
Bima berjalan tergesa ke markasnya, beberapa saat yang lalu, dia dihubungi oleh bawahannya bahwa Clara berhasil melarikan diri.
"Sialan, bagaimana cara kerja kalian kenapa tidak becus,cepat lacak dia!!!" teriak Bima dengan kemarahan yang sudah berada di puncak ubun-ubun.
"Maaf tuan," jawab mereka.
"Bagaimana dia bisa kabur bodoh!!" bentak Bima.
Mark melihat sekitar tempat Clara di sekap,dia melihat jendela terbuka dan kaca yang pecah serta bercak darah di sisa kaca jendela yang pecah itu.
"Bim, sepertinya dia kabur lewat Jendela, lihat di bawah ada tumpukan sampah, sepertinya dia jatuh kesana dan kabur," ucap Mark menunjuk ke arah bawah dimana ada bak sampah yang menimbun sehingga jika terjatuh tidak akan terlalu sakit.
"Tapi sepertinya dia terluka," ucap Mark sambil menunjuk serpihan kaca berbercak darah yang diduga darah Clara.
"Arhhh sialan, belum sempat aku membalasnya dia sudah kabur saja, grhhhh..." geram Bima.
"Cepat cari dia, kondisinya terluka, dia belum jauh dari tempat ini!!!" titah Bima.
Para bawahan Bima segera berpencar mencari keberadaan wanita yang melarikan diri itu.
Mark menghubungi tuannya terkait kaburnya Clara dari markas Bima.
Di Apartemen Alex, suasana cukup genting, apalagi setelah mendengar berita kalau Clara hilang, mereka takut kalau Clara berbuat yang tidak-tidak dan membahayakan orang lain.
"Jangan beri tau Luna tentang hal ini, dia tidak boleh terlalu banyak berpikir aku takut dia melemah," ucap Gama pada yang lain.
"Kau benar, ayo kita bantu Bima, wanita itu bisa saja bersembunyi kita harus menemukannya!" ucap Ken.
"Kami pergi dulu, kalian berjagalah disini, jika terjadi sesuatu segera kabari kami!" titah Gama.
"Baik, " jawab mereka bersamaan.
"Ken sebentar aku lihat Luna dulu, kasihan dia," ucap Gama yang dianggukkan oleh Ken.
Gama berjalan masuk ke kamar dimana Luna kembali beristirahat, bumil itu kembali mual dan muntah tadi, tubuhnya lemah dan dia tidak mau makan apa-apa, saat ini dia sedang beristirahat dengan infus di pergelangan tangannya.
Dokter George tadi datang untuk memeriksa keadaan Luna, dia mengatakan kalau Luna tidak boleh banyak pikiran, ini bisa mempengaruhi janinnya dan membuat tubuhnya lemah.
Gama duduk di bibir ranjang di samping istrinya, dia membelai lembut rambut Luna. Saat ini Luna belum boleh banyak bergerak sehingga mereka menetap sementara di apartemen Alex.
Cup
Satu kecupan mendarat di kening istrinya, Gama sungguh tidak tega melihat istrinya lemah seperti ini, biasanya Luna akan sangat ceria namun setelah berbicara dengan Bima tadi istrinya melemah membuat mereka semua panik dan khawatir.
"Sayang jangan sakit ya, aku tidak tahan melihatmu lemah seperti ini," lirih Gama sambil mengelus wajah Luna yang terlelap dengan damai.
Gama menatap perut Luna, di bukanya selimut Luna lalu disentuhnya perut istrinya dimana anak-anaknya sedang bertumbuh.
"Nak, jangan nakal ya, kalian baik-baik disana kasihan Mama, Papa akan jaga kalian,kalian harus sehat biar kita bisa sama sama jaga Mama oke," ucap Gama seolah calon anaknya bisa mendengar suaranya.
Cup
Gama mengecup perut istrinya, setelah itu dirapikan ya selimut istrinya.
"Sayang aku pergi dulu, kamu baik-baik disini, aku mau bantu Bima dulu, sebentar lagi kita pulang ke rumah," ucap Gama.
__ADS_1
Sekali lagi dia mengecup kening , Pipi dan terakhir bibir istrinya.
"Huffft.... Aku pergi," ucapnya.
Gama pergi keluar menyusul Bima bersama Ken dan Alex yang memutuskan untuk ikut daripada tinggal disini.
Sedangkan Aiden sedang dirawat oleh Rose dan Andin,Luka lukanya ternyata cukup parah.
"Kak den, kenapa bisa sampai luka luka begini sih?" tanya Andin sambil mengoleskan pembersih luka ke kulit Aiden.
"Aw.. aw... sshhhh,sakit Din, ini tadi di kantor Bima jatuh karena terpleset dahiku ke jedot dan tanganku tergores di lantai, kaki ku juga sedikit terkilir, tapi udah enakan kok," ucap Aiden sambil menunjuk luka lukanya.
"Nah terus yang dipunggung Kakak, di bahu kakak kok memar semua?" tanya Rose bingung.
"Ahh jadi gini tadi aku di serang sama gerombolan emak-emak yang lagi rebutan diskon di pasar tradisional," ucap Aiden.
"Ngapain kakak ke pasar tradisional?" tanya Andin.
"Kakak mau beli bahan buat ketoprak, nah pas lagi milih bahan aku ngelihat banyak barang diskon, ya aku borong semua ehh aku malah di tuduh orang cabul hadehhh,"ujar Aiden.
