Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
92


__ADS_3

Gama melangkahkan kakinya menuju ruang rapat, dengan gagah dan berkharisma pria tampan itu masuk ke


dalam ruangan rapat umum dan duduk di kursi yang disediakan untuknya.


Tampak rapat berlangsung dengan serius apalagi setelah kedatangan seorang Gamaliel Park, para karyawan menjadi gugup sekaligus tegang.


Apalagi masalah di setiap departemen harus diselesaikan hari ini juga sebab Presdir langsung mengadakan rapat umum yang tandanya akan ada posisi yang di rombak dan digantikan dengan orang-orang lebih berpotensi.


Tuk


Tuk


Tuk


Saat presentasi berlangsung terdengar suara ketukan jari seseorang siapa lagi kalau bukan Gama yang menatap karyawannya dengan tatapan datar dan dingin seperti biasa sambil memperhatikan presentasi mereka.


Rapat berjalan dengan penuh ketegangan, setelah para kepala tim setiap departemen mempresentasikan laporan mereka, ruangan hening sejenak yang terdengar hanya suara ketukan jari Gama yang begitu nyaring di atas meja.


Deg


Deg


Deg


"Astaga aku lebih baik menghadapi pelanggan secara langsung daripada berhadapan dengan Presdir menyeramkan ini," batin salah satu karyawan.


"Kami seperti menghadapi persidangan menuju neraka," batin yang lain.


"Ohh Tuhan jangan cabut nyawaku sekarang," ucap yang lain.


Gama terus menatap mereka dengan wajah tanpa ekspresi, tangannya mengetuk ngetuk meja rapat itu.


"Hahahaha, wajah mereka aneh, hahah mengapa kalian tegang sekali, astaga aku baru sadar ternyata jadi Presdir itu menyenangkan hahahhaha," Gama menahan tawanya, ia sungguh ingin tertawa melihat wajah karyawannya yang gugup, takut, tubuhnya bergetar, bahkan ada yang sampai pucat dan keringat dingin.


Tentu saja mereka seperti itu karena wajah Gama benar-benar menyeramkan sekarang.


"Sepertinya aku tertular kegilaan Luna dan Aiden hahahaha," batin Gama.


Ting


Ting


Terdengar suara pesan masuk pada ponsel pribadi milik Gama. Pria itu menghentikan ketukan jarinya. Ia merogoh ponsel di dalan jasnya lalu membuka pesan masuk itu.


Gama menegakkan tubuhnya lalu meletakkan kedua tangannya di ats meja sambil memainkan ponselnya.


"Dia tampan sekaligus menyeramkan, sepertinya beliau reinkarnasi malaikat maut!!" Batin mereka.


Mata para Karyawan menatap Gama ha g dengan santainya memainkan ponsel, suasana masih hening dan menegangkan.


"Pfhhtt.....huahahahahahahahahhaha," seseorang tertawa terbahak-bahak di dalam ruangan itu siapa lagi kalau bukan Gama yang ketularan sableng dari Luna dan Aiden.


Akhirnya tawanya tak bisa di tahan lagi apalagi saat melihat isi pesan yang di kirimkan oleh istrinya.


Luna mengirimkan foto dirinya bersama Paman Bibi dan saudara sepupunya. Namun ada yang aneh, di tengah-tengah mereka ada Bima dengan wajah berantakan dan rambutnya diikat seperti anak kecil.


Wajah Bima belepotan dengan make up dan lipstik.


Di foto itu Luna menaruh caption:


"Hasil karya seni karena kak Bima kalah bermain game,"


Foto selanjutnya yang membuat Gama semakin tidak bisa menahan tawa adalah foto Ken dan Aiden saat tidak sengaja berciuman beberapa Minggu lalu.

__ADS_1


Luna menulis caption :


"Foto pasangan Fenomenal selanjutnya hahahahahahah, semangat sayang!!😉😉❤️🤣🤣"


Gama tergelak melihat dua foto itu, sungguh Luna benar benar menghiburnya, mereka terasa dekat padahal jaraknya sangat jauh.


