
Aiden, Ferdi dan Mikha kini sudah tiba di rumah besar keluarga Park.Ferdi terus menatap Mikha dengan lekat, ingin rasanya dia segera memberitahukan rahasianya pada gadis yang merupakan kakak kandungnya yang berbeda 2 tahun dengan dirinya.
Aiden mengerti dengan tatapan Ferdi, hanya saja mereka belum boleh terburu-buru memberitahukan kebenaran tentang diri Mikha.
"Sabar ya bro, besok kita beritahu semuanya," bisik Aiden pada Ferdi.
Mereka melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah besar Park dimana mereka selama ini berkumpul dan hidup bersama dengan berbagai canda tawa dan rukun pastinya.
Mikha menatap rumah besar yang menjulang tinggi itu, desain yang unik serta nyaman mampu memanjakan mata siapa saja yang melihatnya.
"Besar sekali rumahnya, sebenarnya siapa mereka ini? kenapa mereka sampai membawaku ke tempat ini, atau jangan-jangan mereka akan menjualku!!" pikir Mikha.
"Ayo Mikha, kenapa kau melamun?" tanya Aiden yang melihat Mikha tampak melamun dan memikirkan sesuatu.
"Kenapa kalian membawaku ke tempat ini? A... apa kalian akan menjualku?" celetuk Mikha dengan polosnya.
Puk
Aiden menepuk jidatnya sendiri, belum menikah saja dia sudah dibuat mati konyol seperti ini, Aiden menggelengkan kepalanya lain halnya dengan Ferdi yang malah cekikikan mendengar celetukan Mikha.
Pletak...
"Astaga.... geraammmmnya akuuuuu!" ucap Aiden sambil menyentil kening Mikha membuat gadis itu spontan mengusap keningnya, padahal tidak sakit.
"Jangan mikir yang nggak nggak Mikha, udah ayo masuk!" ucap Aiden.
Mereka bertiga masuk ke dalam rumah besar itu, Barang barang Mikha di bawa oleh pengawal dan dia mengekori Aiden serta Ferdi memasuki rumah itu.
"Selamat malam semuanya!" sapa Aiden dengan penuh kharisma berbeda dari yang biasanya slengek-an sekarang lebih kalem dan jaga image, mungkin karena bawa cecan kali ya, Aiden tau aja jaga image depan calon bini.
"Kak Aiii!!" panggil Luna yang bangkit berdiri dan ingin menghampiri Aiden dengan perut buncitnya itu.
"Ehh... eghh stoooop, " ucap Aiden sambil berlari menghampiri Luna agar bumil itu tidak berjalan dengan perut buncitnya itu.
" dasar pinguin udah jalan kiri kanan kiri kanan mau nyamperin lagi," ledek Aiden sambil memeluk Luna.
"Heheheheh, kenapa lama kak? terus dia siapa?" tanya Luna pura pura tidak tau.
"Hadeuhhh... mulai lagi drama si Ibu hamil, dasar pinguin!" batin mereka sambil merotasikan kedua bola mata mereka.
"Kakak lama karena bicara dulu sama pihak pantinya, dan dia Mikha sayang," jawab Aiden dengan senyum penuh arti sambil menepuk pucuk kepala Luna.
"Ya Tuhan, mulai lagi si kembar tak seiras ini, hadehhh anak orang mau dijahilin!" batin para penonton yang sudah biasa menyaksikan pertunjukan drama dadakan oleh kedua manusia kelebihan IQ itu.
"Ohhh gitu ya," ucap Luna.
"Halo anak anak, Daddy Aiden disini!" sapa Aiden pada perut buncit Luna.
""What! Daddy!!" pekik mereka dalam hati.
"A.. apa itu istrinya? apa aku sekarang sedang merusak rumah tangga seseorang? dan istrinya juga sedang hamil, ba..bagaimana ini, aku tak mau menyakiti hati perempuan itu," batin Mikha sambil menatap sedih ke arah Aiden dan Luna.
__ADS_1
"Malangnya nasibmu Mikha, kau bisa bisanya terjebak dengan seorang pria beristri dan sedang hamil besar, bagaimana kalau dia sampai tau apa yang terjadi pada kami, itu bisa membahayakan dirinya," batin Mikha, dia menunduk, menangisi dirinya sendiri.
"Ini cara yang tepat untuk mengetahui sifat seseorang, benar benar mereka berdua ini punya sifat tengik yang mengesalkan!" bisik Andin pada Mark.
"Kau benar, kita lihat reaksi gadis itu, sepertinya dia merasa bersalah saat ini,dan lihat bantalannya itu, astaga apa dia tidak sesak?" balas Mark.
"itu pasti sesak," balas Andin.
Aiden dan Luna melirik Mikha yang menunduk sambil memainkan jari jarinya.
"Mikha, kemarilah, perkenalkan dirimu pada mereka!" panggil Aiden.
"ba..baik tuan," ucap Mikha dengan gugup, dia berjalan sambil menunduk ke arah mereka.
