yang dia inginkan, namun tampaknya Ibu hamil itu sendiri yang menolak ikut bekerja sementara waktu sebab, punggungnya sering sakit belakangan ini.


Bima dan Alex sendiri melakukan perjalanan bisnis ke luar kota begitu juga dengan Ken yang sibuk dengan perusahaannya sekaligus urusan pernikahannya dengan Rose.. Sebelum pernikahan dilaksanakan, Ken ingin semua pekerjaannya selesai dan tidak mengganggu dirinya setelah menikah dengan Rose nanti.


Mark? jangan ditanya, dia masih sama masih kaku seperti sebelumnya, dia masih terus terusan fokus dengan pekerjaannya, tentu saja dia akan selalu meluangkan waktu berdua dengan kekasihnya setiap hari, bahkan akhir akhir ini pria itu sering menghubungi kekasihnya saat sedang bekerja.


Anna sendiri sedang fokus dengan pendidikan nya, dia benar benar cepat berkembang dan perlahan dia bisa melupakan traumanya apalagi mendapatkan dukungan penuh dari kakak kakaknya.


Untuk Ferdi sendiri, pria itu berjibaku melakukan pekerjaannya dengan baik dan mengumpulkan semua penghasilannya untuk membangun sebuah bisnis miliknya sendiri yang sudah dia rancang sejak dulu.


Aiden dan Mikha?


Tentu saja mereka masih di kamar, menikmati semua kegiatan mereka sebagai pengantin baru.


Seperti yang sudah direncanakan, Gama dan Luna berangkat ke kantor hari ini dengan mengenakan piyama, namun bukan Luna katanya kalau dia tidak menyiapkan pakaian ganti untuk mereka saat di kantor nanti, seingin apa Luna dia masih bisa menggunakan akal sehatnya.


Setelah saraoan pagi berdua, sebab yang lain sudah pergi ke tempat kerja mereka masing-masing, mereka berjalan menuju luar rumah dimana Mark menunggu kedatangan tuannya.


"Loh gak ganti pakaian?" tanya Mark yang melihat mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan.


"Nggak Mark, biasa ngidam, Luna akan ikut ke kantor, hati hati nyetirnya!" ucap Gama.


"Wah ini perdana kau membawa nyonya Park ke perusahaan setelah sekian lama, pasti akan jadi berita heboh!" ucap Mark sambil membukakan pintu untuk Luna.


"Ahh kau benar Mark, sayang kamu sudah lama ya gak ke perusahaan," ucap Gama.


"Iya, kan kamu yang larang gak boleh ini gak boleh itu nyenyenyenye," jawab Luna sambil memanyunkan bibirnya.


"Hahahahh, kau masih mengingatnya ya, maaf sayang, aku terlalu khawatir,"balas Gama.


"Hmm terserah sayang, ya udah ayo," ajak Luna.


Mereka pun melaju menuju gedung J.B grup dengan Mark sebagai supirnya.


"Kak Mark, bagaimana hubunganmu dengan Andin?" tanya Luna tiba-tiba.


"Hmmm? hubungan kami baik baik saja," jawab Mark dengan santai sebab hubungannya dan Andin memang baik baik saja sampai saat ini.


"Kapan kau akan menikahinya!??" tanya Gama to the point, dia tau kalau istrinya akan menanyakan pertanyaan yang sama, inilah yang membuat Luna terkejut begitu juga dengan Mark.


"Sa.. saya tidak tau," jawab Mark pelan.


"Loh kenapa kak?" tanya Luna.


"Hmmm... aku takut dia menolakku, umurnya juga masih muda, " jawab Mark.

__ADS_1


"Dan aku takut jika aku menikah dengannya, dia akan menjadi sasaran keluarga Orlando, aku takut dia akan berada dalam bahaya karena menikah denganku," jelas Mark.


"Jujur saja, aku mencintainya tetapi aku takut cintaku justru membuat dirinya menderita, aku sibuk dengan pekerjaan ku, aku takut dia akan kesepian jika menikah dan hidup denganku, aku merasa tidak layak," ucap Mark lagi.


"Aku tak ingin membuat nya sedih, bahkan saat berpacaran saja aku sering membuatnya merasa kesepian," ujar Mark dnegan jujur, dia memang selalu terbuka soal perasaannya pada Luna dan Gama namun tidak pada orang lain.


Luna tersenyum mendengar jawaban Mark, dia tau kalau Mark juga dalam keadaan bingung saat ini, apalagi misinya untuk menghancurkan Jefri Orlando belum selesai.


Sebab dengan mengganggu Aiden waktu itu, sama saja Keluarga Orlando mengibarkan bendera perang dengan Mark dan ini membuat Mark tak bisa mengambil keputusan tentang hubungannya dengan sang kekasih, dia takut kalau Keluarga Orlando akan mengganggu kekasihnya.


"Kak jangan khawatir kan itu, Luna akan membantu menyelesaikan masalah mu, kalau untuk menghancurkan keluarga Orlando serahkan saja pada Luna asalkan kakak tidak bermain main dengan perasaan Andin!" ucap Luna yang aura bar barnya kembali lagi.


