Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
145


__ADS_3

..."Sepandai-pandainya tupai melompat tetap akan jatuh juga!"...


..."Kejadian yang tidak bisa kita hindari akan tetap terjadi seperti apa pun keahlian kita dalam menangani masalah,"...


...****************...


Kini Ferdi membawa Anna dalam pangkuannya, dia tidak melepas Anna sedetik pun, semua mata tertuju pada mereka, Harry dibawa paksa ke tengah-tengah lapangan dimana pentas sedang berlangsung.


Di saat yang sama Alex dan Aiden sudah tiba di sedari tadi di sekolah, mereka mencari cari posisi Ferdi dan Anna namun tak ditemukan.


Hingga mereka melihat Anna terkulai lemah di dalam pangkuan Ferdi.


"Ferdi....Anna!!" Teriak mereka sambil berlari menghampiri keduanya.


Ferdi dengan wajah dingin dan aura yang menyeramkan berjalan ke tengah lapangan, semua siswa, guru, orangtua murid, dan tamu undangan menatap ke arah mereka.


Pentas bukan lagi pusat perhatian saat ini, pusat perhatian kini beralih pada Ferdi yang membawa Anna dan Harry yang sudah babak belur.


Glekkk


Alex dan Aiden menelan kasar Saliva mereka, aura Ferdi Benar-benar berbeda saat ini.


"Ada apa dengan Anna!?" Tanya Aiden panik.


"Kak Aiden, tolong pegang Anna," ucap Ferdi sambil menyerahkan tubuh Anna yang ditutupinya dengan Jaket.


Namun Anna ketakutan, dia tidak mau dipegang pria Lain selain Ferdi, gadis itu memeluk erat tubuh Ferdi, dia bergetar ketakutan saat ini.


"Ja..jangan....kak...Ferd...jangan Anna ta...takut," suara gadis itu gemetar saat Ferdi akan mengoper tubuhnya pada Aiden.


Alex dan Aiden terkejut bukan main.


"Jelaskan!" Ucap Alex pada bawahannya, kini mereka menjadi pusta tontonan.


Pengawal bawahan Alex pun menjelaskan kejadian sebenarnya, semua orang terkejut apalagi Kepala Sekolah, dia begitu terkejut saat mendengar tingkah bejat anaknya sendiri.


Sialnya saat kejadian ini terjadi, pengawal wanita yang di tugaskan Alex cuti karena sakit dan ada yang sedang pulang kampung, pengawal wanita hanya dua orang dan dua duanya tidak masuk hari ini.


"Pria ini mencoba memperkos4 nona Anna di toilet perempuan tuan, Ka...kami kecolongan," ucap salah satu pengawal itu.


"Bajingaaaannnn!!!" Teriak Aiden.


Bughh


Bughh


"Mati kau bangsat!!!" Aiden menarik kerah Harry lalu melayangkan pukulan telak ke tubuh pria itu.


"Siaaalannnnn!!!" Teriak Aiden,dia benar-benar mengamuk saat mendengar gadis yang dianggapnya sebagai adiknya itu diperlakukan secara tidak pantas.


"Arghh....shhh, haahhh.....haaahh....arghh sakiit!!" Desis Harry.


"Sialan kau!!" Teriak Aiden.


"Stoppp!" Teriak Kepala Sekolah marah saat anaknya di pukuli oleh Aiden, namun Aiden tetaplah Aiden dia melayangkan pukulan keras ke perut Harry hingga mulut pria itu mengeluarkan darah.


Bughh


"Uhukk...uhukk,"Harry terjerembab ke tanah, mulutnya penuh darah.


"Apa yang kalian lakukan pada anakku!!" Teriak Kepala Sekolah saat sampai di tengah lapangan, dia mencoba mendekati Harry namun dengan cepat pengawal itu menarik Harry dan menjauhkannya dari Kepala Sekolah.


"Aahhhh, jadi bajingan ini ayah manusia kurang ajar ini!" Ucap Alex dengan tatapan menyeringai sambil menghadang pria itu.


"Apa maksudmu, anakku...anakku tak mungkin melakukan hal bejat seperti itu!" Bantah Kepala Sekolah.


"Sial!"umpat Alex.


"ANAK BAJINGANMU ITU, TELAH MELAKUKAN PELECEHAN SEKSU44L PADA ADIKKU !!!!!!!" teriak Alex penuh kemarahan.


"Apa kau pantas disebut sebagai kepala sekolah hah? Kau menutupi penyakit mental anakmu, cihhh....sial salahku percaya pada sekolah yang terkenal karena reputasi baiknya ini arghhh!!" geram Alex.


"Jangan sembarang bicara tuan, anak saya anak baik baik yang dididik dengan ketat, dia anak berprestasi tak mungkin dia melakukan hal seperti itu!!" Sanggah kepala sekolah.


