Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh

Terikat Skandal Dengan CEO Lumpuh
S2 B&C (Cerai)


__ADS_3

Sarah berdiri berkancah pinggang menatap pria itu.


"kembali kan ponsel ku!" teriak Sarah dengan nada benar benar marah pada Jerry.


"Cih dasar wanita kurang ajar, berani sekali kau mendekati pria lain saat kau masih menjadi istriku hah!!!" bentak Jerry.


"Apa? memangnya kenapa? apa hanya kau yang bisa kembali dengan mantan tunangan mu itu hah!!" balas Sarah ikut membentak.


"sialan kau, gara gara dirimu aku kehilangan berlian yang sangat kucintai dulu!!" ucap Jerry sambil menunjuk dan menatap tajam ke arah Sarah.


"cinta? benarkah kau mencintai nya? tapi kenapa kau malah meninggalkannya? cihhh jangan munafik Jerry, aku tau kau tidak sampai pada tahap itu," ejek Sarah.


"kurang ajar kau ini semua karena dirimu, aku hancur karena wanita J4l4ng seperti dirimu!!" teriak Jerry.


"Kau pikir aku tidak hancur hah? aku kehilangan tambang emas ku hanya gara gara orang kaya Gadingan seperti dirimu, ternyata kekayaanmu tidak sampai seperempat milik Bima!!" ucap Sarah dengan wajah kesal dan marah.


Plaakkk


Satu pukulan melayang di wajah Sarah membuat wanita itu meringis kesakitan.


"Sialan kau!!! " teriak Sarah marah, dia mengepalkan kedua tangannya dan menggertakkan giginya menandakan kalau dia sedang berada di puncak amarahnya.


Srakkk...


Prakkk...


"Tanda tangani surat itu maka kita resmi bercerita, aku tidak tahan dengan sikapmu," ucap Jerry sambil melemparkan dokumen perceraian yang sudah dibawanya dari kantor pengadilan agama.


"Cihhh dengan senang hati akan kulakukan, kau pikir aku tahan hidup bersama pria bajingan seperti dirimu yang tega menikung temannya sendiri cih najiiss!!!" ucap Sarah sambil menandatangani dokumen di perceraian itu tanpa basa basi.


Jerry segera menarik dokumen itu dan menyimpan nya dengan aman.


brakkk


Jerry membanting ponsel Sarah hingga hancur berkeping-keping di atas lantai.


" Ku harap aku tidak akan bertemu denganmu lagi dasar wanita gila, entah kenapa aku bisa menikah denganmu dulu, menjijikkan!!" ucap Jerry.


"Kurang ajar kau, pergi Kauuuuu!!!" pekik Sarah dengan wajah merah padam akibat amarah yang benar benar membuncah.


Jerry pergi membawa dokumen perceraian itu keluar dari apartemen itu, "Tunggu aku Celine aku akan kembali padamu," ucap Jerry dengan penuh percaya diri bahwa dia dan Celine bisa kembali bersama.


Sementara itu di dalam apartemen, Sarah menatap foto lamanya dengan Bima, dia mengusap foto itu sambil tersenyum ," tunggu aku sayang aku akan kembali, aku masih mencintaimu tentu juga mencinta uangmu," ucap Sarah.


Kedua orang itu bagai tak tau diri dan tak tau malu, sudah enam tahun berlalu dan mereka masih berharap orang yang dulu mereka khianati adalah orang yang sama dengan pribadi yang mencintai mereka, sungguh naif dan memalukan.


...****************...


Sudah seminggu berlalu sejak kejadian itu.


Di rumah besar Park tampak Gama baru saja pulang dari kantor untuk makan sia g bersama keluarga kecilnya.


"Sayang aku pulang!" panggil Gama dari pintu depan.


"Papaaaaa..."seru si kembar sambil berlari ke arah Gama menyambut pria itu.


Gama berjongkok dan merentangkan kedua tangannya sambil tersenyum lembut menatap kedua putranya.

__ADS_1


Gama memilih tidak memiliki anak lagi dengan Luna mengingat perjuangan Luna saat melahirkan si kembar, dia tak ingin istrinya mengalami kejadian seperti dulu lagi bertarung antara hidup dan mati.


Bersyukur karena Tuhan memberikan dua anak sekaligus untuk mereka.


"Halo sayang udah makan siang apa belum nih?" tanya Gama sambil mengecup pipi kedua putranya.


"Sudah Papa," jawab keduanya.


"Papa sana sama Mama dulu, kacih Abang bawa tas Papa," ucap Christan sambil mengambil tas kerja Gama.


"Clisto bantu ya Abang," ucapnya mengangkat tas Gama dari sisi yang lain.


"Aduh sayang biar Mama aja, itu berat loh," ucap Luna menghampiri mereka.


"No Mom!" ucap keduanya yang langsung ngacir meninggalkan kedua orangtuanya.


"jangan lari lari!" teriak Luna.


"Hadehh mereka itu," ucap Luna sambil memandang kedua putranya.


"Sayang kamu makan yuk, aku masakin opor ayam," ucap Luna sambil memeluk suaminya dari depan dan menatap Gama dengan mendongakkan kepalanya.


"wah benarkah? asik kamu tau aja aku pengen makan opor ayam terimakasih sayang," ucap Gama sambil mengecup kening dan bibir istrinya secara bergantian.


