Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
118


__ADS_3

" Sudah rapi, ummm kenapa kau kurus sekarang," ucap Luna sambil menangkupkan wajah Gama dengan kedua tangannya.


"Karena istriku tidak disini selama lima hari, aku tidak sehat kalau istriku tidak bersamaku," ucap Gama sambil tersenyum lembut.


Luna mengelus wajah suaminya sambil tersenyum manis.


"Aku akan terus disini, baiklah apa kau siap?" Tanya Luna.


"Baik aku siap," ucap Gama yang sudah menyiapkan hati dan pikirannya untuk bertemu dengan Alex sahabat lama yang dulu sangat dekat dengannya meski tidak dekat dengan ketiga sahabatnya yang lain.


Luna tersenyum, ia melepaskan tangannya dari wajah sang suami lalu beranjak menuju pintu kamar setelah menghapus air matanya.


Di dekat pintu, Aiden, Alex dan Anna sama-sama terdiam, Anna yang tidak ingat wajah Alex hanya diam saja memperhatikan apa yang di bicarakan oleh orang dewasa.


Lain halnya dengan Aiden yang terus memperhatikan Alex. Setelah melihat video dan bukti bukti tadi, Aiden yakin kalau Alex juga adalah korban si tua Bangka itu disini.


"Kenapa kau tidak pernah memberitahukan hal ini pada Gama?" Tanya Alex untuk menghilangkan keheningan di antara mereka, Anna menyimak saja.


"Anda tentu tau tempramen Gama dahulu, saya tidak bisa berbicara banyak padanya dia hanya akan marah dan tidak percaya dengan apa yang saya katakan," ucap Alex jujur.


Aiden mengangguk paham, meski Aiden punya mulut yang ceplas-ceplos dia adalah yang paling bisa berpikiran jernih diantara sahabat-sahabatnya.


"Aku paham, ku harap kau bisa menjelaskan semuanya pada Gama, aku akan mencoba percaya padamu hanya karena Luna begitu mempercayaimu, jangan mengecewakan gadis itu, jika sampai itu terjadi......" Ucapan Aiden terpotong kata kata Anna.


"Aku yang akan membunuhmu !!!" Ancam Anna yang sedari tadi serius mendengarkan percakapan mereka.


Glekk


Alex dan Aiden sama sama terkejut dengan ucapan sarkas dari gadis remaja itu.


"Heheh, jangan tegang begitu Anna hanya bercanda ," Anna tertawa saat melihat wajah terkejut kedua pria dewasa di hadapannya.


Aiden memutar bola matanya, dia berpikir kalau Anna ketularan Bar bar dari Luna, ternyata dia ketularan jahilnya.


"Kamu ini bikin kakak senam jantung saja dasar gadis nakal!" Ucap Aiden seraya mengacak-acak rambut Anna membuat Anna tergelak.


Alex diam saja, dia memperhatikan interaksi mereka berdua tanpa ikut campur.


Ceklek....


Pintu di buka, Aiden, Alex dan Anna menatap ke arah pintu dan melihat Luna menyembulkan kepalanya keluar dari balik pintu seperti seekor anak kucing yang sedang mengintip.


Wajah Luna masih sembab, mata dan hidungnya merah karena menangis tadi.


"Apa kakak nangis?" Tanya Anna panik.


Luna tersenyum sambil menarik adiknya setelah membuka pintu lebih lebar.


"Kakak baik-baik saja, sudah ayo masuk ," ajak Luna.


Aiden dan Anna masuk ke dalam kamar sedangkan Alex masih berdiam di luar, tampak pria itu ragu untuk masuk.

__ADS_1


Aiden, Anna dan Luna menatapnya, mereka bisa melihat raut khawatir pada pria itu.


"Masuklah kak, dia sudah menunggumu," ucap Luna sambil tersenyum dan berusaha menenangkan Alex yang benar benar takut sekaligus gugup, dia tidak tau apa yang akan di hadapinya di dalam nanti.


"A...aku pulang saja Luna," ucap Alex ragu.


"Ck...kau sudah masuk ke dalam air kenapa tidak sekaligus basah saja, ayo masuk dia tidak makan orang, pawangnya ada disini!" Cerocos Aiden sambil melirik Luna.


Bugh


Luna menyikut perut Aiden yang berdiri tepat di belakangnya.


"Jangan dengarkan dia kak, sudah tenang saja ayo masuk, kita bicara di dalam," ucap Luna.


"Ayo kak Alex, " ajak Anna memanggil Alex sebagai kakak.


Alex terdiam, dia tidak menyangka kalau akhirnya hari ini dia akan bertemu dengan sahabat lamanya dan meluruskan semua kesalahpahaman yang terjadi diantara mereka.


Luna menarik tangan Alex dan membawanya masuk ke dalam, Aiden menutup pintu dan Anna mengikuti Luna dan Alex.


"Bagaimana keadaanmu kak?" Tanya Anna yang duduk di bibir ranjang dekat kaki Gama.


"Kakak baik sayang," ucap Gama.


Alex dan Gama saling bertatapan, Gama berusaha menahan dirinya saat melihat istrinya kini duduk di sampingnya sambil menggenggam tangannya.


Lama mereka terdiam, Gama dan Alex sama sama tidak tau mau berkata apa.


Alex melihat rekaman dashboard mobilnya, dia menatap Luna meminta penjelasan, yang ditatap hanya tersenyum jahil sambil bersembunyi di balik punggung Gama.


"Maaf karena mengutak-atik komputer mu kak," cicit Luna dari balik punggung Gama.


"Hmmm, kau memang nakal," ledek Alex.


"Bukankah sudah jelas isi video itu, apa yang harus kuucapkan lagi Gam, kalau pun aku menjelaskan kau tidak akan percaya, kau keras kepala, sangat keras kepala!" Ucap Alex yang mengumpulkan keberaniannya untuk bicara dengan Gama.


