Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
158


__ADS_3

Sepanjang perjalanan, Rose menggigit kukunya dia sangat khawatir dengan neneknya saat ini, dia takut Pak Niko akan mengganggu neneknya.


Ken mengambil tangan Rose dan menggenggam nya, dia tak tahan melihat gadis itu panik seperti itu.


"Tenanglah!" Ucap Ken.


Rose diam, dia menatap lurus ke depan, tangannya masih di pegang oleh Ken membuatnya merasa gugup.


"Aku akan melindungimu Oze," ucap Ken dalam hatinya.


Ken dan Rose melaju menuju rumah sakit tempat nenek di rawat.


"Ze, tolong hubungi Luna kalau kita ke rumah sakit, dia nanti nyariin," ucap Ken.


"Baik tuan," jawab Rose.


"Emmm..tuan," ucap Rose gugup.


"Hmmm, ada apa?" Tanya Ken.


"Bisa lepas tangan saya?" Tanya Rose.


"Eh....oh iya maaf, apa kamu tidak nyaman?" Tanya Ken merasa bersalah, kenapa dia tidak sadar kalau sedari tadi dia menggenggam tangan Rose dengan erat.


"Bukan tidak nyaman, saya tak bisa memakai tangan kiri untuk menghubungi Luna," ucap Rose jujur.


Ken melepaskan tangannya, dia tersenyum mendengar jawaban Rose.


"Ohh...berarti nyaman ya, baiklah aku akan sering sering melakukan ini," ucap Ken sambil tersenyum.


"Eh..ma maksud saya bukan seperti i..itu tuan," ucap Rose gugup, dia malah jadi salah tingkah saat melihat senyuman Ken .


"Hahahah, sudah telepon Luna dulu,nanti kita bicarakan," kekeh Ken sambil melirik Rose sebentar lalu kembali fokus pada jalanan.


Rose tersipu malu, dia segera menghubungi Luna.


"Ze loud speaker ya," ucap Ken yang dianggukkan oleh Rose.


"Halo kak? Loh kenapa nelpon emang kakak dimana?" Tanya Luna dari seberang sana, pura pura tidak tau tapi dia tau semuanya memang Luna the best dalam hal akting.


"Kakak lagi dalam perjalanan ke rumah sakit bareng tuan Ken, cuma mau kasih tau aja na, ada urusan tiba tiba dengan nenek," jelas Rose.


"Nenek? Ada apa dengan nenek kak?" Tanya Luna khawatir. Ken menatap Rose sambil menggelengkan kepalanya menandakan bahwa jangan memberitahukan kejadian sebenarnya.


"Ahh..nenek tiba tiba nyariin kakak kata perawatnya, mumpung nenek ingat, Kakak harus langsung kesana," ucap Rose berbohong.


"Ahh... baiklah kak, kalau begitu hati hati ya, hummm kunantikan kabar baik dari kalian," ucap Luna.


"Iya, sudah ya," ucap Rose.


Tut


Panggilan di matikan, Rose menatap Ken seraya meminta penjelasan.

__ADS_1


"Kita tidak boleh memberitahukan kejadian sebenarnya pada Luna, dia bisa panik dan khawatir, aku takut kandungan nya akan terpengaruh, dia mudah panik, bisa bisa dia berlari menyusul kita ke rumah sakit," jelas Ken.


"Ahh...Anda benar tuan, kenapa saya tidak terpikir kesana ya, " ucap Rose.


"Tapi kalian semua benar-benar menyayangi Luna ya," ucap Rose.


" Tentu saja, siapa yang tidak sayang dengan gadis itu, dia yang mengubah kami semua Ze, dia yang mengembalikan persahabatan kami, dia yang menyelesaikan kesalah pahaman di masa lalu, dia yang terbaik, kenapa? Apa kau Iri padanya?" Tanya Ken.


"Emm.. sejujurnya sedikit iri, siapa yang tidak iri jika di perlakukan penuh kasih seperti itu, pasti orangtua kalian juga menyayangi kalian, tidak seperti diriku," lirih Rose sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Jangan iri Ze, gadis itu sudah melalui semuanya bahkan lebih mengerikan dari yang kamu alami," ucap Ken dengan wajahnya yang berubah datar saat mengingat masa lalu mereka.


"Bagaimana mungkin? Luna kelihatannya sangat ceria, tak mungkin dia mengalami hal yang lebih parah dari diriku," ucap Rose tak percaya.


"Ya sebagai orang baru tentu kamu belum tau kisah kami semua Ze, tapi itu luka lama bagi kami, Aku dan Luna di jual oleh Papa kami sendiri, dia selingkuh di depan mata kami, menceraikan Mama kami bahkan membuat Mama kami meninggal dunia," ucap Ken.


Rose terkejut bukan main saat mendengar itu.


"Setelah di jual kami dijadikan budak di rumah psikopat, kami disiksa Ze, waktu itu aku berhasil selamat tapi Luna disekap oleh mereka, singkat cerita kami berpisah, kupikir dia sudah meninggal hingga beberapa bulan lalu aku mengetahui kebenaran kalau adikku yang sudah belasan tahun ku anggap meninggal ternyata masih hidup," ucap Ken.


"Dan asal kau tau, fakta paling menyakitkan bagiku adalah saat mengetahui kalau kaki Luna buntung sebelah," ucap Ken.


