Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
171


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan perempuan jal4ng!!!" teriak Ken panik saat melihat kekasihnya di todong dengan belati yang kapan saja siap.menusuk leher jenjang gadis itu.


"Jangan mendekat, atau ku tusuk perempuan ini!!" teriak Clara sambil menggesek belati ke leher putih Rose hingga sedikit mengeluarkan darah.


Beberapa menit yang lalu, saat tak ada lagi siapa pun di dalam ruangan itu kecuali dirinya dan Rose, Clara bangun, perempuan itu benar benar Licik, dia tidak menelan minumannya dan hanya berpura-pura pingsan.


Clara membekuk Rose dengan mengancamnya dengan pisau belati tepat pada saat Luna, Andin dan Bima berjalan menuju ruangan itu.


Belum sempat Rose melakukan perlawanan, Luna dan Bima datang, dia tak bisa bergerak gegabah.


Sedikit saja belati itu bisa menembus lehernya, dia harus memikirkan taktik dan kedatangan Luna dan yang lainnya adalah saat yang tepat untuk aksi Rose .


"Jika sampai terjadi apa apa dengannya maka aku akan menghabisi mu jal4ng!!" teriak Ken marah.


"Sayang jangan disini, ayo kamu ke kamar saja," ucap Gama yang langsung melindungi istrinya, namun Luna menahan tangan Gama sambil menggelengkan kepalanya.


"Tapi..."


"tenang, percaya pada Kak Rose," bisik Luna.


"Cepat buka pintu ini, jika tidak aku akan membunuh perempuan ini, berani beraninya kau mencoba memberiku obat tidur!!" bentak Clara sambil menarik rambut panjang Rose hingga membuat gadis itu meringis kesakitan yang justru semakin menambah kekhawatiran mereka.


"Ozeee," lirih Ken dia tak sanggup melihat kekasihnya disiksa begitu.


Rose menatap wajah Ken yang benar-benar panik tapi tak bisa berbuat apa-apa mendekati mereka sama saja membuat Rose kehilangan nyawa.


Rose tersenyum, semua orang di dalam ruangan itu benar-benar menyayangi dirinya.


tiba-tiba...


Tak...


Prang...


bughh...


krekk... krakkk


Rose menatap tajam Clara, dia menjatuhkan belati itu dengan mudah saat wanita itu lengah, Rose memukul perut Clara dan memutar lengannya hingga....


krakkk


terdengar suara tulang yang patah egh.. menyakitkan.


Kini keadaan berbalik, Rose dengan mudahnya memelintir kedua tangan Clara membuat wanita itu merintih kesakitan dan tak bisa melakukan perlawanan sebab sebelah lengannya patah tepat di bagian persendian.


"Arhhhhh..... sakiiitttttt!!!;" teriak Clara meringis kesakitan.


srakkkk,


Rose merobek kaosnya lalu mengikat tangan Clara dengan kain itu.


brukkk


Clara dihempaskan ke atas sofa,


Sraaakkk


Rose merobek kaosnya lagi lalu mengikat kaki Clara dengan kain itu.


dan langkah terakhir dia melihat sekeliling, matanya tertuju pada kain lap di laci meja kecil, diambilnya kain itu dan ..

__ADS_1


Plukk


"Hemmphh... uhuhkk.. hemmphh.... mphhhh... erhhh,"


Mulut Clara di sumpal dengan kain lap dari laci yang.


puk..


puk


puk


"Beres!" seru Rose sambil menepuk-nepuk tangannya seolah membersihkan debu dari tangannya.


Clara mendapatkan tatapan tajam bak pembunuh dari Rose, aura yang tak pernah di keluarkan gadis itu, kemampuan yang hanya bisa dia keluarkan jika mendapat serangan mendadak seperti saat ini.


Rose memang jago bela diri, namun dia tak pernah menggunakan keahliannya menyakiti keluarga nya meskipun berkali-kali dia disakiti, Rose masih seorang anak yang menghargai orang tuanya meski dia ditolak mentah-mentah.


Para penonton melongo melihat aksi lihat gadis itu, Apalagi Aiden mulutnya menganga, matanya melotot dia menatap Rose dengan tatapan tak biasa, perlahan Aiden mendekati Rose dan berlutut di depan gadis itu.


"Mohon ajari aku guru!!" ucap Aiden sambil berlutut membuat Rose melonjak kaget dengan tingkah Aiden ini.


"Astaga Kak Aiden, apa yang kau lakukan disana!!" ucap Rose yang malah menghindar dan berlari ke belakang tubuh Ken yang sedang mematung tak percaya melihat apa yang dilakukan kekasihnya.


"Ze.. i..itu benar benar dirimu kan?" ucap Ken tak percaya.


plakk


"Maksud kamu siapa lagi, hantu?" ketus Rose.


"Heheh, bukan aku hanya terkejut!" ucap Ken.


"Wah kak Rose hebat sekali!" ucap Luna dan Andin dengan mata berbinar-binar.


