
Mereka semua menatap kearah Luna yang menghentikan pekerjaan mereka secara tiba-tiba.
"Ada apa Na? Kenapa dihentikan Celine dalam bahaya sekarang!" Tanya Bima dengan wajah heran sekaligus panik sama halnya dengan yang lain.
"tenang dulu, percaya kepada mereka, tugas ini akan lebih mudah kalau dikerjakan oleh Luna dan Baby C," ucap Gama yang paham dengan tatapan istrinya.
Sepertinya Luna dan kedua putranya memiliki cara paling jitu untuk menemukan Celine saat ini.
"Maaf bukannya kami tak ingin melibatkan kalian tapi ini masalah waktu, kak Celine harus segera diselamatkan," jelas Luna dan mereka semua paham dengan keputusan Luna.
"Tugas kalian semua sekarang adalah untuk mengamati hal mencurigakan dari semua video yang akan aku kirim di seluruh komputer ini jadi siapkan mata kalian untuk mengamati video-video itu!" Ucap Luna.
"Siap!" jawab mereka yang sudah stand by di depan komputer mereka masing-masing.
"Nak ayo gunakan mode pencarian wajah, Mommy Celine akan lebih mudah ditemukan dengan cara itu!"ucap Luna pada si kembar.
"Siap Ma!" Ucap mereka yang mulai mencari Senin depan menggunakan karakteristik wajah wanita itu, caranya mereka akan menjawab seluruh kamera yang ada di jalanan baik melalui kamera ponsel maupun melalui kamera dashboard mobil,mereka akan mencari siluet yang benar-benar mirip atau merupakan wajah Celine.
Dengan cepat ketiganya bergerak, jari-jari mereka yang lentik menari-nari di atas keyboard, menggeser dan mencari lagi, posisi terakhir ponsel Celine yang sudah ditemukan namun itu ada di tengah kota yang berarti ponsel itu dibuang ke jalan.
"Mom Clistan dapat titik dimana poncel Mommy Elin di buang!" Ucap Christan sambil menunjukkan titik dimana ponsel Celine di buang.
"Mom, di tengah kota, ini mobil yang buang, mobil walna putih!!!" Teriak Aurel yang menatap layar komputer bersama sang Papi membuat mereka semua menoleh ke arah gadis itu.
"Aurel benar Mom, ini plat mobilnya, Clisto udah dapat, itu mobil culian, Ini dia " ucap Christo menunjukkan mobil putih itu.
"Baik bagus anak anak, sekarang semuanya tolong perhatikan fokus kamera dashboard mobil yang merekam mobil foto itu, " ucap Luna yang dianggukkan oleh mereka.
"Anak anak sekarang kalian fokus curi sinyal ponsel orang-orang yang ada di dalam mobil itu, dengan cara itu kita bisa tahu siapa pelakunya!" Ucap Luna.
"Siap Mom!" Jawab si kembar.
"Mom dapat dapat meleka ke dekat gudang celam yang waktu itu kita lewati saat nyasal Cali taman hiburan!!!!" Teriak Aurel yang malah lebih hebat mencari tau di banding dengan Papi, Aiden dan Mikha sampai terbelalak dengan anak mereka yang tengil itu.
"Astaga nak sejak kapan kamu pintar?" Tanya Aiden.
"Sejak Aulel anak Papi Mami!" Celetuk gadis kecil itu.
__ADS_1
"Ya Aurel benar, sebentar akan ku coba melihat situasi gedung itu, ada kamera CCTV jalan di sekitar sana,"
"Tunggu ada sinyal ponsel, kak Bima angkat ponselmu!!!" Teriak Luna saat melihat ponsel itu menghubungi nomor Bima.
Drrrtt.... Drrtt
Sebuah nomor tak dikenal tanpa menghubungi ponsel Bima, dia mengangkat ponselnya dan menjawab panggilan itu dengan menyalakan mode loudspeaker.
"Cepat datang ke jalan XX jika ingin istrimu selamat, ahhh sebagai gantinya kau harus membawa salah satu anak dari Presdir J.B grup jika tidak, maka istrimu akan kunikmati, lalu ku rekam dan ku kirim video nya, ahh coba kau lihat foto ini, dia benar benar seksi hahhaha" ucap orang misterius itu.
