
Alex menatap gadis yang menabraknya ternyata adalah Dokter Vanya. Mereka berdua sama sama terkejut dan tak menyangka akan dipertemukan dalam kondisi begini.
"Loh ternyata Dokter, ada apa kok tergesa-gesa seperti tadi?" tanya Alex sambil menerima sapu tangan yang diberikan dokter Vanya pada dirinya.
"Ada yang ngejar tadi, aku gak tau siapa," jawabnya jujur, saat sedang menikmati permainan tadi dia terpisah dengan teman temannya sampai tiba tiba ada seorang pria tak dikenal mencoba mendekati dirinya dengan tatapan mesum, otomatis dia langsung melarikan diri dan akhirnya menabrak Alex yang sedang menikmati kesendiriannya.
"Emang dokter sama siapa tadi?" tanya alex.
"Sama teman teman semasa kuliah dulu, tapi kami terpisah eh tau taunya aku dikejar orang mesum," ucap Vanya.
"Mesum? gak diapa apain kan?" ucap Alex terkejut.
"Ya nggaklah kan aku lari tuan," ucapnya sambil terkekeh.
"Hmmm baguslah," balas Alex sambil tersenyum dengan wajah tampannya yang membuat Vanya melongo melihat senyuman tampan dan hangat di wajah Alex.
"Wahhh... tampannya," gumam Vanya sambil menatap wajah Alex dengan tatapan kagum.
"Ada apa dok?" tanya Alex yang samar samar mendengar gumaman Vanya. Dokternya itu tersentak, dia sadar dari lamunannya dan menepuk jidatnya sendiri.
"Nggak ada apa apa tuan, apa perlu saya ganti rugi? bajunya jadi kotor,"ucap Vanya yang merasa bersalah.
"Ahhh tidak apa apa, santai saja dok," jawab Alex lagi sambil tersenyum manis.
deg deg deg deg deg.....
lagi dan lagi jantung Vanya berdegup kencang saat melihat senyuman mempesona dari seorang Alex.
"Dokter mau kemana?" tanya Alex sopan, Alex memang sulit dekat perempuan tapi kalau untuk dokter cantik ini sepertinya ada sebuah pengecualian ya kan Lex?
"Mau ke hatimu, eh ups," ucap Vanya tanpa sadar membuat dirinya sendiri malu, wajahnya memerah Semerah tomat matang.
"A.. apa dok?" tanya Alex memastikan apa yang didengarnya.
"Ehh ma.. mau ke dalam lagi i.. iya mau ke dalam," ucap Vanya Gugup.
"Ahh kalau begitu kita bareng boleh? kebetulan aku juga terpisah dengan saudaraku," ucap Alex .
"Dengan senang hati, ehh ma..maaf hehehe," jawab Vanya yang begitu antusias.
"Seperti anak kecil saja, manis eh kenapa aku begini, ck .. jangan aneh aneh Alex!" batin pria tampan itu.
"Ya sudah ayo," ajak Alex yang dianggukkan oleh Vanya.
Mereka berdua berjalan beriringan menikmati apa saja yang mereka bisa lihat di pusat hiburan itu.
"Wahh... ada permainan tembak, apa Anda mau bermain tuan?" tanya Vanya yang tampak antusias kala melihat permainan itu.
"Kamu mau?" tanya Alex yang di jawab anggukan yang sangat cepat oleh Vanya.
"Baiklah," ucap Alex toh dia ingin menikmati waktunya, syukur ada yang menemani jadi selagi ada dinikmati saja.
Vanya berlari terlebih dahulu ke stan permainan tembak itu.
"Pak gimana cara mainnya?" tanya Vanya Antusias dia sudah berdiri di stan permainan itu, Alex menatap Vanya sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah gadis yang tampaknya tak ada rasa segan atau jaim itu padahal dia adalah seorang dokter yang cukup terkenal di rumah sakit milik Ken.
"Dasar perempuan," gumam Alex yang tengah berjalan menghampiri Vanya.
__ADS_1
"Cara mainnya, lima kali berhasil menembak tepat sasaran maka bisa memilih boneka yang mana saja," ucap si pemilik permainan.
"Wahh benarkah kalau begitu saya bermain pak!" seru Vanya.
"Silahkan nona, mau berapa peluru?" tanya Penjual itu.
"Emmm sepuluh pak," jawab Vanya yang sudah memegang alat penembak itu.
"Silahkan nona," ucap Si bapak pemilik permainan.
Alex terus memperhatikan apa yang dilakukan gadis itu, dia tersenyum saat melihat cara Vanya memegang alat penembak yang cukup panjang itu di tangannya yang kecil.
"hahahah seperti anak kecil sedang main tembak tembakan," batin Alex.
