Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
144


__ADS_3

"Katakan dimana Anna!!" Geram Ferdi sambil mencengkram kerah baju Kedua pria itu dan menyudutkan mereka ke dinding dengan sorot mata berapi-api.


"Eh...An...Anna..." mereka tampak ketakutan.


"Katakan!!!" bentak Ferdi sambil mencengkram kerah baju mereka.


Glekk


Keduanya menelan Saliva mereka saat melihat pria itu dikuasai kemarahan.


"Di to..toilet wanita di ujung lorong ini," ucap mereka ketakutan.


Bruk


Ferdi meninggalkan mereka begitu saja setelah membuat kedua siswa laki-laki syok.


"Arhhh sialan, apa saja pekerjaan pengawal itu!!" Kesal Ferdi.


Pria itu berlari menuju toilet siswa, dia melihat orang-orang yang mengikuti Anna berjaga disana.


"Dasar bodoh!" Bentak Ferdi yang sudah tiba di toilet wanita, dia melihat empat orang bawahan Alex berdiri di depan toilet tanpa curiga dengan apa yang sedang terjadi di dalam toilet.


Anak buah Alex terkejut saat mendengar Ferdi membentak mereka dengan tatapan tajam.


"Tuan, ada apa?" Tanya mereka namun tidak di jawab oleh Ferdi, dia melewati mereka dengan amarah yang membuncah.


Brakkk, Brukk, Brakk


Pintu kamar mandi di buka satu persatu dengan kasar, tak ada siswa lain di ruangan itu, anak buah Alex bingung kenapa Ferdi terlihat begitu panik, mereka ikut masuk ke dalam toilet.


Brakk


Pintu toilet di buka dengan kasar, amarah Ferdi membuncah kala melihat Anna di perlakukan tidak senonoh oleh Harry.


"Baaaajiiingaaannnn!!!!"


Teriak Ferdi saat melihat Harry sedang mencumbu tubuh bagian atas Anna yang mulutnya di ikat dengan kain, tampak Anna meronta-ronta sambil menangis di bawah Kungkungan Harry.


Brukkk


Braakk


Bughhh


Bughhh


"Mati kau berengsek!!!" Teriak Ferdi marah,


Dia menarik tubuh Harry yang tampak syok saat melihat Ferdi membuka pintu dengan kasar, Ferdi menghajar Harry habis-habisan.


bughh


"sialan!!" teriak Ferdi sambil menendang tubuh Harry ke sudut ruangan, tinggi mereka hampir sama bahkan Harry juga sama kuatnya dengan Ferdi, namun Ferdi menguasai permainan ini.


Harry mencoba melawan, namun gagal dan terus gagal saat pukulan dan tendangan menghantam tubuhnya dengan keras membuatnya lemah tak berdaya.


"Pegang bajingan itu!" Teriak Ferdi, belum pernah dia semarah itu pada seseorang, terakhir kali dia menghajar orang lain adalah saat Mark bertengkar dengan Andin.


"Ann!!" Teriak Ferdi, dia langsung masuk ke dalam toilet, baju Anna dikoyak dengan paksa sehingga mengekpos pakaian d44lam Anna.

__ADS_1


Ferdi membuka jaketnya dan menutup tubuh Anna yang menangis tersedu-sedu. Dengan pelan dia membuka ikatan di mulut Anna.


"Arhhh kak hiks hiks hiks Anna takut kak Ferr.....huhuhuhu," Anna menangis sejadi-jadinya sambil memeluk Ferdi dengan tubuhnya yang masih gemetaran.


"Tenang kakak disini, arhhh....... kenapa kamu harus mengalami kejadian ini, dasar bocah sialan!" ucap Ferdi sambil memeluk gadis itu dengan erat.


"Tenang ya Anna, kakak sudah disini,jangan takut, maaf kakak terlambat," ucap Ferdi lagi.


"Hiks hiks tadi Anna dipukul kak, tadi dia mecium paksa Anna, dia pegang pegang badan Anna, Anna jijik arhhh.... Anna takut kak, dia.... dia memaksa Anna, hiks hiks hiks," Anna menangis tersedu-sedu, air matanya keluar dengan sangat deras, tampak gadis itu mengalami trauma berat akibat kejadian ini.


Ferdi memeluk Anna dengan erat,dia benar-benar marah saat ini, dia benar-benar tidak bisa memaafkan perlakuan bejat bocah tengil itu.


"Sialan, masih anak sekolah tapi otaknya otak selak4ng4n!!!!" Geram Ferdi.


Ferdi menggendong tubuh Anna, gadis itu memeluk Ferdi dengan kuat, dia masih gemetar ketakutan, untuk anak seusianya kejadian seperti ini bisa meninggalkan trauma yang membekas dalam hidupnya.


"Tenang kakak disini," Ferdi terus mengucapkan kata kata itu agar Anna tenang.


"Jangan tinggalin Anna, jangan jauh dari Anna, Anna takut kak," lirih gadis itu sambil menenggelamkan kepalanya di pelukan Ferdi.


"Ssstt tenang ya An, kakak disini, kakak temani kamu," ucap Ferdi sambil menggendong Anna.


Ferdi menatap tajam ke arah Harry yang sedang ditahan oleh anak buah Alex, pria itu meronta-ronta ingin melepaskan diri namun tenaganya tak bisa mengalahkan mereka.


"Lepaskan aku...arhhh sialan, kenapa kau mengacaukan rencanaku!!" Teriak Harry marah.


"Siapa kau bangs44t!!!!" Teriak Harry.


Ferdi berjalan mendekati Harry sambil menggendong Anna, tampak Anna bergetar ketakutan.


