Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
143


__ADS_3

Drrrttt..


Drrrttt


Drrttt


Ponsel Ferdi bergetar, dia sedang duduk di kursi penonton menunggu penampilan dari Anna yang akan bernyanyi di panggung hari ini.


Sepanjang Minggu ini Anna sudah mempersiapkan penampilan terbaik untuk pentas Seni sekolah, baru kali ini dia mengikuti pentas Seni, dulu sebelum lupa ingatan, Anna tidak sekolah formal dia mengikuti program home schooling karena malas ke sekolah.


Ferdi mengangkat panggilan dari sahabatnya siapalagi kalau bukan si cerewet.


"Halo Na," jawab Ferdi, dia duduk di barisan kedua paling depan.


"Jagain Anna yang bener, perasaanku gak enak Fer," ucap Luna to the point.


"Iya tenang aja, yang jagain dia banyak disini, aku akan memantaunya!" Ucap Ferdi.


"Baiklah, eh jangan lupa rekam ya, aku pengen lihat nanti," ucap Luna.


"Baik na, kak Ken gimana?" Tanya Ferdi.


"Dalam proses penyembuhan Fer, oh iya Kak Aiden dan yang lain udah balik loh ke Indo," ucap Luna.


"Wah benarkah? Aku sudah tak sabar bertemu mereka, Anna juga pasti senang," ucap Ferdi sambil menatap ke arah panggung, sekarang adalah giliran pentas Anna.


"Iya, kalau begitu udah dulu ya, mungkin nanti kak Aiden dan Kak Alex nyusul kalian kesana," jelas Luna.


"Wah bagus deh, Anna juga masih ada penampilan setelah ini," terang Ferdi.


"Ehh ini mau mulai na, aku matiin dulu ya," ucap Ferdi saat melihat Anna sudah dengan kostumnya berdiri di atas panggung dengab senyuman lembut ke arah Ferdi.


"Oke, awasi terus Fer!" Ucap Luna sebelum akhirnya panggilan mereka diakhiri.


Di rumah sakit tampak Luna duduk bersama yang lain dengan raut wajah khawatir, Gama sampai heran dibuatnya.


Mereka baru selesai sarapan pagi tapi tiba-tiba Luna teringat pada Anna yang menghadiri pentas Seni di sekolah bersama Ferdi hari ini.


"Ck....kok aku gak tenang gini ya," ucap Luna sambil memegang dadanya.


Gama menggenggam tangan istrinya sambil menepuk punggung Luna dengan lembut agar dia bisa tenang.


"Apa perlu kita kesana?" Tanya Gama.


"Hmmmm....Ferdi udah disana sepertinya nggak masalah deh," ucap Luna.


"Jangan terlalu khawatir Na, semua akan baik-baik saja, orang-orang ku mengawasi Anna disana," ucap Alex yang dianggukkan oleh Luna.


"Kalau begitu kami akan langsung ke sekolahan Anna," ucap Aiden.


"Ma, Mama disini dulu ya, Aiden sama Alex ke sekolah adiknya Gama dulu," ucap Aiden sambil memeluk lengan Mamanya dengan manja.


"Iya, kamu hati-hati," ucap Nyonya Maureer sambil menepuk kepala Aiden.


Lagi-lagi Luna menatap Aiden dan Nyonya Maureer dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"Na, kenapa?" Tanya Bima.


"Ehh...nggak kak," jawabnya sambil tersenyum, mereka semua saling menatap bingung nun tak mempermasalahkan hal itu.


"Kalau begitu kami berangkat sekarang takutnya nanti kena macet di jalan," terang Alex.


"Kamu tenang ya Na, Anna aman kok disana," uajr Aiden.


"Baiklah kak," jawabhya.

__ADS_1


"huffft entah apa yang akan terjadi," gumam Luna.


Di sekolahan Anna saat ini adalah giliran Anna tampil. Anna menyanyikan sebuah lagu yang sangat indah dengan suara lndahnya yang khas dan unik serta memanjakan telinga para pendengarnya.


Ferdi tersenyum,dia terus menatap dan mengawasi Anna sambil merekam penampilan Anna di ponselnya. Anna tampil dengan oercaya diri membawakan lagu lagu yang indah di atas panggung.


Wohooo


Prokk....prokk


Prokk....prokkk


Suara tepuk tangan yang meriah mengakhiri penampilan Anna. Gadis itu membungkuk hormat dengan senyum tipis di wajahnya, senyuman tipis yang sangat mahal.


Setelah selesai manggung, Anna turun dari atas Penggung untuk persiapan penampilan berikutnya.


Ferdi terus mengawasi Anna, dia sampai keluar dari barisan tamu undangan untuk melihat gadis kecil itu,sedari tadi dia tidak nyaman dengan tatapan beberapa orang di dekatnya serta beberapa siswa yang menatap aneh ke arahnya.


"Apa mata mereka mu dicongkel sampai harus menatapku seperti itu? Sialan, entah apa mau orang-orang aneh ini," batin Ferdi.


Saat Ferdi berjalan banyak mata menatap pada pria tampan ini, tentu saja karena parasnya yang menawan dan tubuhnya yang tinggi dan proporsional bak aktor papan atas.


Ferdi berjalan mencari keberadaan Anna, dia bisa melihat beberapa orang juga sedang mengikutinya, Ferdi tau kalau itu adalah anak buah Alex yang mengawasi mereka.


"Loh Anna kemana?" Pikir Ferdi yang sudah tiba di kelas Anna.


"Cari siapa kak?" Tanya salah satu siswa perempuan disana.


"Anna dimana?" Tanya Ferdi pada gadis itu.


