
Jasad Clara kini telah dikebumikan, Bima yang menanggung semua biaya pemakaman wanita itu. Dia mengusahakan agar memberikan pemakaman yang terbaik bagi Clara.
Bima juga mendatangi acara pemakaman wanita itu dan berbicara secara langsung dengan keluarganya, dia ditemani sahabat-sahabatnya.
Tangisan dan kesedihan menyelimuti rumah duka, keluarga Clara juga meminta maaf pada Bima atas semua kelakuan anak mereka.
Kini nasi telah menjadi bubur, kejadian masa lalu Tak akan bisa diubah, kita hanya bisa menerima dan mengikhlaskannya.
Setelah acara dilaksanakan, Bima dan sahabat-sahabatnya kembali ke rumah besar Park. Bima disambut oleh Luna dan yang lainnya.
Bima berjalan dengan wajah lesu penyesalan, kesedihan, kekecewaan, tidak rela, hancur hati, dan marah merayapi hati dan pikirannya saat ini.
"Kak Bima," panggil Luna saat Bima dan yang lainnya tiba.
Bima menatap Luna, matanya kembali berkaca-kaca, Luna dengan segera menghampiri pria itu dan memberikan pelukan padanya.
"Sabar kak, bersedihlah untuk hari ini saja, selanjutnya kakak harus bahagia," ucap Luna sambil mengusap punggung pria itu.
"arhhh... Luna, kakak merasa gagal menjadi seorang pria, kakak merasa kalau Tuhan mengutuk Kakak agar tak bisa bahagia... Arhhh...,"Bima Kembali menangis, diletakkannya kepalanya di atas bahu Luna, tubuhnya bergetar rasa sedihnya teramat dalam.
"Husshh jangan bicara begitu kak, kakak nggak gagal, hanya waktunya belum tepat," ucap Luna.
Lama Bima menangis, mereka tak bisa berbuat apa-apa, Luna membantu menenangkan pria yang tengah patah hati itu.
Setelah berhasil menenangkan dirinya, mereka membawa Bima duduk di ruang santai.
"Na maaf ya, kakak jadi gak sempat masakin makanan yang kamu minta Beberapa hari lalu,". Ucap Bima sambil mengusap wajahnya.
Luna tersenyum, dia menggenggam tangan Bima dengan erat.
"Nggak apa-apa, nanti kan boleh, baby twins juga sabar kok nunggu unclenya tenang," balas Luna sambil tersenyum.
Bima tersenyum, setidaknya dia memiliki kekuatan disini,dia memiliki orang-orang yang mendukungnya dengan tulus.
Bima menatap mereka semua dengan penuh haru.
"Terimakasih karena selalu di samping ku, kalian keluarga terhebat yang kumiliki," ucap Bima.
"Wess ya iyalah mana ada keluarga sehebat ini, makanya jangan cengeng kayak anak perempuan saja, " ledek Aiden.
Pletakk
Badan Aiden terkena serangan dari para sahabat.
"Ck..ck..ck satu satunya yang tidak berubah disini adalah mulut embermu itu," ledek Gama.
"Ya suka suka sayalah, mulut mulut saya wleeekkk," balas Aiden sambil menjulurkan lidahnya.
"Den, please jangan ngejulid Napa heh?!" Ketus Ken.
"Jiah Eike yang ngejulid situ yang ribut," balas Aiden.
__ADS_1
"Lah biarin aja nge julid, tanpa dia cerita ini nggak bakalan seru ya kan den!"ucap Alex sambil menaikkan satu alisnya .
"Yo i broo, cuma kita yang sefrekuensi eh tambah Luna deng hahhahahah,"Aiden tertawa terbahak-bahak.
"By the way kita liburan yok!"ajak Alex.
"Liburan!???" Teriak Aiden dengan mata berseri-seri.
"Kak Aid, suaranya kecilin!" Ucap Andin sambil menutup telinganya dari teriakan maut Aiden.
"Mulutmu itu Aiden, bisa budek nanti anak anakku!" Ketus Gama sambil mengelus perut istrinya.
"Cih jangan bawa bawa mereka deh Gam!" Celetuk Aiden.
"jadi gimana liburannya?" Tanya Alex.
"Menurutku kita belum bisa liburan bersama-sama, Luna masih belum stabil, aku takut kandungan nya bermasalah, ini masih masa rentan, kita tunggu sampai beberapa Minggu lagi," jelas Rose.
"Oh iya Rose benar, ya wes gak masalah sih, yang penting liburannya bareng!" Celetuk Alex.
"Kalau kalian mau liburan juga gak apa apa kok, kalian pergi aja, aku gak masalah," ucap Luna merasa tak enak jika hanya karena dirinya mereka tidak jadi liburan.
"Nggak ada kamu nggak seru Luna!!" Ucap mere bersamaan membuat Luna tersipu malu, wajahnya memerah apalagi telinganya.
"Hahhaha, wajahmu merah lagi hahahah," ledek Aiden.
"Nggak masalah kok na, lagian kerjaan di toko juga masih numpuk, entar aja kalah kamu udah mulai stabil kita liburan ya, aku juga gak mau kamu kenapa-kenapa," ucap Andin yang paham dengan perasaan sahabat baiknya.
"Bener na, kerjaan di kantor juga udah numpuk nih, kakak masih harus ke Belanda buat jemput Mama, enak banget mereka tinggal sama Mama terus terusan," celetuk Aiden.
"Mereka benar, kakak juga masih harus terbang ke Belanda mau nemuin orangtua kakak yang sementara ini tinggal di rumah Aiden," jelas Bima.
