Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
168


__ADS_3

Ken dan Mark mengangkat tubuh Aiden yang berlumuran darah, bahkan pakaian dan wajahnya tampak acak-acakan, pria itu tak sadarkan diri justru membuat Ken dan Mark semakin panik.


Rose mengawasi Clara di dalam ruangan itu, Andin membantu Ken dan Mark menyiapkan kamar untuk Aiden, kamar yang mana saja pokoknya Aiden bisa cepat dibantu.


"Cepat bawa kesini kak!" Ucap Andin panik sama paniknya dengan Ken dan Mark.


Dengan cepat mereka mengangkat tubuh Aiden yang benar-benar berantakan, bajunya sedikit sobek, keningnya terluka tangan dan kakinya terluka, bahkan banyak cairan merah di tubuhnya.


Di kamar Luna, Gama mendengar teriakan Ken dan Mark langsung beranjak keluar bersama Alex meninggalkan Bima dan Luna yang sejak tadi tidak juga selesai dengan urusan mereka.


"Ada apa Rose?" Tanya Gama panik begitu juga dengan Alex.


"Aiden, dia berlumuran darah, aku tak bisa kesana harus mengawasi si ular ini," ucap Rose sambil melirik Clara yang terlelap di sampingnya.


"Kenapa dia?" Tanya Gama.


Rose mengangkat gelas berisi minuman dengan endapan di bawahnya sambil melirik Clara.


"Kau meracuninya!!??" Teriak Alex.


Plakkk


Gama memukul punggung pria itu karena berteriak tepat di telinganya, Rose hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Alex yang mulai ketularan gesrek dari Luna dan Aiden.


"Kau ini bodoh atau apa sih? Tak mungkin dia meracuni perempuan itu, dasar otak udang!!" Ketus Gama.


"Awhhh.. shhhh sakit dodol, aku hanya menebaknya saja !!" Gerutu Alex sambil menggosok punggungnya yang terasa nyeri.


"Rose dimana mereka?" Tanya Gama lagi.


"Di kamar sebelah sana, Aiden dibawa Ken, Mark dan Andin tadi," ucap Rose.


"Aku akan mengawasi ular beludak ini disini, takut dia kabur!" Ucap Rose.


"Hmm baiklah, tetap berhati-hati Rose kita tidak tau dia selicik apa," bisik Alex.


"Baiklah," jawab Rose.


Gama masuk ke dalam kamar dimana Aiden di bawa.


"Ada apa dengannya?" Tanya Gama panik pada Ken, Mark dan Andin yang berdiri menatap tubuh Aiden yang benar-benar berantakan.


"Huh... Bau apa ini!!" Pekik Gama saat mecium bau tidak sedap yang malah membuat perutnya benar-benar mual.


Oeeeeeeekkkkkk


Gama berlari menuju kamar mandi dalam ruangan itu lalu memuntahkan seluruh isi perutnya, membuat yang lain malah tertawa terbahak-bahak melihat si calon ayah yang mual muntah terus menerus jika mencium bau yang sensitif.


"Hahahah, yang hamil siapa, yang mual muntah siapa," kekeh Alex sambil menatap pintu kamar mandi.


"Ada apa dengannya? Kenapa kalian tidak segera bersihkan luka lukanya?" Tanya Alex yang melihat Ken, Mark dan Andin malah berkancah pinggang.

__ADS_1


"Lex coba mendekat ke tubuh Aiden, kau akan tau alasannya," ucap Ken.


"Ha?" Alex bingung namun tetap ia lakukan.


Huff.. huff


"Ihkkk bau apa ni? Tomat ya? Seperti tomat busuk, Eghhh pantesan si babang mual muntah, erghhh," ucap Alex sambil menutup hidungnya setelah mecium tubuh Aiden yang bau tomat busuk di tubuh Aiden yang malah terlelap sambil nyengir kuda.


"Hemm... Hehehhe, hehh.. ahahah geli.. emm nyam.. nyam.. nyamm," racau si babang tampan yang malah terlelap dengan enaknya padahal sahabat-sahabatnya sudah panik setengah mampus untuk gak mampus bisa kehabisan karakter kita.


"Ck.... Ck... Ck.. apa yang sebenarnya di lakukan si dodol ini sampai berlumuran tomat busuk seperti ini?" Ucap Ken sambil geleng-geleng kepala melihat Aiden yang benar-benar berantakan dan tidak tampan sama sekali.


"Hahahahah, dia benar-benar membuat kekacauan!!" Kekeh Alex.


"Hahaha, kau benar pria ini ada-ada saja," ucap Ken, pria itu meogoh ponselnya lalu....


Cekrek.....


Ken mengambil foto Aiden yang benar-benar tidak tampan dan berantakan itu.


'Hahahah, dia pasti histeris melihat ini hahahh," kekeh Ken sambil menatap layar ponselnya.


"Tapi sepertinya terjadi sesuatu kak, ada beberapa luka di bagian tubuhnya, apa tak sebaiknya kita panggilkan dokter?" Tanya Andin.


"Jangan terlalu dekat Din, dia bau," ucap Mark.


"Ck... Buciiin!" Ketus Alex.


