Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
82


__ADS_3

Tampak seorang gadis tengah duduk di ruang santai, seperti biasa gadis itu sedang memijit kakinya yang terasa kebas seharian menggunakan kaki palsu.


Ia baru saja memeriksa keadaan Andin, dan gadis itu sedang terlelap setelah meminum obatnya.


Anna sedang belajar di temani Ferdi dan Ken masih belum keluar dari ruang kerja Gama, dan Mark sedang mengurus urusan perusahaan.


"Hufft...sedikit nyeri," gumam Luna sambil melepas kaki palsunya.


"Kenapa rumah ini jadi sepi ya, huuuhh aku merindukan suamiku, kenapa dia belum telepon ya, ini sudah jam 8 malam pasti dia sudah sampai," gumam Luna sambil mengoleskan minyak terapi pad ujung kakinya.


"Lunaaaaa!!"teriak seseorang dari arah pintu masuk.


"Eh...copot kepala kau botak!!" Luna terkejut mendengar teriakan itu.


"ck...kak Aideeeennnnn kakak membuatku jantungan!" kesal Luna secara tidak sadar melemparkan kaki palsunya pada Aiden.


Pluk


"Arghhhh," seseorang meringis kesakitan tapi bukan Aiden.


"Uppss....hahhaha kena kau Mark hahahah," ledek Aiden.


Mark hanya diam seperti biasa, ia mengambil kaki palsu Luna lalu mengembalikannya pada Luna.


"Aduh maaf kak Mark, harus kena ke muka kak Aiden itu," ucap Luna sambil menerima kakinya dengan rasa bersalah.


"Tak apa nona, kalau begitu saya permisi dahulu," ucap Mark yang kebetulan baru tiba entah dari mana dan bertepatan saat Luna melemparkan kakinya namun karena Aiden mengelak, Mark menjadi korbannya.


"Dia sangat kaku Luna!" bisik Aiden sambil duduk di atas Karpet di mana Luna duduk.


"Kau benar kak, aku heran bagaimana bisa ada manusia sekaku itu, ck...ck...ck" balas Luna sambil berbisik juga padahal Mark sudah tidak ada di ruangan itu.


"Sebenarnya apa yang terjadi di rumah sakit tadi? kami sebenarnya mendengar semuanya," ucap Aiden sambil membantu Luna membersihkan kaki palsunya dengan cairan pensteril.


"Ahhh, kak Mark suka sama Andin, semalam mereka berciuman hahhahah, aku tak bisa membayangkan bagaimana wajah kakunya itu saat berciuman," tawa Luna.


"Apa? wahh hebat si Mark, kita tinggal bentar mereka ternyata mereka benar-benar melakukan adegan 17+ hahahah," celetuk Aiden.


"Kau benar kak, tapi mereka sedang berkelahi, keduanya orang yang aneh, heran aku," ujar Luna.


"Kalau masalah itu kita bisa atur nanti," ucap Aiden.


"Baiklah, oh iya kak kak Bima mana? bukannya tadi kalian berangkat bareng?" tanya Luna.


"Ahhh Bima sepertinya nggak bisa pulang ke sini, dia tadi ke Bali mau ngurus mallnya yang ada disana, ada masalah katanya," jelas Aiden.


"Ohh gitu," ucap Luna.


"Kak kira-kira Gama udah nyampe apa belum ya? kenapa dia gak nelpon?" tanya Luna.


"Dia pasti sudah tiba, mungkin dia lagi istirahat," ucap Aiden yang dianggukkan oleh Luna.


"Hohohoh, sepertinya ada yang kangen sama suami tercinta hahahha," goda Aiden sambil mencolek lengan Luna.

__ADS_1


"Ihkkk apaan sih kak," ucap Luna yang malah merona karena di goda Aiden.


"Aku khawatir sama dia, emang gak boleh nanyain suami sendiri," ujar Luna sambil mengerucutkan bibirnya.


"Tenang aja Lun, Gama udah tiba di Korea beberapa jam yang lalu, mereka langsung ke kediaman keluarga Park di Korea, sepertinya Gama sedang istirahat," ujar Ken yang baru keluar dari ruang kerja.


" Darimana kakak tau?" tanya Luna.


Ken duduk di sisi Luna yang lain sambil meletakkan laptop yang di bawanya dari ruang kerja.


"Dari sini!" tunjuk Ken pada layar laptop yang menunjukkan lokasi GPS Gam saat ini.


"Wah bisa gitu ya, kalau gitu bisa dong ngecek Gama lagi ngapain sekarang," ucap Luna dengan mata berbinar-binar.


Ken dan Aiden tersenyum melihat wajah menggemaskan Luna. Gadis itu benar-benar mencuri hati mereka, jika saja dia bukan saudara Ken dan bukan istri Gama, dia pasti menjadi rebutan keempat pria itu.


"Kalau untuk itu kakak gak bisa sayang, cuma Mark yang bisa menyadap semua sistem keamanan jenis apa pun itu," ucap Ken sambil menepuk kepala adiknya.


Lun mengerucutkan bibirnya.


"Huhh...emang gimana sih caranya?" tanya Luna penasaran.


"Sebentar ya kakak tunjukin, " Ucap Ken.