Bughh


Bughh


Ferdi menendang perut Harry dua kali dan langsung turun ke tulang kering pria itu, membuat Harry merintih kesakitan.


"Arghhhhhh...... sshhhh, sial, lepaskan aku, akan kulaporkan kalian pada ayahku, ayahku kepala sekolah disini, kalian tidak akan lepas dari masalah ini bajingaaaannnnnn!!!" Teriak Harry.


"Sebelum kau melaporkan kami, karir ayahmu dan keluargamu akan hancur!" Senggak Ferdi.


"Bawa dia!" Ucap Ferdi pada pengawal yang menyamar menjadi siswa itu.


"Ck....kalian kenapa bisa sampai kecolongan!" Kesal Ferdi membuat mereka terdiam.


Kejadian beberapa saat lalu saat Ferdi mencari Anna,


Anna yang akan ikut pentas tiba-tiba mengalami sakit perut, dia permisi pada wali kelasnya untuk ke toilet.


Harry sudah menargetkan Anna, dia mengawasi Anna dari jauh. Saat dia tau Anna akan ke toilet, dia mendahului Anna dan masuk terlbih dahulu ke dalam toilet perempuan.


"Loh Har kenapa masuk ke toilet cewek?" Tanya Putra, teman Harry yang baru saja selesai dari toilet pria bersama temannya yang lain.


"Gue bakal ngelakuin rencana gue, gue harus miliki tuh cewek," ucap Harry penuh tekad.


"Wahh gile lu Har, jangan Lo rusak anak orang!" Ucap Jerry temannya yang lain.


"Ck...diem Lo, jangan bilang sama siapa siapa kalau nggak bakal habis Lo di tangan gue!" Ancam Harry.


"I...iya terserah Lo deh, tapi Anna itu masih 14 tahun, Lo seharusnya nggak...." Jerry berhenti saat Putra menepuk pundak bocah itu.

__ADS_1


"Urus urusan Lo kalau hidup Lo mau damai," bisik Putra membuat Jerry terdiam.


"Udah ayo biarkan dia sendiri," ucap Putra, Jerry mengangguk pasrah.


Harry tersenyum licik, dia masuk ke toilet perempuan dan memastikan toilet itu kosong, kemudian dia bersembunyi di dalam salah satu toilet di ruangan itu.


Anna masuk ke dalam toilet, beberapa siswa mengikuti nya dari belakang dan berjaga di depan pintu toilet tanpa memeriksa ke dalam toilet dan dia tau itu orang suruhan Alex. Dengan santai Anna masuk ke dalam toilet namun tiba-tiba ada yang membekap mulutnya agar tidak berteriak.


Dia di tarik masuk oleh Harry ke dalam toilet itu, dengan wajah lapar Harry langsung memeluk Anna dan memaksa mecium Anna.


"Erghhh...kak...ha..harryy, ja..jangan," ucap Anna, saat dia akan berteriak,Harry menampar wajahnya dengan sangat kuat.


Plaakkk


"Diam kau Anna, sudah berapa kali aku menyatakan cintaku padamu tapi kau selalu menolak, hari ini ku lihat kau bersama laki-laki lain, aku jadi marah Anna, hanya aku yang bisa memilikimu!!" Bisik Harry pelan.


Anna menangis, dia menggelengkan kepalanya dia meronta ronta saat Harry memeluk dan menggerayangi tubuhnya.


"To..hemmphhh," belum sempat dia berteriak, Harry membungkam bibirnya dengan ciuman penuh *****.


Anna meronta-ronta, tangannya digenggam dengan erat, dia di sandarkan di dinding toilet dan Harry beraksi dengan rakusnya.


"Tolong aku ......kak Ferdi, Kak Luna, kakGama...siapapun tolong akuuuuu," batin Anna yang tak mampu melakukan perlawanan apalagi tubuhnya yang kecil tak sanggup mengimbangi tubuh atletis Harry yang adalah seorang atlit volley di sekolah itu.


Harry dengan cepat mengambil sapu tangan dari kantong nya dan menutup mulut Anna agar gadis itu tidak berteriak.


"Hahahah, kau akan jadi milikku sayang," seringai Harry sambil mengelus wajah Anna yang bergetar ketakutan, air matanya terus mengalir.


Srakkkk


Harry merobek kaos Anna, matanya langsung memerah saat melihat tubuh Anna yang sedang dalam masa pertumbuhan itu.


"Kau milliku sayang, kau milikku!!" Bisik Harry yang mulai menggerayangi tubuh Anna.


Anna menangis sejadi-jadinya, dia ketakutan, tangannya sakit, tubuhnya di tekan sekuat mungkin ke dinding, Harry meraba tubuh bagian atas Anna dengan rakus padahal dia masih anak SMA tapi otaknya sangat liar entah pergaulan apa yang membuat pria itu sampai seburuk itu.


Hati Anna benar benar sakit saat diperlakukan sebejat itu.


"To..long hiks hiks, hiks, tolong aku,"Anna meronta-ronta dia merasakan Harry yang menggerayangi tubuhnya.


Hingga......


Brakk


Pintu dibuka dengan paksa membuat Harry terkejut bukan main, tubuh pria itu dihajar habis-habisan bagai menerima runtuhan batu menghantam tubuhnya.


Anna terkulai lemah, dia menangis sejadi jadinya.


"Kak...Ferr...hik hiks hiks," tangis gadis itu.


Kini Ferdi menggendong Anna dalam pangkuannya, Anna memeluk Ferdi seerat mungkin untuk menghilangkan rasa takutnya.


"Mati kau di tanganku bajingaaaannnnnn, beraninya kau menyentuh Anna!" geram Ferdi sambil menatap Harry dengan tatapan penuh amarah.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa like, vote dan komen 😊😊


__ADS_2