Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
93


__ADS_3

Luna sedang begitu bersemangat hari ini, besok suami tampannya akan pulang. Hari ini Luna berencana berkunjung ke perusahaan kakak kakak tampannya yang sejak semalam sudah begitu antusias dengan rencana mereka masing-masing.


Apalagi mendengar kabar kepulangan Gama besok mereka pasti tidak akan bisa seleluasa itu lagi bermain dengan Luna, seperti anak kecil saja.


"Ayo Luna!" Ucap Aiden pada Luna yang sedang menunggu di ruang depan. Luna mengenakan gaun merah selutut berlengan pendek dengan rambut yang diikat ke atas.


"Wah cantik sekali," ucap Bima melihat penampilan Luna.


"Tentu saja Luna cantik heheh, kakak juga tampan sekali, perfect !" Seru Luna.


Bima memakai kaos hitam dengan blazer senada, rambut gondrongnya tampak sudah berganti warna menjadi kecoklatan dan lebih rapi dari sebelumnya.


"Kapan kakak potong rambut?" Tanya Luna.


"Semalam setelah pulang dari rumah Ken, kalian membuatku seperti anak kecil semalam, bukan kah aku jadi lebih tampan hmm?" Ucap Bima sambil tersenyum dan menaikkan satu alisnya.


"Kau tampan kak, mempesona, tapi lebih tampan suamiku hahaaa," ujar Luna sambil tertawa kecil.


"Iya iya, suamimu memang tampan!" Ujar Bima sambil menepuk kepala Luna.


"Sepertinya Luna sangat senang ya," ujar Aiden yang sudah menggandeng tangan Luna di sisi kiri sedangkan Bima di sisi kanan.


"Tentu senang, kita kan akan jalan-jalan, nanti kalau Anna libur sekolah kita ajak dia ya kak," ujar Luna.


"Tentu saja, Ferdi sama Andin juga sekalian," ucap Aiden.


"Heheh, boleh juga," ucap Luna.


"Sudah siap semuanya?" Tanya Ken.


"Wow, sepertinya Ken berubah menjadi lebih tampan sejak kedatangan Luna, kau tidak seperti mayat hidup lagi Ken !"celetuk Aiden dengan mulut menganga saat melihat penampilan Ken yang lebih santai dari biasanya.


"Tutup mulutmu itu, aku memang tampan," ketus Ken.


"Tampan sih, tapi ciuman pertamanya....." Bima berhenti sambil menunjuk Aiden dan Ken bergantian.


"Pffthh hahahaha, kau benar kak Bima," ujar Luna malah ikut meledek mereka.


Ken dan Aiden saling menatap, sedetik kemudian mereka saling memalingkan wajah teringat dengan kejadian paling memalukan seumur hidup mereka.


"Hemmphh....mimpi apa aku hingga mengalami kejadian najis seperti hari itu!" Ketus Aiden.


"Kau jangan dekat-dekat denganku, bisa sial aku!" Ketus Ken.


"Jiah hahahhaa, sudahlah mau sampai kapan kalian berdebat, tak ada sehari pun kalian berhenti setelah kejadian dua Minggu lalu," ledek Bima.


"Ck...diamlah!" Ucap mereka berdua.


"Sudah sudah ayo berangkat, tapi kita permisi dulu sama Andin dan Ferdi takutnya mereka nyariin nanti," ucap Luna yang di anggukkan oleh ketiganya.


Mereka berjalan menuju ruang kerja khusus yang disediakan Gama untuk toko online istrinya di rumah besar itu.


Terlihat seorang pria muda tampan dengan tubuh proporsional dan seorang gadis cantik sedang bekerja dengan serius di ruangan itu.


Ferdi sudah mendapatkan bobot tubuh idealnya, ternyata setelah menguruskan badan, tubuh Ferdi semakin sehat dan aura tampannya semakin kelihatan. Pria itu banyak belajar bergaya dari ketiga pria tampan yang setiap hari datang ke rumah itu.


"Ekhmmm.... mentang-mentang udah tampan gak nengok kita lagi ya," sindir Luna sambil berdeham.


Andin dan Ferdi yang duduk di meja kerja mereka menoleh ke arah Luna dengan peralatan yang masih menari nari di tangan mereka.