Mereka semua menatap Mikha, sebenarnya hal yang membuat mereka menatap Mikha adalah bantalan yang hanya dengan melihatnya saja mereka sudah sesak.
"Itu pasti sesak, bagaimana dia bertahan dengan bantalan itu," batin Rose.
"Si Aiden gercep sih gercep tapi bantalan gadis itu dilepas dulu, sesak banget itu, emang mau cosplay jadi sumo, dasar Aiden gak peka!" batin Alex sambil melemparkan tatapan meledek ke arah Aiden.
"Apa kau nengok nengok" batin Aiden sambil membalas tatapan meledek Alex.
"Se..selamat malam nyonya, tuan tuan dan nona nona, saya Mikha," sapa Mikha sambil menunduk hormat.
"Gadis baik dan dia sopan," batin Luna.
"Halo Mikha, salam kenal ya aku Luna," balas Luna sambil menjulurkan tangannya untuk memberikan salam perkenalan pada Mikha.
"Wah tangannya dingin sekali," pikir Luna.
"Kak kenapa dia kesini?" tanya Luna.
"Ahh aku akan beritahu tapi kamu jangan marah ya sayang," ucap Aiden sambil tersenyum jahil dengan merangkul bahu Luna.
"Sayang? dasar si Aiden dodol!!!" geram Gama yang langsung berjalan mendekati mereka.
Plaakkk
Satu pukulan telak menghantam punggung Aiden, tangannya yang merangkul bahu Luna di tariknya dan di jauhkannya dari tubuh Luna sambil menatap Aiden dengan tatapan kesal, akting sih boleh tapi jangan sok romantis di depan Gama dong, kan cemburu jadinya.
"Dodol, sudahi aktingmu itu, dasar manusia goa!!!" ketus Gama langsung merangkul istrinya.
"kamu duduk dulu, jangan banyak berdiri nanti pinggang mu sakit," ucap Gama dengan penuh perhatian.
"Sebenarnya mereka ini punya hubungan apa sih? aneh?" batin Mikha, di kepalanya kini sudah muncul seribu pertanyaan yang membuatnya benar-benar bingung.
"Heheheh, ya maaf Gama habis reaksinya dia itu pengen buat ngejahilin terus hahhahahaha" Aiden tertawa terbahak-bahak.
"Heheheh maaf ya Mikha, kamu pasti bingung," kekeh Luna sambil mengusap perutnya.
"Salam kenal Mikha, aku Gama suaminya Luna dan si kunyuk ini hanya mulut ember yang nyempil di rumah ini, yang tadi jangan dibawa ke hati ya," ucap Gama menjelaskan keadaan sebenarnya.
__ADS_1
"Salam kenal tuan," balas Mikha.
"Jadi bagaimana rencanamu Den?" tanya Bima yang baru datang dari dapur dengan semangkuk bubur ayam yang sangat menggugah hati.
"Ini Dek, makan dulu," ucap Bima sambil meletakkan bubur ayam itu di depan Luna.
Tadi saat Bima sampai, Luna langsung merengek minta dimasakin bubur ayam sama Bima, akhirnya Bima memasak permintaan adik kecilnya yang kini menjadi seorang calon ibu dari dua bayi sekaligus.
"hmmm... terimakasih kak, Luna makan dulu ya," ucap Luna mulai menyendokkan makanan ke mulutnya.
"jadi gimana den," tanya Bima lagi.
"Lah kapan balik Bim?" balas Aiden balik bertanya.
"Baru beberapa jam lalu," jawabnya santai sambil duduk di samping Ken.
"Oh... oh iya, besok kami akan menikah, lebih cepat lebih baik, kami sudah memberitahukan hal ini pada pemilik panti dimana Mikha tinggal," jelas Aiden.
"Wah nggak nyangka ya den, aku yang duluan dapat pacar eh situ sekalinya dapat langsung OTW pernikahan malah udah masuk goa lagi!" ucap Ken sambil menatap Aiden.
"Astaga kak Ken bahasamu itu loh!!" ucap Luna terkejut.
"Hehehhe maaf maaf, tapi kan fakta," balas Ken.
"Yah mau gimana lagi, udah ini kali jalannya, kan gak mungkin aku gak bertanggung jawab secara udah terjadi kejadian begini," ucap Aiden pasrah.
"Ya kau benar Den, sudahlah jangan menyesali yang telah terjadi, lalu kalian menikah dimana besok?" tanya Bima.
"Besok akan kuatur," ucap Aiden.
"Ya elah si dodol besok mana sempat, udah biar kuurus semuanya, malam ini kita langsung fitting baju!" ajak Bima.
"Emang kakak gak capek?" tanya Andin.
"Nggak terlalu, soalnya di pesawat tidur terus," ucap Bima.
"Tapi kurasa kalian tak perlu repot-repot buat fitting baju," ucap Gama.
"Lah kenapa?" tanya Aiden.
"Itu lihat siapa yang datang," ucap Gama sambil menatap seseorang yang datang dari pintu masuk.
.
.
.
.
jangan lupa, like vote dan komen 😉😉😉😊
__ADS_1