Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
Domino


__ADS_3

Pria itu sudah tiba lebih dulu beberapa menit lalu dan dia dengan sengaja meletakkan ponsel di berbagai penjuru agar Luna bisa mengawasi gedung itu dengan meretas kamera ponsel yang dihidupkan itu.


“Pemantau CCTV sudah aman, aku akan menghubungkannya dengan komputer Luna,” ucap Ken dari ruangan dimana dia berada.


“Baik kami akan bergerak,” ucap Gama.


“Perhatian semuanya, Bima dan Christo akan masuk ke dalam, pastikan keamanan mereka berdua, semuanya bergegas dan lumpuhkan pasukan mereka,” titah Gama yang di jawab kesiapan oleh mereka semua.


“Sayang kalian berhati hatilah, aku akan membantu mereka,” ucap Gama pada Luna istrinya.


“Baik sayang, kalian cepatlah, kak Celine dalam bahaya ini,” ucap Luna mulai panik namun dia berusaha setengan mungkin agar tidak membuat Bima yang mendengarnya dari mobil lain semakin khawatir.


“Ayo bergerak, kau hubungi mereka,” ucap Gama pada Bima melalui walkie Talkie.


“Baiklah,” ucap Bima.


Bima mengeluarkan ponselnya, dia dan Cristo ada di mobil lain, tepat di depan gedung itu, sementara Gama, Luna dan Christan bersembunyi di dalam sebuah van mini.


Bima mengeluarkan ponselnya dan menghubungi tomi yang meneleponnya tadi.


“Aku sudah membawa yang kau mau, cepat tunjukkan dimana istriku,” ucap Bima sambil mengirim foto Christo yang sengaja mereka ikat dan ditutup mulutnya dengan kain dan pura pura pingsan.


“Masuk ke dalam, dan pastikan kau tidak membawa siapa pun, jika itu terjadi aku akan membiarkan dia melahap istrimu hahahah,” ucap Tomi yang mengirimkan foto dimana Jerry masuk ke dalam kamar dimaan Celine di sekap.


Brukk.....


“Agghhhh.... Celine... hiks hiks hiks....” Bima memukul kemudi mobil dia benar benar kacau saat ini, hati dan pikirannya tidak bisa konsentrasi.


Christo melepas kain di mulutnya dan ikatan di tangannya, dia memeluk Bima yang yang tengah terpuruk.


“Daddy jangan sedih, CHristo akan bantu Daddy menyelamatkan Mommy Celine, jangan Sedih, ada Christo disini,” ucap anak kecil yang kelembutan hatinya persis seperti sang ibu.


Bima menatap Christo dengan wajah sendu, dengan cepat bocah itu memeluk Bima dari depan dan menepuk nepuk punggung Bima seolah dia adalah orang dewasa. “Ayo Daddy, mom butuh kita,” ucap Christo.


“Terimakasih nak, maafkan daddy harus melibatkan kalian,” ucap Bima.


“um.. um... no daddy, baby C halus ikut supaya seru, c’mon dad, semangat, kita hajar mereka semua,” celetuk Christo yang sudah mengikat tangannya kembali dan menutup mulutnya dengan kain.


Bima dan Christo keluar dari mobil, dengan Christo berada dalam pangkuan Bima dan berpura pura tidur.


“Kami masuk,” ucap Bima dengan nada dingin.


Bima melangkah dengan cepat, dia di cegat oleh penjaga di depan pintu gedung itu.


“Biarkan aku masuk, aku membawa apa yang diminta tuan kalian,” ucap Bima.

__ADS_1


Melihat keadaan Christo penjaga itu sedikit berpikir , namun rekannya membisikkan sesuatu pada dirinya.


“Masuk,” ucapnya sambil membukakan pintu.


Bima masuk dengan di kawal oleh dua anak buah tomi, dia di tuntun untuk naik ke lantai dua dimana, tomi dan Sarah tengah menunggu kedatangannya.


Sementara Bima dan Christo masuk, Gama dan anak buahnya sudah menyerang seluruh anak buah yang berjaga, tentu dengan cara yang benar benar tenang, tidak mengabiskan tenaga dan dengan cara yang damai.


Mereka semua mengambil pakaian penjaga itu dan mengganti dengan milik mereka lalu masuk ke dalam gedung dengan menyamar sebagai penjaga alias anak buah Tomi dan menyebar ke seluruh gedung, mereka cukup terkejut saat melihat setengah anak buah di dalam gedung itu sudah terkapar lemah di atas lantai.


Tentu saja ini ulah Ken yang jiwa psikopatnya mulai meronta ronta sebab sudah lama dia tidak menghajar orang lain, dan ini adalah waktunya untuk bermain main dengan mereka.


“Kau benar benar gila,” umpat Gama saat tiba di ruang CCTV.


“Tentu saja, aku kan kakak iparmu hahah,” balas Ken menyombongkan diri.


“Heh terserahlah, ayo segera kepung para bajingan itu, tinggalkan saja ruangan ini, sudah tidak berguna,” ucap Gama.