"Eh..Luna, ya maaf kita lagi sibuk, orderan membludak nih," ujar Ferdi menatap Luna sebentar lalu kembali fokus pada pekerjaannya, orderan mereka sangat banyak sehingga harus membuat banyak aksesoris untuk memenuhi permintaan pelanggan mereka.


"Iya Lun, pesanan khusus juga banyak banget, kita sampai kelimpungan nih!" Ujar Andin.

__ADS_1


"Kalian capek?" Tanya Luna.


"Ya iyalah Luna, masa nggak? Emang kita robot apa?" Ketus Andin.


"Heheheh, kalau capek kita tutup aja tokonya biar kalian bisa istirahat," usul Luna.


Ferdi dan Andin saling menatap sebentar lalu mengalihkan pandangan mereka pada Luna.


"Luuuunaaaa, " kesal mereka sambil menatap Luna yang cekikikan.


"Jangan aneh aneh deh Luna, kita emang capek tapi bukan berarti kita gak mau kerja, kamu ini ya makin hari makin sableng aja!" Ketus Andin.


"Heheheh, sabar ya sayangku, aku akan mencari karyawan baru dan gedung untuk toko kita, nanti kita akan punya toko fisiknya juga jadi orang-orang bisa berkunjung ke toko kita," ujar Luna.


"Untuk karyawan entar aku cari dulu yang paling pas, kalian sabar ya, setelah suamiku pulang kita langsung dapatkan bangunannya biar kalian juga leluasa," ujarnya lagi.


"Siap buk bos!!" Seru Andin dan Ferdi.


"Oh iya pesanan khusus untuk orderan sebelumnya udah aku rakit semua, tinggal packing ya!" Ucap Luna sambil menunjuk kardus yang sudah berisi semua pesanan khusus untuk orderan sebelumnya, bahkan beberapa aksesoris lain sudah di rakit dan siap di pasarkan.


Andin dan Ferdi menatap Luna, mereka pikir pesanan sebelumnya belum kelar ternyata sudah diselesaikan oleh Luna.


"Kapan kau mengerjakan semua itu?" Tanya Andin dan Ferdi.


"Ada deh!" Ucap Luna sambil tersenyum.


Ken, Aiden dan Bima tersenyum melihat interaksi Luna dengan teman-temannya.


Luna yang mengatur semua urusan manajemen bisnis aksesoris online mereka, ketika malam tiba sering Luna mengintip pekerjaan Andin dan Ferdi yang belum selesai.


Gadis itu akan masuk kesana diam-diam setelah semua orang masuk ke kamar mereka masing-masing.


Jika Gama tidak mengangkat panggilannya maka Luna akan menghabiskan waktunya di dalam ruangan kerja itu untuk menyelesaikan pesanan pesanan khusus agar pekerjaan teman-temannya ringan.


Bahkan pernah gadis cantik itu sampai tertidur di dalam ruangan itu dan bangun jam 4 pagi lalu kembali ke kamarnya.


Itulah yang dia lakukan selama dua Minggu terakhir untuk melepaskan rindu dan rasa kesepiannya tanpa sang suami.


"Kalau begitu kami keluar dulu ya Din, atau kalian berdua mau ikut?" Tanya Luna.


"Nggak deh Lun, kita mau selesaikan ini dulu, lagian nanti Anna nyariin, dia bisa marah kalau gak ada orang di rumah," ujar Ferdi.


"Iya Ferdi benar, gadis itu hanya menurut padamu saja!" Ucap Andin.


"Hahahah, iya deh iya, nanti aku bawain oleh-oleh!" Ujar Luna.


"Martabak!" Ucap Andin dan Ferdi bersamaan.


Mereka bertiga saling menatap lalu tertawa bersama sama.


"hahahahah, selera kalian masih sama ya," ucap Luna.


" Tentu saja!"ujar Ferdi dan Andin.


"Kalau begitu kami pergi ya bye!" Ucap Luna.


"Baiklah hati hati ya!" Ucap mereka berdua.


"Fer, An kami bawa Lunanya dulu ya, bye!!" Ujar Aiden.


"Baik, hati-hati," ujar mereka sekali lagi yang dianggukkan oleh ketiga pria itu.


Luna, Aiden, Ken dan Bima berangkat menuju ke perusahaan Aiden terlebih dahulu.

__ADS_1


Sementara itu di ruang kerja tadi tampak Andin dan Ferdi berbincang bincang.