"Anna juga mau ujian tengah semester kak, ribet banget Anna pusing heheheh, apalagi kak Ferdi matanya udah kayak panda karena temanin Anna belajar tiap hari," celetuk Anna sambil menunjuk Ferdi yang terlelap di salah satu sofa panjang di ruangan itu.
"Iya sayang, gak usah mikirin apa-apa, fokus aja sama kesehatan kamu dan baby, urusan itu kami saja yang tangani, kamu harus sehat ya," ucap Gama.
Luna tersenyum, dia menatap mereka dengan penuh haru, perlahan-lahan air matanya menetes dari kedua pelupuk matanya.
"Hiks hiks... Hiks..." Terdengar suara tangisan dari bibir kecil ibu hamil itu, air matanya membasahi pipi gembulnya yang memerah seperti Cherry.
Mendengar tangisan Luna, mereka semua malah jadi panik.
"Kenapa sayang? Kenapa nangis ?" Ucap Gama sambil memeluk istrinya yang menangis tersedu-sedu.
Yang lain juga ikut khawatir,
"Kamu kenapa na? Ada yang sakit?" Tanya Ken dengan raut khawatir.
"Luna.. hiks.. Luna bersyukur, akhirnya Luna paham apa arti keluarga, Luna bersyukur meski nggak ada Mama dan Papa Luna merasakan kasih dari kalian semua, hiks hiks hiks," ucap Luba di sela sela tangisannya.
Mereka saling memandang, sesaat kemudian mereka ikut tersenyum sekaligus bernafas lega mendengar ucapan Luna.
__ADS_1
"Terimakasih banyak hiks hiks hiks, terimakasih sudah mau menerima Luna yang buntung ini, hiks hiks hiks,"lirih ibu hamil itu.
"Sayang, kami semua menyayangimu karena kehadiran kamu yang membuat semua ini menjadi nyata, kehadiran kamu di Antara kami adalah berkat paling indah sayang," ucap Gama sambil mengelus punggung istrinya dengan lembut.
Andin juga menangis haru, dia tau perjuangan sahabat baiknya itu dalam menjalani hidupnya.
"Na," panggil Andin Lirih dia berdiri dan duduk di depan kaki Luna.
Luna menoleh ke arah sahabatnya, dihamburkan nya pelukannya pada sahabat baik yang selalu ada untuknya di setiap masa hidupnya.
"Andiiinnnn hiks hiks hiks, akhirnya aku punya keluarga utuh, hiks hiks,aku bisa merasakan disayangi oleh kakak kakakku, disayangi oleh seorang Ibu,dijaga dan dirawat hiks hiks hiks," Luna menangis dalam pelukan sahabatnya.
Anna ikut bergabung dengan kedua gadis itu, sedikit banyak Anna tau perjuangan Luna,gadis itu bekerja banting tulang untuk membiayai pengobatan Anna siang dan malam agar Anna bisa kembali sehat dan pulih.
"Kakak jangan nangis ahkk,Anna jadi ikutan sedih,"lirih Anna sambil memeluk Andin dan Luna dengan erat.
Mereka semua terharu melihat pemandangan itu.
"Betapa mereka sangat menyayangi Luna,akan kah aku merasakan kebahagiaan seperti itu juga? Luna memang benar-benar membuat semuanya bahagia,dia juga yang memberikan harapan padaku,"batin Rose, dia meremas kedua ujung bajunya sambil menunduk dan mengingat bagaimana kejamnya hidup menghajar dirinya sebelum dia bertemu dengan Luna.
Ken menyadari perubahan ekspresi di wajah Rose, dia mengambil tangan gadis itu dan menggenggamnya dengan erat. Rose menatap Ken dengan mata berkaca-kaca.
Ken tersenyum dia memeluk Rose,dia tau gadis itu selama ini merasa sendirian.
"Jangan lagi merasa sendirian, kita semua keluarga disini, kami juga menyayangimu Oze," ucap Ken.
Mata Mark tertuju pada kekasihnya, dia juga merasa bersyukur bisa bertemu dengan gadis itu, meski pertemuan pertama mereka tidak menyenangkan.
"Huh, Lex kita yang jomblo gigit jari dong!" Celetuk Aiden sambil menatap Alex.
"Arhhh kau benar," ucap Alex mereka berpelukan menangis Bombay karena sampai sekarang tanda tanda mereka menemuka jodoh sepertinya masih jauh.
"Huaaaaaaaaaaa...... Jodoh kami mana Thor!!!" Teriak Aiden dan Alex sambil menangis dengan air mata mengalir membasahi pipi mereka.
Mereka semua menoleh pada Aiden dan Alex yang menangis sambil berpelukan bahkan mengalahkan tangisan Luna, Andin dan Anna.
"Pfftttthhh hahahahhahahahahahah......" Mereka semua tertawa berjamaah dengan tingkah dua manusia kadal itu, hadehh...sekarang Alex udah nunjukin aslinya, bakal ada dua kadal ribut disini 🤦🏿♂️🤦🏼♀️
.
.
.
Jangan lupa, Like vote dan komen ya guys, author hanya berharap kalian sekiranya memberikan like dan berikan komentar kalian tentang karakter dan cerita Author,
Author sangat menghargai dukungan dan apresiasi dari kalian, salam hangat dari..
DARI AIDEN DAN ALEX DOOONGGGG!!
Huahahahahahahhaha 🤣🤣🤣
__ADS_1
"Gue ilangin, nangis kejer lu!"
"Ampun suhu!"