Pria itu mulai mengutak Atik laptopnya berusaha untuk menembus sistem keamanan kamera CCTV di rumah keluarga Park yang da di korea.


Tiiittttt....


"Yahh, kalau gitu aku kita telpon aja," ucap Luna mengeluarkan ponselnya.


"Luna, gimana kalau..


Aiden membisikkan sesuatu ke telinga Luna, Ken merotasikan kedua bola matanya, entah apa yang akan di rencanakan kedua manusia terjahil Se abad ini.


"Setuju kak, oke laksanakan!" seru Luna langsung memasang Kaki palsunya.


Luna dan Aiden bangkit berdiri lalu pergi ke kamar masing-masing.


"Kak Ken gak ikut?" tanya Luna.


"Kakak aja gak tau kalian mau ngapain, kalian main tinggal aja," ujar Ken sambil berdiri.


"Eh...heheheh lupa maaf kakak sayang, jadi gini..." Luna menjelaskan rencana mereka pada Ken.


Ken membelalakkan matanya, tampak pria itu sepertinya sedang geram dengan pencetus ide itu.


"Aiiiideeennnn!!" teriak Ken marah.


Aiden terdiam, ia menatap Ken sambil tersenyum kikuk dan menggaruk tengkuknya.


"Jangan yang aneh aneh deh Aiden, Luna kamu juga masa mau aja di ajak begituan sama Aiden, bahaya tau!" kesal Ken, dia memarahi mereka berdua sambil berkancah pinggang.


"Yahh...kak Ken gak seru, gak bahaya kok makanya Luna ngajak Kakak biar ada yang jagain Luna," ucap Luna sambil menggoyang-goyangkan lengan kakaknya seperti anak kecil yang minta uang jajan pada ayahnya.

__ADS_1


"Tau nih si Ken, ya kali aku biarin Luna dalam bahaya, kita akan bawa pengawal, lagian orang-orang disana juga pada kenal sama kita, jadi nggak bakal ada masalah," ujar Aiden.


"Ck...aku bukan takut Luna dalam bahaya," ucap Ken.


"Haa? maksudnya gimana sih kak?" tanya Luna sambil menggaruk kepalanya.


"Aku malah takut mereka dalam bahaya karena kalau sempat ada yang macam-macam sama Luna bias gak bernyawa mereka!" ketus Ken.


"Hadehhhh, kirain kenapa bro, santai aja, disana gak bakal ada yang aneh-aneh santai, kita cuma mau ngejahilin Gama doang," ujar Aiden.


"Hmmm..." Ken mengangguk.


"Oke kita ikut, tapi biar aku panggil bawahan ku yang bisa di percaya," ucap Ken.


"Ck...kau seperti bapak bapak tempo dulu Ken, kau pasti akan panggil bawahanmu yang bapak bapak atau yang umurnya jauh di bawah Luna, aku sudah tau sifatmu bro," celetuk Aiden.


"Lah terus gimana?" tanya Ken.


"Ck...itu aja susah, gini aja kita langsung kesana aja, entar lihat kondisi kalau ada yang aneh-aneh, langsung kita hajar!" ucap Luna sambil menyingsingkan lengan bajunya.


"Hahahah, baiklah baiklah, sepertinya adikku ini sudah tidak sabar hahah,"ujar Ken sambil tertawa.


"Oke let's go!!" ucap Aiden.


"Eh..eh..eh...tunggu dulu kak, ya kali kakak keluar pakai baju begitu," ucap Luna sambil melihat penampilan Aiden yang memakai celana pendek dan kaos oblong kebesaran yang dia ganti saat keluar tadi.


"Oh iya,nanti ketampanan babang Aiden akan tersaingi, oke deh, babang tampan bersolek dulu, kalian juga bubyeeee....ummah, ummah" ucap Aiden sambil mengecup pipi Luna dan pipi Ken bergantian.


"Kak Aaaiiiideeeeennnnn!!!" teriak Luna kesal, Aiden lari terbirit-birit sambil tertawa cekikikan karena berhasil menjahili kakak beradik itu.


"Huahahahahahaha, ciuman selamat malam hahahahahahah," tawa Aiden menggelegar di seluruh ruangan rumah itu.


"Ihhkk kak Aideeenn ngapain pake cium cium segala sihh arghhhh," kesal Luna sambil mengusap-usap pipinya.


Lain halnya dengan Ken yang terdiam membisu dengan tangan di pipinya.


"Kak, sadar kak! ihk Kak Keeeenn, ck...kok semua orang di rumah ini pada gak waras ya," ketus Luna, ia pergi meninggalkan Ken yang membeku disana.


"grrrrhhhhhhhh.......aawaaaasss kaaauuu Aaaiideennn!" geram Ken, matanya memerah seperti seekor banteng, hidungnya kembang kempis, rahangnya mengeras, urat-uratnya mengembang sempurna.


.


.


.


Like, vote dan komen πŸ˜ŠπŸ˜‰πŸ˜Š


Author : Aiden jangan cium mereka, nih cium pipi Author dong!


Aiden : Idih najis, kasian jomblo hahahahah


Author: Kuuuu...menaaaangiiisss, dinistakan karakter sendiri😭😭😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2