Saat Gama sedang asyik-asyiknya tertawa para karyawan malah semakin ketakutan. Tubuh mereka menegang, jantung mereka berdegup kencang, sebab belum pernah mereka melihat Presdir mereka tertawa puas seperti itu.


"Apa Presdir sudah gila?"


"Oh Tuhan dunia akan kiamat!!"


"Apa ini? Kupikir dia itu robot sampai tidak pernah tersenyum sekalipun tapi ini? Dia tertawa puas seperti itu, menyeramkan!"


"Apa aku akan mati sekarang ibu?"


"Oh sial, seseorang tolong selamatkan aku dari malaikat maut ini!"


"Apakah otaknya rusak setelah kakinya sembuh?"


"Dia gila, Presdir gila!"


Begitulah gambaran isi pikiran para karyawan yang melihat Gama tertawa terbahak-bahak.


"Hahahahha, lucu, lucu sekali haaaahhh," Gama berusaha menetralkan perasaannya.


"Huhh....Kak Ren lihatlah ini, aku akan mengurus ini kakak lihat dulu ini," ucap Gama menyerahkan ponselnya pada Rendy yang sudah berdiri di belakangnya.


Rendy menerima ponsel Gama, pria itu melihat apa yang di lihat tuannya tadi.


"Astaga! Pffthh...tu..tuan, bisakah saya keluar sebentar?" Tanya Rendy berusaha menahan tawanya, Gama mengangguk pelan sambil tersenyum jahil.


Rendy berlari keluar dan ...


Sementara itu di dalam ruangan, suasana kembali tegang, Gama berdiri di tempatnya, semua mata tertuju pada pria itu.


"Kalian!" Bentak Gama.


Deg


Deg


Deg


Mereka semua tersentak, bahkan ada yang sampai terjungkal dari kursinya saking takutnya.


Brukk


"Hei ada apa dengan cepat bangun," bisik temannya sambil membantu pria berkacamata yang sedang gugup itu.


"Ma..maaf," ucapnya dengan suara bergetar ketakutan.


"Huuffttt....haaahhhh, dengar ini, kalian sudah mempresentasikan laporan kalian, maka kalian pasti tau masalah apa yang dihadapi oleh masing-masing departemen kalian!" Ucap Gama memulai percakapan.


"Maka dari itu, hari ini secara resmi J.B group memberikan peluang kepada siapa pun yang berbakat dan mampu menyelesaikan masalah di masing-masing divisi dia akan diangkat menjadi kepala divisi itu,"


"Seperti tahun-tahun sebelumnya kita sudah pernah melakukan ini, namun ternyata ada saja manusia sampah seperti mantan manajer pemasaran kalian itu yang bekerja dengan bermain-main!" Tegas Gama.


"Maka dari itu, seleksi tahun ini akan sangat ketat, sebulan lagi kalian akan kami uji satu persatu, bahkan pengujinya pun akan ku tentukan, jadi aku mengharapkan kinerja bagus dari kalian selama sebulan ini untuk bekerja sama menyelesaikan semua permasalahan di perusahaan ini!" Ujar Gama.


"Jika sampai ada yang ketahuan berbuat curang, maka detik itu juga kalian akan di blacklist dari semua perusahaan di dunia ini!" Tegas Gama.


Semua Karyawan membelalakkan mata, syarat kali ini sangat berat, memang mereka semua tanpa terkecuali berkesempatan mengeluarkan semua potensi dalam diri mereka, namun jika bermain-main dan tidak bisa kompeten maka karir mereka yang di pertaruhkan disini.

__ADS_1


"Kalian boleh membentuk tim dan saling membantu, dan bisa menunjuk satu perwakilan sebagai calon ketua tim selanjutnya dan akan bersaing dengan karyawan lain,"


"Jika mau kalian semua boleh ikut berpartisipasi!" Tegas Gama.


"Namun untuk bagian pemasaran!" Ucap Gama.