"tak Apa Kak Bim, kuharap kakak bisa belajar dari kejadian ini," ucap Rose sambil tersenyum manis membuat Ken cemburu.


"Jangan tersenyum padanya, dia baru patah hati nanti kamu diambilnya!" celetuk Ken memutar tubuh Rose dan memeluk Rose ke dalam dekapannya.


"ck.. pencemburu!!"ledek Gama.


"Rose..." ucap Alex tiba tiba membuat mereka semua menatap pria itu.


Alex duduk di samping Aiden yang sudah bersimpuh di dekat kaki Rose sambil menangkupkan kedua tangan mereka.


Mereka melihat kedua pria yang sama sama kurang akhlak dan gesrek itu.


"Mohon jadikan kami muridmu guru!!!" ucap Mereka berdua dengan wajah memelas.


"Pfftttthhh hahahahhahahaha," mereka semua tertawa terbahak-bahak melihat kedua pria itu memohon seperti anak kecil di depan Rose.


Ken menjauhkan Rose dari hadapan kedua pria kurang umur itu.


"Ck... syuhh.. syuhh... sana jangan dekat-dekat kekasihku, kalian duta jomblo bahaya!!" ketus Ken yang malah mengundang gelak tawa diantara mereka.


"Bwahahahahhahahaha," tawa mereka pecah .


"sshhh... dasar pelit, ya sudah nggak usah!!" ketus mereka berdua membuat mereka semua hanya bisa geleng-geleng kepala apalagi melihat Alex yang sifat aslinya mulai keluar.


"Kita apakan Gadis itu?" tanya Gama.


"Biar aku yang mengurus nya, aku akan menghancurkannya dan si bajingan itu juga akan ku hancurkan hari ini juga!!" ucap Bima mengepalkan tangannya sambil menatap tajam ke arah Clara yang meronta-ronta ingin dilepaskan.

__ADS_1


"Lex kubawa pengawal mu sebentar, tim ku sedang di perusahaan," ucap Bima yang dianggukkan oleh Alex.


"Kalau begitu aku pergi, Na nanti ketemu di rumah besar Park ya, nanti Kaka bawa bahan-bahannya," ucap Bima dengan lembut pada Luna.


"Baik kak, lakukan yang terbaik, Kami percaya padamu!" ucap Luna sambil tersenyum.


Puk


"Kau bisa bro, jika butuh bantuan tinggal hubungi kami!" ucap Gama.


"Baiklah, Kurasa Ken bisakah kau ikut denganku?" tanya Bima.


"ck.. tidak mau, kekasih ku sedang terluka aku tak mau meninggalkan dia, kau pergi saja dengan Alex!!" celetuk Ken yang masih memeluk Rose dengan posesif.


"ihkk kak Ken bucin hahahaha," ledek Luna.


"Huuffttt dasar bucin!" ketus Bima.


"Biar saya yang ikut," ucap Mark membuat mereka semua menoleh pada Mark.


"Saya mau memberi sedikit pelajaran pada Pria bangsat itu, dia menyenggol mobil saya di parkiran maal beberapa hari yang lalu sampai penyok, dan dia tak bertanggungjawab!" ucap Mark yang tidak suka barang-barangnya dirusak orang lain.


Lain cerita jika orang itu meminta maaf maka dia tak akan ambil pusing.


"Kau kaku sekali kak Mark! aku tak yakin memberikan sahabatku padamu!" ketus Luna mengomentari cara bicara Mark yang masih kaku.


"Haisshh sial, kena lagi aku, bisakah kita membiarkan ini nona? " batin Mark.


"Kita tak bisa membiarkan hal seperti ini Mark!" ucap Gama dan Luna bersamaan seolah tau apa yang dia pikirkan.


"Ahh.. ba..baiklah tuan nona," ucap Mark.


plukk


"Ck.. ubah cara bicaramu Mark, kau terlalu kaku, aku tak mau dikatai berpacaran dengan pohon!" gerutu Andin.


"pfftttthhh hahahha, kalian semua memang pasangan yang unik!!" kekeh Aiden yang sedari tadi memperhatikan pembicaraan mereka.


"maksudmu?" tanya Alex.


"Dengar ya," ucap Aiden.


"Ken dan Rose pasangan psikopat hahhaah," kekeh Aiden yang langsung mendapat tatapan tajam dari pasangan itu.


"Mark dan Andin pasangan kaku, kayu, papan batu dan sejenisnya," tambah Aiden.


"terakhir, Gama dan Luna pasangan paling romantis, paling uwu, paling manis sedunia, paketnya sudah lengkap hahahhahahaha," tawa Aiden.


"jiahh, kalau kakak giman? jangan jomblo terus dong,"celetuk Andin yang membuat Aiden terdiam.


"Ck... masih usaha, jodohku belum lahir heeh," keluh Aiden


"Udah lahir tapi... di colong orang hahahahhaha!!" ledek Alex.


"Pfftttthhh hahahah," mereka semua tertawa terbahak-bahak.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😉😊


__ADS_2