
"Kau benar-benar membawanya kembali padaku!"
-Gamaliel Park-
...****************...
Yuna memeluk kakaknya dengan erat, seminggu lebih mereka berpisah membuatnya merindukan sosok kakak cerewet yang sangat disayanginya.
"Yuna kangen sama kakak, heheh" kekeh Yuna dalam pelukan Luna.
"Kakak juga kangen banget sama adik kakak yang cantik ini," ucap Luna sambil tersenyum memeluk adiknya dengan erat.
Mereka melepaskan pelukan mereka.
"Kak Lihat Yuna bawa gorengan heheh, buat makan malam, kakak kan suka," ucap Yuna sambil mengangkat kantong plastik di kedua tangannya sambil tersenyum sumringah, pipi gembul, mata bulat, wajah cantik, kulit putih dan tubuh tinggi perpaduan sempurna melekat pada gadis remaja itu.
"Dasar kamu ini, kenapa suka sekali makan gorengan, nanti kamu sakit loh!" ucap Luna sambil mencubit gemas hidung adiknya.
"Heheheh, kan ada kakak yang rawat," kekeh Yuna.
"Terserah kamu saja," ucap Luna sambil mengubah posisinya dan berjalan di samping Yuna.
"Eh ada banyak tamu ya kak!" ucap Yuna menatap mereka sambil tersenyum ramah.
Ken, Aiden, Bima, dan Mark begitu terkejut saat melihat wajah gadis itu dengan jelas.
"Anna!" ucap Mereka bersama-sama.
Gama menatap ke arah mereka, sedari tadi jantungnya berdegup kencang saat mendengar suara adik kandungnya. Ingin rasanya ia berlari dan memastikan secara langsung apa benar itu adik kecilnya.
Ken menatap wajah Gama, pria itu syok, tangannya gemetar dan tatapan matanya terfokus pada sosok gadis yang sangat disayanginya.
"Kak, Gam, ini Yuna adikku," ucap Luna membawa Yuna mendekati mereka.
"Halo kakak kakak semua, saya Yuna," ucapnya memperkenalkan diri, namun pandangannya terhenti saat melihat wajah seorang pria yang terus dilihatnya dalam mimpinya, satu-satunya wajah yang diingatnya setelah kecelakaan yang menimpa dirinya.
Yuna berdiri tegak, plastik gorengannya terjatuh, tangannya menutup mulutnya, air matanya tumpah seketika itu juga saat ia melihat sosok Gama, sosok yang merupakan kakak dalam pikirannya.
"kak Luna! Yuna gak lagi mimpi kan, hiks hiks hiks," ucap Yun menatap Luna yang berdiri di sampingnya.
"Kamu ngomong apa sih sayang, kamu gak mimpi, terus kenapa kamu nangis? jangan nangis, kakak juga ikutan nangis nanti," ucap Luna mulai panik.
"Kak, di...dia....dia kakak yang Yuna bilang akan Yuna jodohin sama kakak, dia kakak Yuna hiks hiks hiks.....kakak!!!" teriak Yuna sambil menghamburkan pelukannya pada Gama yang menatapnya dengan tatapan terkejut.
"An..Anna...i...ini benar...benar...Anna, Adikku ...adik kakak, adikku....ann...Anna..sayang ini kakak,"
Gama membalas pelukan adiknya, saat itu juga seorang Gama menangis terharu di hadapan istri dan sahabat-sahabatnya. Ia begitu terkejut saat melihat gadis yang diselamatkan oleh istrinya ternyata adalah adik kandungnya sendiri. Adik yang selama ini ia kira sudah mati.
Ken melihat Luna yang juga tampak syok, ia langsung memapah Luna untuk duduk di sofa sebelum gadis itu panik.
"Kak...a..apa ini benar? aku tidak bermimpi kan?" ucap Luna yang mulai menangis.
__ADS_1
Ia juga tak kalah terkejutnya saat mengetahui siapa kakak yang selama ini dimaksudkan oleh adiknya Yuna. Setiap kali gadis itu berbicara tentang sosok kakak laki laki yang ada di kepalanya ia selalu tersenyum menanggapi ucapan Yuna.
Apalagi saat Yuna mengoceh mengatakan bahwa kakaknya sangatlah tampan hanya saja ia tak mengingat nama kakaknya, yang dia tau hanya wajahnya.
Yuna selalu mengatakan akan menjodohkan Luna dengan kakak laki-lakinya suatu saat nanti. Namun tanpa ia berbuat apa pun, takdir sudah mempersatukan mereka.
"Aku pun terkejut Luna, ini bukan mimpi, ini kenyataan," ucap Ken sambil merangkul gadis itu seperti seorang kakak yang melindungi adiknya.
"Kamu kemana saja sayang? kenapa tidak cari kakak? kakak pikir kamu...kamu sudah...arghhhh....adikkuuuu...." tangis Gama lagi sambil memeluk adiknya.
"Yuna gak ingat nama kakak, Yuna hanya tau wajah kakak hiks hiks, Yuna lupa semuanya, bahkan nama Yuna pun Yuna lupa kak, Yuna kangen sama kakak hiks hiks hiks hiks...." jawab Yuna yang masih memeluk kakaknya dengan erat.
"Kakak kenapa? kakak sakit? dalam mimpi Yuna kakak pakai kursi roda, apa kakak sakit?" ucap Yuna sambil melepas pelukannya dan menatap wajah kakak yang sangat dirindukannya.