"Tau dong, ya udah ayo, anak anak juga bantuin tadi, mereka masak cemilan buat kamu," ucap Luna.


"Wah kalian pasti lelah, sayang jangan terlalu banyak bekerja aku gak mau kamu capek," ucap Gama, dia tau mengurus anak kembar apalagi seaktif duo C sangat merepotkan bahkan sering Gama melihat Luna kelelahan.


Apalagi Luna yang tidak bisa percaya memberikan perawatan anak anaknya pada orang lain, dia tipe Ibu yang benar benar perfeksionis.


"Jawaban kamu mah selalu begitu," ucap Gama.


Mereka berjalan menuju ruang makan terlihat si kembar sedang menarik narik tangan Bima dan Alex yang baru bangun entah apa yang kedua pria ini lakukan tetapi mereka baru bangun jam segini.


Aiden dan Mikha juga sudah duduk di meja makan, dan tengah asik menyuapi Baby Aurel.


"Pa..Pa... Ga..ma.. hello.. heheh!" Sapa Baby Aurel dengan senyuman manis, mata bulat pipi tembem sungguh menggemaskan.


"Hello Baby Aurel, lagi makan siang sayang ya? uuuhhh... banyak banyak ya biar cepat besar!" ucap Gama sambil mengusap pucuk kepala Baby Aurel.


"Iya Papa Gama," ucap Baby Aurel dengan suara imutnya itu.


"Tumben sendirian Gam? Ferdi sama Anna dimana?" tanya Aiden.


"Mereka makan siang sama Clien, aku tinggal sih tadi, aku mana bisa kalau gak makan masakan istriku" ucap Gama yang dibalas senyuman oleh Luna yang sedang menyiapkan makan siang untuk suaminya.


"Ohhh,"


"Daddy Bima sama Papa Alex bandel ihhh masa tidul di meja makan, ihhh nggak maluuuuu!!!" ejek si kembar yang tengah menarik narik lengan Bima dan Alex.


"Daddy Bima Agi cakit ya???? mana cakit..alel obatin... alel kan oktel, cini cini!!" ucap Aurel dengan mulutnya yang penuh dengan makanan.


"Hehehe sayang Daddy nggak sakit kok, cuma capek aja, makan yang banyak ya," ucap Bima sambil tersenyum.


"Idih Daddy capek apa coba? Daddy kan Ndak punya istli, Daddy Uma tidul aja, i..iiiii, Daddy capek ngapain ayoooo," ledek Christan yang membuat mereka tergelak dengan celotehan anak lelaki itu.


"Sayang Daddy itu capek kerja, ngurus perusahaan, cari uang makanya begitu," jelas Luna.

__ADS_1


"Eee...ehhh... Daddy Bima mah Cali Cuan melulu Cali jodoh kapan?" celetuk Christo.


"Pfftttthhh hahahhahaha....." Mereka semua tertawa terbahak-bahak mendengar celotehan si kembar itu lain halnya dengan Bima dia malah garuk garuk kepala, dia merasa lucu diremehkan oleh anak sekecil itu.


"Hahahahahah, Cali jodoh dong Daddy Bimaaa," ledek Alex sambil menirukan suara si kembar.


"Daddy Bima cihh... lambutna anjang cepelti unti anak jadi seyeemmmm," tambah Aurel yang ceplas ceplos nya mulai kelihatan.


"Pffthh hahaha denger tuh Bima," kekeh Alex.


"hussh sayang jangan niru Papi dong, aduh ini nih turun dari Papinya," ucap Mikha geleng geleng kepala.


"Hehehe kan anakku Sayang, iya kan sayang yak, harus punya sifat kayak Papi ya kan hahahah," ucap Aiden sambil mencubit gemas kedua pipi putrinya.


"Ndak Mau kayak Papi, Papi ngecelin, Mauna kayak Mami, Mami cantik, baik heheheh, tapi jadinya Alel cepelti Papi huh," celetuk Aurel membuat Aiden menekuk wajahnya.


"Jiahh ditolak anak sendiri hahahahah," mereka semua tertawa terbahak-bahak.


"Kak Vanya masih tugas ya kak?" tanya Mikha.


"Iya dia banyak pasien, kasihan juga dia, ini aku boleh bawain opornya sama Vanya kan? dia kerja terus, dan... huh dia sering nangis akhir akhir ini," ucap Alex dengan waja sendu.


"Kenapa ?" tanya mereka semua.


"Kalian Taulah, karena kami belum punya momongan, dia merasa gak berguna, kasihan dia," ucap Alex.


"Kasihan kak Vanya," ucap Luna.


"Ya kamu benar Na, aku udah bilang sama dia kalaupun gak punya anak gak masalah, tapi entah apa yang membuatnya kepikiran terus," ucap Alex.


"Biar nanti kami cari tau kak," ucap Mikha.


"iya Kakak tenang aja, yang penting kasih dukungan buat kak Vanya," ucap Luna.


Mereka pun melanjutkan acara makan siang mereka.


Tiba-tiba ponsel Bima berbunyi,


Drrrtt... drrrttt


Bima merogoh ponselnya dan melihat nomor tak dikenal.


"Siapa ini?" gumam Bima.


"Ada apa?" tanya Alex


"Entah, ada nomor gak dikenal," ucapnya.


"Angkat aja dulu siapa tau penting," ucap Gama.


.


.


.


like, vote dan komen 😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2