Semua orang mulai bergunjing, memang Harry adalah anak emas di sekolah itu, dia selalu berbuat sesuka hati dan perbuatannya selalu ditutup tutupi oleh kepala sekolah yang adalah ayahnya sendiri.


Harry sangat terkenal sebagai salah satu senior paling tampan dengan proporsi tubuh ideal yang sudah seperti orang dewasa, wajahnya cukup tampan dan tubuhnya berotot dan tegap.


Tak ada yang berani melawan pria itu, jika dia sudah mengambil keputusan oleh karena itu saat Anna di jadikan target oleh Harry tak ada satu siswa pun yang berani mendekati Anna, jika ada yang berani maka siap siap dia akan dikeluarkan dari sekolah atas tuduhan yang tidak dia lakukan.


"Cuihh...." Alex meludah ke tanah.

__ADS_1


"Kepala sekolah macam apa dirimu, ck...sial adikku sampai mengalami trauma seperti ini, kau tidak kenal denganku ya Pak Subroto!!" Ucap Alex sambil berjalan dan mendekati Kepala sekolah dengan tatapan tajam dan mendominasi membuat pria itu ketakutan.


"Sa..saya, ti...tidak mengenal Anda, anak saya tidak salah, mungkin gadis itu yang menggoda...."


Bughh


Bughh


Belum sempat Pak Subroto berbicara, Aiden yang sudah habis kesabarannya langsung melayangkan pukulannya pada Pak Subroto membuat pria itu terhuyung dan terjerembab ke atas tanah.


"Sialan Kau!!" Geram Aiden.


"Kak, kalian urus mereka, aku akan membawa Anna ke rumah sakit, dan untuk bajingan ini...." Ucap Ferdi sambil menatap Harry yang dipegang oleh pengawal.


Bughh


"Semoga kau tidak dapat menggunakannya lagi!" Ucap Ferdi setelah menendang alat vital Harry.


Pria itu mati rasa, sakit...ughhh...sangat sakit, membuat siapa saja merasa ngilu saat melihat tendangan bebas itu menghantam masa depan pria itu.


Alex mengambil ponselnya lalu menelepon seseorang.


"Segera turun ke sekolah Anna, kalian punya tugas baru,dan perketat keamanan Ferdi dan Anna mereka dalam perjalanan menuju rumah sakit," titah Alex pada bawahannya sebelum dia mengakhiri panggilannya.


Ferdi membawa Anna yang masih memeluknya dengan tubuh gemetaran.


"Jangan khawatir, kakak disini tenang ya An," ucap Ferdi terus menenangkan Anna padahal wajah Ferdi tampak pucat, dia sempat terkena pukulan telak dari Harry saat di toilet tadi dan mengenai ulu hatinya.


Mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil dan melaju ke rumah sakit tempat Ken di rawat dengan pengawasan ketat dari pengawal dan anak buah Alex juga Gama.


Para siswa, tamu dan guru ketakutan saat melihat kejadian itu.


"Siapa sebenarnya Anna ini?" Bisik mereka.


"Seram sekali mereka, seperti gangster saja," bisik yang lain.


"Anna punya banyak orang hebat di sisinya, habislah si Harry,"


"Mampus kau Harry, ku harap kau dan keluarga bobrok itu hancur saat ini juga,"


"Rasakan Harry, tapi aku kasihan kenapa harus Anna yang jadi korbannya,"


Semua siswa bergunjing, guru-guru hanya bisa diam, mereka memang di suruh tutup mulut jika Harry melakukan pelanggaran, jika ada yang berani mengusik pria itu maka saat itu juga dia di pecat secara tidak hormat.


Alex maju ke depan,


Bughh


Bughh


Bughh


Alex memukul tulang kering keempat anak buahnya yang bisa sampai lalai dalam menjalankan tugas.


"Aku akan menentukan hukuman apa yang tepat untuk kalian setelah menyelesaikan kasus ini!" Ucap Alex dengan tatapan penuh amarah.


"Maaf tuan!" Ucap mereka menunduk.


"Kami tak mungkin masuk ke dalam toilet wanita, salah tuan juga yang hanya menerima dua pengawal wanita," batin mereka.


Aiden menyeret Harry ke tengah-tengah pentas bersama Pak Subroto. Semua mata tertuju pada mereka, tak ada yang berani bicara saat melihat kemarahan di mata mereka.


"Ekhmmm...tuan tuan mohon jangan buat kerib..."


"Diam kau!!" Teriak Aiden saat salah satu guru itu bahkan belum selesai mengucapkan kata-katanya


"Tapi tuan ini sekolahan, tidak baik para siswa menyaksikan kekerasan seperti ini!" Ucap salah seorang guru perempuan.