Kejadian beberapa jam lalu di pasar tradisional,
Aiden sedang mencari bahan makanan untuk buat ketoprak, dia tiba-tiba pengen makan ketoprak jadilah dia cari sendiri bahan bahannya sekaligus untuk dibawa sama yang lain.
Aiden kan nggak bisa masak, jadi rencananya Ken dan Bima yang akan memasak semua belanjaannya.
"Diskon 50% untuk semua sayuran segar ini, ayo bu, ayo pak kemari kemari!!" teriak pedagang sayuran itu.
Para ibu-ibu berlari berkerumun ke dekat pedagang itu, Aiden yang juga tertarik dengan diskon langsung nyempil dan ikut berdesak desakan diantara para ibu-ibu yang sedang berebut sayuran diskon.
"Wah di borong? yakin nih pak ini banyak banget loh!" ucap Si bapak penjual sayur.
"Emmm kalau begitu buat 3 bungkus setiap jenis sayuran nya pak," ucap Aiden.
"Ahh baik pak, segera tiba!" sahut si bapak.
Sembari Aiden menunggu barang belanjaannya, dia berkeliling melihat-lihat bahan bahan disana siapa tau ada lagi yang dia perlukan.
Tiba-tiba......
"Priaaaa mesuuuummmmm!!!!!" teriak salah seorang Ibu-ibu sambil menunjuk Aiden, Aiden yang tidak merasa melanjutkan kegiatannya memilih buah buahan segar untuk di bawa pulang.
"Loh ibu kenapa?" tanya salah seorang penjual.
"Dia, dia menyentuh bokongku tadi... dia dia melakukan pelecehan padaku arghhhhh mesummmm..." teriak ibu-ibu itu histeris sambil melempari Aiden yang tidak tau apa-apa dengan tomat busuk yang dipisahkan penjual untuk dibawa ke tempat pembuangan.
Plukk
Plukk
"Awhhh... kenapa saya dilempar buuuu!!!" teriak Aiden kesal, dia mencium lengan bajunya yang terkena tomat busuk.
"Iiiieeewwwww ini apa? tomat busuk ya arhhh kenapa saya di lempar tomat busuk Bu!!!" teriak Aiden kesal.
"Kamu orang mesum, kamu raba raba bokong saya tadi rasakan ini Eghhh!!"ucap si ibu sambil melemparkan tomat busuk ke arah Aiden.
__ADS_1
"Loh bukan saya Bu, ngapain saya nyentuh nyentuh bokong ibu!!!!" teriak Aiden tak terima dituduh sebagai orang mesum atas kesalahan yang tidak dilakukannya.
"Mana ada maling mau ngaku, ayo bu ibu sedang diaaaaaa!!!!"
brukkk
brakk
plakk... plakkk
bughhh..... sraattt.... plukk.... plakkk
Suasana semakin kacau, kerumunan ibu-ibu menyerang Aiden dnegan tomat busuk, ada menarik bajunya, ada yang menendang perutnya, memukul punggungnya, menendang pantatnya, bahkan menampar wajah tampan aset berharga bagi seorang Aiden.
"Arhhhhh... tooooloooooongggg!!!" teriak Aiden di antar kerumunan Ibu ibu yang menyerangnya secara brutal.
"Buset dah ini tenaga ibu ibu kayak banteng lagi ngamuk aja, mana dilempari pake tomat lagi, Arhhh sial wajah tampanku!!!" tangis Aiden.
Aiden merangkak di antara kaki para ibu-ibu, dia mencoba meloloskan diri dari Anatar Ibu-ibu yang sedang mengeluarkan jurus keroyok mereka.
"Erghh.... awwww... pantatku sakit, arhhh wajahku, wajahku hancur lebur, tiidaaakkk, hancur sudah karir seorang model eksotis arkkhhhhh !!!" teriak Aiden sambil melarikan diri dari antara kerumunan ibu-ibu.
Aiden berlari sekencang mungkin, saat dia melihat, di belakangnya para Ibu-ibu mengejar dirinya dengan kekuatan super 1000 Km/jam.
Aiden langsung masuk ke dalam mobilnya dan melaju secepat mungkin dengan kondisi badannya yang bau dan penuh memar akibat serangan ibu-ibu ninja.
Dia langsung ke apartemen Alex dan saat membuka pintu dia terpleset lagi hingga membuatnya pingsan. Sungguh lengkap penderitaan mu den!
"Pfftttthhh hahahhahahahahahhahaa," Rose dan Andin tertawa terbahak-bahak mendengar cerita menyedihkan Aiden diserang emak-emak dan dikatai Orang mesum.
"Hahahaa kasihan kau kak, makanya kalau ke pasar itu bawa teman biar gak gini, aduh duh hahahahahahah,sakit perutku ketawa kakak hahahahahahah," Andin tertawa terbahak-bahak mendengar cerita Aiden begitu pun dengan Rose .
"Haisshhh apes banget dah!!!"
tok....
tok..
tok....
brakk
brakkk
Pintu di ketuk dengan kasar, bahkan sampai di gedor-gedor membuat mereka terperanjat kaget.
"Jangan-jangan Clara!!" Cetus Aiden.
.
.
.
like, vote dan komen 😉😉 up
__ADS_1