"Kakak baik-baik saja sayang, hanya untuk sementara tidak bisa berjalan, " ucap Gama menatap wajah manis adiknya.
"Yuna kangen..." ucap Yuna lagi sambil memeluk Gama dengan erat.
"Kakak juga sayang, kakak sangat merindukanmu!" balas Gama Sambil mengecup pucuk kepala adiknya berkali-kali.
Luna menangis haru saat melihat pertemuan adik kakak itu. Bagaimana takdir bisa mempertemukan mereka seperti ini.
"Kak Lunaaaaa," ucap Yuna bangkit berdiri dan memeluk kakaknya.
Luna berdiri dan merentangkan kedua tangannya, sambil tersenyum ia berkata "kemarilah Yuna!"
"Kakak....hiks...hiks...hiks," Yuna kembali menangis dalam pelukan Luna.
"Terimakasih kak hiks hiks hiks," balas Yuna.
"Sudah jangan menangis sayang, lihat kakakmu dia sudah menatap kita sedari tadi," ucap Luna sambil melirik Gama yang memang melihat mereka dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, wajah dan hidung pria itu memerah karena menangis, tatapannya juga sayup.
"Terimakasih sudah menjaganya Luna," ucap Gama terharu.
Luna dan Yuna duduk di masing-masing sisi Gama. Luna tersenyum melihat wajah pria itu. Reflek Luna mengusap air mata Gama dan menggenggam tangan suaminya.
"Adikmu masih hidup, kuharap semangatmu untuk hidup juga berkali kali lipat," ucap Luna.
Gama menatap Luna, ia begitu bahagia dengan kenyataan bahwa Luna adalah gadis baik yang telah menjaga adiknya selama ini.
"ehmm...tu..tunggu dulu, tapi bagaimana kalian bisa saling kenal?" ucap Yuna dengan tatapan menelisik, Yuna alias Anna memang lupa ingatan, namun sifat dan karakternya yang keras tidak menghilang.
"Yuna, jangan marah dengar kakak jelaskan dulu, kalau kau marah marah kakak tidak akan bicara padamu!" ucap Luna tegas.
"Baiklah kak," Yuna menurut.
"Luna, sebenarnya kau ini siapa? kenapa dua singa galak itu bisa menurut padamu, tapi yang aku bingung kenapa Anna tidak mengenal kami?" batin Aiden sambil menatap mereka.
"Hebat sekali nona ini bisa menaklukkan dua manusia paling susah diatur itu," batin Mark.
Luna menjelaskan semua kejadian yang terjadi selama Yuna di luar bersama Paman dan Bibi yang mereka kenal.
__ADS_1
"Jadi kalian suami istri sekarang?" ucap Yuna dengan tatapan berbinar-binar sehingga membuat Luna sedikit bingung.
"Iya, kenapa?" tanya Luna.
"Yes! aku tidak harus capek lagi mendekatkan kalian, ternyata Tuhan baik, Dia mempersatukan kita dengan cara yang unik seperti ini," celetuk Yuna sambil memeluk lengan kakak kandungnya.
Gama tersenyum, kini ia punya tanggung jawab yaitu dua gadis yang sangat penting bagi hidupnya. Satu penyelamat dirinya dan adiknya dan satu lagi adik kandungnya sendiri.
"Hahaha, telingaku juga tidak harus panas mendengar ocehan mu setiap hari yang selalu melarangku dekat dengan laki-laki lain, padahal kau tau jelas bukan aku yang mendekati Mereka," ledek Luna dengan wajah kesal.
"Heheheh, Yuna kan udah bilang mau jodohin kakak sama kakak Yuna, eh ternyata kalian memang berjodoh," ucap Yuna.
" Terserah mu saja Yuna," balas Luna.
"Heheheh," kekeh Yuna.
Yuna menatap lima pria dalam ruangan itu.
"Hai kak Ferdi," sapa Yuna lembut sambil tersenyum manis.
"Kakak Segede ini nyapa kakak baru sekarang hmm?" ledek Ferdi.
"Hehehe, ya maaf kak," kekeh Yuna.
Satu hal yang berubah dari gadis ini adalah, dia menjadi gadis yang banyak tertawa dan lebih ceria dari sebelumnya. Energi positif yang ditransfer oleh Luna telah masuk ke dalam diri gadis yang dulu sangat dingin dan kaku persis seperti kakaknya Gama.
"Mereka siapa kak?" tanya Yuna pada Gama dan Luna.
"Kamu nggak ingat kita ya Anna? ini kak Aiden, kak Ken, Kak Bima dan dia Mark, kak Mark!!" ucap Aiden sedikit kecewa karena tidak diingat oleh Anna.
"Ma..maaf kak, Yuna gak ingat," ucapnya menunduk.
Luna memberi kode pada mereka agar tidak terlalu memaksa.
"Gak apa-apa deh Yuna, pokoknya sekarang ingat ya, aku Kak Aiden, dia Kak Ken, Kak Bima dan Kak Mark oke?" ucap Aiden sambil tersenyum.
"Hehehe, baiklah kak!" ucap Yuna sambil tersenyum.
PRAANNGGGGGGG
Suara piring pecah terdengar dari dapur.
.
.
.
jangan lupa like, vote dan komen 😊😉
akhirnya ketemu ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ðŸ˜ŠðŸ˜Š
__ADS_1