Sementara mereka menatap Aiden yang masih belum bangun, di dalam ruangan kamar Luna tampak si tampan dengan rambut blondenya sedang tidak ada tampan tampannya.


"Sudahlah kak, kau harus rela," ucap Luna sambil menepuk pundak Bima yang sedang terpuruk karena telah mengetahui kebenaran tentang kekasih yang benar-benar membuatnya jatuh hati.


"Arhhh... Kenapa aku selalu disakiti saat sudah jatuh cinta seperti ini na, arhhh.... Sakit, hatiku benar-benar sakit, argghh...." Bima menangis tersedu-sedu di samping Luna.


Luna menepuk punggung Bima yang benar-benar hancur saat ini, dia benar-benar telah kehilangan seluruh kepercayaan dirinya untuk jatuh cinta lagi, hatinya benar-benar sakit.


Kejadian beberapa saat lalu ketika Bima menghampiri Luna di kamarnya,


Ceklek....


Pintu di buka dengan pelan dan lembut berharap agar penghuni di dalam kamar itu tidak terganggu.


Bima menyembulkan kepalanya melihat seluruh ruangan yang memang sudah disiapkan khusus untuk Luna oleh Alex.


(Luna memang benar-benar spesial bagi mereka semua, gadis itu juga baik dan selalu membawa energi positif untuk mereka)


"Dek," ucap Bima kala tatapannya bertemu dengan Luna yang tengah berbaring di atas ranjang dengan wajah pucat.


Bima langsung masuk dan menutup pintu dengan pelan, dia melangkahkan kakinya dengan cepat menghampiri adik kecil yang sangat spesial baginya.


"Kamu kenapa? Kenapa pucat? Bagaimana kandunganmu?" Tanya Bima sedikit panik, dia duduk di bibir ranjang bersebelahan dengan Luna.

__ADS_1


Luna tersenyum menatap kedatangan Bima yang memang sudah direncanakan oleh mereka. Awalnya mereka berencana agar Luna berpura-pura sakit supaya Bima cepat datang ke apartemen Alex namun ternyata situasi sangat mendukung.


Tiba-tiba Luna lemas tak berdaya karena mual dan muntah terus menerus membuat wajahnya pucat.


Bahkan sebelum kedatangan Bima, seisi apartemen itu panik melihat Luna yang mual dan muntah, beruntung Rose sudah siap sedia disana dan melakukan perawatan yang tepat sehingga Luna bisa lebih baikan.


"Mual dan muntah kak, biasa, mereka baik kok," ucap Luna sambil mengelus perutnya.


"Huffft, apa sesakit itu jadi ibu hamil? Kenapa harus muntah muntah sih," gerutu Bima.


"Heheh, itu biasa kak," ucap Luna.


"Kak," ucap Luna dengan tatapan serius.


Bima menoleh dan menatap Luna.


"Ada apa dek? Ada yang kamu butuhkan? Mau kakak masakin sesuatu?" Tanya Bima yang membuat Luna tersenyum.


Gadis itu menggelengkan kepalanya, kemudian melanjutkan perkataannya.


"Bagaimana hubungan kakak dengan kekasih kakak?" Tanya Luna berbasa-basi, sebab ia tau Bima bukan orang yang mudah di hadapi, dia harus pelan pelan tapi pasti.


"Hubungan kami sangat baik dek, kakak benar-benar mencintainya," ucap Bima, Tampak pria itu benar-benar telah terjatuh ke dalam rayuan maut si perempuan munafik itu.


Luna tersenyum getir, dia sedih dengan kakaknya itu, dia tidak suka jika orang yang dikasihinya ditusuk dari belakang seperti ini.


"Benarkah?" Tanya Luna dan Bima membalas dengan anggukan.


"Ahh dan lihat ini dek," ucap Bima sambil mengeluarkan kotak cincin yang sudah dia siapkan untuk melamar sang pujaan hati.


"Apa itu?"tanya Luna meski dia sudah tau apa isinya.


"Ini cincin untuk melamar Clara, kakak akan melamarnya hari ini, bagaimana? Bagus gak? Dia pasti suka kan?' ucap Bima.


"Itu cantik kak," ucap Luna sambil tersenyum sedih.


"Benarkah, wah kalau kamu sudah bilang cantik, kakak jadi percaya diri buat ngelamar Clara, oh iya kakak bawa dia kesini loh," ucap Bima dengan senyum bahagia di wajahnya


"Arhhh aku tidak tahan melihat wajah kak Bima yang benar-benar bahagia dengan semua ini, arhhh.. Tuhan jangan buat kak Bima terpuruk, kumohon," lirih Luna dalam hatinya.


"Loh kenapa melamun dek? Kamu masih sakit?mual? Mau muntah? Butuh sesuatu?" Tanya Bima yang menyadari perubahan wajah Luna yang tidak biasa.


"Emmm... Ada yang mau Luna omongin kak, tapi Luna mohon, Kakak janji nggak langsung berbuat sesuatu yang tidak-tidak ya," ucap Luna, matanya mulai Berkaca-kaca membuat Bima bingung dan heran.


"I..iya tapi jangan nangis na," ucap Bima panik.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 😉😉😊


__ADS_2