
Rose dan Ken tiba di rumah sakit dimana nenek Rose di rawat. Mereka berdua bergegas menuju rumah sakit. Baru sampai di lobi, Rose melihat Papanya sudah membuat kekacauan di lobi itu.
"Kenapa aku tidak diperbolehkan masuk? Dia mertuaku bajingaaannn!!" Teriak Pak Niko meronta-ronta saat para pengawal menghadang jalannya.
Pak Niko membalikkan tubuhnya dan menatap Rose yang baru tiba bersama dengan Ken.
"Kau dasar anak bodoh, mana uang itu kembalikan kepadaku!! "Bentak Pak Niko sambil berjalan ke arah Rose.
Ken langsung menarik tangan Rose dia membiarkan Gadis itu berlindung di belakang tubuhnya.
"Apa yang Anda lakukan tuan?" Senggak Ken yang buat Pak Niko terkejut.
"Minggir kau aku ingin menemui anak bodoh itu dia sudah mengambil semua uangku, jangan ikut campur dalam hal ini kau bukan siapa-siapa , pergi sana!!" Ucap pak Niko sambil terus berjalan ke arah Rose .
"Aku tidak akan membiarkan mu menyentuhnya sujung rambut pun," ucap Ken.
"Ck...arhhh...Rose kembalikan uang itu, kau anak yang serakah dasar anak Haram!!!" Teriak Pak Niko marah, teriakannya mengundang perhatian pengunjung rumah sakit.
Semua orang berkumpul melihat kejadian itu. Rose sendiri semakin geram dengan sikap ayahnya itu.
Rose melepaskan tangan Ken, pria itu menatap Rose heran.
"Aku akan menyelesaikan ini hari ini, " ucap Rose pada Ken.
Ken menurut dia membiarkan Rose menghadapi masalahnya dengan bijak.
" Tak ada uang asuransi, semuanya sudah di ambil paman, lebih baik Anda memintanya pada Paman Raka!!" Ucap Rose.
"Ck.. aku tau itu hanya akal akalan mu, cepat berikan atau ku bunuh nenekmu itu!!" Bentak Pak Niko, dia berjalan menghampiri Rose hendak memukul gadis itu namun langkahnya di halangi oleh pengawal.
"Awas kalian!!" Teriak Pak Niko.
"Kenapa kalian melakukan ini padaku?" Tanya Rose mulai berani bicara.
"Melakukan apa? Kau memang pantas mendapatkan perlakuan ini, kau itu hanya anak haram gadis bodoh!!!" Bentak Pak Niko.
Rose tersentak, rasanya sakit sekali dihina oleh ayah sendiri bahkan di depan umum dia dikatai anak haram.
"Arhhh...anak haram? Kalau aku anak haram kenapa Mama harus melahirkan aku hah? Aku juga manusia, aku punya perasaan, kalian mengataiku anak haram tetapi kalian memeras anak haram ini!!" Teriak Rose dengan mata berkaca-kaca.
"Apa salahku!?? Kalian yang melakukan perbuatan bejat di luar nikah tetapi aku yang kena imbasnya, orang tua macam apa kalian!!!" Teriak Rose lagi.
"Ck...sial! Kau belum tau kebenarannya, kau itu bukan anak kandungku dasar pembawa masalah!!!" Bentak Pak Niko.
Deghh
Seketika jantung Rose berdegup, saat mendengar kenyataan baru bahwa Niko bukan ayah kandungnya.
"Kau itu hanya anak di luar nikah, ayahmu tak jelas siapa, kau anak hasil pemerkosaan yang dilakukan sekelompok pencuri yang malah menyetubuhi istriku sampai dia menderita dan hamil dasar anak tidak tau diuntung!!!" Teriak Pak Niko.
__ADS_1
Bagai di hantam batu Jalanan,seketika itu pertahanan Rose runtuh dia terjatuh di atas lantai, tubuhnya lemas seketika, tulang tulangnya bagai remuk tak sanggup menopang tubuhnya lagi.
"Nggak... Nggak mungkin, nggak mungkin hiks hiks hiks," Rise menangis tersedu-sedu dia meremas rambutnya dengan kasar, tubuhnya bergetar, dia tak sanggup menghadapi kenyataan ini.
"Rose!" Ucap Ken, dia langsung menghampiri Rose yang menjadi panik dan histeris setelah mendengar kebenaran tentang dirinya.
"Cih.. aku tak akan mengganggumu lagi, nikmatilah hidupmu sebagai anak haram, anak yang tak diinginkan, kau sudah membuat istriku sakit dasar perempuan jal4ng!!" Bentak Pak Niko, pria itu pergi begitu saja setelah memberitahukan kebenaran tentang Rose.
Semua orang menatap mereka, mereka merasa iba melihat Rose, kasihan sekali gadis itu, sudah di tolak ternyata Dia adalah anak hasil kecelakaan.
"Hey, Rose!" Panggil Ken saat melihat Rose yang panik sambil menangis.
