Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
95


__ADS_3

Aiden, Ken, Bima dan gadis cantik mereka Luna beranjak dari ruangan Aiden setelah berbincang bincang beberapa saat.


Mereka turun ke lantai satu menggunakan lift khusus atasan. Saat mereka tiba, mereka di sambut oleh semua karyawan. Luna, Bima dan Ken begitu terkejut saat melihat banyak karyawan berkumpul di tempat itu.


Namun berbeda dengan Aiden, pria itu tampak santai, sepertinya ini ulah pria tampan itu.


"Kak, kenapa mereka berkumpul disini?" Bisik Luna yang menggandeng tangan Aiden. Ia sedikit risih dengan tatapan orang-orang pada dirinya apalagi tatapan para kaum wanita yang menatapnya dengan tatapan menyeramkan.


"Kak Aiii... lihat auranya hitam semua, serammm, lihat mereka sudah seperti ingin memakan ku!!" Gerutu Luna di samping Aiden sambil mencubit cubit lengan pria itu.


"Heheheh, jangan takut kan ada kakak," ucap Aiden dengan suara sedikit kuat sehingga para karyawan yang sebenarnya diperintahkan untuk turun ke bawah beberapa menit lalu mendengar pria itu.


Mereka semua terbelalak mendengar Aiden berbicara lembut dengan wanita, belum pernah mereka melihat Aiden sedekat itu dengan seorang wanita meski rumor tentang Presdir mereka itu sangat banyak.


Rumor ini juga timbul karena keisengan pria itu yang karena kesal terus diganggu dia malah balik menggoda akhirnya dia di cap sebagai playboy padahal berpacaran saja paling hanya dua atau tiga kali.


"Ekhmm...." Aiden berdeham sehingga semua mata tertuju pada pria itu.


Mereka berempat berdiri di depan para karyawan yang memasang wajah penasaran dengan maksud dan tujuan mengapa mereka di panggil ke bawah.


"Saya hanya ingin menyampaikan, kalian semua hapal wajah gadis cantik di samping saya ini, dia orang penting di perusahaan ini dan juga orang penting di hidup saya, jika suatu hari ia datang berkunjung kalian harus menghormatinya!" Jelas Aiden.


Luna menatap Aiden bingung, kenapa pria ini memperkenalkan dirinya ke hadapan karyawannya pikirnya.


"Ahh satu lagi, dia adikku!"ucap Aiden.


"Sudah sana bubar, apa kalian di gaji hanya untuk berkumpul disini? Jika kalian tidak bubar dalam hitungan ketiga...." Aiden berhenti saat melihat karyawannya sudah kocar kacir berhamburan kemana mana menuju ruang ke mereka masing-masing.


"Arhhhh dasar Presdir somplak, dia yang suruh turun dia yang marah dasar aneh!" Gerutu para karyawan.


"Pfftt... hahahahah, Aiden tertawa saat berhasil menjahili karyawannya sendiri.


Puk


Plak


Tuk


Tiga pukulan mendarat di tubuh pria itu.


Satu di kepalanya, satu di punggungnya dan satu lagi di lengannya.


"Awuuuuuu, kenapa dipukul atuh? Babang Aiden jadi atit....shhhh," gerutu Aiden sambil menggosok kepalanya.


"Dasar Presdir bego!" Senggak mereka bertiga membuat Aiden menatap mereka dengan tatapan tidak bersalah.


Luna melepaskan tangannya dan menggandeng tangan Bima.


"Tinggalkan saja Presdir aneh itu!"ketus Luna sambil menggandeng Bima dan Ken berjalan keluar perusahaan.


"Arhhhh...tunggu babang Aiden dong!"seru Aiden berlari menghampiri mereka.


"Kakak aneh banget sih, jahil banget sama karyawan sendiri!" Ketus Luna.


"Heheheh, buat nambah imun sayang hahahah," kekeh Aiden sambil menggaruk kepalanya.

__ADS_1


"Halah banyak bacot kau Aiden, apa coba alasanmu mengumumkan hal itu di depan semua karyawan mu?" Tanya Bima.


"Ck...aku punya alasan, kalian tau kan kalau banyak rumor yang menimpaku padahal tak ada satu pun yang benar, aku hanya berjaga-jaga agar Luna tidak diterpa rumor itu juga, dia bisa dalam bahaya kalau sampai ada rumor buruk, aku tidak mau terjadi apa apa pada gadis manis ini!" Ujar Aiden.


"Aku tidak mau ada kejadian buruk karena wanita wanita ****** itu cemburu pada Luna," tambah Aiden.


Mendengar ucapan Aiden, Luna merasa terharu karena kasih sayang pria itu benar-benar nyata seperti seorang kakak kandung.


"Kak," ucap Luna yang tiba-tiba berhenti dan melepas tangannya dari Ken dan Bima.


Mereka bertiga menatap Luna dan ikut berhenti.


Grepp


Luna memeluk Aiden dengan erat, ia begitu terharu mendengar ucapan pria itu.


"Terimakasih kak!" Ucap Luna, tanpa ia sadari air matanya malah menetes saking terharunya.


Aiden terkejut namun sesaat kemudian ia tersenyum lalu membalas pelukan Luna yang hanya setinggi dadanya itu. Aiden menepuk kepala Luna dengan lembut.


"Iya iya, utututu, cengeng banget sih adik kakak ini hehehe," ucap Aiden sambil memandang wajah Luna dan mengusap air matanya.


