
Tuk
Tuk
Tuk
Brakkk.....Praaangg
Tiba tiba muncul fenomena langka dimana kursi, meja, patung, vas bunga, lukisan dan buku buku bisa melayang kesana kemari tanpa tujuan dan tanpa arah.
Saat kau berpaling ternyata ada dalang di balik ini semua. Pria paruh baya itu yang menjadi dalang Fenomena langka ini.
"Kenapa menculik satu orang wanita saja kalian tidak becus bajingaaaannnnnn...." Teriak pria tua yang tak lain dan tak bukan adalah tuan Park Jae Sung si pembunuh dan otak kotor.
Bughh
Bughh
Tuan Jae Sung memukuli orang suruhannya yang jelas-jelas sudah terluka parah bahkan sebelum pria tua picik itu memukulinya.
"Apa saja pekerjaan kalian bangsat!!"
Tuan Jae Sung menggila, semua barang di dalam ruangannya dihancurkan berkeping-keping.
"Ma..maaf tuan, saat kami membawa wanita itu, ternyata dia diikuti banyak pengawal, kami dihadang oleh sekitar 30 orang, tim kami dilumpuhkan tuan, uhukk...uhukkk," pria itu mengungkapkan apa yang terjadi pada mereka saat di perjalanan tadi.
Park Jae Sung selain menjadi dalang di balik fenomena benda benda melayang itu, dia juga adalah otak dari penculikan Luna.
Beberapa hari yang lalu, Jae Sung mendapatkan informasi dari mata-matanya yang berhasil menyusup ke rumah besar Park sebagai salah satu pelayan baru di rumah besar itu.
Informasi yang didapatkan pria itu cukup mencengangkan, Anna keponakannya yang dia bunuh setahun lalu bersama tuan dan nyonya besar Park ternyata masih hidup.
Dan ada seorang gadis yang selalu bersama Gama yang ternyata adalah Luna yang adalah istri Gamaliel Park yang sudah sah dinikahi pria itu baik secara agama maupun secara hukum sekitar dua bulan yang lalu di Bali.
Setelah mendapatkan informasi ini, tuan Jae Sung berniat melihat secara langsung gadis yang dimaksud.
Bagaikan mendapat dukungan dari alam, saat dia berkunjung ke J.B grup tepat saat Laura di permalukan dia melihat secara langsung gadis yang menjadi sasaran empuk untuk mengancam keponakannya itu.
Tuan Jae Sung tidak memberitahukan informasi ini pada Laura dan Melly, sebab kedua wanita itu bisa merusak semua rencana yang sudah disusunnya dengan rapi dan matang.
Anna juga sudah menjadi sasaran empuk Jae Sung, namun tampaknya gadis kecil yang masih remaja itu benar-benar di jaga ketat.
Tentu saja penjagaan Anna di rancang oleh Alex, anak buah Alex banyak yang menyusup sebagai pengawal di rumah besar Park.
Bahkan yang selalu mengikuti Luna dan Anna, sebagian besar adalah anak buah yang bekerja di bawahnya dan menyamar sebagai anak buah Gama dan Bima.
Sehingga akan sangat mudah bagi Alex untuk melindungi Luna dan Anna. Dan yang menghabisi anak buah Tuan Jae Sung adalah bawahan Alex yang benar-benar selalu mengikuti Luna kemana pun, mereka hanya kalah cepat saat Luna dibawa ke dalam mobil.
Tidak mungkin mereka membuat keributan di depan perusahaan, maka jalan satu-satunya adalah membiarkan Luna di bawa sebentar lalu menghadang mereka di jalan.
Anna yang sempat menjadi sasaran penculikan dilindungi oleh puluhan pengawal tak terlihat.
Bahkan sebelum mereka melakukan pergerakan, para penculik yang merupakan anak buah tuan Jae Sung sudah di bekuk.
"Sialan, siapa yang berani menggagalkan rencanaku arhhhh!"
__ADS_1
Jae Sung berteriak frustasi, semua rencana yang sudah disusunnya rapi kini hancur berantakan, Laura dan Gisel tak bisa dihubungi, bahkan istrinya sendiri hilang entah kemana, mereka semua hilang bagaikan di telan bumi.
"Sialan, apa yang harus kulakukan untuk merebut semua harta keluarga Park, itu seharusnya menjadi milikku bukan milik anak ingusan itu!"geram tuan Jae Sung.
Brakkk
Pintu dibanting dengan kasar,
Dorr
Dorr
Dorr
Terdengar dentuman senjata yang menggelegar di kediaman pria tua itu.
Puluhan pria berpakaian hitam masuk ke dalam rumah besar tuan Jae Sung dan seketika itu juga mereka berhasil membekuk seluruh bawahan tuan Jae Sung.
"Angkat tanganmu bajingan!!" Teriak seseorang yang tak lain adalah Gama.