“Baiklah adik ipar,” ucap Ken yang sengaja ingin menggoda Gama.


“Hmm... cepatlah kakak ipar, kau sangat lambat mungkin karena usiamu,” ejek Gama sambil meninggalkan Ken disana yang berwajah kesal karena tak bisa kalah dari Gama.


Sementara itu si sebuah ruangan luas, tampak Tomi dan sarah tengah saling mencumbu, mereka berdua benar benar tidak takut dan tidak tau tempat.


“Ekh.... sayang, kau sangat agresive hari ini, sabar dulu, kita kedatangan tamu, “ ucap Tomi yang terbakar gairah karena permainan Sarah di dadanya, dia menutup tubuh bagian atas Sarah yang terbuka.


“Aku sudah membawanya, tunjukkan dimana istriku sekarang, “ ucap Bima dengan wajah marah.


Sarah dan Tomi saing menatap, mereka tersenyum, “ letakkan bocah itu disana, dan lihatlah istri tercintamu di ruangan itu, mungkin Jerry sudah menikmati tubuhnya yang seksi itu hahahahahaha,” tawa jahat Tomi menggelegar di dalam seluruh ruangan itu.


Dengan hati hati Bima meletakkan Christo di atas lantai, “Daddy pergi, bersiaplah, “ bisik Bima ke telinga Christo.


Bima berlari menuju ruangan yang ditunjuk oleh Tomi.


“Hahaha, kurasa Jerry sedang menikmati permainan dengan wanita itu, hahahah, kasihan sekali kau Bima,” ejek Sarah yang jelas di dengar oleh Bima, membuat pria itu mengeraskan rahangnya, dengan cepat dia menemukan istrinya.


" Kita akan membunuh mereka semua di dalam ruangan itu, Jerry juga akan mati hahaha," Tomi tertawa terbahak-bahak.


Sementara Bima di dalam, ini adalah giliran aksi Christo dan para ayahnya yang sudah masuk ke dalam ruangan itu tanpa sepengetahuan mereka, dan tampak seperti pengawal biasa.


Sarah berjalan mendekati Baby Christo, dia berjongkong di depan bocah itu sambil mengelus pipi gembul Christo.


“Mama, Papa, dia pegang pipi Christo ahhhkkkkk,.... Christo jijik “ batin bocah itu yang benar benar tidak suka wajahnya di sentuh oleh orang lain apalagi itu adalah Sarah.


“ Hahaha, kau akan menghasilkan uang yang banyak untukku bocah tengil, jantungmu, matamu, ginjalmu, paru parumu dan seluruh tubuhmu adalah aset berharga ahahah,” ucap Sarah.

__ADS_1


Christo membuka matanya dan menatap Sarah yang tertawa terbahak bahak, ikatan tangannya lepas dan dia mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.


“hehehehe, tidak secepat itu nenek lampir,” ucap Christo yang membuat Sarah terbelalak.


Jlebbb...


Jrrrttttt........ jrrrttttt....... jrtrrtttttttt


Christo menembakkan sebuah senjata sengatan listrik dengan tegangan tinggi yang cukup untuk membuat Sarah menggelepar di atas lantai.


“ bocah sialan,” teriak Tomi ingin berlari dan memukul Christo namun ....


“Tidak secepat itu kampret,” ketus Aiden yang ternyata sudah berdiri di belakang Tomi dengan alat sengat listrik di tangannya.


Brukkk


Jrrrtttt..... jrrrttt......


Tomi terjatuh dan menggelepar di atas Lantai, tubuhnya kejang kejang persis sepeti Sarah yang sudah tidak berdaya.


“Yeayyyyyy..... Christo berhasil,” teriak Christo sambil melompat kegirangan. Gama, Alex, Aiden, Mark dan Ken tersenyum melihat bocah kecil itu menari nari karena telah berhasil melumpuhkan lawannya.


“ Good job boy,” seru mereka semua.


Kembali ke masa sekarang, Bima telah membawa Celine keluar dari ruangan itu, mereka semua bernafas lega saat melihat Celine selamat meski tubuhnya banyak terluka.


Sedangkan mereka semua mereka biarkan tetap di dalam ruangan besar itu, tapi tentu saja dengan pengawasan yang sudah di atur untuk pentas selanjutnya.


Mereka bergegas keluar, sebab Celine butuh pertolongan.


Namun mata mereka semua terbelalak saat melihat Luna terkulai di atas tanah di depan gedung itu dengan Laura yang menggila sambil memegang pistol dan mengarahkan ke arah kedatangan mereka dengan Christan yang berada di depannya sebagai sandera.


Sedangkan anak buah Gama yang berjaga tak bisa berbuat apa apa karena nyawa Christan akan dalam bahaya jika mereka bergerak selangkah saja.


Terkadang orang yang sudah tidak waras akan secara tiba tiba punya kekuatan yang tidak waras juga.


.


.


.


.


Like, vote dan komen 😊😉😊😉😊😉

__ADS_1


__ADS_2