
Sementara mereka berlima di luar menikmati malam yang indah ini dengan padangan masing-masing kecuali Alex si duta jomblo pasti nya, di ruang kerja Gama tampak Bima, Ken, Ferdi, Anna dan Rose tengah menatap layar komputer dengan serius.
Karena tak ada CCTV di tangga darurat alias dalam masa perbaikan, membuat mereka kesulitan mencari tahu apa yang terjadi pada nenek Rose.
"Aarhhh.. lihat nih ya, nenek ditemani sama pengawal terus si nenek jalan sendirian waktu pengawalnya lengah, tapi kenapa nenek bisa ke pintu darurat?"ucap Ken.
"Apa emang nenek jatuh sendiri ya?" ucap Anna.
""Sepertinya nggak deh na, nenek seperti sedang melihat sesuatu, lihat tangan nenek kayak manggil manggil seseorang tapi jelas jelas disana gak ada siapapun," jawab Ferdi.
"Ini membingungkan, kurasa memang nenek jatuh sendiri, atau apa perlu kita minta bantuan polisi?" tanya Bima.
"Ya kurasa kita butuh bantuan mereka, aku akan menghubungi salah satu temanku, dia dapat membantu kita dalam penyelidikan ini," ucap Ken.
"Tapi kurasa ada baiknya kita beristirahat dulu, ini sudah larut malam, kalau begini terus yang ada kalian semua malah menyusul nenek!" ucap Rose yang khawatir dengan kesehatan mereka semua.
"Hmmm Oze benar, kita istirahat dulu, Anna kamu juga Istirahat sana besok kan udah sekolah," ucap Ken.
"Baiklah kak," jawab Anna.
"Kak Fer bantuin Anna beresin pra-karya-nya dong sebelum tidur biar besok gak lupa," ucap Anna.
"Ya udah ayo," ajak Ferdi, Anna dan Ferdi pergi ke lantai dua untuk membereskan prakarya Anna.
"Eits tunggu kelupaan," ucap Anna.
Cup... Cup... Cup...
"Selamat malam kakak kakakku sayang," ucap Anna setelah mengecup pipi Ken, Bima dan Rose bergantian.
"Eh... selamat malam Princess Anna," jawab mereka sambil tersenyum.
"Yuk Kaka," ucap Anna sambil menggandeng tangan Ferdi yang tersenyum melihat tingkah manis Anna.
"Kak Ferdinya juga dicium hahahhahah," ledek Bima.
Cup
Anna mengecup pipi Ferdi membuat pria itu tersenyum manis sambil mengacak-acak rambut Anna.
"Kak gendong," ucap Anna manja.
"Sini naik," ucap Ferdi berjongkok membelakangi Anna.
Anna naik ke punggung pria itu dengan senang hati, mereka meninggalkan ketiga kakak mereka di ruangan itu.
"Manis sekali," gumam Rose sambil menatap Anna dan Ferdi.
"Hooooaaammmmm aku ngantuk, by the way mereka kemana?" tanya Bima sambil meregangkan badannya yang yang kaku.
"Alex cari udah segar, Andin, Mark, Luna dan Gama kencan bareng," jelas Ken.
"Ohhh... enak ya punya pasangan," celetuk Bima sambil menggosok matanya yang mulai mengantuk.
""Ya enaklah makanya cari dong," ledek Ken.
"Arhhh untuk saat ini aku ingin sendiri, biarlah cinta datang dengan sendirinya... seh assekkk wohoooo..." teriak Bima.
__ADS_1
"Dahlah aku tidur dulu, capek banget erghhh..." ucap Bima yang dianggukkan oleh Rose dan Ken.
" Ze kamu istirahat juga sana, jangan sedih lagi ya ingat kami ini keluargamu sekarang, tak ada yang bisa menganggu kamu lagi," ucap Ken sambil menggenggam tangan kekasihnya.
Rose mengangguk, dia begitu terharu dengan orang orang yang baru beberapa bulan dikenalnya itu, mereka benar benar menyayangi dirinya lebih dari orang yang sudah dikenalnya sejak lahir.
"Terimakasih banyak Ken," ucap Rose yang dianggukkan oleh Ken.
Cup
Satu kecupan lembut mendarat di pipi Ken membuat pria itu terbelalak kaget, dia tak percaya Rose melakukan hal itu.
"Selamat malam, aku istirahat dulu kau juga istirahatlah, i love you," ucap Rose yang sudah berlari meninggalkan Ken yang terdiam mematung di dalam ruangan ini.
Deg deg deg deg deg
"Arrhhhhhhhh jantungku serasa pecah, hahahahhahahaha, astaga jadi ini rasanya, menggelitik seperti ada kupu kupu di dadaku, wahhh hahahhahah aku tak menyangka akan mendapatkan kecupan dari Rose hahahahhaah," Seru Ken sambil senyum-senyum sendiri, bahkan dia tidak mau memegang wajahnya takut kalau bekas kecupan Rose hilang.
"Hahahahh, aku sudah gila hahahahah," tawa Ken terbahak-bahak.
Sementara itu di ruangan kamar Aiden, tampak pria itu tengah mengompres tubuh Mikha, tadi Mikha sudah sadar dan dia disuapi makan oleh Aiden kemudian langsung minum obat yang diberikan oleh rose.
Mungkin karena efek obat,Mikha kembali terlelap. Dengan telaten Aiden mengompres tubuh Mikha, dia benar benar khawatir dengan istrinya itu.