"Diam kau jal4ng,apa kau juga hanya diam saat melihat siswa mu di lecehkan oleh pria bajingan ini? Kalau begitu aku akan membuatmu merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan adikku!!" Bentak Alex dengan penuh kemarahan.


Para guru terdiam ketakutan,


"Tidak ada yang boleh keluar dari lingkungan sekolah ini, selama masalah ini belum tuntas!!" Ucap Aiden melalui microphone yang terpasang di pentas.


Tiba-tiba pasukan berpakaian hitam masuk dan memblokir jalan keluar sekolah itu,totalnya sekitar ratusan orang.


Drap.....


Drapp....


Drapp...

__ADS_1


Terdengar langkah kaki mereka saat memasuki area sekolah itu.


"Tuan,jangan melakukan hal ini, ini bisa merusak nama sekolah ini!" Ucap guru yang lain.


"Heh, aku bahkan bisa merusakmu nona jika kau terus berkata yang tidak-tidak, atau....apa kau wanita si bangs4t ini?" Ucap Alex sambil menaikkan alisnya.


Glekk


Mereka terdiam, tak ada yang berani bicara.


Tim penyelidik bawahan Mark sudah tiba di lokasi, mereka langsung mencari tau semua detail kejadian bahkan bukan kejadian itu saja yang mereka bongkar, semua kejadian lama yang sengaja di tutupi oleh Kepala Sekolah akan dibongkar hari itu juga.


Tak butuh waktu lama mereka sudah menemukan semua bukti.


Alex menatap layar berisi rekaman CCTV sekolah yang sengaja di hapus oleh Pak Subroto untuk menutupi aksi anaknya.


"Ternyata kejadian ini bukan untuk yang pertama kali lagi, ahhh pak Subroto ternyata kau tak mengenal siapa pemilik sekolah ini?" Ucap Alex dengan seringai di wajahnya.


Mereka semua terdiam, pemilik sekolah itu memang belum pernah menunjukkan wajahnya ke publik dan tak ada yang tau siapa pemilik sekolah itu.


"Kau sudah memilih lawan yang salah bocah sialan!!" Ucap Alex menatap tajam pada Harry yang sudah lemas.


Sementara itu di rumah sakit, Ferdi langsung membawa Anna dengan berlari sekencang mungkin.


"Dokter !!" Teriak Ferdi saat tiba di rumah sakit, Anna tampak tidak sadarkan diri saat diperjalanan tadi.


"Ann, bertahanlah!" Ucap Ferdi dengan wajah pucatnya.


"Ada apa ini tuan Ferdi?" Tanya Dokter George dengan wajah panik, kebetulan dia berada di lantai satu setelah memeriksa pasiennya.


"Nanti saja tanya dok, sekarang tangani dia, aku akan memanggil yang lain dulu!" Ucap Ferdi langsung berlari menuju lantai dua dimana Ken di rawat.


Ceklek....Brakk


Pintu di buka dengan keras membuat orang-orang dalam ruangan itu terkejut bukan main.


"Astaga,"


"Ferdi, ada apa!" Ucap Gama terkejut.


"Anna....Anna sakit Anna bersama dokter George...Anna di bawah Anna tadi diserang...arhhh...."


Deghh


Jantung Luna dan Gama bagai dihantam dengan batu yang sangat keras.


Brukk


Ferdi pingsan karena terlalu panik serta marah, dia terjatuh di hadapan mereka.


"Ferdii!!!" Teriak mereka.


Segera Bima mengangkat Ferdi yang tak sadarkan diri, tampak pria itu pucat, sementara itu Luna dan Gama panik saat mendengar nama Anna di bawa bawa oleh Ferdi.


Gama dan Luna langsung turun ke lantai satu mencari keberadaan Anna.


"Aunty disini dulu ya, Kak kami ke bawah!" Ucap Luna panik, dia langsung berlari ke bawah bersama suaminya.


"Sayang sini, jangan pergi sendiri!" Ucap Gama sambil menggandeng tangan Luna , gadis itu tampak ketakutan dan panik, Gama berusaha menenangkan Luna.


Mereka turun ke lantai satu dan mencari keberadaan Anna dengan bertanya pada suster.


Mereka tiba di ruang perawatan Anna, menunggu selama beberapa menit, akhirnya dokter George keluar dengan wajah pias apalagi saat melihat kondisi tubuh Anna yang banyak bekas cup4ng di lehernya.


"Ada apa dengan adik saya dok?" Tanya Gama panik.


"Sepertinya nona mengalami kekerasan seksual tuan," ucap dokter George sambil menunduk.


Deghh


Luna terkulai lemas, dia terduduk di atas lantai dengan air mata yang mengalir deras di pipinya.


"Sayang..." Gama panik saat melihat istrinya terjatuh.


.


.


.


Jangan lupa like, vote dan komen 😉😉

__ADS_1


"pingsan berjamaah Wee🙄🙄"


__ADS_2