Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
169


__ADS_3

(Masih flasback ya gaes,)


"Iya Luna gak nangis kok," ucap Luna sambil mengangguk, dia menggenggam tangan Bima sambil tersenyum.


"Apa yang mau kamu bicarakan?" Tanya Bima serius.


"Bisa bantu Luna berdiri kak, kita ke depan meja kerja itu," ucap Luna sambil menunjuk komputer di seberang tempat tidurnya.


"Ahh baiklah, kakak gendong aja ya," ucap Bima langsung mengangkat tubuh Luna menuju Meja kerja itu.


"Terimakasih kak," ucap bumil itu setelah duduk di depan meja kerja yang berisi sederet komputer.


"Duduk sini kak," ucap Luna sambil menunjuk kursi di sampingnya dan Bima menurut.


"Luna mau tunjukin sesuatu, tapi kakak ingat Janji kakak!" Ucap Luna serius.


"Iya, mau lihat apa sih?' tanya Bima tanpa rasa curiga sedikitpun.


Luna membuka file video di komputer di hadapan mereka, lalu memutar video itu di depan Bima.


Terdengar suara-suara erotis di dalam video itu serta dengan jelas menunjukkan siapa pelaku utama yang sedang buka sana, colok sana, colok sini, hisap sana hisap sini, bagaikan film biru yang banyak di tonton orang lewat VPN eh.. ups!


Bima membelalakkan matanya melihat video itu, dengan cepat dia menghentikan video itu dan menatap Luna heran.


"Kamu ngajak kakak nonton beginian Na!??" Ucap Bima sedikit panik dan ada nada marah disana.


"Ck.. ahhh lihat dulu itu siapa kak Biimaaaaa!!" Ketus Luna kesal, belum apa-apa Bima sudah marah marah saja.


"Emang kenapa sih?" Ucap Bima.


Tap


Luna memutar videonya lalu menghentikannya tepat saat wajah kedua pelaku tampak dengan jelas sedang menikmati surga dunia mereka tanpa sehelai benangpun dengan posisi seperti katak sedang kawin, menjijikkan!


Deghh......


Mata Bima kali ini benar-benar membulat sempurna, jantung nya berpacu seperti pelarian kuda, sangat keras hingga membuatnya hampir sesak nafas karena lupa bernapas.


"Kak!" Panggil Luna sedikit khawatir.


"Apa ini na? Ke..kenapa ada wajah Niel dan Clara disini?... Ke.. kenapa mereka," ucap Bima sambil menatap Luna dengan wajah merah padam dan mata tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Luna mengangguk pelan, lalu menutup video itu dan memutar rekaman percakapan serta menunjukkan bukti chat Clara dan Niel yang dilakukan melalui ponsel pribadi Clara agar Bima tidak tau.


"Hahahah, dia akan kita hancurkan sayang, aku muak dengan wajah bodohnya itu hahahah," tawa Clara dalam rekaman itu.


"Kau memang yang terbaik Clara sayang, tak sia sia aku menjadikan mu kekasih ku, kita bisa menghancurkan bajingan itu dan menjadi pebisnis paling besar di kota Bali hahahha," terdengar tawa jahat Niel dengan segala rencana busuknya.


"Kau benar sayang, cih dia itu munafik, dia tak bisa memuaskan ku dalam urusan ranjang tetapi kau adalah yang terbaik, ummah!"ucap Clara.


"Hmm... Kapan kita melakukan rencana kit?" Tanya Clara lagi.

__ADS_1


"Besok, kau bawalah dokumen itu suruh dia menandatangani tanpa membacanya, yakinkan dia sayang, dengan demikian seluruh aset pribadi dan perusahaan nya akan jatuh ke tangan kita," ucap Niel.


"Hahah, baiklah sayang," ucap Clara.


Tap


Luna mematikan rekaman itu, lalu membuka file-file berisi foto pertemuan Clara dan Niel yang mana penampilan Clara benar-benar berbeda dari yang Bima tahu.


Bima benar benar terkejut dan terpukul dengan semua bukti dan fakta yang benar-benar konkret ini, Pantas saja Aiden sangat menolak Clara.


"Arghhhhh..." Teriak Bima histeris.


Dia mencengkram erat kepalanya sendiri saat melihat semua bukti itu.


Brukk


Bima terjatuh ke lantai tepat saat Gama masuk ke dalam ruangan itu.


"Sayang," ucap Gama menghampiri Luna.


"Kak Bima sayang, dia.. dia hiks hiks hiks," Luna ikut menangis saat melihat Bima bagai kehilangan akal sehatnya , pria itu bergetar hebat tatapan matanya kosong namun air matanya terus menetes.


Gama merangkul istrinya agar tidak panik karena masih lemah.


"Arhhh... Cla.. Claraaa!!" Geram Bima, dia mengeraskan rahangnya, mengepalkan tinjunya, air matanya berjatuhan, kilat kemarahan dan kekecewaan tampak jelas di mata Pria berusia 30 tahun itu.


"Kenapa... Hiks hiks.. kenapa selalu begini, Gama apa salahku, arhhh kenapa aku selalu dikhianati seperti ini,?" Ucap Bima menangis di depan adik dan sahabatnya.


