Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
45


__ADS_3

Hari terus berlalu, sejak pertemuan Gama dan Yuna, hubungan Luna dengan suaminya semakin baik, meskipun belum ada ungkapan cinta diantara mereka.


Ken, Aiden, dan Bima setia mendampingi sahabat mereka di rumah itu. Selama di kampung tempat tinggal Luna, tiga manusia tampan itu bergaul dengan Ferdi bahkan sering mereka menginap di rumah Ferdi sekaligus membantu Ferdi mengurus simboknya.


Andin sudah kembali ke kota untuk melakukan pekerjaannya dan Yuna selalu mendampingi kakaknya Gama dan Luna, apalagi ketika Gama melakukan terapi di rumah sakit.


Sedangkan Mark selalu mengekori Gama kemana-mana bahkan memberi banyak aturan yang tidak boleh dilakukan oleh Gama sehingga membuat mereka bertiga geram dengan sifat kaku pria itu.


Seperti saat ini Gama sedang duduk di ruang santai bersama Luna dan Yuna. Mereka bertiga asik merakit aksesoris untuk toko online yang sudah dibuka oleh Luna.


Gama melarang Luna berjualan ke pasar dengan alasan ia tidak ingin Luna kelelahan sebagai gantinya Luna diijinkan membuka toko online.


Saat sedang asik menjahit rancangannya tiba-tiba tangan Gama tertusuk jarum.


"Awhh...shhhh," rintih Gama.


"Kenapa Gam?" tanya Luna.


"Nggak, cuma tertusuk jarum aja gak masalah," ucap Gama santai.


Namun tiba-tiba Mark datang dan mengambil jarum yang dipakai oleh tuannya tanpa seizin Gama.


"Tuan Anda tidak boleh menjahit!" ucap Mark dengan suara lantang sambil mengambil alih benda itu.


"Maaaarkkkkk....!" kesal Gama setengah berteriak karena jahitannya diambil sehingga membuat desain miliknya menjadi berantakan padahal tinggal sedikit lagi selesai.


"Maaf Tuan, anda tidak boleh terluka," ucap Mark.


"Arghhh....padahal itu sedikit lagi selesai bodoh! kenapa kau menghancurkannya!" kesal Gama sambil meremas rambutnya.


Luna dan Yuna menatap ke arah kedua pria itu.


"Anda tidak boleh terluka lagi tuan, jari Anda sudah tertusuk tiga kali dalam seminggu ini!" tegas Mark.


"Damn!" ketus Gama.


"Kenapa aku punya asisten sekaku dirimu!" ucap Gama dengan tatapan kesal.


"Hey tuan Mark, kenapa jadi kau yang repot sih? disini istrinya aku apa dirimu? aku saja tidak sepanik itu dasar aneh!" ucap Luna yang juga mulai kesal karena Mark yang terlalu banyak peraturan.


"Apa jangan-jangan kau menyukai suamiku? kau terlalu berlebihan!" kesal Luna yang langsung berdiri dan merebut jahitan milik Gama dari tangan Mark.


"Gama aku jadi tidak yakin jika kau bekerja dengannya, bisa-bisa aku jadi janda muda karena si kulkas berjalan ini menggodamu!" kesal Luna yang kini duduk di samping Gama dan membentangkan kedua tangannya seolah melarang Mark mendekati suaminya.


"Aku baru sadar Luna, bagaimana ini apa dia akan merebutku darimu?" ucap Gama sambil berpura-pura menyembunyikan dirinya di balik punggung Luna.


"Tuan saya hanya tidak mau Anda terluka itu saja," ucap Mark bertahan dengan pendiriannya.


"Keselamatan tuan nomor satu bagi saya," tambahnya lagi dengan wajah mohon pengertian dari tuannya.

__ADS_1


"Astaga Kak Mark, apa kakak tidak bisa santai sedikit? kau sudah membuat seorang istri cemburu!" ketus Yuna yang juga kesal dengan sikap Mark.


"Ta..tapi.....


"Jika tertusuk jarum saat menjahit itu sudah biasa, asal jangan tertusuk pisau atau benda berbahaya lainnya, kau sangat kaku kak, aku tidak yakin kau bisa mendapatkan kekasih jika seperti ini terus," ledek Yuna sambil melanjutkan pekerjaannya.


Mark yang diomeli oleh ketiga orang itu hanya bisa terdiam. Apa benar dia terlalu berlebihan pikirannya.


"Haisshh...sial!! ucapan gadis itu jadi nyata, aku bertemu dengan dua gadis cerewet sekaligus, untung dia tidak disini bisa-bisa aku diomeli oleh triple cerewet," batin Mark saat mengingat ucapan Andin di toko buah.


"Tuan, nona muda, nona Anna, saya hanya takut tuan Gama sakit," ucap Mark mengungkapkan kekhawatirannya.


"Ck...kau seperti mamak mamak yang terlalu posesif dengan anak-anaknya!" ejek Luna.


Mark yang diejek seketika berwajah masam karena dikatai seperti mamak mamakqqqqa


"Pfftttthhh....hahahah, kau benar Luna dia sudah seperti Ibuku selama setahun belakangan ini," kekeh Gama yang malah tertawa karena Mark terus menerus diomeli.


"Hahahah, astaga kak Gam aku salut denganmu yang bisa bertahan dengan manusia kulkas ini selama setahun," kekeh Yuna sambil melemparkan tatapan mengejek ke arah Mark.


