Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
155


__ADS_3

..."Kamu dan baby twin adalah hadiah terindah yang hadir di hidupku,"...


...-Gamaliel Park-...


...****************...


"Datang ke restoran JavaLee, kita bicarakan hubungan ini, aku sudah tidak tahan dengan situasi ini!"


Isi pesan Luna yang membuat Gama terhenyak.


Gleekk


Gama menyalakan mobilnya, dia langsung melaju menuju restoran yang terkenal dan mewah itu, tunggu JavaLee bukankah itu milik Mark pikir Gama.


Pikiran Gama tak karuan dia takut mendengar apa yang akan di ucapkan istrinya,


tidak tahan dengan hubungan mereka?


Gama Benar benar kalut, dia bahkan tak bisa berpikir jernih saat ini, padahal seharusnya dia bisa menemukan banyak celah dari akting istrinya, hanya saja dia terlalu khawatir.


Gama tiba di restoran bergaya tradisional itu. Dia melangkah dengan cepat dan tergesa-gesa, dia ingin segera menemui istri tercintanya.


Brukk


Gama terjatuh tersandung kakinya sendiri karena terlalu terburu-buru, celananya sampai koyak di bagian lutut dan tangannya tergores.


"Arhhh....shhhh...jalan sialan, argghh!!" Gama meringis dia bangkit berdiri dan mengusap tangannya, dengan cepat di masuk ke dalam restoran yang tampak sepi itu tanpa menghiraukan kaki dan tangannya yang terluka.


Ceklek....


Pintu di buka, suasana gelap tak ada pencahayaan, Gama merogoh ponselnya apa benar Luna meminta bertemu disini tapi tidak ada siapa siapa dan suasananya gelap.


"Kenapa gelap, apa aku salah baca arhhggg sial!!" Gerutu Gama.


Drapp


Tiba-tiba lampu dinyalakan, Gama mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya lampu dengan penglihatannya. Dia bisa melihat dengan jelas tapi ruangan masih kosong, yang ada hanya dekorasi yang berwarna warni dan sangat indah seperti akan ada acara.


Gama melangkahkan kakinya menuju ke tengah ruangan, ada sebuah meja yang lebih tinggi dari meja lain disana dengan sebuah foto.


"Bukannya ini fotoku?" Pikir Gama saat melihat foto dirinya di pajang disana.


Gama mendekat, semakin jelas di melihat dan memang itu fotonya. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki berlari ke arahnya.


"Hello uncle, " sapa tiga jagoan kecil sambil membawa buket bunga berwarna biru muda dan menyerahkan pada Gama.


"Hmm? Loh David, Marco, Jack kenapa kalian disini?" Ucap Gama saat melihat anak dokter George dan anak Rendy di ruangan itu


"Secret!" Bisik mereka lalu berlari meninggalkan Gama disana.


tap..


tap...


tap..


"Happy birthday to you...Happy birthday to you......happy birthday, happy birthday, happy birthday to you!!"


Tiba-tiba semua orang yang dikenalnya masuk ke dalam ruangan itu sambil menyanyikan lagu ulang tahun.


"Surprise !!" Seru Mereka sambil tersenyum. Gama terkejut, dia benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan kejutan semanis itu.


"Ja.. jadi kalian mengerjaiku!!" Ucap Gama sambil berkancah pinggang.


"Hahahahahah, iya dong!" Seru mereka sambil tertawa.


"Arhhh..lalu dimana istriku?" Tanya Gama yang langsung mencari istrinya.


"Aku disini sayang," ucap Luna sambil berjalan dari antara para tamu undangan.


Luna memakai gaun putih yang sangat cantik dengan rambutnya diikat setengah, dia berjalan menghampiri Gama dengan membawa kue ulang tahun bertuliskan angka 29.


"Happy birthday to you my sweet hubby, maaf karena membuatmu khawatir, maaf karena menjahilimu, maaf karena marah padamu, aku mencintaimu sayang,"ucap Luna yang sudah berdiri di hadapan Gama sambil tersenyum.


Gama terharu, dia menatap istrinya dengan penuh haru, dia pikir istrinya akan pergi meninggalkan dirinya, ternyata istrinya membuat kejutan seperti ini pada dirinya.


"Kau membuatku takut," ucap Gama.


"Apa kalian semua bekerja sama hah!" Kesal Gama sambil menatap yang lainnya.


Mereka hanya bisa tertawa terbahak-bahak melihat wajah Gama yang kesal, marah, panik bercampur bahagia apalagi melihat penampilan Gama yang acak-acakan.


"Hahahahha, menyenangkan melihat wajah dodolmu Gama!" Celetuk Aiden dari sudut ruangan, pria itu sedang stand by dengan kamera.


Plukk


"Jangan bicara yang tidak tidak Aiden!" Ucap Bima dan Ken sambil memukul kepala pria itu.