"Apa menurutmu itu sama dengan yang kamu alami? Kamu beruntung setidaknya kamu memiliki nenek yang menjagamu dan besar bersama orang tua, bersekolah, punya teman, kalau Luna, dia menderita sepanjang hidupnya Ze," ucap Ken.


Rose terkejut mendengar penuturan Ken, dia tak menyangka kalau Luna buntung, dia tak menyangka kalau pria di sampingnya itu pernah mengalami pahitnya hidup, bahkan lebih parah dari dirinya.


"Sekarang kamu sadar kan kalau bukan hanya kamu orang yang paling menderita di dunia ini, banyak orang yang menderita tapi mereka punya cara sendiri untuk menghadapi masalah mereka," ucap Ken.


"Lihatlah Luna, dia bahkan sangat pintar menyembunyikan rasa takutnya di balik sikap cerewet dan keras kepalanya itu," ucap Ken.


"Pantas saja kalian begitu menyayangi Luna," ucap Rose.


"Ya, dia memang selayaknya mendapatkan kasih sayang itu, dia malaikat berhati mulia yang Tuhan kirimkan di antara kami, dia adik kesayangan kami," ucap Ken.


"Mendengar cerita kalian aku jadi merasa seperti orang bodoh yang terikat dalam kesedihan bertahun-tahun tanpa bisa bahagia, padahal kalian yang melewati banyak hal yang lebih parah bisa bertahan sampai tahap ini," ucap Rose.


"Nah itu sadar, masih mau mati biar mereka senang hmm?" Ledek Ken.


"Heh..nggak deh, aku akan bertahan, aku yakin aku juga punya hari bahagia suatu saat nanti," ucap Rose.


Ken tersenyum mendengar jawab Rose, tidak sia sia dia bicara panjang lebar.


"Hmm baguslah dan pertahankan cara bicaramu padaku, jangan panggil tuan lagi buat dirimu nyaman," ucap Ken.


"Tapi sa..saya..."


"Ck...jangan pakai saya saya segala gak enak dengarnya, aku kamu udah gitu aja, lalu jangan panggil tuan, rasanya seperti aku seorang bapak bapak tua," ketus Ken.


"Baiklah, lalu aku harus memanggilmu apa?" Tanya Rose.


"Panggil apa aja, senyamanmu, panggil sayang juga boleh hahahah," Goda Ken.


"Hahahah, astaga apa ini sifat aslimu, ternyata kau penggoda juga ya Ken," ucap Rose .

__ADS_1


Ken tersenyum mendengar panggilan Rose yang sudah tidak sekaku sebelumnya, pertanda hubungan mereka semakin membaik dan menuju level lebih tinggi.


"Aku hanya begitu saat bersamamu Ze," ucap Ken sambil mengedipkan sebelah matanya pada Rose.


"Pfftttthhh hahahhahaha, ada apa dengan matamu Ken apa kau kelilipan hahahha," ledek Rose.


"Ck...kupikir berhasil, ternyata kau susah di rayu ya Ze," ucap Ken sambil mencebikkan bibirnya.


"Hahahhah, tentu saja," ucap Rose.


"Kau cantik Ze kalau tertawa seperti itu, perbanyak lah tertawa bukan menangis, supaya kau umur panjang," ucap Ken.


"Ah.. baiklah aku tau kalau aku cantik," balas Rose yang ternyata seru diajak ngobrol persis seperti Luna.


"Wahh ternyata Ini kepribadian seorang Rose, kau sangat tidak bisa di tebak Ze," ucap Ken.


"Biasa aja Ken,"balas Rose tersipu malu.


"Hmmm...kalau begitu apa kau siap menghadapi Papamu itu? Siap bertarung kan? Apa pun yang terjadi nanti pastikan kalau dirimu menang, katakan semua yang ingin kamu sampaikan," ucap Ken.


Rose mengangguk dia meyakinkan dirinya untuk berbicara dengan Papanya hari ini, terserah apa yang akan terjadi intinya Rose harus bangkit.


"Aku akan berusaha, ku harap aku bisa melakukannya dengan baik," ucap Rose.


Ken menggenggam tangan Rose tampaknya pria ini semakin agresif dalam menunjukkan perhatiannya.


"Tenang akau akan mendukungmu!" Ucap Ken.


Rose tertegun, jantungnya kembali berdegup kencang saat mendapat sentuhan dari Ken.


Ken tersenyum tipis.


"Hahahah astaga kenapa kau malah gugup Ze, apa ini membuatmu malu?" Ucap Ken sambil mengangkat tangan mereka.


"Eh...Ra..rasanya aneh," ucap Rose berusaha melepaskan tangannya.


"Hahah baiklah, akan ku lepas," ucap Ken terkekeh.


"Huffft bisa mati jantungan aku kalau begini," batin Rose yang merasa gugup.


"Menggemaskan," gumam Ken.


.


.


.


like , vote dan komen,


kita akan melaju pada kisah cinta Sahabat-sahabat Gama ya readers, nantikan petualangan Luna mecarikan jodoh untuk kakak kakaknya,😉😉😉


AIDEN: Tor jodohku manaaaaaa....

__ADS_1


AUTHOR: OTW den heheheheh


__ADS_2