Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
Season 2 Bima dan Si gadis Es


__ADS_3

Hai semuanya, kembali lagi bersama Author, kali ini Author akan bawakan cerita dari Bang Bima, si kalem yang dingin dan tampan tapi sekalinya gesrek sekocak Aiden, Alex dan Luna.


enjoy the Story,


...****************...


Bima Satria seorang pria blasteran keturunan Asia dan Eropa memilih tinggal di Indonesia jauh dari keluarganya karena nyaman tinggal di Indonesia sebab menurutnya Indonesia tanah kelahiran sang nenek adalah negara yang indah.


Kedua orangtua dan kakak perempuannya yang telah menikah tinggal jauh di Swiss sedangkan dia memilih mengasingkan diri di Indonesia dan membangun perusahaannya sendiri.


Sejak usianya 18 tahun dia sudah mendirikan perusahannya sendiri dengan nama Antariksa Grup, sebuah perusahaan yang dirintisnya dengan bantuan dari sahabat sahabat baiknya.


Perusahaan besar yang bergerak di bidang property dimana anak cabang perusahannya sudah berdiri dimana mana.


Perjuangan Bima tentu sangat berat, dia tinggal di Indonesia saat usianya masih belia dan bertemu dengan Gama, Ken dan Aiden pada saat dia sedang mencari makanan di dekat tempat sampah karena uang bulanannya di curi oleh teman sekamarnya.


Flashback 15 tahun lalu,


Bima Satria baru tinggal di Indonesia selama tiga bulan, saat itu usianya sekitar 15 atau 16 tahun, dia tinggal disana tanpa ada yang menjaga dan hanya berbekal uang saku dari orangtuanya.


Bima adalah seorang petualang dengan rasa penasaran yang besar, oleh karena itu dia ingin mengeksplor negeri Indonesia.


Bima sendiri memiliki paras yang sangat tampan, wajahnya lebih ke Asia mengikuti nenek dari Ibunya.


Dia tinggal di sebuah kos sederhana namun dengan fasilitas lengkap, di kos itu dia tinggal bersama seorang teman yang juga baru datang ke Jakarta pada waktu itu.


Selama beberapa bulan mereka baik baik saja hingga saat itu ketika pagi kembali berkuasa, Bima baru saja bangun dari tidurnya, rencananya dia hari itu akan mendaftarkan dirinya ke sekolah negeri di kota itu.


"Eghh, hoooaaammm udah pagi aja," gumam Bima remaja sambil meregangkan tubuhnya.


Namun saat dia duduk di atas tempat tidurnya, betapa terkejutnya dia melihat kamarnya benar benar berantakan, pakaiannya berhamburan kesana kemari, kopernya di bongkar, lemarinya terbuka bahkan seluruh barang berharganya hilang entah kemana.


"What the... astaga apa yang terjadi selama aku tidur!!" pekik Bima yang lang meloncat dari kasurnya dan memeriksa brang barang miliknya yang sudah berhamburan kesana kemari.


Bima menarik tasnya dan begitu terkejutnya dia saat melihat tak ada lagi yang sepeserpun di dalam tasnya, bahkan atmnya diambil, ponselnya dan semua barang berharga diambil semua oleh orang lain.


"Oh Tuhaaann," pekik Bima frustasi, matanya tertuju ke atas kasur di sebelahnya yang sudah kosong, bahkan ada lagi pakaian dan barang-barang milik teman sekamarnya di sana. Dia melihat secarik kertas di atas tempat tidur itu, dengan cepat di sambarnya secarik kertas itu dan dibacanya.


..."*Maaf Bima aku terpaksa melakukan ini, kau tau kan gadis yang kusukai itu, dia hamil anakku dan aku harus bertanggung jawab, semoga kau bisa bahagia,...


......Herman*-.......


"Astaga bahagia kepalamu dasar pria bangsaaatt!!!!!!" teriak Bima kesal dan marah, pria sekamarnya itu adalah seorang pria berusia 21 tahun dan sering keluar malam, bahkan di dalam tasnya banyak tersimpan alat pengaman, namun saat Bima bertanya dia selalu diam.


Setahu Bima pria itu sedang kuliah dan meminta bantuannya untuk tinggal berdua dalam kos itu dengan alasan agar biaya kos lebih murah.


"Haisshhh sial4n!!! kalau mau ngambil jangan semua kampret, sisain dong sama yang punya, ponselnya dompetnya dan Atmnya jangan dibawa bodoh!!!?" pekik Bima mengusap kasar wajahnya, bersyukurlah dia langsung membayar biaya kosnya selama satu tahun, sehingga dia hanya akan mencari uang untuk biaya hidupnya.


"Arhhhhkkkk... sial!!" kesal Bima.


Bima menanyakan hal itu pada si pemilik kos kosan, dan sialnya Herman sudah tidak melanjutkan kos lagi di sana dan pergi entah kemana.

__ADS_1


Bima duduk termenung di dalam kamarnya, " Sial sekali, ini nih makanya jangan sembarang percaya sama orang arkhhhh sial!!" ketusnya.


kruuuuukkkk... kruuuukkk...


"Lapar, mana belum makan dari semalam, yang juga di embat, gimana dong ini, mau minta sama Mami dan Papi gimana caranya arhhhh," kesal Bima.


Dia kembali membaringkan tubuhnya, namun rasa lapar melanda perutnya, dia mencari makanan namun Taka ada, akhirnya dia keluar dari kos sambil memegang perutnya, dia berjalan dengan lemah, meminta minta tentu dia akan diusir, akhirnya dia mencari makanan di Tong sampah.