"A...apa yang kau lakukan Gama? Kenapa kau menyerang pamanmu sendiri? Aku ini pamanmu, keluargamu satu satunya," ucap Jae Sung dengan segala kemunafikannya, dia berdiri di meja kerjanya dengan tatapan gemetar namun ditutupi dengan keangkuhannya.
Plukk
Sraakk
Ratusan lembar foto berserakan di atas lantai, sorot mata tajam dari Gama menghujam jantung Jae Sung.
"Pem....buuu....nuuhhhhhhh!!!" Teriak Gama menggila, semua data dan bukti yang sudah dikumpulkan oleh kedua asistennya dia bawa dan hamburkan di hadapan tuan Jae Sung.
"Dimana kau sembunyikan istriku bajingan?!!!!" Teriak Gama.
Mark dan Rendy melaporkan bahwa dalang di balik penculikan istrinya adalah pembunuh kedua orangtuanya dan yang menyebabkan keluaga Park hancur satu tahun yang lalu.
Setelah mengetahui kebenaran itu, Gama melacak keberadaan tuan Jae Sung berharap bisa menemukan Luna di rumah besar itu.
"Istri? Apa kau sudah menikah?" Ucap tuan Jae Sung berpura-pura tidak tahu.
"Bajingan kau Jae Sung keparaaatttt!!!" Teriak Gama yang emosinya mulai tidak bisa terkontrol.
Gama melompat ke arah Jae Sung dan langsung menghajar pria itu seperti seseorang yang sedang kesetanan.
Bugh
Bugh
Bugh
Tuan Jae Sung yang kalah tenaga berusaha melawan Gama yang sudah menggila.
"Katakan dimana istriku bajingan!!!" Teriak Gama penuh amarah, Jae Sung berada di bawah Kungkungan nya, wajah pria tua itu sudah sangat kacau dan bersimbah darah.
Gama benar benar kehilangan kesadarannya saat ini. Yang ada dalam pikirannya adalah membalaskan semua dendamnya.
"Kau pembunuh, bangsat, aku akan membawakan neraka jahanam untukmu bajingan!!" Teriak Gama dengan mata memerah, rahangnya mengeras, keringatnya bercucuran, pria itu tampak sangat acak-acakan.
__ADS_1
Brukk
Brukk
Brukk
"Ma.....tiiii.....kaauuuuu....siiii...aaaa...laaaannn!!" Teriak Gama sambil berdiri danmengangkat sebuah kursi besi dan....
Brakk
Gama terjatuh akibat tendangan seseorang.
"Dasar pria bodoh sialan kau Gama!!" Kesal Ken yang baru tiba bersama Aiden dan Bima.
Ken, Aiden dan Bima yang sudah sangat hapal dengan sikap Gama langsung berlari menuju mansion milik tuan Jae Sung setelah menerima pesan misterius yang menunjukkan keberadaan Gama.
Isi pesan itu:
"Segera hentikan Gama, jika tidak dia akan menjadi seorang pembunuh!
Dia berada di kediaman Park Jae Sung!"
Begitulah isi pesan dari pengirim rahasia itu disertai sebuah video rekaman CCTV yang menunjukkan apa yang dilakukan oleh Gama.
Saat mereka tiba dari markas besar Ken, benar saja tempat itu benar-benar berantakan dan Gama benar-benar akan membunuh Jae Sung saat itu juga.
Sedetik saja mereka terlambat maka Gama benar-benar akan dituduh sebagai pembunuh pamannya sendiri.
"Kenapa otakmu tidak bisa berjalan dengan baik bodoh!" Ketus Bima sambil membantu Gama bangkit berdiri dan menyeret pria itu untuk duduk di kursi.
"Tangkap dia dan bawa ke markas dimana ketiga wanita itu di bekuk!" Ucap Aiden pada anak buah mereka.
Tuan Jae Sung di bawa oleh anak buah mereka didampingi oleh Mark untuk memastikan pria itu tidak kabur.
Kalau pun ingin kabur, pria itu tidak akan bisa, dia diikat dengan rantai dan tubuhnya dililit dengan tali karet sehingga membuatnya tak bisa bergerak dengan bebas.
"Kenapa kau tidak bisa berpikir jernih bodoh, pantas saja Luna hilang dan bisa di culik padahal ada kau disampingnya, dasar otak dodol!"
Ken memarahi Gama habis habisan karena tindakan sembrono pria itu.
"Aku....aku mau mencari istriku...arhhh...ini semua salahku, bagaimana ini?" Gama menangis, pria itu benar-benar hancur sekarang, sudah tiga hari mereka masih belum juga bisa melacak keberadaan Luna.
Bahkan anak buahnya yang mengikuti Luna tidak memberikan laporan apa-apa pada pria itu.
"Kau mau mencari istrimu atau mau menjadi seorang pembunuh bodoh!" Ucap Ken marah.
"Ck ..ck...ck pantas saja Luna selalu mengataimu bodoh, kau memang benar-benar bodoh Gama!" Ledek Aiden.
.
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa like, vote dan komen 😊😊😉😊