"Huffft... maaf ya aku gak peka, kamu jadi sakit begini, apa yang kamu pikirkan?" ucap Aiden sambil menggenggam tangan Mikha dengan lenbut, dia meletakkan handuk basah di kening Mikha untuk mengurangi demamnya.
"Cepat sembuh Mikha, aku mau kenalin kamu ke orang orang, oh iya kuliahmu gimana ya?" ucap Aiden.
Pria itu membuka ponselnya, dia mencari laporan asistennya tentang identitas Mikha dan segala hal tentang gadis itu.
"Apa yang terjadi padamu di kampus?" ucap aiden saat melihat sebuah foto dimana istrinya di bully oleh teman teman kampusnya, dia diikat di tiang bendera, rambutnya dikuncir acak acakan dan ada tulisan yang berbunyi :
"Si kerbo gendut tukang makan, Lempar aku jika melihat diriku,"
Aiden mengeraskan rahangnya, istrinya ternyata melalui masa yang sulit di kampusnya tapi dia masih bisa bertahan sampai saat ini membuat Aiden takjub dengan kekuatan gadis itu.
Foto itu ternyata disebarluaskan dikalangan para mahasiswa bahkan dosen pun tau tapi tak ada yang berani ikut campur karena yang membully Mikha adalah anak anak orang berpengaruh di kota itu.
"Apa kau memikirkan ini Mikha? tenang aku akan membalaskan semuanya pada mereka," ucap Aiden sambil menggenggam tangan Mikha dengan erat.
"Eghh... ja..jangan.. hiks hiks... jangan... arghhhh... jangaaaannnnn!!" teriak Mikha histeris bahkan dia sampai bangun dan terduduk di atas tempat tidur dengan keringat membasahi tubuhnya, wajahnya pucat tampak gadis itu bergetar ketakutan.
"Mikha, ada apa? kau mimpi buruk?" ucap Aiden panik, dia langsung memeluk Mikha yang sedang menangis.
"Hiks hiks hiks, arhhhh......" Mikha menangis mimpinya benar benar buruk saat ini.
"Husshhhh.... ada apa? kau mimpi buruk?" tanya Aiden sambil menepuk nepuk punggung gadis itu agar dia bisa tenang.
Mikha mengangguk pelan, dia masih menangis.
"Tenang ada aku disini, tenang ya," ucap Aiden sambil mengusap kepala istrinya.
Lama dia menenangkan Mikha, setelah itu Aiden menatap wajah pucat Mikha dan mengusap air matanya dengan lembut.
"Mimpi apa hmm? kau boleh cerita padaku," ucap Aiden.
"A.. aku ... " Mikha terdiam.
__ADS_1
"Kenapa? apa kau memimpikan kejadian ini?" ucap Aiden sambil menunjukkan foto dimana Mikha dibully dan dipermalukan di depan kampus.
Deghh
Mata Mikha membulat sempurna saat melihat foto itu, lagi lagi dia bergetar ketakutan, dengan cepat Aiden menyembunyikan ponselnya agar Mikha tidka takut.
"Mikha!" panggil Aiden.
"Jangan takut dengan mereka, mereka bukan apa apa, mereka hanya bisa main keroyokan, kamu harus kuat kamu bisa bangkit!!" ucap Aiden sambil memegang bahu Mikha dengan kedua tangannya.
"Tapi mereka sangat jahat, me.. mereka.. hiks hiks ,"Mikha kembali menangis.
"Husshhh... tenang Mikha, istri seorang Aiden harus kuat, kamu itu wanita hebat dari seorang Aiden yang hebat, kamu pasti bisa menghadapi orang orang bodoh itu, tenang ya aku akan membalaskan semuanya pada mereka!" ucap Aiden.
" Terimakasih," lirih Mikha.
Aiden memeluk Mikha dengan erat, mereka tak lagi canggung sebab Aiden bisa dengan mudah membuat Mikha nyaman dengan dirinya.
"Tunggu pembalasanku para bajingan, beraninya kalian menyakiti istri seorang Aiden!!" batin pria tampan yang kalau marah pasti seperti sedang kesetanan.
Di pasar malam, tampak pria tampan nan mempesona tengah berjalan dengan santai sambil menikmati capuccinonya dia sedang mengekori Luna dan Gama yang tengah menikmati hiburan di pasar malam.
Brukk
Tak sengaja seseorang menyenggol tangannya karena berlari terburu-buru membuat kopi di tangannya tumpah dan membasahi bajunya.
"Astaga.." ucap Alex.
"Eh.. ma..maafkan aku, maafkan aku, aku sedang terburu-buru tadi," ucap seorang gadis yang menabrak lengan Alex itu.
"Lain kali hati-hati nona, Anda bisa mencelakakan orang lain, bagaimana kalau yang anda tubruk orang tua bisa panjang urusannya," ucap Alex tanpa melihat siapa gadis yang ada di depannya itu.
"I.. iya, maafkan saya tuan, " ucapnya sambil memberikan sapu tangan.
Alex menatap gadis itu begitu juga dengan perempuan itu.
"Kamu...."
"Anda..."
Ucap mereka berdua bersamaan.
.
.
.
Jangan lupa like vote dan komen 😊😉😊😉😉😉
cieeee huhuhuiiii
wah bang Ken dapat bonus
Bang Aiden lagi murka
Bang Alex di tabrak cinta assekk hahahahhahahaha
__ADS_1