"Ya aku akan membantu Mark, Kau pastikan dulu hubungan mu dengan Andin, dia sudah kuanggap adikku, kalau kau menyakitinya dan menggantung hubungan kalian bersiap siaplah berpisah dari Andin!" Gama mengancam.


"Andin itu sangat sensitif, lagi pula untuk apa berlama lama pacaran, kalau sudah cocok kalian langsung menikah saja, lagi pula aku yakin Andin pasti mau, namun dia tidak akan mendesak kakak karena dia orang yang sangat pengertian," jelas Luna.


"Jika kalian juga akan menikah, maka kita lakukan resepsi pernikahan besar besaran bersama pernikahan Ken dan Rose sekaligus mengumumkan Luna ke muka publik sebagai seorang Nyonya Park!" jelas Gama yang membuat Luna menoleh.


"Apa kau yakin sayang?" tanya Luna .


"Tentu saja, sudah lama aku ingin melakukannya dan mungkin dua Minggu lagi adalah waktu yang tepat sekaligus merayakan kehamilanmu yang ke tujuh bulan," ucap Gama.


"Benarkah? baiklah aku ikut, " ucap Luna sambil tersenyum manis.


"Bagaimana Mark, pertimbangkan dengan baik, Andin pasti menantikanmu," ucap Gama.


Mereka tiba di J.B grup, kedatangan sang Presdir sontak menjadi perhatian para karyawan, mereka di sambut dengan jajaran pengawal bersama Rendy yang sudah menantikan kedatangan tuan dan nyonya nya.


"Mark kau libur selama dua hari ini, pergilah selesaikan urusanmu," ucap Gama saat dia keluar dari dalam mobil.


"Tapi.."


"Sudah kak, selesaikan urusanmu, lakukan yang terbaik, kami mendukungmu dari sini!" seru Luna menyemangati Mark.


"Baiklah terimakasih, aku akan segera menyelesaikan semua ini,"ucap Mark penuh keyakinan.


Luna dan Gama keluar dengan piyama mereka membuat Rendi hampir tergelak melihat penampilan pasangan Fenomenal itu.


"Astaga tuan, nyonya kenapa kalian tidak ganti pakaian?" tanya Rendy.


"Heheheh biar beda dari yang lain kak Ren," kekeh Luna.


"Hahahah kalian ada ada saja," ucap Rendy.


"Dia mengidam, dan aku harus menuruti nya kak Ren, kau Taulah kalau wanita itu benar benar ribet," ucap Gama yang langsung mendapat tatapan tajam dari istrinya.


"Ya terserah kalian hahah," ucap Rendy.

__ADS_1


Mereka berjalan masuk dengan piyama mereka, tentu saja kehadiran Luna dengan perut buncitnya menjadi sorotan para karyawan kantor.


Mereka bertanya tanya siapa gerangan wanita hamil yang dibawa oleh Presdir mereka. Belum lagi keduanya sama sama mengenakan pitam, membuat para karyawan semakin penasaran.


Saat melangkah dengan perlahan, Gama berhenti sebentar lalu menatap karyawannya yang melihat mereka sambil berkerumun.


Gama merangkul bahu istrinya lalu berdiri menghadap karyawannya.


"Selamat pagi semua, mungkin kalian bingung dengan penampilan kami dan dengan kehadiran wanita cantik ini," ucap Gama hang dianggukkan oleh para karyawan.


"Dia adalah istri yang sudah saya nikahi kurang lebih sembilan bulan yang lalu, dan saat ini sedang mengandung anak saya, calon penerus perusahaan ini, perkenalkan pada kalian semua Luna Christina alias nyonya Park, wanita yang harus kalian hormati sama seperti kalian menaruh hormat padaku!" ucap Gama di depan karyawannya.


Meski memakai piyama, tidak mengurangi wibawa pria tampan itu.


"Wahhh cantik sekali," gumam mereka memuji Luna yang memang semakin cantik setiap hari.


"Maaf baru mengumumkan Sekarang, karena dia melarang ku melakukannya dulu, " ucap Gama.


"Halo semuanya salam kenal, semangat kerjanya semoga kalian nyaman melihatku di tempat ini heheheh," sapa Luna sambil tersenyum manis yang membuat mereka semua gemas sendiri dengan ibu hamil itu.


"Salam kenal Nyonya Park!" ucap mereka sambil membungkuk hormat.


"wah nyonya kita sangat ramah, kupikir dia akan sombong,"


"Dia sangat memukau, pertama kali melihatnya disini dia sudah memukau namun auranya semakin kelihatan saat ini,"


"Wah aku baru saja menjadi seorang fans dari nyonya Park,"


"Sepertinya nyonya orang baik dan sangat ramah,"


"Wah tuan Park benar benar menyayangi istrinya, dia sampai rela memakai pakaian tidur ke perusahaan,aku salut!


Bisik bisik dia antara karyawan membicarakan Luna yang menarik perhatian mereka lewat auranya.


Setelah mengumumkan hal itu, mereka kembali melanjutkan langkah mereka.


Para karyawan menatap kagum pasangan itu.


.


.


.


.


like, vote dan komen 😉😉😉

__ADS_1


akankah ada masalah? janganlah ya kan


__ADS_2