__ADS_1


"Awooooo... babang Aiden Atit!!" Rengek Aiden.


"Aideeeennnn!!!"teriak mereka.


"Ya maaf hahahhahahaha," balas Aiden cengar cengir.


Mereka geleng-geleng kepala melihat tingkah pria kurang waras itu.


"Selamat ulang tahun sayang, panjang umur dan semoga harapan dan cita-cita terkabul," ucap Luna.


"Ayo tiup lilin nya, buat harapanmu dan semoga itu akan menjadi nyata!" Ucap Luna.


Gama meletakkan buket bunganya lalu berdoa memanjatkan harapannya pada Tuhan.


Fuhhh.......


Lilin di tiup diiringi oleh tepuk tangan dari para tamu undangan.


"Selamat ulang tahun Gama!!!" Seru mereka semua tersenyum.


"Terima banyak, terimakasih sayang aku mencintaimu," ucap Gama sambil memeluk istrinya dari samping.


Luna meletakkan kue itu di atas meja, lalu membalas pelukan suaminya.


"Selamat ulang tahun ya sayang," ucap Luna.


"Nah... sekarang hadiahnya," ucap Luna.


Ferdi dan Anna maju ke tengah membawakan dua kotak berwarna ungu yang sudah dibungkus dengan rapi. Satu kotak berukuran cukup besar dan kotak yang lain kecil.


"Ini hadiah pertama untuk mu," ucap Luna sambil memberikan kotak berukuran besar. Gama menyergitkan keningnya, sebenarnya dia tidak butuh hadiah besar karena uangnya pasti cukup untuk membeli itu.


"Apa ini?" Tanya Gama sambil menggoyangkan kotak itu berharap bisa tau apa isinya.


"Bukalah," ucap Mereka.


Gama membuka kotak itu perlahan-lahan dan dengan hati-hati. Saat membuka penutup kotak mata Gama terbelalak melihat aksesoris berupa hiasan dinding yang didesain belasan tahun lalu ada di dalam kotak itu.


"Sa..sayang ini kan,"Gama terkejut.


"Itu benda yang akan mengingatkan kita pada pertemuan kita dahulu, pertemuan pertama yang sangat berkesan," ucap Luna.


"Wahh...ternyata ini sangat indah, kamu menambahkan hiasannya, aku sangat suka, ini akan selalu mengingatkan ku saat kita pertama bertemu di rumah sakit dulu, terimakasih sayang," ucap Gama dengan mata berbinar binar padahal hanya menerima aksesoris tapi baginya benda itu adalah simbol pertemuan dirinya dengan sang istri.


"Lalu ini yang kedua, bukalah," ucap Luna memberikan kotak yang berukuran lebih kecil.


"Ini apa?" Ucap Gama.


"Bukalah sayang," ucap Luna sambil tersenyum.


Gama perlahan-lahan melepaskan pita ungu yang melilit kotak kecil itu. Dia membuka tutup kotak itu, terlihat sesuatu di dalamnya yang terbungkus dengan kain putih bertuliskan 'open'.


Gama mengambil benda itu lalu membukanya, tampak dua buah Plano test dengan dua garis merah terbungkus disana. Gama menyerngitkan keningnya, lalu melihat kembali ke dalam kotak itu.


Ada sebuah kertas putih, Gama mengambil kertas itu lalu membaca tulisan di kertas itu.


"Hallo Papa!"


Form Baby Twin


Deg


Jantung Gama berdegup kencang saat membaca tulisan itu, dia membalikkan kertas itu ternyata itu adalah foto hasil USG baby twin mereka.


Gama terkejut bukan main, matanya terbelalak, tanpa sadar dia menjatuhkan kedua benda itu, dia menutup mulutnya tak percaya, matanya masih memandang Luna dengan intens.


Tiba-tiba......


Brukk


Gama malah pingsan seketika itu juga.


"Gama!!" Teriak mereka panik.


Luna langsung berjongkok dan menopang kepala suaminya, Ken, Ferdi dan Bima langsung mendekat memeriksa kondisi Gama.


"Sayang, Gama, hey sadarlah, sayang!!" panggil Luna sambil menepuk nepuk wajah suaminya, yang lain malah gemas melihat Gama yang tiba tiba syok itu.


Apalagi Aiden dia sudah cekikikan di sudut ruangan, dia segera bangkit berdiri untuk merekam wajah Gama.


"Pffftthhh hahahaha,dia syok sampai pingsan begitu ahahhahahaha," Aiden tertawa terbahak-bahak.


"Gama bangun!!" Panggil Ken.


Gama menyerngitkan keningnya, dia membuka matanya setelah dibangunkan oleh mereka.


"A..apa aku mimpi?" Racau Gama sambil menatap istrinya.

__ADS_1


Luna menggelengkan kepalanya, dia membantu suaminya untuk berdiri.


"Jadi i..ini semua benar?" Ucap Gama sambil mengambil foto dan test pack itu.