"Anna tadi ganti pakaian....oh itu dia kak!" Ucap Gadis itu saat melihat Anna masuk ke dalam kelas.


"Ahh terimakasih," ucap Ferdi yang dianggukkan siswa itu.


"Cari kamu siapa tau kamu hilang," ucap Ferdi.


"Hahahah, gak mungkin dong Segede ini bisa hilang," ujar Anna terkekeh di hadapan Ferdi membuat mata para siswa terbelalak, ini kali pertama mereka melihat Anna tertawa seperti itu.


"Hmmm ya udah kakak keluar dulu ya, kamu hati-hati!" Ucap Ferdi sambil menepuk lembut pucuk kepala Anna.


"Siap komandan!" Seru Anna dengan senyuman manis di wajahnya


"Kakak keluar dulu ya, tadi kak Luna nelpon makanya kakak nyariin kamu kesini, nanti kak Aiden dan Kak Alex akan datang kesini," ucap Ferdi.


"Wah benarkah? Asik dong, soalnya acaranya masih panjang kak," seru Anna.


"Hmmm...ya udah kamu siap siap gih kakak ke depan dulu," ucap Ferdi.


Ferdi menarik tangan Anna lalu membisikkan sesuatu di telinganya.


"Hati hati dengan laki-laki di kelasmu ini, ada juga beberapa orang di luar, jangan sampai kenapa-kenapa," bisik Ferdi.


Anna tersenyum,"baik kak!" Ucapnya.


"Sial, siapa sebenarnya pria ini? Kenapa Anna hanya tersenyum padanya? Kenapa mereka terlihat sangat dekat seperti pasangan kekasih saja," geram Harry yang mengintip mereka dari pintu masuk kelas Anna.


"Arhhh....aku tak bisa membuat Anna dekat dengan pria lain, akan ku buat gadis itu jadi milikku selamanya!" Batin Harry dengan senyuman smirk di wajahnya.


Brukk


Harrry terjerembab ke lantai, seseorang dengan sengaja menyenggol tubuhnya yang dia sandarkan ke dinding.


"Arhhh sialan!!" Geram pria itu membuat semua siswa menatap aneh pada dirinya.


"Pfftt..." Anna terkikik geli saat melihat Harry terjtuh dengan wajahnya menghantam lantai, sungguh kasihan.

__ADS_1


"Na kenapa ketawa?" Tanya Ferdi.


"Haha lihat itu kak," ucap Anna menunjuk Harry yang terjatuh, Ferdi memutar kepalanya dan melihat pria itu.


"Dia kan bocah ingusan yang terus menatapku dengan tatapan aneh tadi," batin Ferdi.


"Ck...kamu ini, orang jatuh bukannya ditolongin malah diketawain," celetuk Ferdi.


"Hehehh, biarin wekk!" Seru Anna sambil menjulurkan lidahnya.


Ferdi tersenyum," sudah sana, kakak tunggu penampilan selanjutnya," ucap Ferdi sambil merapikan rambut Anna.


"Siap kakak!" Seru Anna.


Ferdi keluar dari ruangan kelas Anna, dia melewati Harry yang sudah berdiri di dekat pintu. Ferdi melewatinya dengan cuek meski mendapat tatapan maut dari Harry dan beberapa temannya yang lain.


"Aneh!" Pikir Ferdi.


Dia berjalan keluar saat dia melirik ke belakang dia melihat Harry terus menatap Anna dari luar kelas, namun dia tidak mau berpikir negatif dulu.


"Mungkin hanya bocah ingusan yang cintanya di tolak oleh Anna," pikir Ferdi.


Waktu bergulir, pementasan di sekolah Anna terus berlangsung. Sedari tadi Ferdi mencari keberadaan Anna dia merasa aneh karena Anna tidak muncul di panggung saat giliran kelasnya.


"Anna kemana? Bukannya giliran kelas Anna sekarang?" Batin Ferdi.


Dia mencari anak buah Alex yang mengikuti Anna tapi tak ditemukannya. Ferdi keluar dari barisan tamu undangan, dia berlari mencari Anna karena gadis itu tidak juga menampakkan diri.


"Anna kemana?" Pikir Ferdi, dia merasa tidak enak, feeling-nya mengatakan kalau akan terjadi sesuatu yang besar.


"Apa kau melihat Anna?" Tanya Ferdi pada salah satu anak buah Alex yang menyamar sebagai siswa.


Dia cukup terkejut saat tau kalau Ferdi mengenalinya.


"Ah ..tidak tuan," ucapnya .


"Arhhh, dimana teman temanmu yang lain?" Tanya Ferdi.


"Mereka berpencar tuan," ucapnya.


"Segera beritahu mereka untuk mencari Anna, perketat pengawasan, firasatku buruk saat ini," ucap Ferdi.


Pria itu langsung berlari menuju kelas Anna saat di jalan dia samar-samar mendengar siswa laki-laki yang sedang mengobrol tentang Anna.


"Wah si Harry nekat, apa kita gak kasih tau guru? Bisa habis nanti gadis itu di tangan Harry!" Celetuk siswa itu.


"Arhh biarkan saja, dia anak kepala sekolah tak ada yang berani mengusiknya," balas yang lain.


"Tapi kasihan sekali gadis itu, dia akan kehilangan kehormatan," ucapnya.


Telinga Ferdi langsung panas mendengar ucapan siswa itu. Dia langsung berbalik dan menarik kedua siswa itu.


sreett


brukk


"kemari kalian!!" ucap Ferdi.


.


.


.


jangan lupa, like vote dan komen 😉😊😊

__ADS_1


__ADS_2