"Ck....kenapa kau tidak pernah menjelaskan apa pun padaku? " Kesal Gama yang emosi nya mulai memuncak namun usapan Lembut Luna di punggungnya membuatnya benar benar bbisa mengendalikan dirinya.


"Untuk apa? Kau tidak ingat tempramen mu dahulu? Kau itu sangat gila, kau benar-benar tergila-gila pada gadis yang jelas-jelas tidur dengan pamanmu di depan mataku, tapi kau tidak mendengarkan aku!" Ucap Alex .


"Saat itu aku ingin membongkar semuanya, tapi sifatmu yang keras kepala menghancurkan semuanya. Kau terlalu pemarah dan tak bisa mengendalikan dirimu, satu hal yang ku takuti adalah kalau kau sampai membunuh mereka dengan kedua tanganmu saat tau apa yang dilakukan Park Jae Sung dan Tiara!!" Ucap Alex lagi.


"Mereka ingin memusnahkan keluarga besar Park, bahkan kecelakaan itu sudah dirancang oleh Park Jae Sung untuk kepentingannya sendiri, persis seperti apa yang istrimu katakan kalau semua pihak yang terlibat disini hanya alat bajingan itu untuk mendapatkan keuntungan!" Jelas Alex, kali ini pria itu benar benar berani apalagi mendapatkan dukungan dari Luna dan Aiden meski dengan sedikit ancaman.


"Dan untuk Tiara, dia memang harus dijauhkan darimu, kau terlalu percaya pada wanita munafik itu dahulu, aku sudah mengingatkan mu tapi kau tak mau mendengar, jalan satu-satunya adalah dengan menipu Tiara dan membuatnya jatuh cinta dan berpihak padaku, sehingga aku bisa menggagalkan rencananya!" ucap Alex.


"Tapi kejadian kecelakaan keluarga Park aku benar-benar kecolongan, dan kau sudah lihat jelas isi video itu, tak ada lagi yang bisa ku jelaskan, terserah apa kau mau percaya atau tidak aku sudah tidak peduli," ucap Alex dengan nada lirih, dia menundukkan kepalanya untuk menahan rasa sakit di hatinya.


Gama terdiam, mereka semua diam dalam keheningan.


"Alex, bisa kau mendekat!" Ucap Gama.

__ADS_1


Alex mendengarkan dan mendekati Gama yang duduk di atas Kasur. Gama menarik pria itu dan memeluk teman lama yang dia anggap dalang di balik kecelakaan keluarganya dan sebagai pria yang merebut kekasihnya.


"Terimakasih!" Ucapnya lirih, lalu melepaskan pelukannya.


Alex tertegun, dia benar-benar tidak yakin dengan apa yang di dengarnya.


"Kau bilang apa?" Tanya Alex lagi.


"Ck...aku bilang terimakasih dodol, kau masih sama leletnya seperti dulu, dasar pantat ayam!!" Ledek Gama .


"Pffthh hahhahah, kau masih ingat dengan panggilanmu padaku dasar mulut beo!" Balas Alex dengan tertawa.


"Hahahah, terimakasih banyak Lex, terimakasih sudah menyelamatkan aku waktu itu dan terimakasih sudah memisahkan aku dari j4lang itu meski caranya benar benar ekstrim!" Celetuk Gama yang kini sudah bisa membuka lebar hati dan pikirannya untuk menerima Alex.


Benar apa yang dikatakan Luna jika tidak semua yang dia lihat dan dengar itu benar, ada kejadian dari sudut pandang lain yang harus dia lihat.


"Jika kau tidak melakukan hal itu dulu, mungkin aku tidak akan bertemu istriku yang cantik dan cerewet ini sekarang Lex, terimakasih banyak," ucap Gama seraya menggenggam tangan Luna.


"Kau benar dia ini sangat cerewet, bayangkan saja baru tiba di apartemenku dia sudah mengomeli seluruh pengawal, dia mengejek mereka bau ketek dan bau mulut, setiap hari apartemen selalu ramai dengan ocehan gadis ini!" Jelas Alex.


"Hahahahah, jadi kau dan anak buahmu juga kena semprot hahahah, kasihan kalian," tawa Gama.


Aiden, Anna dan Luna tersenyum melihat kedua pria itu sudah berbaikan.


"Wah jadi pantat ayam dan mulut beo sudah baikan nih ceritanya hahahhahaha," Aiden meledek mereka sambil melepaskan tawanya yang dia tahan sedari tadi apalagi saat mendengar ledekan mereka satu sama lain.


"Hahhahah, sepertinya rumah ini akan dipenuhi hal hal gila kak," tambah Luna yang juga ikut tertawa terbahak-bahak.


"Selamat atas reuninya kak, semoga langgeng hahahah," imbuh Anna.


"Terimakasih kalian sudah percaya padaku, kupikir aku tidak akan bernyawa lagi setelah pulang dari sini," ucap Alex.


"Pulang?" Ucap mereka semua, Alex mengangguk.


"Siapa bilang kau boleh pulang," ucap mereka dengan senyum menyeringai.


"Ya Tuhan habislah riwayatku!!!" Ucap Alex.


Hubungan yang rusak sudah di perbaiki, akhirnya mereka berkumpul kemabli dalam sukacita dan tawa, kesalahpahaman sudah diluruskan semoga semuanya berjalan lancar hingga akhir.


Satu lagi babang tampan yang menemani Luna, Babang Alex, nantikan petualangan mereka hahahah 🤣🤣



.


.


.


huhuhu ,jangan lupa like, vote dan komen ya, wah mereka baikan guys, aku terhura ehh terharu 😭😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2