Alex yang baru menyusul Gama langsung melangkah tergesa saat mendengar seseorang menangis.


"Kak Bima," lirih Luna.


"Dek, kenapa kakak harus mengalami hal seperti ini?" Ucap Bima sambil menangis sedih, dia benar-benar terpuruk saat ini.


"Itu nggak mungkin dia Na, itu gak mungkin Claraku!!" Ucap Bima deng keras kepalanya yang membuat siapa saja pasti kesal dengan pria itu.


"Kak Biimaaaaa!!!"geram Luna dengan mata berkaca-kaca, harusnya Luna tidak boleh stress tapi kejadian ini juga membuatnya terbeban.


"Arhhh... Shhhh," Luna pusing dan langsung memegang erat lengan suaminya yang berdiri di sampingnya.


"Lunaaa," pekik Alex dan Gama.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Gama panik.


"Sudah tak usah lanjutkan, kamu harus istirahat!" Ucap Gama.


"Shhh... Gak apa-apa kok sayang, biar kami bicara dulu," ucap Luna.


Luna mengambil tangan Bima dan menggenggam keduanya dengan erat.


"Kak Bima buka mata kakak lebar-lebar! Wanita itu bukan wanita baik-baik, dia bukan orang yang tepat untuk Kakak, kakak harus bersyukur karena Tuhan membukakan rahasia wanita itu sebelum kakak meminangnya," ucap Luna.

__ADS_1


"Tambahkan hatimu kak, Luna tau pasti sulit, tapi Luna yakin kalau Kak Bima pasti akan mendapatkan kebahagiaan kakak," ucap Luna sambil menatap mata Bima yang tampak sangat menyedihkan.


"Arhhh, tapi aku mencintainya Na, aku benar-benar jatuh cinta padanya,disini benar-benar sakit," lirih Bima sambil memegang dadanya yang terasa sesak dan sakit sekali.


"Itu bukan cinta kak, itu hanya obsesi," ucap Luna sambil melirik suaminya yang juga melakukan hal yang sama dulu.


"Pfftttthhh," Alex Terkekeh sedangkan Gama membuang jauh pandangannya ke arah lain karena merasa malu sendiri.


"Kakak harus bisa tenang, ingat kak kami melakukan ini bukan untuk menghancurkan kakak, mungkin kakak merasa hancur sekarang, tetapi suatu saat nanti kakak pasti berterimakasih pada Tuhan karena telah membuat kakak melalui fase ini,"jelas Luna.


"Sayang bisa kutinggal? Sepertinya terjadi sesuatu di depan, aku takut terjadi apa-apa dengan mereka," ucap Gama.


"Pergilah," balas Luna.


Gama dan Alex keluar setelah mendengar teriakan Ken.


"Apa yang harus kulakukan Na? Aku terlalu sakit na, ini.. arghh benar benar sakit!!!" Lirih Bima.


"Kita harus memberikan balasan yang setimpal pada mereka kak, kakak tenang saja, kita akan menghancurkan mereka bersama-sama," ucap Luna sambil menepuk punggung pria yang tengah bersedih itu.


Kembali ke masa sekarang, Bima mulai bisa tenang, Clara masih terlelap dan diawasi oleh Rose.


Di kamar dimana Aiden tidur Ken, Mark, Andin dan Alex masih menatap manusia tengil yang bisa-bisa tertawa dan meracau tak jelas.


Tiba-tiba seseorang datang dari belakang mereka sambil membawa bakul berisi air dan.......


Byurrrrr.....


Gama menyiramkan air dingin sewadah penuh ke tubuh Aiden.


"Arhhhh banjiirrrrr, tsunami, banjiiiiiiirrrrr........ Teriak Aiden sambil melonjak kaget karena mendapat siraman Air dingin dari Gama .


"Pfftttthhh hahahhahaha," mereka semua tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Aiden yang berdiri dengan pose ninja gaya Burung bangau dengan mengangkat kedua tangannya ke atas dan berdiri dengan satu kaki.


"Hahahhahahaha," mereka semua terpingkal-pingkal melihat Aiden yang belum sadar sepenuhnya.


"Basah ehh kok basah, arghhh wajah tampankuuuu!!!" Teriak Aiden histeris saat melihat tubuhnya basah dan penuh cairan merah.


"Kau bau den, kau membuatku mual, bahkan bayi kami tak suka mencium bajumu, hueweeeeekkk, eghh" ucap Gama yang masih saja mual mual karena bau busuk itu.


"Bau??" ucap Aiden sambil mengendus tubuhnya yang basah dan belepotan itu.


"arhhh iya, eghh aku mandi dulu, aku tadi diserang emak-emak waktu di pasar eghh sampai belepotan gini," ucap Aiden bergidik ngeri mengingat kejadian tadi.


.


.


.


Like, vote dan komen 😉😉😉😊

__ADS_1


eps berikut nya:


flashback Aiden di serang gerombolan emak emak dan marahnya Bima, nantikan ya 😘😘😘😘🙃😘😘😘😘😘😘


__ADS_2