
Celine duduk diantara mereka semua. Tampak Rose menatap Celine dengan tatapan curiga. Sebab mereka semua belum tau tentang dokumen kontrak pernikahan yang di buat oleh pasangan suami istri itu.
"Celine kenapa kamu begitu canggung dengan kami?" Tanya Rose yang tetap setia mengunyah apelnya sedangkan Ken terus berada di samping istrinya.
"Eh... i..itu... " Celine tergagap sambil menundukkan kepalanya.
"Seandainya Luna gak keluar sama si kembar kau sudah kena Omelan wanita itu," celetuk Mikha sambil menatap Celine.
"Celine, kamu kenapa? Apa ada yang kamu pikirkan tentang kak Bima?" Tanya Andin lembut.
Celine menatap mereka semua, dia menggigit bibirnya, sedikit ragu untuk mengatakan kalau dia tidak rela jika harus berpisah dengan Bima.
Apalagi ketika dia membandingkan dirinya yang lusuh dan tidak punya apa apa itu dengan yang lain, sungguh berbeda bagaikan langit dan bumi padahal itu menurut dirinya.
Keluarga besar Park tak pernah menilai orang lain dari status sosial kekayaan, harta, mau pun fisik orang lain, bukti nyatanya adalah Luna yang kakinya buntung justru hidup bahagia dan selalu bersyukur hingga saat ini, serta Gama yang dulunya Lumpuh bisa berjalan kembali karena dukungan keluarga.
Mereka semua menerima satu sama lain, meski terkadang beradu argumen tak membuat hubungan mereka retak.
Celine merasa kalau dirinya btidak pantas berada di lingkaran pergaulan keluarga besar yang tampak bagaikan keluarga high class yang elegan dan berkelas padahal mereka sablengnya gak ketulungan apalagi kalau sudah kenal dekat.
"Apa kau khawatir dengan pernikahanmu?" Tanya Ken angkat bicara, mendengar itu Celine menatap mereka sedikit terkejut, bagaimana bisa mereka menebak hal itu dengan benar.
"Ohh jadi ini masalah pernikahan kontrak kalian ya?" Ucap Mikha yang kembali membuat Celine menunduk pertanda bahwa itu memang masalah yang tengah dipikirkan olehnya.
"Celine, apa kau punya perasaan pada Bima?" Tanya Rose.
"Jawab saja yang jujur, tidak apa apa jangan merasa canggung atau takut dengan kami, kami nggak makan orang kok kecuali kalau kamu gak ngomong sih heheh" celoteh Mikha.
"Mikha yang serius dong, kamu mah fotocopy nya Aiden," ucap Ken yang dibalas kekehan oleh Mikha.
__ADS_1
"Iya iya, maap habis Celine canggung banget, santai aja Cel kita ini keluarga loh," ucap Mikha.
"Bagaimana apa kamu punya perasaan pada kak Bima?" Tanya Andin, sebentar Celine terdiam.
Perasaan? Tentu saja hatinya sudah jatuh pada pria tampan berambut gondrong yang bahkan panjang rambutnya sudah menyaingi para ibu di rumah itu.
Celine benar benar sudah jatuh cinta pada pria yang selama lebih dari sebulan ini membuat perasaannya tak karuan, apalagi saat Bima secara tiba tiba mengecup pipi dan Bibirnya membuat jantungnya hampir lari maraton saking deg degan nya.
Jika diingat lagi Bima yang selalu bersikap manis padanya dan setiap malam selalu berpura-pura mimpi dan mengambil kesempatan memeluk Celine, aiapa yang tidak jatuh hati dengan pria tampan penuh kelembutan dan sangat manja itu.
"Ju...jujur saja aku.. menyukainya," cicit Celine sambil memainkan jarinya, perasaan tidak pantas selalu menghantui hati dan pikirannya sehingga dia tidak berani memikirkan lebih dari sekedar menyukai dalam diam dan menikmati perannya sebagai seorang istri.
"Nah bagus dong, lalu apa yang kamu khawatirkan? " Tanya Andin.
"Pernikahan kami hanya sebatas kontrak, selain itu, aku ragu kalau Bima juga punya perasaan yang sama pada diriku, setelah pembalasan dendam kami berakhir maka pernikahan ini juga berakhir" jelas Celine dengan wajah sedih yang terlihat jelas pada raut wajahnya.
Mereka semua saling menatap, mereka mendengarkan penjelasan Celine dengan seksama untuk bisa mengambil penyelesaian dari masalah Celine ini.
"Pffftthhh hahahhahaha" mendengar ucapan Celine mereka bukannya sedih atau iba tetapi malah tertawa terbahak-bahak dengan ucapan wanita itu.