Luna mengangguk dengan senyuman lembut di wajahnya sambil mengelus perutnya yang rata.


"Yaassssss.....wohoooo....aku akan jadi seorang Ayaahh wohoooo!!!" Teriak Gama kegirangan bahkan pria berusia 29 tahun itu sampai melompat-lompat ke sana kemari saking bahagianya.


Mereka semua tertawa melihat respon Gama, pria itu benar-benar tak bisa di tebak.


"YESS...sayang terimakasih..i ..ini hadiah paling indah, hadiah paling mahal, hadiah tebaik seumur hidupku, terimakasih banyak," ucap Gama yang langsung memeluk istrinya dengan penuh kelembutan.


"Sama sama sayang, "ucap Luna.


Gama mengecup kening istrinya, lalu dia bersimpuh di depan istrinya, di kecupnya perut Luna yang sudah diisi dengan dua makhluk kecil di dalam sana.


Cup


"Selamat datang anak Papa," ucap Gama.


"Bukan anak papa sayang, tapi anak-anak Papa!" Ucap Luna sambil menangkupkan kedua tangannya ke wajah Gama.


"Kembar?" Ucap Gama yang memang tidak terlalu fokus dengan tulisan di kertas tadi.


Luna mengangguk, seketika itu Gama menangis haru, pria itu benar-benar terharu, dia mendapatkan anugerah paling indah bagi hidupnya.


Gama memeluk istrinya masih dengan posisi yang sama, dia menyandarkan kepalanya di perut istrinya berkali kali dia mengecup perut istrinya.


"Anak-anak Papa, selamat datang sayang," tangis Gama terharu.


Para tamu juga ikut menangis haru, momen seperti ini memang sebuah momen yang benar-benar membahagiakan siapa pun yang mengalaminya.


Gama berdiri dia kembali memeluk istrinya dengan erat, dia benar-benar bersyukur.


Cup


Gama mengecup kening istrinya dengan lembut, dia menatap Luna dengan penuh haru.


"Terimakasih," ucap Gama.


Luna menatap suaminya sambil tersenyum, dia mengelus dan mengusap air mata Gama.


"Aku mencintaimu," ucap Luna.


Gama menatap mata istrinya, spontan dia menyambar bibir istrinya di hadapan para tamu.


"Wow pemandangan gratis!!" Celetuk Aiden sambil terkekeh.


Bima dan Ken menutup mata Aiden membuat pria itu meronta-ronta ingin lepas dan melihat pemandangan gratis nya itu.


Rendi dan Katie menutup mata kedua anak mereka begitu pun dengan dokter George dan istrinya, dia menggendong tubuh mungil si David kecil dan menutup matanya.


Tep


"Anak kecil nggak boleh lihat yang beginian!"ucap Ferdi yang menutup mata Anna dari belakang.


"Ihkk Kak Fer!!" Gerutu Anna tapi Ferdi tidak menghiraukan.


Mark menggenggam tangan Andin yang ikut menangis haru melihat sahabatnya hidup dengan bahagia " Aku juga akan membahagiakan dirimu Andin," bisik Mark yang membuat Andin tersipu malu.


Rose dan Nyonya Maureer saling bergandengan, mereka sudah akrab satu sama lain, mereka juga ikut menangis haru melihat momen momen itu.


Bahkan para pelayan yang disuruh ikut acara itu juga terharu, tuan mereka benar-benar bisa melupakan masa lalu kelamnya sekarang. Apalagi Bi Eni, dia sudah menangis tersedu-sedu bersama Cindy di sudut ruangan itu.


Gama melepaskan ciuman mereka, dia menatap istrinya lagi.


"Terimakasih banyak," ucapnya Lagi.


Luna membalas dengan tersenyum.


Brukk


Prangg


"Arghhhhh.....tiiiidaaaakkkkkkkk!!!" Teriak Aiden yang terjatuh ke lantai karena Ken dan Bima tiba tiba melepaskan pegangan mereka saat Aiden malah asik asikan bergelantungan di tangan kedua pria itu.


"Pffthh hahahahahahah," mereka semua tertawa saat melihat wajah Aiden yang terkena siraman Jus anggur yang tak sengaja dia senggol karena terlalu banyak bergerak.


"Hahahahhahahahahahah,"tawa mereka pecah di dalam ruangan itu.


"Arghhhhh hancur sudah penampilanku, aisshhh ini buat tahi lalatnya sampai tiga jam tapi hancur seketika tiiidaaakkk....arghhhhhh haissshhhh kesallllll!!!" Racau Aiden sambil menendang nendangkan kaki nya ke udara, dia merengek seperti anak kecil yang tidak di beri jajan oleh neneknya.


Hadehhh Aiden kau selalu berulah.


.


.

__ADS_1


.


Like , vote dan komen 😉😉😊😊😉


__ADS_2