"Hiks... Hikss.. aku.. a..aku hanya anak haram yang tidak diinginkan Ken, aku tak punya siapa siapa lagi di dunia ini, aku bukan anak yang mereka inginkan hiks hiks hiks," Rose menangis tersedu-sedu sambil menatap Ken yang berlutut di hadapannya.
Grrep
Ken menarik Rose ke dalam pelukannya, dia juga sakit bahkan terkejut saat mendengar kenyataan tentang wanita yang dicintainya itu.
"Kau berharga Rose, Kau orang yang berharga tak ada yang bisa menilai dirimu dari masa lalumu, " ucap Ken.
"Ta.. tapi aku bahkan tak tau siapa ayahku, aku hanya anak hasil kecelakaan yang tidak diinginkan," ucap Rose masih menangis.
"Sssttt... Jangan menangis lagi, apa itu penting sekarang? Kau tak perlu tau siapa dia, yang penting sekarang kau tau kebenarannya dan siap untuk menerimanya," ucap Ken sambil menatap mata Rose.
"Tapi aku hanya anak haram Ken, tak ada yang menerimaku, aku kotor!!" Ucap Rose.
Rose terkejut mendengar pengakuan Ken, dia benar-benar tidak menyangka akan mendengarkan pengakuan itu di saat menyedihkan ini.
"A... Apa kau tidak salah Ken? Bagaimana bisa kamu mencintai anak haram seperti diriku," ucap Rose.
"Aku mencintaimu Ze,baik masa lalu, latar belakangmu, kelebihanmu, dan kekurangan mu, aku jatuh cinta sejak pertama kali kita bertemu, mau kah kau menerima ku??" Tanya Ken dengan tatapan serius.
"Ta..tapi aku hanya orang biasa Ken, kita berbeda jauh, aku...aku bahkan tidak layak untuk menjadi kekasihmu,'" ucap Rose.
"Kau yang paling layak Ze, aku mencintaimu dengan tulus kumohon terima aku, tak ada penolakan kau harus menerima ku bagaimana? Ya atau Ya?" Tanya Ken dengan sedikit memaksa.
"Kau bahkan tak membiarkanku memilih Ken, jujur saja, aku juga... Emm... Aku juga suka padamu," ucap Rose dengan wajah merona.
Ken tersenyum mendengar ucapan Rose, tanpa Rose beritahu pun dia sudah tau kalau Rose menyukai dirinya.
"Aku sudah tau, jadi kamu menerimaku kan?" Ucap Ken.
Rose mengangguk pelan sambil tersipu malu. Ken langsung memeluk tubuh mungil gadis itu dan mengecup pucuk Kepalanya dengan penuh kasih sayang.
"Terimakasih, aku mencintaimu," ucap Ken.
"Terimakasih Ken, aku Ekhmm... Aku juga mencintaimu," balas Rose dengan sedikit gugup.
Prokk
__ADS_1
Prokkk
Prokk
Wohooo, suitt... Suiiitt
Suara tepuk tangan meriah menggelegar kala mereka mennyasikan pernyataan cinta penuh haru itu.
Ken menatap Rose sambil tersenyum. Dia membantu Rose berdiri dan mengusap air mata gadis itu.
"Jangan menangis lagi, kamu punya aku, aku akan melindungimu bagaima pun caranya," ucap Ken.
"Terimakasih Ken, aku seperti mendapat jackpot heheh," kekeh Rose.
"Kau membuatku menangis dan tertawa di saat yang bersamaan, tak kusangka kita memiliki perasaan yang sama," ucap Rose.
Ken tergelak, dia menggenggam tangan Rose, sungguh momen yang tidak romantis menyatakan cinta di kala kesedihan melanda,.
" Mulai hari ini, hanya hari bahagia yang akan kita lalui, aku janji," ucap Ken.
"Terimakasih Ken," balas Rose.
Mereka berjalan menuju kamar inap nenek Rose sambil bergandengan tangan. Wajah Ken berseri seri, momen dia menyatakan cintanya benar benar konyol tapi ternyata hasilnya tidak mengecewakan.
Sementara itu di restoran JavaLee tampak Luna tertawa kegirangan saat dia menerima informasi dari mata matanya, bumil ini memang selalu melakukan hal tidak terduga.
"Hahahahah, yes kapal yang ini berlayar!" Seru Luna.
"Ada apa sayang?" Tanya Gama.
"Kak Ken dan Kak Rose sudah jadian hahahahha," bisik Luna pada Gama.
"Wahh kamu ini ya, misimu benar benar berhasil sayang," ucap Gama sambil mengelus kepala istrinya dengan sayang.
"Heheheh Luna gitu loh," kekeh Luna.
"Ada apa na?"tanya Aiden.
"Kak Ken dan Kak Rose... Hehehe," kekeh Luna sambil membentuk simbol hati dengan jari tangan.
"What!?? Arkkhh Ken udah dapat lah aku masih ngenes," gerutu Aiden yang mengundang gelak tawa diantara mereka.
.
.
.
Like, vote dan komen 😉😉😉
__ADS_1