Sebuah foto tampak di layar monitor mereka menampakkan Celine yang didandani seperti seorang pel4cur, memakai sebuah lingeri merah merona dengan wajah lebam dan tangan diikat ke atas.
Deghh....
Jantung mereka semua bagai di hujam batu yang sangat keras saat melihat Celine diperlakukan tak senonoh.
"Bajingaaaannnnnn!!!!" Teriak Bima namun tak ada lagi suara yang menjawabnya. Luna dengan cepat menyadap ponsel itu dan bodohnya lagi mereka memakai ponsel android yang bisa di sadap dengan mudah.
"Dapat kau, pelakunya ini kak!!!" Ucap Luna menunjukkan foto seorang pria yang sangat di kenal oleh Bima dan para pria sebab dia adalah salah satu saingan bisnis Bima.
"Sial... Sarah... Jerry, Tomi Bajingan kaliaaaannn" teriak Bima marah, dia berlari keluar dari mansion dengan amarah membuncah namun Gama menariknya masuk ke dalam dan mendorongnya ke lantai.
"Apa kau serius dengan Celine???" Pertanyaan itu tiba-tiba keluar dari mulut seorang Gama, membuat mereka semua berhenti sejenak dari aktivitas mereka.
"Apa maksudmu?" Tanya Bima.
Gama berjalan ke arah meja dan mengambil sebuah berkas lalu melemparkannya ke hadapan Bima.
Sraakkkkk.....
Pria dua anak itu melemparkan kontrak pernikahan yang diberikan Celine kepada Bima beberapa waktu lalu. Bima tidak pernah membicarakan mengenai surat kontrak yaitu kepada teman-temannya meskipun mereka tahu bahwa pernikahan mereka hanyalah pernikahan kontrak.
"Apa itu!?" Ucap Gama.
"I...itu... Kontrak pernikahan kami," jawab Bima.
"Apa kau akan meninggalkan nya setelah semua kejadian ini?" Tanya Gama dengan serius.
__ADS_1
"Jika iya maka pergilah sendiri dan selamatkan dia,jika tidak maka serahkan misi penyelamatan ini pada kami!" Ucap Gama dengan tegas.
"Cepat jawab!" Tegas Gama, sebab dia tahu jelas dengan Bima, kalau pria itu akan menghilang dan tidak menyusun strategi yang tepat untuk menyelamatkan Celine dari para penjahat itu, dan malah berakhir akan membahayakan dirinya sendiri bahkan mengancam nyawa Celine.
"AKU BIMA SATRIA TIDAK AKAN PERNAH MELEPASKAN CELINE DARI HIDUPKU!!!" Jawab Bima dengan tegas.
"Baik sekarang kau ikuti rencana kami!" Ucap Gama.
Mereka pun akhirnya membicarakan strategi yang akan mereka gunakan untuk menyelamatkan Celine. Para wanita akan tinggal di rumah karena sangat berbahaya jika mereka ikut.
"Apa itu tidak terlalu bahaya?" Tanya Vanya.
"Tenang saja kak semua akan baik baik saja," ucap Luna dengan seringai menyeramkan di wajahnya, jika Luna sudah bertindak dia benar-benar akan berubah 100% dari sifat aslinya.
"Luna benar benar gila, bukan hanya Luna mereka semua gila, baby C juga bahkan Aurel pun, astaga mengerikan " celetuk Rose.
"Sayang aku akan ikut, aku akan memandu kalian dari dalam mobil, sebab tempat itu di pasang camera CCTV yang terhubung melalui wi-fi," ucap Luna.
"Apa kamu yakin, mungkin disana akan ada lebih dari 20 orang, aku takut mereka akan membahayakan dirimu," ucap Gama.
"Tenang sayang, percaya padaku!" Ucap Luna yang sebenarnya sudah menyembunyikan sebuah pistol di dalam kantong blazernya.
"Ayo berangkat!!!!" Ucap mereka.
Karena ini misi besar mereka semua memanggil anak buah mereka.
Perwakilan terbaik dari anak buah Alex, Bima, Gama, Ken dan Mark juga sudah dalam perjalanan mengepung lokasi itu.
Para penjahat itu tidak tahu siapa yang mereka lawan, dengan berani menyakiti salah satu anggota dari keluarga besar Park maka itu berarti mengusik ketenangan seluruh keluarga besar tersebut.
.
.
.
Like, vote dan komen 😉😉😉
__ADS_1