Vanya mencoba menembak sasaran nya.
Dor..
dor
Hingga sepuluh kali dia hanya bisa menembak dua tepat sasaran yang lainnya terbang kemana mana.
"Pak lagi pak kasih sepuluh peluru lagi," ucap Vanya tak mau menyerah. Dengan senang hati si bapak memberikan pelurunya dan lagi lagi Vanya kecewa karena kali ini dia tidak bisa menembak tepat sasaran.
"Haisshhh kok susah pak!" gerutu Vanya meletakkan alat tembaknya dengan wajah kesal.
"Ya udah deh, makasih ya pak," ucap Vanya menyerah.
Melihat wajah Vanya begitu sedih Alex berinisiatif mencoba permainan itu.
"Pengen sih tapi ya udah lah,"jawabnya.
" Ya udah sebentar," ucap Alex.
"Pak minta sepuluh," ucap Alex yang dianggukkan oleh pemilik toko.
"Mau ngapain?" tanya Vanya.
"Mau nembak orang, ya nembak itulah dok, " jawab Alex sambil menggulung lengan bajunya.
Alex berdiri dengan tegap, dia memegang alat tembak ya dengan fokus dan membidik sasaran dengan teliti.
Dor... dor... dor... dor.. dor
Lima tembakan sekaligus melesat tepat sasaran pada papan bidik tersebut.
"Wahhh yeeessss!!!"seru Vanya dengan antusias dia bahkan sampai menepuk-nepuk punggung Alex saking senangnya.
"Dasar wanita," celetuk Alex.
"Ya udah dok, pilih yang mana," ucap Alex.
"Eheheh makasih tuan," ucap Vanya dengan senyuman manis.
"Jangan panggil tuan, panggil Alex saja dok," ucap Alex sambil melipat tangannya di depan dadanya dan menatap Vanya.
"Baik tapi jangan panggil dokter, panggil Vanya saja tuan," balas Vanya melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Alex.
__ADS_1
Sebentar mata mereka saling berpandangan lalu....
"Pfftttthhh bwahahahahhahahaha," mereka sama sama tertawa karena tingkah mereka sendiri.
"Hahahha ternyata kamu seru juga ya," celetuk Vanya.
"Hahah kamu juga, kirain bakal kaku kayak kanebo kering hahahah," Balas Alex.
"Ya udah itu masih ada lima lagi," ucap Vanya.
"Oh iya, aku mau milih boneka buat seseorang yang spesial," ucap Alex sambil mengangkat alat tembaknya dan membidik sasarannya.
"Seseorang yang spesial? ahh sepertinya dia punya kekasih, loh kenapa aku kecewa begunu hissss dasar Vanya!!!" gadis itu berperang dengan dirinya sendiri.
dor... dor.... dor... dor...
sekali lagi dalam sekali tembakan, Alex berhasil menembak tepat sasaran.
"Wahh kamu hebat !" celetuk Vanya.
"Heheh biasa aja, ya udah pilih yang kamu mau," ucap Alex.
"Pak Ambilin boneka beruang hang cokelat itu ya," ucap Vanya dengan senyum sumringah.
"Ini nona," ucap si bapak.
"terimakasih pak," balas Vanya.
"Pak saya mau Boneka kelinci yang biru ya, yang besar," ucap Alex menunjuk boneka kelinci super besar dengan warna biru muda yang sangat cantik.
"Kalau itu harus sepuluh poin pak karna ukurannya lebih besar dari yang lain," ucap Si Bapak.
"Hmmm kalau gitu saya beli aja deh pak, ini uangnya," ucap Alex sambil memberikan beberapa lembar uang merah pada di pemilik.
"Bener pak, itung itung bagi rejeki!" bisik Alex.
"Ya Allah terimakasih Pak, terimakasih banyak paka semoga selalu sehat dan sukses pak," ucapan si Bapak pemilik permainan.
"Sama sama pak, ya kan saya beli juga jadi saya ngucapin terima kasih banyak juga ya pak," ucap Alex.
"Ini pak bonekanya pak, " ucap si bapak.
"Terima Pak," ucap Alex sambil tersenyum ramah, sebenarnya Alex kasihan melihat bapak yang udah renta tapi masih harus jaga tempat permainan yang untungnya gak seberapa, dan pagi dia melihat stan si bapak juga sepi, akhirnya dia bantu dengan membeli boneka itu.
"Luna pasti suka," batin Alex sambil tersenyum memandang boneka kelinci yang sangat besar itu.
"Beruntung sekali kekasihnya memiliki pria setampan dan sebaik dia, kok aku jadi sedih sih," batin Vanya menatap Alex.
.
.
.
Like, vote dan komen 😉😉😉
ciee cemburu hahahahahahaah
__ADS_1