"Beruntung sekali Luna mendapatkan keluarga sebaik mereka ya kan Fer," ujar Andin menatap Ferdi sebentar lalu kembali fokus pada pekerjaannya.


"Jika dari sudut pandang kita, mungkin Luna yang beruntung, tapi setelah mendengar cerita mereka bertiga, mereka lah yang paling beruntung bisa bertemu dengan gadis itu," ujar Ferdi.


"Mengapa begitu? Secara kan kakak kakaknya Luna itu kaya, tampan dan pastinya idaman semua orang, tentu saja Luna yang beruntung!" Celetuk Andin mengatakan realita.


"Makanya jangan lihat dari segi material dong Andin!" Ketus Ferdi.


"Gini ya, kalau dari segi material kita juga malah sangat beruntung bisa pakai pakaian sebagus ini dan tinggal di rumah semewah ini, yang kita lihat itu dari sisi lainnya yang lebih mengarah ke keadaan hati," ucap Ferdi yang langsung menghentikan pekerjaannya dan menatap Andin dengan serius.


"Maksudmu apa sih aku gak ngerti," ujar Andin sambil menggaruk kepalanya ya gbtudak gatal itu.


"Aiden, Ken dan Bima pernah cerita padaku kalau kehadiran Luna ditengah tengah mereka banyak mengubah sifat, perilaku dan suasana hati mereka," ucap Ferdi.


"Kamu tau kan kalau Luna itu gadis yang sangat cerewet, tapi dia baik, pintar, perhatian dan juga Lucu, hal hal seperti itu yang tidak didapatkan oleh mereka termasuk Gama selama ini, hingga akhirnya Luna datang membawa warna bagi mereka," ujar Ferdi.


"Ibarat warna, sebut saja kehidupan di rumah ini dan kehidupan mereka semua berwaran hitam dan gelap tanpa ada warna lain bahkan tak ada cahaya, tapi Luna datang sebagai pemberi warna dan cahaya bagi mereka sehingga hidup mereka lebih berwarna dari sebelumnya," jelas Ferdi.


"Aku saja bersyukur bisa berteman dengan gadis itu, dia serba bisa dan sangat baik!" Ucapnya lagi.


Andin mengangguk setuju, " kau benar, sebenarnya kita semua beruntung bisa bertemu dengan Luna, gadis nakal itu membuat suasana menjadi sangat menyenangkan," ujar Andin sambil tersenyum.


" Ternyata otakmu masih bisa di perbaiki ya Din!" Celetuk Ferdi.


Andin menyipitkan matanya dan menatap Ferdi dengan kesal.


"Kau pikir aku gila?" Ketus Andin sambil mencebikkan bibirnya.


"Hahahahah, bukan aku yang bilang loh!"ledek Ferdi sambil tertawa terbahak-bahak.


"Cihh...dasar kamu ini ya, ngomong-ngomong Fer kamu makin tampan!" Celetuk Andin sambil mengangkat satu jempolnya.


"Usaha tidak menghianati hasil Din heheheh," kekeh Ferdi sambil menaikturunkan kedua alisnya.


"Cihh... sombong hahahah,"Andin tertawa menanggapi ucapan temannya.


"Eh Din, ngomong ngomong gimana hubungan kamu sama asistennya Gama? Selama dirumah ini dia seperti hantu saja tidak pernah terlihat tapi terasa kehadirannya," ujar Ferdi.


Andin menatap kesal ke arah Ferdi, ia tidak suka membahas pria yang menurutnya sangat sombong itu.


"Aku tidak ada hubungan apa apa dengan pria sombong itu, aku sangat sangat sangat membencinya!" Kesal Andin lalu pergi meninggalkan Ferdi di ruangan itu.


"Loh Din aku gak bermaksud nyinggung kamu, jangan marah dong, terus kenapa kamu pergi?!" Teriak Ferdi.


" Bukan marah, mau ngambil minum doang, haus nih!!" Ketus Andin dari kejauhan.


Ferdi tergelak melihat sikap temannya, gadis itu memang sangat benci jika sudah membahas tentang Mark.


Bahkan jika ia melihat pria itu di rumah besar Park ia akan memutar haluan jalannya agar tidak berpapasan dengan pria yang disebutnya pria kaku itu.


.


.


.


jangan lupa like, vote dan komen ya teman-teman 😊😉😉


author butuh dukungan kalian 🙏🙏


Visual bang Bima

__ADS_1



__ADS_2