
Lain halnya dengan Mark dia malah gelagapan dan spontan memeluk istrinya.
"Baiklah baik akan ku terima dengan baik, terimakasih atas hadiah pernikahan yang luar biasa ini Kak Gama!" Ucap Mark sambil membungkuk hormati, dan ini kali pertama dia memanggil Gama dengan sebutan itu.
"Terimakasih kak," ucap Andin yang benar benar terharu, dia tak menyangka karena Gama dan yang lainnya benar benar menganggap dia sebagai saudara.
"Tentu saja Andin, aku bahkan sangat berterima kasih padamu karena mendampingi istriku semasa dia dalam keterpurukan." Ucap Gama.
"Lalu siapa yang akan menjadi asisten mu bro?" Tanya Bima.
"Ferdi, dia akan menjadi asistenku bersama sama dengan Anna! Kalian akan dibantu oleh Kak Rendi dan kak Katie," ucap Gama.
"Bagaimana? Apa kalian setuju melaksanakan tantangan ini?" Tanya Gama.
"Setuju kak!" Seru Ferdi dan Anna dengan penuh semangat, ya kedua anak muda ini benar benar sangat tertarik dengan dunia bisnis dan kemampuan mereka membuat Gama yakin memilih mereka menjadi asistennya.
Begitulah pengumuman itu disahkan hari itu juga, dan seluruh dunia menyaksikan hal itu.
"Sayang, apa kita tidak punya pengumuman penting? Atau kamu mau aku mengumumkan bahwa kamu adalah nyonya Aiden?" Tanya Aiden yang senantiasa memeluk istrinya dari belakang.
Mikha tersenyum, dia memegang tangan suaminya lalu mengarahkan tangan itu ke perutnya.
"Kurasa dia akan setuju dengan hal itu," ucap Mikha sambil tersenyum, pembicaraan mereka di dengar oleh seluruh keluarga besar yang membuat semuanya bertanya tanya dengan maksud Mikha.
"Dia ? Dia siapa sayang?" Tanya Aiden bingung.
"Ya dia sayang, dia ada disini di perut aku," ucap Mikha.
"Cacing maksud kamu?" Ucap Aiden yang malah membuat mereka semua tergelak.
Rose dan Luna cekikikan mendengar ucapan Aiden, sebab mereka tau apa yang terjadi pada Mikha.
"Kenapa Ze?" Tanya Ken bingung.
"Dengar ya, aku bertaruh setelah ini Aiden pasti akan teriak teriak, atau nggak pingsan atau nggak lompat kesana kemari," bisik Rose sambil cekikikan.
"Kok gitu?" Tanya Ken.
"Dengar saja sayang," bisik Rose yang membuat Ken malah tersipu karena di panggil sayang oleh istrinya.
Puk
"Gimana sih, bukan cacing sayang, anak kamu!" Ucap Mikha yang sontak membuat mereka semua terkejut mendengar kabar kehamilan Mikha.
"Anak? Mana anak, kamu ini ada ada aja" ucap Aiden menatap heran istrinya.
Mikha hanya tersenyum sambil melirik perutnya. Sejenak Aiden mengolah apa yang di dengarnya, namun karena terlalu nge lagi dia malah jadi bengong.
"Ihk kok bengong sih," ucap Mikha.
"Maksudnya gimana?" Tanya Aiden sambil garuk garuk kepala.
"Hadehhh... Kamu ya, jangan sampai ngebug nya ketularan sama anak kita, aku hamil sayang baru tiga Minggu" ucap Mikha.
__ADS_1
Deg... Deg deg.
Mata Aiden membulat, dia menatap Mikha memastikan apa yang dia dengar.
"Ka.. kamu hamil?" Ucap Aiden sambil menatap Mikha dengan serius, dan wakita itu mengangguk.
Aiden spontan memeluk istrinya, dia menangis kali ini benar benar terharu mendne jawaban istrinya.
"Terimakasih sayang, terimakasih banyak , terima kasih!" Ucap Aiden sambil mengecup wajah istrinya berkali kali.
"Ja.. jadi disini sekarang ada Maureer junior? Aku.. aku akan jadi seorang Ayah!!!" Ucap Aiden sambil duduk bersimpuh di lantai sambil memegang perut istrinya.
"Halo nak, ini Papi tampan ahhh terimakasih sudah hadir di perut Mami cantik ya sayang, sehat sehat disana, " ucap Aiden sambil mencium perut Mikha.
"Mulai lagi," batin mereka semua saat melihat kode merah dari seorang Aiden.
"A.. aku jadi seorang ayah, a.. aku... Haahhhh..."
Brukk
Aiden pingsan saking senangnya karena dia akan menjadi seorang Ayah, mereka semua panik.
"Aiden!" Teriak mereka Khawatir dengan pria yang setiap hari selalu narsis itu.
"Sayang," panggil Mikha yang hendak menunduk membantu suaminya.