"Begini saja, Mark kau kembalilah ke perusahaan, sudah seminggu kau disini aku tidak mau terjadi sesuatu dengan perusahaanku," ucap Gama yang kembali dalam mode serius.


Mendengar ucapan Tuannya, Mark tidak terima jika ia tidak berada di sisi tuannya selama terapi dan selama tuannya belum pulang ke Jakarta bersama dengannya.


"Tidak tuan, saya akan tetap disini, jika saya tidak disini siapa yang akan menjaga tuan?" kilah Mark sambil menatap tuannya dengan tegas.


"Aku yang akan menjaganya, dia suamiku bukan suamimu dasar pria aneh, sudah cukup Andre yang berusaha mendekati Gama , Kau tidak mempunyai kesempatan untuk mendekatinya!" ketus Luna.


"Sepertinya kak Luna sudah mulai mencintai kak Gama, syukurlah, kuharap kakak bahagia, hidup kakak selama ini terlalu sakit," batin Yuna sambil menatap Luna dengan tatapan haru.


"Dia begitu hebat, dia bahkan menjagaku sampai seperti ini," batin Gama sambil melihat tangan Luna yang terbentang di depannya.


"Nona, dia tuan saya!" tegas Mark.


"Tapi dia suamiku!" ucap Luna tak kalah tegas dengan sorot mata tajam yang bisa membuat siapa saja merinding melihat tatapan itu.


"Aura ini!" batin Mark.


"Ta..tapi...nona...saya," Mark terbata bata.


"Tidak ada penolakan Mark, hari ini juga kau kembali ke Jakarta, dan aku minta kirim laporan perusahaan sebulan terakhir ke emailku!" titah Gama dengan suara tegas yang menandakan bahwa perintahnya mutlak dipenuhi.


Mark terdiam, dia tidak bisa menolak.


"Baiklah Tuan, kalau begitu hari ini saya kembali ke Jakarta," ucap Mark sambil menunduk.


"Nona Anna sampai jumpa lagi, dan nona Luna saya titip mereka pada Anda," ucap Mark yang dianggukkan oleh Gama.


Mark pergi di hari itu juga walaupun hatinya tidak tenang harus meninggalkan tuannya di desa itu.

__ADS_1


Luna menatap Gama, wajahnya seperti ingin bertanya tentang sesuatu namun masih di tahan. Merasa diperhatikan, Gama memalingkan wajahnya ke arah Luna.


"Ada apa? kau ingin bertanya sesuatu?" ucap Gama, Yuna juga penasaran dengan apa yang akan ditanyakan oleh kakaknya itu.


"Apa benar kau seorang Presdir?"


Gama dan Yuna tergelak mendengar pertanyaan konyol yang keluar dari mulut Luna.


"Kalau pun aku bilang iya kau tetap tidak akan percaya Luna, huffft....nanti aku akan membuktikan padamu," ucap Gama sambil menggaruk kepalanya frustasi dengan sikap istrinya yang aneh itu.


"Kau tidak percaya aku Presdir, tapi kenapa kau percaya jika Mark asistenku, dan ketiga sahabatku kau juga percaya dengan mereka," tanya Gama balik.


"Ummmm...karena wajahmu tidak dapat dipercaya hahahahahah," ujar Luna yang langsung bangkit berdiri dan lari entah kemana meninggalkan mereka.


"Lunaaaa.......!"teriak Gama kesal karena dikerjai oleh istrinya sendiri.


"Pfhhtt...hahhahahaa, rasakan kak, kakak dikerjai oleh kak Luna hahahahha, aduh kasihan sekali hahahah," ledek Yuna.


Gama menghela nafas, ia tidak tahu harus bilang apa dengan sikap istrinya yang tidak disangka-sangka ini.


"Dia senang sekali mengerjaiku," ucap Gama. sambil tersenyum.


"Tandanya kak Luna mulai membuka hati untuk kakak," ucap Yuna.


"Apa benar?" tanya Gama yang tampak antusias.


Yuna mengangguk," Benar kak, aku tak pernah melihatnya sampai seperhatian itu dengan seorang laki-laki," ucap Yuna.


"Emmm kak, kuharap kakak tidak meninggalkan kak Luna, dia terlalu banyak menderita hanya saja dia sangat pandai menyembunyikan rasa sakitnya, seringlah berbicara dengannya agar dia terbuka dengan kakak, " ujar Yuna.


"Aku harap kalian bahagia kak,"tambahnya lagi.


"Hmmm... terimakasih sudah mengingatkanku Na, kakak akan melindunginya," balas Gama yang membuat Yuna tersenyum memandang kakaknya.


Gama sudah memastikan bahwa hatinya telah jatuh pada gadis cantik itu hanya saja dia masih menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya.


Sedangkan Luna yang sama sekali tidak tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang tidak bisa mengartikan degupan jantung yang selalu membuatnya salah tingkah dan merasa aneh jika berada di dekat Gama.


.


.


.


like, vote dan komen 😊😉😉


digantung lagi hahahha


maaf ya readers, author Harsie padat kerjaan, bosnya ngeselin 😤😤 tapi gapapa deh daripada gak kerja ya kan?

__ADS_1


Semangat buat yang kerja buat yang belum kerja semoga cepat dapat job😊💪💪💪💪💪


__ADS_2