Bagian pemasaran yang di panggil tadi langsung berdiri.


"Tim kalian tidak diperbolehkan ikut dalam kompetisi ini, karena di antara semua tim, kinerja kalian begitu pesat seminggu terakhir ini, oleh karena itu saya memberikan kesempatan pada manajer Ahn Min hyeop memimpin divisi pemasaran!" Ucap Gama.


"Ma..manajer? saya tuan?" Min hyeop terdiam mendengar jika ia diangkat secara langsung menjadi manajer pemasaran, dapat terlihat raut haru dan bahagia di mata pria itu.


Mereka semua membelalakkan mata, apalagi tim pemasaran, mereka tidak percaya akan mendapatkan hak istimewa ini.


Seminggu terakhir memang kinerja mereka langsung meningkat pesat setelah asisten manajer Min hyeop yang mengambil alih tim itu.


"Bagaimana kalian siap menjadi tim percontohan?" Tawar Gama.


"Siap Tuan!" Jawab mereka dengan bangga sambil menunduk hormat, bahkan anggota wanita di tim itu sampai menangis haru.


"Sampai disini rapat kita, semoga kalian betah bekerja di Perusahaan ini, anggap perusahaan ini sebagai rumah kedua kalian maka kalian akan merawatnya dengan sungguh-sungguh!" Ucap Gama sebelum meninggalkan ruangan itu.


"Terimakasih tuan!" Ucap mereka sambil membungkuk hormat.


Mereka kini bisa bernapas lega, akhirnya ada kesempatan untuk memperbaiki semua permasalahan di perusahaan, kompetisi yang dibuat tidak memungkinkan para karyawan melakukan tindakan curang, karna sepintar apa pun mereka melakukannya, tetap akan ketahuan dan karirnya bisa dalam bahaya.


Gama keluar ruangan ia melihat Rendy ya g terduduk lemas di atas lantai, dengan segera ia menemui pria itu.


"Kak Ren kau kenapa?" tanya Gama panik.


"Perut ku keram Karena tertawa hahaha, astaga tuan tolong aku, perutku rasanya nyeri," ucap Rendy yang sudah lemah namun masih bisa tertawa.


Gama tersenyum tipis, ia memapah Rendy menuju ruangannya.


"Mereka lucu sekali," ucap Gama.


sementara itu di sebuah rumah yang cukup mewah, seorang pria tengah duduk menatap layar komputernya, ia tampak sedang mengawasi seseorang.


"Kau sudah sembuh ya? hahahha, lihatlah dia sudah sembuh!" ucapnya pada wanita di belakangnya sambil menyesap rokoknya.


"Bagaimana keadaan wanita itu?" tanya pria itu pada pria di belakangnya.


"nona aman tuan!" jawab pengawal itu.


"Nona kecil juga aman, anak buah kita menjaga mereka dengan baik," ucap pria itu.


"Kerja bagus, pastikan mereka aman, aku akan menemui mereka secara langsung suatu saat nanti!" ucapnya dengan senyuman menyeringai di wajahnya.


"erghhh...lepaskan aku dari sini, kenapa kau menyiksaku disini!!"teriak seorang wanita.


"Kau sudah berkali kali mendengar alasannya sayang, aku mencintaimu fuuuhhhhh," ucapnya berbalik badan dan langsung menatap wanita itu sambil meniupkan asap rokoknya ke wajah wanita itu.


"uhuk uhuk....kau kejam, kau... seandainya dia tau kau seperti ini dia tidak akan pernah memaafkanmu!" ucapnya.


Penampilan wanita itu sangat mengerikan, kakinya diikat dengan rantai, tubuhnya kurus karena tidak mau makan, banyak bekas luka di tubuhnya, rambutnya pendek, wajahnya begitu buruk, gadis dengan tahi lalat di bawah bibir itu sudah lama disekap disana.


"Urus urusanmu bodoh! karena kau semua rencanaku hancur!" bentak pria itu.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😊😉😊😊


__ADS_2