"Jangan Mikha, si kunyuk itu pasti akan beraksi lagi, takutnya dia meluk kamu tiba tiba, bahaya kandunganmu masih rentan" ucap Bima.
"Lalu bagaimana dengan Aiden?" Ucap Mikha khawatir.
"Satu.... Dua ...tiga.." ucapnya dan...
Mata Aiden terbuka, dia bangkit berdiri sambil menggosok gosok bokongnya lalu menatap mereka dengan tatapan biasa seperti tidak terjadi apa apa.
"Kenapa kalian melihatku begitu?" Tanya Aiden.
Mereka semua diam saja, lalu melirik Mikha.
"Eh sayang, tadi aku mimpi aneh banget, kamu hamil dan kita akan jadi orangtua," ucap Aiden sambil bergelayut manja pada istrinya.
Puk
Mereka hanya tepuk jidat dengan ucapan calon Papi itu.
"Haduhh kamu begonya gak ketulungan ya sayang, iya aku emang hamil!!" Ucap Mikha tak habis pikir dengan sikap suaminya, sejak kapan menyampaikan kabar bahagia mejadi sesulit ini.
"Ja.. jadi benar?" Ucap Aiden sambil menatap mereka semua.
Plakkk
Bughh
Puk
__ADS_1
"Bangun Aideeennnn!!!!! "Teriak mereka semua sambil tangan Gama, Ken, Bima dan Alex melayang di punggung pria itu.
"Erhh.. aku jadi Bapak yesssss wohoooooo hahahahhahahahahahahahahahahahah" sontak Aiden berteriak kegirangan sambil mengangkat tangannya ke udara saking senangnya dengan kabar kehamilan istrinya.
"Aku jadi bapak woi, aku punya anak, aku punya anak yessss yuhuhhhh, Papi ganteng dan mami cantik punya anak yang masih belum tau cantik apa ganteng hahahahah" celetuk pria itu sambil berjingkrak-jingkrak kegirangan.
Aiden melompat kesana kemari sambil berteriak mengumumkan kalau dirinya akan menjadi seorang ayah.
"Hahahahhahahahahahah " mereka semua tertawa terbahak-bahak melihat tingakh jenaka pria itu, benar benar selaku di luar dugaan.
" Yes gak sia sia perjuanganku begadang setiap malam melewati lembah dan bukit hahahahahahahaha" teriak pria itu
"Aiiideeennnn!!!!!!!" Teriak mereka semua saat mendengar kata kata vulgar dari mulut Aiden .
Mikha sendiri sudah tidak tau harus menaruh wajahnya dimana, dia benar benar merona dan malu karena kelakuan suaminya yang tampan itu.
"Mah,anak Mama tu hahahah" bisik Ben adik Aiden yang juga diundang ke acara pernikahan itu.
"Ck.. ck.. ck.. anak ini kayaknya harus dikasih pelajaran supaya tobat ceplas-ceplos nya, hadeh, yang sabar ya sayang, suami kamu memang unik," ucap Nyonya Maureer.
"Hehehe iya Ma," jawab Mikha .
"Selamat ya kakak ipar, Josh boleh kan nanti yang jagain Dede bayinya kalau udah lahir," ucap Joshua sambil menggandeng tangan Kakak iparnya.
"Tentu boleh Joshua" ucap Mikha sambil tersenyum.
Malam itu benar benar spesial bagi mereka semua, kebahagiaan mere telah menyambut dan kini saatnya menikmatinya.
" Sayaaangggg!!!!" Teriak Aiden yang berlari ingin memeluk istrinya dengan senyum sumringah.
Sreettt....
"Ehh mau ngapain kak? Hmmm? Gak sadar kak Mikha lagi hamil muda, kalau kakak meluknya begitu bisa bisa kakak batal jadi Ayah, hati hati dong!" Ucap Ferdi yang menarik kerah baju Aiden agar pria itu tidak lanjut berlari.
"Hahahahhahahaha" mereka semua tertawa melihat bagaimana Aiden sedang di tahan oleh Ferdi seperti seorang anak kecil yang dilarang membeli permen.
"Oh iya hehehehe, maaf maaf, kelupaan" ucap Aiden sambil nyengir kuda.
"Awas kalau ponakanku sampai kenapa kenapa kak," ucap Ferdi sambil menatap Aidne.
" Udah berani ya kamu mengancam kakak ipar sendiri, dasar adik tengik!!!!" Ucap Aiden sambil menjepit kepala Ferdi membuat mereka kembali tergelak.
"arhhh ampun kak ampun, gak lagi deh gak lagi!!" teriak Ferdi sambil memukul mukul ke gan Aiden yang menjepit kepalanya.
"Rasain dasar bocah tengil!!!" gerutu Aiden.
.
.
.
like, vote dan komen, kasih hadiah juga yang banyak, bentar lagi tamat nih, hadehhhh 😭😭😭😭😭🙏
__ADS_1
Tapi ada sekuelnya kok heheheh