"Tak apalah yang penting bisa makan," gumam Bima.


sreekkk... sreekk.. srekkk


Bima membolak balik plastik di dalam tempat sampah, wajahnya sampai cemong karena sampah sampah itu.


"Akhhh lapar, ada pisang, lumayan belum di buka dan masih bagus," ucap Bima sambil mengangkat pisang dari dalam sebuah kantong plastik.


"Ehh... ehh ngapain disini? syuh syuh sana!!" bentak pemilik toko dimana Bima mengais makanan dari tempat sampah.


"Saya cuma mau ngambil ini buuu," ucap Bima dengan wajah memelas.


Byuuuurrrr...


si pemilik malah menyiram Bima yang berpikir kalau dia adalah pemulung.


"Sana Saya bilang!!!!" teriak ibu ibu itu.


"eh... ma..maaf Bu," ucap Bima gemetar ketakutan, tiba tiba seseorang menarik tangannya dia adalah Aiden muda.


"Apa kamu bilang!!!" teriak si Ibu itu hendak keluar dari dalam tokonya.


byurrr...


Srruuuhhhh....


Dua anak lelaki lain menyiram air dan tepung ke arah si Ibu itu membuat wanita gemuk itu berlumur tepung sedangkan mereka sudah lari terbirit-birit sambil tertawa terbahak-bahak melihat betapa kacaunya Perbuatan mereka.


"Anak anak nakaaaaalllll!!!!" pekik Ibu ibu itu sambil berlari membawa kemoceng untuk memukul mereka.


"Wleeekkkkk dasar Ibu gendut jelek, wleeekkkk hahahahahhahaha," Gama, Ken dan Aiden meledek habis habisan wanita itu.


sebenarnya tadi mereka bertiga sedang berjalan keliling sebab Ken baru tiba di Jakarta beberapa bulan lalu untuk melanjutkan studinya, Ken tinggal di Yogyakarta tempat Paman dan Bibinya.


Aiden juga adalah anak yang melarikan diri dari keluarganya karena perceraian kedua orangtuanya.


Saat mereka berjalan, mereka melihat Bima sedang mengorek tempat sampah, tidak tega melihat pria yang tampaknya baik itu, mereka hendak menghampiri namun tiba tiba pemilik toko pakaian itu menyiramnya dengan air.


Hal itu membuat mereka bertiga marah dan kesal.


Aiden menarik tangan Bima, kini mereka berlari bersama sambil terengah-engah menuju tempat biasa mereka nongkrong.


"haahh... haaahhh... udah... gakhhh.. ngehhjaaahhhrr lagi kan," ucap Gama terengah-engah.

__ADS_1


"Udah aman bro!" ucap Ken.


"Ka.. kalian siapa?" tanya Bima bingung.


"Eh... Hai, aku Aiden si tampan, salam kenal ya," ucap Aiden yang langsung menjabat tangan Bima.


"Eh.. a..aku Bima," jawab Bima tergagap dengan Aiden yang terus senyum senyum melihat Dirinya.


"Heheh jangan takut, dia gak makan orang, kenalin Aku Gamaliel Park!" ucap Gama sambil merangkul Bima tanpa jijik.


"Hai aku Ken," ucap Ken dengan gaya dingin dan kerennya.


"Ha..hai semua," jawab Bima merasa canggung.


Sejak perkenalan mereka itu, hubungan mereka semakin dekat, bukan hanya sekedar teman biasa, mereka saat ini menjadi model sahabat yang jarang ditemui di dunia nyata.


Kini waktu terus berlalu, Sudah empat tahun sejak Baby C dilahirkan ke dunia dan kini keduanya tumbuh dengan sehat dan penuh kasih sayang dari keluarga besarnya.


"Bro!!" Panggil Aiden yang sudah resmi menjadi seorang Ayah, Mikha melahirkan putri pertama mereka yang diberi nama Aurel Bianca Maureer yang berusia 3 tahun, Bima dan Aiden sedang mencari hadiah ulang tahun untuk Mikha.


Ken dan Rose saat ini tinggal di Australia dan tengah menantikan kelahiran bayi pertama mereka, ya mereka berdua memilih untuk memiliki anak setelah puas hidup berdua dan menikmati hari hari mereka.


Sedangkan Andin dan Mark sudah dikaruniai sepasang Anak, anak pertama mereka Joan berusia 2 tahun dan yang kedua bernama Jesika berusia 10 bulan, dan kini mereka tinggal jauh di Korea Selatan negara asal Ayah Mark.


Alex dan Vanya belum dikaruniai anak namun tak membuat hubungan mereka renggang, saat ini mereka sedang asik asiknya menikmati masa berdua dan sibuk dengan pekerjaan mereka.


"Apa?" jawab Bima yang sedang melihat lihat kaos kaki untuk anak perempuan dan laki-laki, sedari tadi keranjangnya penuh dengan perlengkapan baby.


"Lah Kenapa beli buat baby, ya ampun kita mau cari hadiah buat Mikha," gerutu Aiden.


"Ehh heheheh ya maaf habis tiap lihat beginian keingat sama baby C dan baby Aurel," kekeh Bima.


"Ck... dasar," ketus Aiden.


" Tapi lucu juga nih di pakai sama Aurel sama Baby C biar kompak hahhaha," kekeh Aiden sambil menunjuk topi berwarna senada.


"Nah itu tau," ucap Bima.


"Bima!" panggil seseorang yang sangat dikenali oleh Bima dan juga Aiden.


.


.


.


like, vote dan komen 😉😉😉😊😉


Gak jadi Tamat hahahahhahahaha


Aiden : Hai reader, kembali lagi bersama Abang tampan huhuhu, 😉😉😉

__ADS_1


Author : Den dah jadi bapak loh,


__ADS_2