"Heheh, kakak sih naruh bawang kan Luna jadi nangis huh," kekeh Luna yang membuat mereka bertiga tergelak dengan ucapan gadis itu.


"Udah jangan nangis lagi, sekarang kita berkelana ke Perusahaan kak Bima," ucap Bima yang cemburu karena Aiden mendapatkan pelukan gadis itu.


Bima menarik tangan Luna ke sampingnya dan merangkul gadis itu.


"Sekarang Luna milikku, kalian sana dulu!" Ujar Bima.


"Hei dia adikku bukan adikmu!" Ucap Aiden.


"Ck.. adikku!"ucap Bima.


"Kalian siapa? Aku kakak kandungnya!" Ucap Ken menggenggam tangan Luna.


"Sana kau, meski kau kakak kandungnya aku tetap kakaknya yang paling tampan!" Ketus Aiden.


"Ck...ayo Luna kita pergi!" Ucap Bima menarik tangan Luna menuju mobilnya yang sudah terparkir rapi di depan perusahaan.


Luna tersenyum mendengar perdebatan mereka bertiga yang selalu seperti anak-anak jika sudah berkumpul seperti ini.


"Ck...aku jadi ditinggal gara-gara dirimu!" Ketua Ken berlari meninggalkan Aiden disana.


"Woy tunggu, dasar kau ini main tinggal tinggal aja!" Teriak Aiden.


Akhirnya mereka semua berangkat menuju perusahaan milik Bima. Bima sangat bersemangat membawa Luna bersamanya, sepanjang perjalanan mereka terus-menerus berbicara apalagi Luna selau saja bisa membawa topik pembicaraan yang seru.


Setelah tiba di perusahaan milik Bima yaitu Antariksa Grup, seperti yang dilakukan oleh Aiden tadi, mereka seperti sedang melakukan tour pariwisata dengan Bima sebagai guide tournya.


Dan momen yang paling berkesan sama persis dengan yang dilakukan oleh Aiden tadi, Bima memperkenalkan Luna pada seluruh karyawannya dengan alasan yang sama.


Tak ayal setelah melancong ke perusahaan milik Bima mereka langsung berangkat menuju D.K group milik Ken.


Namun Ken tidak bertindak gegabah di perusahaannya, dia tidak memperkenankan Luna sebagai adik kandungnya dengan satu alasan yaitu keselamatan Luna bisa kembali terancam selama masalah masalah mereka belum selesai.

__ADS_1


"Tak apa kan kalau kakak tidak memperkenankan dirimu pada mereka sebagai adik kandung kakak? Kakak hanya takut kamu kenapa-kenapa nanti, kakak gak bisa biarin kamu terluka lagi!" Ujar Ken untuk kesekian kalinya.


Luna memutar malas kedua bola matanya. Sejak keluar dari perusahaan tadi, kupingnya panas mendengar pertama yang sama berulang kali.


"Hufftt kak Ken, kau cerewet sekali seperti perempuan saja !" Ketus Luna kesal.


"Ya maaf, kakak hanya tidak ingin kamu salah paham," ujar Ken dengan nada lirih.


Luna menatap Kakaknya yang duduk di kursi kemudi, di belakang mereka ada Aiden dan Bima yang duduk di kursi penumpang sebab mereka malas membawa mobil dan malah meninggalkan mobil mereka di kantor Ken.


Mereka belum melaju dan masih berada di depan perusahaan. Luna menggenggam tangan Ken yang tampak sedih karena tidak bisa mengungkapkan identitas Luna.


"Kak, aku baik baik saja, jangan sedih please!" Pinta Luna dengan lembut.


Ken menatap Luna, tampak pria itu merasa sedih dengan situasi saat ini.


Ken memeluk Luna dan menepuk-nepuk pundak gadis itu.


"Ini hanya sementara, setelah itu kakak akan perkenalkan kami ke khalayak umum!" Ucap Ken yang dianggukkan oleh Luna.


"Tukang drama!!" Ketus Aiden dan Bima dari belakang.


"Suka suka saya, kenapa kalian disitu?bawa mobil kalian masing-masing!" Tukas Ken.


"Ck...kalau Luna tidak disini kami mana Sudi naik mobil kecilmu ini!" Ejek Aiden.


"Grrrhhh Aidennn kau ini benar benar minta di pukul ya!!"geram Ken sambil menatap Aiden dengan tatapan Pembunuh.


"Uluh uluh bebeb Ken ummah!"ucap Aiden sambil memajukan bibirnya.


Ken kembali teringat kejadian itu, ia berbalik lalu menyalakan mobilnya tanpa bicara apa pun.


"Pffthh. Hahahhahahahaah," mereka semua tertawa di dalam mobil itu.


"Hahahah, setelah ini kita kemana kak!" Tanya Luna di sela-sela tawanya.


"Kita mau ketemu ular beludak!!" Ucap mereka bertiga.


"Owchhh....oke oke, Luna siapkan amunisi untuk memburu ular beludaknya!" Ucap Luna dengan seringai di wajahnya.


.


.


.


ingat ya di like, di komen dan di vote juga, kalau boleh di kasih juga tuh bunga, kopi, silet kek sekali sekali 🤭🤭 atau apa deh yang penting ada .


spoiler sikit:


Luna bakal ketemu sama Laura dan emaknya di J.B group. Terus ada kejutan lain, ada seseorang yang akan ketemu sama Luna 😉 see you tomorrow 🤭🤭


author mau promo


👇👇👇👇👇👇👇👇👇👇

__ADS_1



__ADS_2