Bagi mereka perkataan Celine adalah sebuah guyonan kuno yang sudah tidak berlaku di dalam kamus besar mereka. Masalah status sosial dan perbedaan level bukan hal besar bagi mereka sebab perjuangan mereka untuk bisa bersama lebih dari sekedar tentang perbedaan status.
Celine menatap bingung ke arah mereka, sudah susah dia mengungkapkan kekhawatirannya malah dibalas dengan tawa oleh mereka semua.
"Ke..kenapa kalian menertawai aku?" Tanya Celien sambil menatap mereka, terlihat dari wajah wanita itu kalau dia benar benar bingung sekarang apalagi melihat reaksi mereka semua.
"Kau sangat lucu Celine hahah, benar tebakankh kau akan mengucapkan kata kata itu huahahahha" Mikha tertawa terbahak-bahak.
"Kau ini ada ada saja, kau pikir ini di jaman apa masih melihat kasta hahhaha, astaga Celine jangan kolot," ejek Rose yang juga tertawa mendengar ucapan Celine.
__ADS_1
"Begini ya Celine, kalau kami menilai status sosial seseorang, justru kami semua tidak akan masuk kriteria kelas atas seperti yang kamu katakan itu, justru kami akan minder pada kamu yang adalah seorang wanita mandiri, punya kafe, dan bisnis lainya " ucap Andin.
"Maksudnya? Kalian kan jelas jelas orang kaya, kalangan atas dan berkelas yang tidak ada apa apanya dengan aku," ucap Celine.
"Heii kau menyinggung harga diriku," ucap Mikha.
"Begini ya, mungkin kami terlambat menjelaskan ini, asal kamu tau, aku dulu hanya seorang anak perempuan yang disiksa oleh orangtuanya bahkan dijual hanya untuk mendapatkan uang, aku bahkan tidak tau siapa ayah kandungku karena aku anak haram yang lahri dari seorang model yang sudah hancur," jelas Andin, tentu saja mendengar hal itu membuat mata Andin terbelalak, sebab dia pikir Andin wanita yang anggun itu adalah seorang putri konglomerat sejak lahir..
"Lalu aku, aku bahkan tidak diakui sebagai anak dan do buang oleh ibuku sendiri, nenekku di bunuh hanya karena uang dan aku tidak punya siapa siapa untuk kuandalkan, beruntung hari itu aku bertemu dengan suamiku yang tampan dan baik ini, dia juga melalui perjuangan yang sulit di masa lalu, dijual oleh Papanya sendiri, terpisah dengan Luna bertahun-tahun, banyak yang dia lalui," jelas Rose sambil menatap suaminya, Ken memeluk Rose dan mengusap perut istrinya sambil tersenyum.
"Kalau aku menikah dengan Aiden karena terkena jebakan Batman hahahah, aku dikerjai rekan kerjaku sendiri dan yah aku hanya seorang anak yatim piatu yang di buang orangtuaku sendiri di sebuah panti, sejak bertemu mereka aku bisa bersatu dengan adikku Ferdi yang bahkan aku tidak tau kalau dia adikku," jelas Mikha.
"Kalau Luna apa kau tau fakta tentang si cerewet itu?" Ucap Andin.
"Kakinya itu buntung Celine, dan Gama dulunya adalah pria lumpuh yang tidak punya harpaan untuk sembuh, mereka mengalami paling banyak hal pahit di masa lalu, Luna lupa ingatan, Gama mengalami kecelakaan hingga menewaskan kedua orangtuanya dan adiknya namun ternyata adik Gama diselamatkan oleh Luna, yahhh sungguh dramatis memang tetapi mereka bahagia sekarang" jelas Andin.
"Sedangkan kak Vanya dan kak Alex mereka yang paling normal diantara kami, pasangan paling normal, meskipun belum di karuniai momongan, kak Alex selalu mendukung istrinya, dia justru serong panik dan khawatir saya melihat kak Vanya menangis karena belum punya anak," jelas Mikha.
"Ya,kak Alex benar benar mencintai kak Vanya, dia benar benar takut kalau sampai kak Vanya meminta pisah, mungkin kak Alex akan mati kalau itu terjadi," ucap Andin sedikit melebih lebihkan karena dia sadar kalau sedari tadi Vanya mencuri dengar pembicaraan mereka.
Deghh
Mendengar itu Vanya tersadar, Alex benar benar sabar terhadap dirinya yang selalu cengeng dan menangis, Alex tak pernah menuntutnya justru Alex yang menghibur nya dengan mengatakan kalau tidak apa apa jika tak punya anak selama mereka tetap bersama.
"Maafkan aku sayang hiks hiks hiks, aku tidak memahami, tunggu aku...aku akan ke tempatmu hiks hiks hiks," Vanya terisak dia berlari ke kamar nya mengambil kunci mobil dan bergegas menuju rumah kerja suaminya tanpa peduli dia masih memakai piyama.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